Tampilkan postingan dengan label BNI Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BNI Syariah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 November 2021

Pengalaman Nasabah BNI Syariah, Migrasi Rekening ke Bank BSI

Bank Syariah Indonesia (Bank BSI) merupakan hasil penggabungan dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Saya sebagai nasabah BNI Syariah, perlu melakukan migrasi rekening menjadi rekening Bank BSI.  Ada beberapa pilihan, migrasi secara online dan offline.


Migrasi Rekening Bank BSI dari BNI Syariah
Migrasi Rekening Bank BSI dari BNI Syariah


Saya sudah mencoba migrasi rekening secara online. Namun, selalu gagal. Saya harus migrasi rekening secara offline di kantor cabang Bank BSI. Sejak bulan Agustus proses migrasi secara nasional sudah berlangsung. Demi menghindari keramaian, saya baru datang ke kantor cabang Bank BSI pada awal November 2021.

Cukup membawa buku tabungan dan kartu ATM BNI Syariah. Tidak lupa membawa KTP. Saat datang, saya disambut oleh satpam dan diminta mengisi formulir pengajuan migrasi rekening. Petugas customer service sedang melayani nasabah lain, sekitar 20 menit nomor antrean saya dipanggil.


Suasana Kantor Cabang Bank BSI
Suasana Kantor Cabang Bank BSI

Saya diminta menyerahkan KTP, buku tabungan, dan kartu ATM BNI Syariah. Petugas melakukan verifikasi data-data, kemudian menjelaskan secara singkat produk Bank Syariah Indonesia. Termasuk perihal biaya-biaya yang akan dikenakan.

Kebetulan saya nasabah BNI Syariah, tabungan Wadiah. Sehingga saat migrasi rekening menjadi rekening BSI Easy Wadiah. Ada sedikit perbedaan, saldo minimal ditahan pada rekening BSI Easy Wadiah sebesar Rp50.000

Selain itu ada perbedaan pada nomor rekening. Nomor rekening baru pada Bank BSI, merupakan nomor rekening lama pada BNI Syariah dengan ditambahkan angka "0" pada akhir nomor rekening. Jangan lupa mengabarkan kepada teman atau saudara, tentang perubahan nomor rekening dan nama bank terbaru.

Setelah mendengarkan penjelasan dari petugas, saya setuju dengan menandatangani formulir permintaan migrasi rekening. Proses migrasi rekening berlangsung, petugas CS meminta izin pergi sebentar untuk meminta persetujuan dari supervisor.

Setelah petugas CS kembali, ia meminta saya menandatangi buku tabungan. Lalu, menjelaskan kepada saya perihal jenis kartu ATM. Nasabah Bank BSI bisa memilih kartu berjenis GPN dan VISA. Kalau kartu GPN hanya bisa digunakan transaksi di dalam negeri, sedangkan kartu VISA bisa digunakan transajsi di luar negeri. Ada juga jenis kartu Silver, Gold, dan Platinum.

Jika menginginkan tabungan bebas biaya bulanan. Pilihlah kartu ATM GPN Silver. Kebetulan saya memilih kartu ATM VISA Silver, sehingga dikenakan biaya Rp1.000 per bulan. Lalu, saya dibantu untuk aktivasi aplikasi BSI Mobile. Setelah proses aktivasi berhasil, saya melakukan cek saldo dan berhasil. Pertanda proses migrasi rekening sudah selesai.

Saya dipersilakan petugas CS menuju area teller. Saya diminta melalukan setoran, karena adanya perbedaan saldo minimal tabungan BNI Syariah dan Bank BSI. Sekalian juga, saya dibantu petugas teller untuk membuat PIN kartu ATM VISA Silver. Petugas teller menjelaskan, kartu ATM baru bisa digunakan dalam 30 menit ke depan. Rekening Bank BSI sudah bisa menerima transferan dari bank lain.


Kartu ATM VISA Silver Bank BSI
Kartu ATM VISA Silver Bank BSI

Kesimpulan:

Migrasi rekening dari BNI Syariah menjadi Bank BSI, prosesnya cukup mudah. Namun, memang memerlukan waktu sekitar satu jam menit. Mulai dari saya datang mengsisi formulir, menunggu antrean, dan hingga akhirnya saya membuat PIN kartu ATM dibantu oleh petugas teller.