Minggu, 24 Maret 2019

Inovasi Novartis untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Rematik menjadi suatu penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat, dalam pandangan awam rematik itu disebabkan asam urat. Padahal ternyata ada berbagai jenis penyakit remarik, bahkan berjumlah sekitar 150 jenis. Namun, ada dua jenis rematik yang tergolong jenis penyakit autoimun: Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA).

Untuk mengenal lebih dalam dua jenis penyakit rematik yang termasuk kategori autoimun, Novartis Indonesia menyelenggarakan acara edukasi dan inovasi terbaru pada 21 Maret 2019 di Jakarta. Kedua penyakit  Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis tak hanya meyerang fisik, tetapi juga secara psikis dan finansial. Diharapkan masyarakat bisa semakin sadar terhadapat kedua penyakit tersebut.

Pengalaman Pasien yang Diagnosa SA dan PsA

Turut hadir juga pasien Ankylosing Spondylitis dr.Adhiatma Gunawan yang mendapat diagnosa terkena AS pada tahun 2012, awal diagnosa dokter mengira penyakit rematik biasa. Awalnya merasa nyeri dan kaku di pinggang, akhirnya datang ke dokter dan dilakukan pemeriksaan hingga diketahui terkena AS. Gerakan yang perlahan-lahan semakin kaku.

Kemudian pasien Psoriatic Arthritis, drg. Rio Suwandi yang didiagnosa menderita PsA 17 tahun yang lalu, telunjuk antara tangan kiri dan kanan berbeda karena adanya pembengkakan. Berawal dari keluhan jalan yang pincang dan membengkak, terasa nyeri usai bangun tidur. Awalnya drg Rio mengira hanya rematik karena asam urat saja, sampai akhirnya memeriksakan ke dokter dan mendapatkan diagnosa penderita Psoriatic Arthritis (PsA).


Paman dari dr.Adhiatma memang memiliki gejala yang sama dengan, sehingga dr.Adhiatma memahami ada kemungkinan besar ia menderita AS. Sedangkan drg. Rio pada keluarganya tidak memiliki riwayat terkena penyakit PsA, sehingga ia merasa menjadi "The Lucky One" saat mendapat diagnosa sebagai pasien PsA. 

Pasien AS dan PsA tak hanya sakit fisik, tetapi juga sakit secara psikis karena tekanan dari luar. dan penolakan dari sendiri. Rasa nyeri menjadi lawan yang dirasakan dr.Adhiatma dan drg. Rio saat beraktivitas menjalankan profesi dokter, tetapi rasa nyeri yang dirasakan sudah bisa dikurangi dengan adanya "Biological Agent".

Lebih Dalam Mengenal Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Untuk mengenal lebih dalam penyakit AS dan PsA hadir Dr.Rudy Hidayat, SpPD-KRN yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi. Penyakit AS dan PsA tergolong dalam penyakit remarik autoimun, ada jenis penyakit rematik lainnua karena infeksi, kristal (asam urat). Ankylosing artinya menyatu dan Spondylitis artinya tulang belakang meradang, penyakit autoimum yang menyebabkan tulang belakang meradang. 


Namun, tak menutup kemungkinan tulang lainnya ikut meradang juga: leher, tulang belakang, pinggang, dan tulang ekor.
Psoriatic Arthritis PsA Arthitis artinya radang di sendir pada mereka yang menderita psoriasis. Proriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang ke kulit, tambahan manifestasi pada radang sendi yang sebagian besar pada tangan dan kaki.


Penyakit AS dan PSA keduanya dipengaruhi faktor genetik dengan gen HLA-27, gen kuat yang meningkatkan risikob beberapa penyakit remarik. Ada kombinasi beberapa faktor lainnya seperti lingkungan, interaksi dengan logam berat, dan infeksi penyakit lain memicu penyakit autoimun. Penyakit autoimun artinya sistem kekebalan tubuh kita gagal mengenali tubuhnya sendiri, sehingga malah diserang dalam hal ini tulang dan sendi.


