Tampilkan postingan dengan label Sambal Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambal Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2018

Nikmatnya Kuliner Rumahan khas Indonesia di Madame Lily

Kuliner Indonesia merupakan kekayaan budaya Indonesia, patut disyukuri dan dijaga. Bahkan beberapa hidangan Indonesia, hanya dimasak sebagai makanan rumahan. Sebuah ciri khas yang unik dan menarik, hal mengingatkan kita "kembali ke rumah". Sejenak mengingat dan menikmati makanan, saat dinikmati bersama anggota keluarga tercinta.

Seiring berjalannya waktu, rutinitas dan kesibukan dari kegiatan harian, membuat kita tak punya waktu menikmati masakan rumahan. Namun, tak perlu cemas karena sudah ada restoran yang menyajikan masakan rumahan khas Indonesia, salah satunya adalah Madame Lily. Berlokasi pada lantai 4 di Plaza Indonesia, restoran Madame Lily menawarkan pengalaman berbeda.



Menikmati kuliner Indonesia khas Rumahan (Homemade) menjadi pengalaman yang unik. Mulai hidangan pembuka Cireng Udang (Deep-Fried Tapioca & Shrimp Dough Balls Served with Sweet and Sour Chili Sauce) yang gurih, ditemani saus asam manis. Rasanya saat dinikmari, pedas manis cukup meresap pada cireng.


Tidak hanya itu saja, Tahu Gejrot bisa menjadi pilihan. Hidangan yang cukup dikenal di Cirebon, Jawa Barat ini menggunakan Tahu Sumedang Krispi. Saat dinikmati terasa merata aneka campuran bumbu, sehingga rasa asam, pedas, dan manis tercampur merata.



Pada hidangan utama, ada dua hidangan yang perlu dicoba Sapi Panggang Karo khas Medan, Sumatera Utara. Penggunaan daging sapi yang empuk pada bagian perut, diolah dengan proses marinasi dan dipanghang, serta disajikan dengan gulai daun singkong, dan Sambal Andaliman. Kemudian hidangan Bakmi Karo Cheese, Bakmi dengan daging Sapi Karo yang diberikan Keju Leleh (Melted Cheese).



Tidak hanya tersedia kuliner Indonesia, tetapi juga hidangan Western diberikan sentuhan citarasa Sambal Indonesia. Namun, sambal yang digunakan adalah sambal khas Bali, tetapi bukan Sambal Matah. Melainkan Sambal Mbe Bali yang merupakam jenis sambal rumahan penduduk di Bali, sehingga tidak mudah ditemui dengan mudah di restoran.



Saya mencicipi Spaghetti Tuna Sambal Mbe Bali, saat dinikmati terasa rasa sambal bawang yang manis dan pedas khas rumahan, berpadu dengan Spaghetti Tuna. Sambal Mbe sendiri berarti Sambal Bawang, tetapi pengolahan khas Bali menjadikan rasanya berbeda.

Tak lupa mencoba makanan khas Indonesia yang dinobatkan paling enak di dunia, Nasi Goreng Indonesia dengan penyajian ala "Street Food". Ada pilihan penggunaan Nasi Putih ataupun Nasi Merah, disertai dengan topping sosis, bakso, ayam, dan sayur-sayuran.


Usai menyantap hidangan utama, ditutup dengan nikmatnya hidangan Pisang Goreng Kremes: Pisang yang digoreng krispi diberikan taburan keju cheddar, meises, dan susu kental manis. Juga Martabak Red Velvet dengan perpaduan antara Cake Red Velvet dan Martabak, berisikan keju dan kacang.



Pengalaman yang mengesankan, saat menyantap hidangan kuliner rumahan khas Indonesia di Madam Lily. Sejenak meluangkan waktu dari rutinitas kegiatan harian, merasakan suasana masakan rumahan yang memberikan suasana serasa di rumah sendiri.

Rabu, 20 Juni 2018

Mencicipi MCD Ayam Kremes Sambal Matah, Ternyata Rasanya

Ketika sedang membuka Instagram, saat scrool tampilah postingan akun MCD Indonesia yang mengejutkan. Setelah MCD memperkenalkan MCD Nasi Uduk, MCD kembali berinovasi dengan hadirnya MCD Ayam Kremes Sambal Matah. Saya pun tergoda untuk mencoba MCD Ayam Kremes Sambal Matah, tetapi sering terlupa mampir ke MCD.

Pada Selasa, 19 Juni 2018 sore hari, saya mendatangi MCD Shinta Tangerang. Keadaan store MCD cukup ramai, ada dua orang di depan saya yang mengantri. Setelah kira-kira 5 menit saya sudah sudah sampai di depan kasir, sambil melihat kembali pilihan menu MCD Ayam Kremes dengan paket regular dan paket spesial.

Dengan keyakinan saya memilih paket regular dengan ukuran medium seharga Rp 35.000. Petugas kasir pun menawarkan pilihan ayam Spicy dan Krispy, saya memilih Krispy karena ekspektasi saya Sambal Matah cukup pedas. Selain itu ada pilihan untuk upsize dengan menambah sebesar Rp 5.000. Dalam paket sudah termasuk minuman Kedondong Fizz.

Kebetulan masih hari Selasa pembayaran saya lakukan dengan TCash. Lumayan dapat cashback 20% atau sebesar Rp 7.000, sehingga saya hanya membayar Rp 28.000 saja. Setelah proses pembayaran selesai, saya diminta bergeser dan menunggu kedatangan pesanan. Akhirnya MCD Ayam Kremes Sambal Matah datang, saya agak terkaget karena tampilannya berbeda dengan yang ada di tampilan menu.

