Jumat, 07 Juli 2017

Tantangan, Perkembangan, dan Sistem Tiket MRT Jakarta

Pada momen usai merayakan Idulfitri, PT MRT Jakarta mengadakan acara halal bihalal bersama blogger dan media. Pada momen halalbihalal kali ini, seluruh jajaran direksi PT MRT Jakarta berkesempatan hadir. Sehingga rekan-rekan blogger dan media bisa mengetahui lebih detail tentang perkembangan pembangunan MRT Jakarta.


Pak William Sabandar, selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta memaparkan beberapa data perkembangan pembangunan MRT Jakarta. Sayapun dengan semangat memperhatikan poin demi poin, saya sendiri sudah dua kali mengujungi Stasiun MRT Setiabudi dan Stasiun MRT Bundaran HI. Per 30 Juni 2017 pembangunan MRT di elevated section mencapai 62,42% dan underground section mencapai 87,48%, secara keselurhan sudah mencapai 74,89%



MRT Jakarta direncakan akan mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2019, sayangnya proses pembangunan MRT menemui kendala di daerah Haji Nawi. Hal ini dikarenakan pembangunan tiang struktur di Stasiun Haji Nawi masih terkendala pembebasana lahan di empat titik, sehingga nantinya tidak akan selesai bersamaan pada Maret 2019. Saya berharap masalahnya bisa diselesaikan dengan baik, sehingga masyarakat di daerah Haji Nawi bisa lebih mudah mengakses Stasiun MRT Jakarta.

Dalam rangka mempersiapkan operasional komersial MRT Jakarta, saat ini sedang dilakukan proses perjanjian penyelenggarakan. Selain hal perijinan, MRY Jakarta juga sudah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lewat tahapan seleksi. Per 4 Juli 2017 sudah ada 35.032 orang pelamar untuk 11 posisi yang diperlukan dengan kebutuhan 196 orang pada tahun 2017.

MRT Jakarta juga bekerjasama dengan pemilik properti untuk menyediakan sinergi dengan moda transportasi lain, sehingga masyarakat mudah menjangkaunya. Stasiun-stasiun MRT Jakarta juga nantinya akan mengusung konsep lifestyle hub. Khususnya di Stasiun Dukuh Atas akan terjadi sinergi antara MRT Jakarta dengan Railink, KRL Commuterline, Transjakarta, dan LRT. Di stasiun MRT juga akan tersedia retail space seperti untuk ATM, food & beverage, fashion, dan comersial store.



Dalam hal aksesbilitas saat ini juga dilakukan penataan jalan bagi pejalan kaki di jalan Sudirman. Saat ini juga dilakukan perencanaan untuk MRT fase kedua(Bundaran HI-Kampung Bandan) dan Cikarang-Balaraja. Untuk proses pembangunan hingga selesai fase kedua diperlukan biaya 25,1 Triliun. Pada akhir pemaparan dijelaskan sistem pembayaran yang yang diterapkan di MRT Jakarta, bekerjasama dengan BUMN/BUMD. Payment gateway akan bekerjasama dengan bank dan clearing house akan dimiliki konsorsium operator.


MRT Jakarta akan menyediakan tiket khusus untuk penggunaan MRT, hal ini untuk memberikan kemudahaan saat taping dan pembacaan kartu dalam waktu 0,2 detik. Untuk integrasi dengan moda transportasi lainnya dengan MRT, tetap bisa menggunkan kartu yang diterbitkan oleh bank dengan kecepatan pembacaan kira-kira 0,7 detik. Sehingga memudahkan masyarakat untuk berpindah antar moda transportasi lainnya dengan MRT.

Jumat, 02 Juni 2017

Berolahraga Pada Bulan Ramadan? Boleh Saja, Asalkan

Di bulan Ramadan aktivitas sehari-hari bisa dilakukan seperti biasa, hanya saja memang ada tips dan cara khusus yang perlu diperhatikan. Mengingat selama 12 jam tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, sehingga perlu mangatur tenaga selama melakukan kegiatan. Pada Rabu, 31 Mei 2017 Mayapada Healthcare mengadakan acara Talkshow "Tips Berolahraga di Bulan Ramadan" di salah satu hotel daerah Jakarta Pusat.