Inovasi Pengobatan dari Novartis Indonesia

Dalam sebuah penelitian ditemukan dalam satu dari seribu penderita AS dan dua dari seribu orang adalah penderita PsA. Jika tidak segera ditanggulangi, maka AS dan PsA akan berakibat merugikan dan buruk bagi kualitas hidup. Penyakit AS dan PsA belum bisa disembuhkan, tetapi rasa nyerinya bisa dikendalikan. Mulai dari obat-obat steroid anti inflamasi (NSAID), obat anti rematik (DMARDs), dan yang terbaru agen biologik (Biologic Agent).


Mr. Jorge Wagner, Presiden Direktur Novartis Indonesia menyampaikan pada tahun 2017 Novartis Indonesia memperkenalkan SECUKINUMAB sebagai inovasi bagi pengobatan psoriasis, telah masuk dalam Formalium Nasional. Pada Januari 2019 SECUKUNUMAB sudah mendapatkan persetujuan BPOM untuk mengobati Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis. Sebelumnya SECUKUNUMAB dinilai efektif mampu membantu pasien psiriasis untuk mendapatkan kulit kembali bersih hingga 90% 

Sabtu, 09 Maret 2019

Semangat Bela Negara Generasi Muda Masa Kini

Membela Indonesia merupakan kewajiban dan hak warga negera Indonesia (WNI), tanpa terkecuali termasuk generasi anak-anak muda. Dalam upaya membela negara kita tercinta Indonesia tak semata-mata secara fisik dengan cara mengangkat senjata, apabila ada serangan dari negera asing. Namun, banyak hal lain yang bisa dilakukan generasi muda dalam membela negara.

Direktorat Bela Negara di bawah nauangan Direktorat Jendral Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI menginisiasi Kampanye Ayo Bela Indonesiaku. Untuk mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda generasi X dan generasi Z untuk menjaga semangat bela negara.


Untuk itulah pada 6 Maret 2019 berlangsung acara Konferensi Pers Kampanye Sosialisasi Nilai Nilai Bela Negara di Jakarta. Dihadiri oleh para jurnalis dan blogger yang sebagian besar merupakan milenial (pada zamannya masing-masing).

Mengenal Kampanye Ayo Bela Indonesiaku

Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan sebagai Dirjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI menyampaikan Ayo Bela Indonesia merupakan kampanye dari Kememhan RI untuk mengajak semua warga negara untuk membela negara. Supaya masyarakat mengetahui bahwa bela negara, tak hanya dilakukan oleh TNI saja, tetapi juga oleh semua sebagai warganegara.


Pada tahun ini Indonesia sudah merdeka 74 tahun, Indonesia demikian luas dan beragam dengan agama, suku, budaya, dan bahasa merupakan sebuah kekayaan Indonesia. Namun, pada sisi lain juga menjadi potensi untuk terpecah sehingga para pendiri negara, menjaga keberagaman karena Indonesia perlu dijaga keberagamannya dan keluasan wilayahnya agar tidak terpecah.

Kemenham sebagai leading sector pertahann negara dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.  Ancaman tak hanya fisik, tetapi juga non fisik yang mengadu domba kota sehingga terpecah-pecah.

Sehingga Kemenhan sejak dahulu menggubakan sistem pertahanan rakyat semesta  (sistem pertahanan rakyat semesta), dimana TNI bersama seluruh rakyat mempertahankan negara. Secara resmi regulasi sudah ada sejak 1988 melalui surat edaran dephan melalui pendidikan pendahuluan bela negara, yang sejak dahilu sudah digariskan. 

Diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga kemendagri adanya Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saat itu. Bahkan di Kemenpora, sudah ada UU kepemudaan tentang bela negara. Memang bela negara tidak selesai-selesai karena merupakan sebuah "never ending process", ancaman datang terus menerus dan tak ada negara yang aman dari ancaman.

Setiap negara akan bersaing, setelah 31 tahun adanya regulasi dan kemudian terus dilakukan. Untuk mengingatkan generasi milenial supaya jangan lupa, mulai dari hal kecil seperti menyanyukan lagu Indonesia Raya yang menggambarkan keindonesiaan kita.

Ayo Bela Indonesia dilaunching dan kegiatannya akan berlangsung sepanjang tahun lewat berbagai kegiatan. Khusus gen x dan y diperlakukan pendekatan bela negara yang berbeda, bela negara bukan hanya tugas TNI dan angkat senjata.  Ketika menyampaikan berita- berita baik lewat blog itu bela negara yang dilakykan blogger, wartawan yang membuat headline yang tidak mengadu domba merupakan bela negara. 

