Rabu, 18 April 2018

Festival Jajanan Bango 2018, Persembahan 90 Tahun Kecap Bango Melestarikan Warisan Kuliner Indonesia

Tidak terasa Kecap Bango sudah hadir sejak tahun 1928 di Indonesia. Bertepatan dengan momen 90 tahun Bango, kembali digelar Festival Jajanan Bango. Festival Jajanan Bango tahun 2018 berlangsung ke-12 kalinya bertempat Jakarta dan Makassar. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2005, Festival Jajanan Bango berlangsung secara secara konsisten sebagai wujud komitmen Kecap Bango melestarikan warisan kuliner Indonesia. Tersedia 83 hidangan kuliner dari berbagi daerah Indonesia yang memanjakan para pecinta kuliner.

Festival Jajanan Bango 2018
Persembahan 90 Tahun Bango,
Festival Jajanan Bango 2018

Saya selalu menantikan terselenggaranya Festival Jajanan Bango. Bukan sekedar festival kuliner biasa, tetapi para pecinta kuliner juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang perjalanan kecap Bango, kuliner khas Indonesia, dan berbagai rempah-rempah yang menjadi bahan dari berbagai hidangan nusantara. Pada Festival Jajanan Bango 2018 Jakarta di Ride and Park Thamrin 10, terdapat beberapa area: Kampung Soto, Pojok Kuah, Pojok Bakar, Pojok Kudapan, Pojok Kudapan, dan Pojok Cuci Mulut yang memudahkan pengunjung untuk mencari kuliner yang diinginkan.

Dekorasi Botol Kecap Bango
 Berukuran Besar

Pada area Kampung Soto menyediakan berbagai hidangan soto dari berbagai daerah, bahkan menurut Prof. Murdjiati Gardjito terdapat 75 jenis soto di Indonesia dan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Dari beberapa hidangan soto yang tersedia, saya tertarik pada dua stand karena namanya agak berbeda:

1. Sroto Sokaraja khas Purwokerto, Jawa Tengah memiliki keunikan pada penggunaan ketupat dan sambal kacang. Jika saya terbiasa makan soto menggunakan nasi, kali ini sroto dinikmati bersama ketupat ditemani sambal kacang yang rasanya tidak terlalu pedas, tetapi gurih. Sroto Sokaraja tersedia dalam berbagai pilihan daging, babat, ayam, dan campur.

Sroto Sukaraja khas Purwokerto
Sroto Sukaraja
khas Purwokerto


2. Coto Makassar khas Makassar, Sulawesi Selatan memiliki keunikan pada bumbu yang "berasa" saat dinikmati, konon katanya terdiri dari 40 macam rempah-rempah yang memberikan rasa nikmat. Tersedia dalam pilihan daging sapi saja atau lengkap dengan babat dan jeroan.

Coto Makassar khas Sulawesi Selatan
Coto Makassar
khas Sulawesi Selatan

Setelah menikmati Coto Makassar yang nikmat, saya jadi ingin mengikuti Festival Jajanan Bango 2018 di Makassar  pada 5-6 Mei di Lapangan Karebosi. Baru mencicipi Coto Makassar dengan bumbu yang berasa di lidah, apalagi aneka kuliner khas Makassar lainnya pasti juga nikmat.

Setelah berkeliling Kampung Soto, saat saya berkeliling saya menemukan Pempek Ny. Kamto dari Yogyakarta. Pempek memang hidang khas dari Palembang, tetapi ada keunikan Pempek Ny.Kamto dari Yogyakarta. Pada kuah pempek (cuko) yang tersedia pilihan manis dan pedas. Bagi sebagian orang yang tidak menyukai rasa pedas, Pempek Ny. Kamto menjadi pempek favorit. Bahkan setelah saya mengabari teman di Festival Jajanan Bango ada Pempek Ny. Kamto, teman saya bergegas datang dari Pasar Minggu ke Thamrin.

Pempek Ny Kamto dengan Kuah Pempek Manis
Pempek Ny Kamto

Setelah menikmati aneka kuliner di Festival Jajanan Bango 2018, saya merasa belum kenyang jika belum makan nasi. Setelah berkeliling kemudian memutuskan menikmati Nasi Gudeg Jogja Laminten, sejenak serasa ada di Yogyakarta. Nasi Gudeg Jogja dengan rasa manis dan gurih memang lezat dan sukses membuat saya kenyang.



Sejenak beristirahat dan melihat stand-stand lainnya, pada area Pojok Bakar saya mencicipi Sate Maranggi "Tukang Masak" khas Purwakarta. Sate Maranggi memiliki keunikan pada bumbu hasil campuran tomat dan cabe yang diulek, berbeda dengan bumbu sate pada umumnya. Sayapun kembali melahap Sate Maranggi dengan rasa pedas, manis, dan asam yang menyatu pada bumbu. Ditemani dengan segarnya Es Oyen khas Bandung yang memberikan rasa segara dan manis, usai menikmati rasa pedas.

Sate Maranggi
khas Purwakarta


Es Oyen khas Bandung
Es Oyen khas Bandung

Sebelum pulang saya membeli Bacang Ny.Lena untuk dibawa pulang. Bacang yang cukup spesial dengan isiannya: kuning telor asin, jamur, dan ayam yang nikmat dan puas dimakan. Tersedia dalam pilihan bacang dengan beras dan beras ketan, karena bingung pilih yang akhirnya saya membeli Bacang Ny. Lena beras dan beras ketan.

Stand Bacang Nyonya Lena
Stand Bacang Nyonya Lena

Saya cukup puas menikmati aneka kuliner dengan berbagai keunikan dan ciri khas Indonesia. Selamat untuk Kecap Bango yang sudah hadir 90 tahun, turut melestarikan warisan kuliner Indonesia melalui Festival Jajanan Bango 2018!