Acara diawali oleh Pak Jonathan Tahir menjelaskan rencana bisnis Mayapada Healthcare Grup ke lima kota besar. Saat ini rumah sakit Mayapada ada di daerah Lebak Bulus dan Tangerang, ke depannya di kota-kota lain akan diusung konsep yang serupa. Mayapada Healthcare Grup memiliki diferensiasi tak hanya rumah sakit biasa, tapi mengedukasi masyarakat agar memiliki gaya hidup sehat. Konsep rumah sakit Mayapada juga dengan konsep modern dan nyanam, sehingga menjauhkan dari stigma buruk tentang rumah sakit.



Berlanjut ke sesi talkshow tips berolahraga selama bulan Ramadan, Dr.Zaini K.Saragih Sp.KO dari Mayapada Sport and Wellness Clinic. Dr. Zaini menyampaikan kebiasaan saat berpuasa masyarakat Indonesia: kurang beraktivitas fisik, kurang makan, pola makan yang buruk, kurang tidur, dan balas dendam makan usai bulan Ramadan. Iya enggak sih? Faktanya keseimbangan energi harus seimbang antara yang makan yang dimakan dan dengan energi yang digunakan saat berktivitas.

Memang pada bulan Ramadan pola makan dan kegiatannya berbeda. Namun, ternyata protein, karbohidrat, dan lemak bisa saling bertukar posisi untuk digunakan sebagai energi manusia. Tak ada alasan bagi kita saat puasa untuk bermalas-malasan, kita punya banyak cadangan energi di tubuh kita. Dr.Zaini menjelaskan bahwa saat makan kadar insulin pada tubuh kita meningkat, sehingga disarankan lebih baik makan banyak dengan frekuensi sedikit pada orang normal. Berbeda pada penderita diabetea yang perlu pola makan frekuensi sering dengan jumlah yang sedikit.

Baru saat ini masuk ke penjelasan tentang kebutuhan saat berolahraga. Saat berolahraga manusia memerlukan sumber energi dan cairan pengganti, sumber energi manusia banyak cadangannya. Yang tidak bisa didapatkan saat berolahara di bulan puasa adalah cairan pengganti, tanpa cairan pengganti saat berolahraga kita bisa pingsan. Cairan pengganti sangat penting untuk menstabilkan suhu tubuh saat kota berolahraga, sehingga disarankan berolahraga ringan saja.


Jika ingin melakukan olahraga juga kalau bisa dilakukan di dalam ruangan, waktu olahraga juga 1-2 jam sebelum berbuka puasa atau 2-3 jam sesudah berbuka puasa. Jadi boleh berolahraga di bulan Ramadan asalkan tahu waktu dan jenis olahraganya ringan. Karena saat manusia kekurangan cairan konsentrasi manusia berkurang, terlebih dalam kegiatan berolahraga sehingga bisa lebih mengatur waktu berolahraga. Usai berolahrga segerakan untuk makan dan minum, sehingga kebutuhan cairan pengganti terpenuhi.


Tips tambahan dari dr.Zaini agara kita juga menjaga pola tidur kita, tidur bukan berarti hanya kuantitas tapi juga kualitas. Tidur yang baik saat keadaan nyenyak "deep sleep" pada keadaan gelombang otak di posisi Delta dan Thetha. Gelombang otak "deep sleep" ternyata tak hanya saat kita tidur, tapi juga saat kita khusuk melakukan kegiatan ibadah. Usailah tips dari dr.Zaini acarapun dilanjutkan dengan berbuka puasa dan berfoto bersama.

Rabu, 10 Mei 2017

Transera Waterpark Tempat Rekreasi Keluara yang Seru di Bekasi

Bekasi menjadi daerah penopang ibu kota Jakarta, banyak karyawan dari Bekasi yang bekerja di Jakarta. Pada akhir pekan tentunya berusaha menghindari Jakarta, keinginan berekreasi di Bekasi. Khususnya di kawasan Kota Harapan Indah Bekasi, kawasan yang menyediakan aneka keperluan penghuni. Tak luput dalam hal rekreasi, ada area bermain yang seru bernama Transera Waterpark Bekasi.


Berlokasi tak jauh dari Kelapa Gading, berlokasi strategis Transera Waterpark Bekasi menjadi pilihan tepat rekreasi bagi keluarga. Terlebih bagi keluarga yang membawa anak-anak. Dengan suasana khas Timbuktu dengan tema benua Afrika, Transera Waterpark Bekasi untuk dewasa dan juga anak-anak. Di bawah naungan PT Graha Inti Permai, Transera Waterpark menghadirkan perpaduan water park dan drypark. Memberikan nuansa unik di setiap wahananya.


