Kamis, 23 Mei 2019

One Earth Movement, Wujud Komitmen Conscious Hospitality Batiqa Hotel

Seiring perkembangan teknologi, informasi tentang tempat wisata semakin mudah didapatkan. Banyak tempat wisata di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat. Namun, ketika informasi tersebar dan banyak didatangi orang, muncul ancaman kerusakan lingkungan.

Perkembangan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat. Berwisata dengan menjaga lingkungan, seperti misalnya tidak membuang sampah sembarangan. Sudah ada beberapa kejadian di pantai banyak sampah, bahkan hewan laut yang mati karena memakan sampah. Kini saatnya bagi kita untuk bersama menjaga lingkungan di tempat wisata.

Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Lingkungan menjadi perhatian pelaku usaha sektor swasta, Batiqa Hotel Manajemen (Batiqa Hotel) yang merupakan bagian dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk. Dengan semangat conscious hospitality untuk melindungi kelestarian alam di tempat wisata, melalui One Earth Movement yang bertujuan mendukung program Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, dan Kemitraan sesuai UN SDGs (United Nations Sustainable Development Goals).

Program One Earth Movement sejalan dengan core value dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk yaitu “Membangun Indonesia yang Lebih Baik“. Saya pun berkesempatan menghadiri acara pengenalan One Earth Movement pada 17 Mei 2019 di Batiqa Hotel Karawang. Diawali dengan talkshow Pariwisata yang Memperhatikan Lingkungan.

Pak Amir Michael Tjahaja, Vice President Director BHM Hospitality menjelaskan tiga pilar core value: Bisa Dipercaya, Berusaha yang Terbaik, dan Customer Focus. Sehingga Batiqa Hotel dapat mewujudkan core value Building Better Indonesia. PT Surya Semesta Internusa, Tbk memiliki tiga lini bisnis: konstruksi, properti, dan perhotelan. Melalui Batiqa Hotel, PT Surya Semesta Internusa, Tbk turut berkontribusi dalam membangun pariwisata Indonesia.

Vice President Director Batiqa Hotel Management
Amir Michael Tjahaja, Vice President Director Batiqa Hotel Management

Matthew Lim, Operational Director BHM Hospitality memahami potensi pariwisata Indonesia yang besar, sehingga Batiqa Hotel membuka hotel di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu adanya infrastruktur pendukung pariwisata, tetapi dalam membangun hotel Batiqa Hotel tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Pentinya Edukasi Konsumsi Bertanggung Jawab kepada Masyarakat

Hadir juga seorang Travel Influencer Annisa Malati berbagi pengalaman berkeliling Indonesia, melihat betapa besarnya potensi wisata khususnya di daerah Morotai. Ia tak menemukan sampah selama berkeliling tiga pulau, karena banyak tempat sampah dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab menjaga kampung halaman.

Annisa Malati, Travel Infuencer
Annisa Malati, Travel Infuencer

Bahkan mbak Annisa bisa diving bersama dengan 55 hiu, masih banyak potensi wisata yang bisa digali di Morotai. Namun, untuk penginapan di sana hanya tersedia homestay di rumah penduduk. Mbak Annisa berharap Batiqa Hotel bisa ada di sana, tetapi tetap memperhatikan lingkungan seperti hotel tanpa adanya AC.

Saat suatu daerah wisata dipromosikan, semakin banyak orang akan berdatangan dengan membuat sampah baru. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu kerjasama untuk memberikan pemahaman untuk menjaga lingkungan kepada masyarakat.

Mulai dari sektor swasta seperti Batiqa Hotel, pemerintah, NGO seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan pelaku wisata seperti mbak Annisa Malati perlu bersama mengedukasi masyarakat untuk menjaga terumbu karang dan tak membuang sampah sembarang.

