Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 September 2017

Sinergi untuk Indonesia, Pertamina dan BBM Satu Harga

Tiap harinya saya bepergian dari Tangerang ke Jakarta dengan memesan ojek online, dilanjutkan dengan naik bus Transjakarta, dan sesekali memesan ojek online ke tempat tujuan. Tiap harinya baik secara langsung atau tidak langsung, saya menjadi pengguna bahan bakar yang digunakan untuk energi bagi kendaraan. Yang saya tak ketahui bahwa, harga bahan bakar di Indonesia berbeda-beda, sampai suatu kesempatan saya bepergian ke kota kecil di daerah Kalimantan. Syukurlah sudah ada kebijakan program "BBM Satu Harga".

Pertamina sebagai perusahaan yang dimiliki negara, ada dua tugas yang harus dijalankan: sisi bisnis dan sisi pelayanan pada masyarakat. Karena penasaran sejauh mana upaya Pertamina, menjalankan dia tugas sekaligus. Pada acara Indonesia Business and Development Expo (IDB Expo) 2017 perusahaan BUMN membuka stand pameran, banyak kegiatan dan acara menarik. Salah satunya adalah talkshow di stand Pertamina yang ada di Hall A, JCC.


Talkshow menjadi semakin menarik dengan tema "Sinergi untuk Indonesia" bersama dengan pelantun tembang berjudul "Perahu Kertas", Maudy Ayunda yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Oxford University. Maudy Ayunda sosok generasi muda berprestasi lewat karya, tetapi tetap mengutamakan pendidikan. Mba Maudy mengajak anak-anak muda untuk aktif dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu contohnya ikut serta menggunakan hak pilih di
 pemilihan umum.



Selanjutnya ada VP Corporate Communication, pak Adiatma Sardjito yang kini menyampaikan program " BBM Satu Harga". Ternyata proses untuk melakukan distribusi BBM itu tak mudah, hal ini menyebabkan biaya distibusi yang berbeda. Misalnya di Samarinda BBM didistibusikan melalui Sungai Mahakam, menggunakan drum yang didorong membutuhkan biaya Rp 1.051 per liter. Namun, karena tugas pelayanan perusahaan BUMN maka kini kita bisa menikmati BBM dengan satu harga yang sama di seluruh Indonesia.


Pada acara IBD Expo 2017 terbuka juga kesempatan untuk melamar pekerjaan di perusahaan BUMN, siapa yang berminat? Sudah hadir juga Bu Devy Suradji, Staf Khusus Kementerian BUMN yang berbagai tips dan manfaat berkarir di perusahaan BUMN. Bu Sevy menyampaikan bahwa saat ini jenjang karir di perusahaan BUMN mulai berubah, saat ini ada beberapa direkturnya perusahaan BUMN di usia 40-an tahun. Ada kesempatan pindah ke perusahaan BUMN lainnya juga, bahkan perusahaan BUMN sudah melihat potensi kepemimpinan dari mahasiswa.


Pertamina ternyata tak hanya menjalankan operasional di Indonesia, beberapa negara seperti: Tanzania, Aljazair, Nigeria, Gabon, Malaysia dan Irak menjadi tempat produksi hulu untuk Indonesia. Selain itu juga Pertamina punya kilang minyak di Dumai, Plaju, Cilacap, Balikapapan, dan Sorong. Didistribusikan ke 6.454 SPBU dengan 2.856 mobil, 227 kapal tangker, dan 12 terminal BBM hingga Indonesia Timur lewat jalur, udara, darat, dan sungai. Yang dilakukan Pertamina sebagai bagian dari bisnis dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia.

Senin, 14 Agustus 2017

Kenali Jenis Bahan Bakar Berkualitas dari Pertamina

Gasoline atau bensin dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sangat dengan kita. Setiap harinya kita berpindah tempat ke tempat lain menggunakan kendaraan bermotor, apalagi khususnya pengguna kendaraan pribadi. Ternyata bahan bakar kendaraan bermotor tak bisa asal pilih, ada beberapa jenis bahan bakar yang tersedia. Jangan sampai salah pilih jenis bahan bakar, mari kita kenali bersama!


Pada acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 ada stand yang cukup menarik, bukan stand merk mobil tertentu melainkan stand Pertamina. Di area stand utama Pertamina yang ada dk Hall 6 E, ICE BSD  Kebetulan saat saya datang sedang ada penampilan Rizky Febian juga di stand Pertamina dengan banyak pengunjung, usai penampilan ada sesi talkshow yang tak kalah menarik. Pertamina punya bebera produk bahan bakar: Pertamax Racing, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Pertamax, Pertalite, dan Dexlite.


Pak Indra dari Pertamina menjelaskan bahwa perbedaan antar jenis bahan bakar ada di kandungan oktan. Untuk keperluan racing dan profesional direkomendasikan menggunakan Pertamax Racing dengan oktan 100, selain itu ada Pertamax Turbo yang dahulu dikenal dengan nama Pertamax Plus. Dahulu Pertamax Plus memiliki kandungan oktan 95, seiring waktu diadakan peninjauan dan ternyata diperlukan penikngkatan kualitas. Sehingga diperkenalkan dengan nama Pertamax Turbo dengan kandungan oktan sebesar 98.


Tak hanya bahan bakar biasa, Pertamax Turbo memiliki Ecosave Technology yang melindungi mesin, pembakaran menjadi lebih sempurna dan performance kendaraan menjadi lebuh bagus. Hal ini berkat adanya Ignition Boost Formula (IBF) dari pengembangan Pertamax Plus. Pak Tirta dari ITB menjelaskan bahwa "Bahan Bakar Murah Tak Pastin Hemat". Nilai rupiah yang dibayarkan untuk membeli bahan bakar akan optimal dengan bahan bakar berkualitas dengan memperhatikan kandungan oktan dan besaran kompresi mesin.