Jumat, 29 April 2016

Ini Kegiatanku di Hari Bumi bersama PMI

Setelah pada Jumat, 22 April 2016 berlangsung kegiatan peluncuran data DAS Ciliwung. Pada keesokan harinya, dilakukan kegiatan Ruwat Bumi dan Susur Sungai. Kegiatan dilakukan di dua tempat, Jakarta Utara dan Bogor. Saya mengikuti kegiatan di Jakarta Utara, diselenggarakan PMI Kota Jakarta Utara.

Jam 7 pagi sedang dimulai persiapan kegiatan acara, diawali dari titik awal Jalan Kencur. Bersama Wakil Walikota Jakarta Utara, Ketua PMI Jakarta Utara, tim PMI Jakarta Utara, dan media menyusiri sungai.




Rekan-rekan dari PMI ikut membersihkan sampah di pinggir Sungai Ciliwung.
Kami berhenti di daerah pemukiman warga di pinggir Sungai  Ciliwung.

Anak sekolah dan warga sekitar juga ikut qmembersihkan sampah. Ada kegiatan vertikultur dan biopori yang dilakukan warga.



Di seberang tampak sebuah rumah yang unik, ternyata rumah percontohan yang desain arsitekturnya dibuat oleh mahasiswa dari Bandung bekerjasama dengan LSM.


Rumahnya berkonsep berbagi di lantai paling atas. Dengan 2,5 lantai berdiri bangunan rumah contoh yang menyesuaikan dengan daerah pinggir Sungai Ciliwung dan Tembok Cagar Budaya.

Rumah penduduk di pinggir Sungai Cilisung ternyata dimundurkan 1,5 meter atas permintaan pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan. Sepanjang jalan saya menemukan puing bagian belakang rumah.




Diakhiri dengan berjalan menuju Jalan Tongkol untuk hari peringatan Hari Bumi. Berbagai pesan disampaikan dari pihak PMI Jakarta Utara dan Palang Merah Amerika. Tujuannya agar kita ikut menjaga bumi, misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Selasa, 26 April 2016

Ini Dia Data Hasil Riset Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Pada Jumat 22 April 2016 bertempat di Wisma PMI diluncurkan data hasil Riset Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung hingga tahun 2035 sebagai bagian dari Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat. Dengan adanya DAS Ciliwung dari dua wilayah yaitu Kabupaten Bogor dan Jakarta Utara. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi

Hasil riset DAS Ciliwung merupakan hasil penelitian Intitut Teknologi Bandung (ITB)  periode 2013-2014 dengan memprediksi curah hujan dari pola di masa lalu dan pola anomali. Dengan adanya data DAS Ciliwung bisa antisipasi bencana akibat iklim. Jakarta sebagai kota megapolitan kedua di dunia tentu sangat memerlukan DAS Ciliwung. Tak hanya untuk pengurangan dampak bencana, juga untuk penataan kota. Karena dengan adanya data dan analisi yang akuratm kebijakan yang diambil juga bisa tepat.

Peluncuran Data Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Peluncuran Data Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Pak Ginandjar Kartasasmita selaku Pelaksana Harian Ketua Umum PMI menyampaikan pentingnya DAS Ciliwung. Pak Tom Aldeco selaku kepala perwakilan Palang Merah Amerika Indonesia turut menyampaikan pentingnya data DAS Ciliwung. Turut hadir oaj Irwansyah selaku Wakil Walikota  Jakarta Selatan.


Laporan Hasil Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Laporan Hasil Daerah Aliran Sungai Ciliwung


Seusai peluncuran data dilanjutkan dengan pemaparan dan penjelasan hasil dari DAS Ciliwung kepada peserta dan undangan. Dipandu Dr, Armi Susandi selaku Ketua Tim Peneliti Kebencanaan Iklim dari ITB, Pak Dinno Argianto dari American Red Cross, Pak Yayan Supriatnam dan Pak Arifin Mualdi.


Pemaparan Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Pemaparan Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Tidak hanya peluncuran data dan diskusi, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 April yaitu Acara Ruwat dan Susur Sungai Ciliwung di Jakarta Utara dan Bogor