Pada Sabtu, 29 April 2017 saya bersama teman-teman menikmati aneka wahana di Transera Waterpark Bekasi yang menarik. Untuk menuju ke Transera juga bisa melalui tol dan keluar di Cakung Barat atau Tol Bekasi Barat. Sesampainya Tansera Waterpark Bekasi, tinggal lakukan pembelian tiket.

Selain itu di dalam area Transera Waterpark menggunakan transaksi non tunai. Untuk melakukan pembelian dan penyewaan fasilitas, diperlukan Gelang Smart Tag dengan jaminan Smart Tag sebesar Rp 20.000. Bisa dilakukan pengisian ulang saldo dan refund sebelum meninggalkan Transera Waterpark Bekasi.

Ada 23 fasilitas yang bisa digunakan di Transera Waterpark: area waterpark, drypark, dan pelengkap. Ada dua wahana yang pertama ada di Indonesia, Crazy Cone dan Tangaloma  yang tersedia di Transera Waterpark.


Saatnya untuk menikmati aneka wahana yang menyenangkan di Transera Waterpark. Tak lupa untuk mengabadikan cerita dan foto ke media social.


Aneka wahana  menarik mulai dari Turkana Pool (kolam arus) untuk anak-anak, Gowle Pool (kolam ombak) untuk orang dewasa. Wahana menarik lainnya seperti: Cango Slide, Crazy Zone, Mosi-Oa Tunya, Zambezi River, Timbutu Garden, Gari-Gari, Obus, Ducky Dunks, Bumper Boat, Vilakazi Stage, dan Cowboy Town.


Usai menikmati aneka wahana yang mengasyikan, rasanya mulai lapar. Tinggal berbelanja di area penjualan makanan dan minuman yang ada di dalam Transera Waterpark.

Kamis, 27 April 2017

Serunya Bincang Transportasi Obsat di Stasiun MRT Bundaran HI

Transportasi umum menjadi pilihan "sebagian kecil" masyarakat di Indonesia, khusus di kota Jakarta. Lebih banyak masyarakat yang menggunaian kendaraan pribadi. Bukan tanpa sebab hal itu terjadi, akibat fasilitas transportasi umum yang kurang baik.

Seiring berjalannya waktu perusahaan jasa membenahi diri, mulai dari KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta. Perlahan tapi pasti, seiring peningkatan layanan transportasi, masyarakat mulai tertarik menggunakan transportasi umum.

Saat ini sedang berlangsung proyek pembangunan infrastruktur transportasi umum di Jakarta, dikenal dengan nama MRT Jakarta. Rencananya MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019.

Setelah sebelumnya bulan lalu, saya berkesempatan mengunjungi Stasiun MRT Jakarta di Setiabudi. Saya berkesempatan melihat proses pengeboran terowongan MRT, kini saya berkesempatan mengunjungi Stasiun MRT Jakarta di Bundaran HI.


Dalam rangka acara diskusi Obsat yang diselenggarakan Beritagar, berkolaborasi dengan MRT Jakarta. Tak sekedar hanya mengunjungi area proyek, ada penjelasan dan tanya jawab peserta kepada narasumber.


Stasiun MRT Bundaran HI sudah melewati proses pengeboran, sehingga bisa mengunjungi hingga ke dalam terowongan MRT. Sekitar dua puluh menit berkeliling area terowongan MRT, kami melanjutkan ke acara diskusi Obsat.

Obsat ke-192 "Laju Tranportasi Baru" dengan narasumber William Sabandar (Direktur Utama MRT Jakarta), Rini Ekotomo (Pemerhati Transportasi Publik), Nukman Lutfie, dan Keenan Pearce (Co-Founder Makna Creative).


William Sabandar, Direktur Utama MRT Jakarta, memaparkan: perlu adanya MRT Jakarta, mandat MRT Jakarta, progres pengerjaan proyek MRT fase 1, standar pelayanan MRT Jakarta, dan proses pembangunan Ntrans (pedestrian menuju Stasiun MRT Jakarta). Rini Ekotomo, selaku pemerhati transportasi publik, menyoroti dampak yang positif bagi masyarakat. Salah satunyai integrasi antarmoda transportasi umum.

Nukman Luthfie, penggiat media sosial dan pengguna transportasi publik, berbagi cerita enam tahun terakhir menggunakan KRL Commuter Line. KRL yang dahulu kurang nyaman, kini sangat nyaman. Selain itu juga lebih sampai ke tujuan daripada kendaraan pribadi.