Program CSR One Earth Movement dari Batiqa Hotel

Kepedulian akan lingkungan sesuai dengan value Batiqa Hotel, melalui program CSR One Earth Movement.  Program One Earth Movement bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli, terhadap kelestarian alam Indonesia dengan mengedukasi masyarakat untuk hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kemasan Aminities Ramah Lingkungan
Kemasan Aminities Batiqa Hotel yang Ramah Lingkungan

Batiqa Hotel meminimalisir sampah hotel dengan mengganti kemasan aminities dari plastik menjadi Ecoplast. Kemasan Ecoplast erbuat dari Ecoplast dengan berbahan dasar singkong, sehingga lebih ramah lingkungab dan lebih cepat terurai. Memang harga Ecoplast lebih mahal dibandingkan plastik biasa, tetapi Batiqa Hotel memahami manfaat lebih besar yang diberikan.

Batiqa Hotel Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam One Earth Movement

Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara membagikan bahwa di Indonesia potensi alam yang luar biasa, ada enam spesies penyu dunia yang ada di Pulau Rote dan Pulau Kakaban. Sehingga diperlukan upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup penyu laut.

Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara 

Batiqa Hotel bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (The Nature Conservancy) dan mengajak masyarakat berpartisipasi. Batiqa Hotels dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama One Earth Movement. Cara untuk berpartisipasi dalam One Earth Movement cukup mudah.

Kerjasama Batiqa Hotel dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Penandatangangan Kerjasama One Earth Movement Batiqa Hotel dan YKAN

Jika melakukan reservasi kamar Batiqa Hotel secara walk in, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 10.000 per transaksi. Jika reservasi website Batiqa, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 5.000. Selain itu dalam setiap pembelian aminities Ecoplast Batiqa Hotel, sudah turut berdonasi sebesar Rp 15.000 juga. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan konvervasi penyu di Pulau Rote dan Pulau Kakaban.

Batiqa Hotel Karawang, Hotel Ramah Linkungan dengan Fasilitas Lengkap

Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang menjadi tempat pertama kali Batiqa Hotel berdiri. Batiqa Hotel sudah hadir juga di berbagai daerah lainnya: Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekan Baru, Lampung, dan Surabaya. Batiqa Hotel Karawang and Apartments sebagai hotel bintang tiga berada di lokasi yang strategis, tidak jauh dari pintu tol Karawang Timur. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap ada kolam renang dan alat olahraga yang bisa digunakan oleh tamu. Terdapat 79 kamar hotel dan 58 kamar apartemen.

Batiqa Hotel Karawang
Batiqa Hotel and Apartement Karawang

Terdapat FRESQA Bistro dengan area indoor dan outdoor yang cukup luas. Aneka sajian makanan tersedia yang saya santap saat sarapan. Selama bulan Ramadan tersedia hidangan bagi tamu Batiqa Hotel untuk santap sahur.  Dalam kamar #301 yang saya tempati cukup nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak. Terdapat fasilitas TV kabel, jaringan wifi yang lancar, air mineral, penghangat air, kopi, teh, dan kulkas kecil yang bisa digunakan.

Area Indoor FRESHQUA Bisto
Area Indoor FRESHQUA Bisto

Area Outdoor FRESHQUA Bisto
Area Outdoor FRESHQUA Bisto

Batiqa Hotel Karawang and Apartments menerapkan conscious hospitality dengan pengolahan air limbah dengan mengadopsi Organica Technologies dari Hungaria. Air limbah yang berasal dari hotel akan diurai oleh akar tanaman, di mana akar tanaman berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme.

Pengolahan Air Limbah Batiqa Hotel Karawang
Tampak Luar WWTP Organica Suryacipta

Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta
Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta

Tanaman Pengurai Air Limbah
Pohon Pisang Cavendish, Tanaman Pengurai Air Limbah

Limbah dari kawasan industri Suryacipta Karawang, termasuk Batiqa Hotel Karawang diolah melalui fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta. Hal ini merupakan dukungan PT Surya Semesta Internusa, Tbk (induk usaha Batiqa Hotel) mendukung program Citarum Harum, diinisiasi pemerintah untuk mengurangi pencemaran di Sungai Citarum.