Pemahaman Nilai Bela Negara bagi Generasi Muda

Brigjen TNI. Tandyo Budi Revita, S.Sos menambahkan ancaman ke depan pasti selalu bertambah, tetapi kelangsungan hidup bernegara harus berlangsung. Anak-anak muda harus paham dan tidak meninggalkan nilai-nilai keindonesia, yaitu: Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman Indonesia dengan 17.000 ribu pulau, 300 bahasa, dan 1.000 suku.


Generasi muda sebagai generasi penerus perlu terus memperjuangkan nilai bela negara dengan pemahaman anak sekarang.   Acara "Ayo Bela Indonesiaku" menyasar segmen anak muda untuk menanamkan nilai-nilai keindonesiaan, bekerjasama dengan program tv.

Sehingga nilai-nilai gotong royong, sopan santun, saling menghargai, menghargai yang lebih tua tetap tertanam di generasi muda: Nilai pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bentuk negara kita.

Ayo Bela Indonesiaku versi Karina Nadila

Karina Nadila sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2017 menyampaikan wujud bela negara, mulai dari profesi kita sendiri itu adalah bela negara. Awalnya ia dulu berpikir itu hanya tugas TNI, padahal bagian dari pekerjaan dan keseharian kiya ada nilai-nilai bela negara.


Sejak usia 8 tahun ia keinginan jadi Putri Indonesia agar bisa mempengaruhi hal baik bagi banyak orang dan berkontribusi bagi masyarakat luas melalui kegiatan sosial. Ia membawa nama Indonesia dengan selempang dari Indonesia, mewakiliki 263 juta masyarakat sehingga ada tanggung jawab yang dibawa. Dukungan dari netizen Indonesia, banyak orang ingin indonesia bersatu, lewat membawa nama Indonesia di selempang yang dikenakan.

Ia mengikuti kegiatan 1000 guru, komunitas Travelling and Teaching dengan kegiatan sosial dan berbagi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pengalaman berkesan saat datang ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur anak-anak tidak tahu mereka tinggal di Indonesia. Lewat kegiatan bertujuan untuk memotivasi agar masa depan anak-anak cerah.

Cita-cita anak-anak berdasarkan profesi yang dilihat dan memperkenalkan Indonesia dari kampungnya sendiri. Sehingga anak-anak ingin mencari ilmu dari luar, kemudian kembali ke kampung untuk membangunnya agar menjadi lebih baik.

Ayo Bela Indonesiaku versi Dimas Beck

Dimas Beck punya cara berbeda dalam membela negara, melalui kegiatan Galang Dana untuk membangun sekolah di Solo. Ada rumah yang menampung anak terkena HIV AIDS karena di sekolah-sekolahnya ditolak dan tak tahu harus ke mana, bernama Rumah Lentera yang ditampung pak Pugar yang merupakan seorang juru parkir. Rencananya hasil donasi pada Sabtu 9 Maret 2019 ini akan diserahkan.


Berawal dengan target dana 20 juta, Dimas Beck berkeinginan tercapai dalam waktu 24 jam, dan ternyata terkumpul dalam wakti 18 jam. Bekerjasama dengan Kita Bisa yang memiliki filosofi gotong royong. Kemudian target donasi dinaikan menjadi 100juta dalam waktu satu minggu, sampai dengan berlangsungnya acara launching sudah 97 juta.

Lima tahun yang lalu Dimas Beck dan teman-teman juga pernah menggalang dana melaluo penjualan gelang, berawal dari kepedulian pada teman yang meninggal karena kanker payudara. Dimas Beck kembali belajar di bangku kuliah untuk belajar marketing, apa yang dipelajari dan diimplementasi ke campaign penggalana dana dan penjualan gelang.

Kini saatnya bagi generasi muda untuk membela negara, Ayo Bela Indonesiaku. Pembelaan negara secara non fisik bisa dilakukak sesuai profesi, setiap usaha yang dilakukan untuk menjaga bangsa, serta kedualatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.