Aspek penting di transportasi umun: yang pertama adalah kecepatan, baru kedua kenyamanan. Keenaan Pearce, Co-Founder Makna Creative sependapat dengan pendapat tersebut. Saat ini terjadi pergeseran perilaku anak muda, tak sekedar mengejar gengsi dengan menggunakan mobil. Namun, memilih transportasi umum agar lebih cepat sampai dan produktivitas bisa lebih meningkat.

MRT Jakarta dibangun tak hanya sebagai infrastruktur semata. Tujuan terpentung adalah mengubah budaya masyarakat untuk merawat dan menjafa fasilitas MRT Jakarta. Fasilitas untuk penyandang disabilitas akan tersedia, berupa lift dan khusus disabilitas. Dalam hal keamanan dari banjir, Stasiun MRT Jakarta dilengkapi dengan sistem drainase.


Dalam hal integrasi antamoda transportasi, MRT Jakarta bekerjasama dengan Transjakarta dan Commuter Line. Sehingga terbentuk sistem integrasi yang baik bagi masyarakat. Tak hanya integrasi secara fisik, tapi juga sistem integrasi e-ticketing dan tingkat pelayanan. Demikianlah diskusi Obsat ke-193 tentang "Laju Transportasi Baru".

Selasa, 18 April 2017

Ketika Kementerian PUPR Berkomunikasi dengan Cara Kekinian

Media sosial kini seakan menjadi bagian kehidupan, masyarakat maka kini seolah tak bisa lepas darinya. Perbincangan di media sosial yang menjadi "trending topic" kerap kali menjadi perbincangan juga di dunia nyata.

Kini bukan lagi saatnya lembaga pemerintah berkomunikasi satu arah, saatnya mendengar dan berkomunikasi dengan masyarakat. Cara modern berkomunikasi dan pejabat publik masa kini, sudah banyak diadopsi instansi pemerintahan. Tak terkecuali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).



Pada acara yang diadakan Perpustakaan Kementerian PUPR dengan topik "Membuka Catatan Najwa" berlangsung juga peresmian akun media sosial Kementerian PUPR dan PUPR TV.

Najwa Shihab, narasumber acara mengapresiasi langkah Menteri PUPR (Basuki Hadimoeljono) sebagai pejabat masa kini. Menteri PUPR membuat VLog pertama saat kunjungan kerja di Tiongkok.


Acara "Membuka Catatan Najwa" membuat saya, mengikuti kilas balik perjalanan program Mata Najwa. Sudah memasuki tahun ke-8, siapa yang tak kenal program Mata Najwa.

Najwa Shihab tak menyangka programnya disukai masyarakat. Najwa Shihab berbagi inspirasi tentang manfaat membaca dan menantang seusai acara, peserta diminta membeli dan membaca buku.

Sayapun mengapresiasi Kementerian PUPR. Masyarakat kini bisa merasa lebih dekat demhan Kementerian PUPR, biarpun lewat dunia maya. Interaksi dua arah, hal yang baiknya terjadi di media sosial.  Masyarakat jadi lebih tahu "kerja, kerja, kerja"  yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Kamis, 13 April 2017

Menu Baru Hokben yang Wajib Dicoba Generasi Milenial

Hokben salah satu restoran keluarga favorit saya, sejak kecil Hokben menjadi pilihan saya dan orang tua saya. Makan bergizi yang seimbang, ada daging dan sayur-sayurnya juga di salad. Kesukaan saya pada Hokben tak berhenti, banyak inovasi yang dihadirkan untuk pelanggan Hokben.

Kalau dulu saya makan bersama keluarga di Hokben, ada kalanya bersama teman makan di Hokben. Harga yang ditawarkan sebanding dengan rasa makanan yang nikmat dan beragam.

Kini keluarga lebih memilih makan Hokben di rumah. Tinggal saya datang ke Hokben dan takeway saja untuk dibawa pulang.
Ternyata saya rasakan Hokben, tenyata tempat nongkrong yang asyik.

Tak hanya menjual makanan berat, ada cemilan yang tersedia di Hokben. Apalagi Hokben baru saja menghadirkan menu baru, generasi milenial patut menikmatinya saat berkumpul bersama teman.