Tampilan Asli MCD  Ayam Kremes Sambal Matah
Tampilan Asli MCD
Ayam Kremes Sambal Matah

Sambal Matah pada MCD Ayam Kremes, ternyata bukan "Sambal Fresh", tetapi seperti sambal goreng dengan warba yang agak gelap. Sedangkan Sambal Matah yang ada di iklan MCD Ayam Kremes, terlihat menggunakan "Sambal Fresh" yang tampak nikmat.

Namun, tak ada salahnya untuk saya coba nikmati dahulu. Setelah saya menikmati MCD Ayam Kremes MCD, rasanya bawangnya sangat terasa pada Sambal Matah dengan sedikit pedas. Rasanya masih cukup bisa diterima, sekalipun bentuk Sambal Matah cukup berbeda.

Menu Pilihan MCD Ayam Kremes Sambal Matah
Menu Pilihan MCD Ayam Kremes Sambal Matah


Disediakan taburan kremes yang bisa ditaburkan pada Ayam Krispi MCD, cukup menambah kriuk pada ayam goreng. Pada minuman Kendondong Fizz memiliki rasa asam yang memberikan rasa segar, cocok untuk mengilangkan rasa agak pedas pada Sambal Matah yang disantap.

Sambal Matah khas MCD Indonesia
Sambal Matah khas MCD Indonesia


Kesimpulan, MCD Ayam Kremes dengan Sambal Matah cukup saya apresiasi idenya. Namun, saya masih berharap Sambal Matah yang disajikan mirip dengan yang ada di menu store dan postingan di akun Instagram MCD Indonesia. Tulisan ini sepenuhnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, bukan tulisan review berbayar atau diendorse. Paket MCD Ayam Kremes dengan Sambal Matah saya beli karena rasa penasaran akan rasa Sambal Matah di store MCD Indonesia.

Senin, 05 Maret 2018

Perpaduan Sempurna Citarasa Tiga Sambal Khas Indonesia dengan Menu Hokben

Citarasa sambal Indonesia tentu saja tak perlu lagi diragukan, bahkan bagi sebagian orang terasa "ada yang kurang" jika saat makan tanpa sambal. Bahkan sampai-sampai saat bepergian ke luar negeri, ada saja orang Indonesia yang membawa sambal. Sambal seakan-akan tak bisa lepas dari makanan Indonesia, aneka ragam sambal yang ada di Indonesia dari berbagai daerah. Saya sendiri saya menyukai Sambal Matah dari Bali, bahkan saat teman dari Bali datang ke Jakarta saya sering minta dibawakan Sambah Matah.


Betapa bahagianya saya ketika mengetahui, aneka sambal khas Indonesia sudah bisa dinikmati di Hokben. Saya pun penasaran dengan sambal yang tersedia di Hokben. Kebahagian saya semakin bertambah ketika berkesempatan menghadiri acara gathering yang diadakan oleh Hokben di gerai Hokben Tangerang Kota. Saya jadi tak sabar mencicipi aneka sambal khas Indonesia yang dipadukan dengan menu-menu dari Hokben.

Sesampainya di gerai Hokben Tangerang Kota, saya pun terkejut mengetahui bahwa ternyata gerai ini selama 24 jam. Saat memasuki gerai terlihat konsep Hokben Tangerang Kota yang modern dan kekinian dengan adanya pilihan tempat duduk dengan bangku tinggi dan bangku pendek. Acara gathering berlangsung di lantai 2 yang areanya cukup luas dan biasanya digunakan untuk acara ulang tahun anak-anak. Tepat pukul 11.00 acara pun dimulai dengan penjelasan dari Bu Kartini Mangisi, Communications Division Head Hokben menjelaskan profil singkat Hokben.

Hokben sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1985 dengan nama Hoka Hoka Bento, sejak tahun 2013 dilakukan peremajaan logo dari Hoka Hoka Bento menjadi Hokben dengan tetap mempertahankan karakter "Taro" dan "Hanako" pada logo.


Hokben sudah memperoleh sertifikat halal sejak tahun 2008, bahkan pada tahun 2017 Hokben meraih Sertifikat Sistem Jaminan Halal dari MUI, setelah tiga tahun berturut-turut mendapatkan nilai A. Hal ini pun yang memastikan produk berkualitas yang disajikan kepada masyarakat.

Pada kesempatan kali ini dengan inovasi produk berkualitas, Hokben memahami bahwa masyarakat Indonesia menyukai rasa pedas dan untuk menjawab hal tersebut maka Hokben memadukan makanan Jepang dan makanan khas Indonesia. Pak Jasata, Brand Activation Division Head Hokben memperkenalkan tiga varian sambal khas nusantara: Sambal Hijau, Sambal Bawang, dan Sambal Matah.


Untuk menikmati citarasa sambal Indonesia, Hokben memberikan pilihan dengan tiga pilihan paket Hoka Suka. Hoka Suka memberikan pilihan Yakitori Grilled, Ebi Furai, dan Chicken Katsu yang bisa dipilih ditemani kentang goreng kering, acar kuning, nasi, dan satu pilihan sambal khas Indonesia. Jika masih belum puas dengan satu jenis sambal, bisa mencoba dan menambah sambal juga. 






Saya pun secara langsung mencoba bebeberapa varian sambal khas Indonesia dengan menu Hokben. Rasanya nikmat tingkat kepedasan yang sedang, selain dalam pembelian paket Hoka Suka ternyata sambalnya bisa didapatkan dengan memesan menu lainnya juga. Seperti Shrimp Dumping ditemani dengan Sambal Bawang atau Sambal Matah.