Inovasi menu dari Hokben untuk menyasar generasi milenial. Generasi yang suka nongkrong dan berkumpul bersama teman.
Pada Sabtu, 8 April 2017 di Hokben Blok M Plaza diperkenalkan "New Raising Star" menu Hokben.


Communication Division Hokben, Irma Wulandari menyatakan, bahwa Hokben memahami perkembangan trend masyarakat. Kini Hokben tak sekedar tempat makan berat namun, makanan ringan tersedia dan bisa dinikmati sambil santai.

Ada tiga menu baru yang cocok menjadi pilihan saat bersantai di Hokben:

1) Sakana Stick



Sakana Stick terbuat dari produk olahan ikan air tawar yang dibalur ddngan tepung khas Hokben. Tersedia dalam dua pilihan rasa: Sakana Sticks Original dan Sakana Stick dengan taburan rumput laut khas Jepang.

Melengkapi jajaran varian Tokyo Bites lainnya: Takoyaki  Tori Popcorn, Shumai Furai, dan Shumai Steam.

2) Ocha Lychee Tea.



Ocha Lychee Tea adalah kombinasi kesegaran ocha khas Hokben dikombinasikan dengan leci dan nata de coco. Rasa manis saat dicoba, nikmati di lidah rasanya pas.

3) Soft Pudding

Soft Pudding dengan rasa Taro (talas) dan Mangga, melengkapi jenis varian puding Hokben. Lembutnya puding menjadi pilihan tepat untuk dinikmati saat berkumpul bersama teman.



Menambah pilihan dessert yang terdiri atas: Soft Pudding Coklat, Soft Pudding Karamel, Es Ogura, Es Sarang Burung, dan Kakigori.

Hokben kini menjadi piluhan tempat nongkrong yang tepat. Dari menu-menu yang tersedia, bahkan di beberapa gerai tersedia HokCafe. Hokben senantiasa memberikan layanan terbaik.


Selain itu juga, semua menu di Hokben dijamin halal. Hokben memiliki Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sejak tahun 2008 hingga saat ini.

Sabtu, 01 April 2017

Sushi Roll, Mudahkan Menonton Film Anime Jepang

Anime menjadi bagian dalam kehidupan kita, sejak masih anak-anak hari Minggu menjadi hari yang dinantikan. Bukan saja karena libur sekolah, tapi juga karena Minggu pagi ada film kartun jepang (anime). Mulai dari Doraemon, P-Man, Ninja Hatori, Sinchan, dan anime lainnya.



Berkat perkembangan teknologi, kini kita dipermudah untuk menonton anime kapanpun dan di manapun. Senada dengan hal tersebut, Silvia Dasuha, CEO Sushi Roll memaparkan potensi pasar anime Jepang di Indonesia besar.


96% pengguna internet mengakses konten hiburan, 43% mengakses video streaming, 80% pengguna internet adalah generasi milenial, dan Indonesia merupakan peringkat 5 besar fan base anime.


Melihat potensi pasar pada Kamis, 30 Maret 2017 di Jakarta Pusat diperkenalkan layanan Sushi Roll. Layanan Video on Demand khusus anime film Jepang. Konten yang disajikan seperti Millions Dolls, Hakone, dan Handakun.

Sushi Roll layanan di bawah PT Festival Digital Nusantara, sister company Genflix bekerjasama dengan Indosat Ooredoo. Layanan Sushi Roll bisa digunakan melakui aplikasi dan website Sushi Roll. Apapun smartphone yang digunakan bisa mengakses layanan Sushi Roll.


Pengguna Indosat bisa menikmati gratis berlanggan selama tiga hari pertama. Setelah itu bisa melanjutkan berlangganan, biaya berlangganan cukup terjangkau. Mulai dari 550 untuk satu hari, 2.200 untuk tiga hari, 5.500 untuk satu minggu, dan bulanan hanya 16.500 saja.



Maka pengguna Indosat bisa menikmati lebih dari 100 konten anime Jepang. Cukup akses dari menu UMB *321*9#  untuk berlangganan Sushi Roll bagi pelanggan Indosat.



Manager Branded-Div Content dan VAS Indosaat Ooredoo, Marzephine Lelengboto menyatakan rasa senang, Indosat bisa bekerjasama dengan Sushi Roll. Sehingga pelanggan bisa mendapatkan konten untuk berbagai komunitas.

Terutama bagi anak muda yang menyukai anime, bisa lebih dekat Indosat. Acara dilanjutkan dengan kemeriahan kompetisi cosplay berbagai karakter anime.