Tampilkan postingan dengan label Kuliner Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Jakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

Aneka Santapan Nikmat di Sate Domba Pak Udin

Domba yang masih keluarga dekat dengan kambing, tetapi belum sepopuler kambing di Indonesia. Saya awalnya beranggapan aroma domba akan tercium saat dikonsumsi. Namun, pemikiran saya berubah setelah menyantap aneka santapan nikmat di Sate Domba Pak Udin di daerah Jakarta Selatan.

Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir
Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir

Pada Minggu sore saya mendatangi Sate Domba Pak Udin berada di Jalan Prof. Joko Sutono SH No.33, Kebayoran. Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Sate Domba Pak Udin berada pada lantai dua Waroong Kebayoran. Tak hanya menyajikan sate domba saja, ada berbagai santapan dari daging domba lainnya juga.

Pada saat menerima buku menu yang diberikan membuat saya tersenyum dengan nama unik pada setiap menu. Sate Domba Pak Udin Bumbu Polosnya Kehidupan untuk menikmati sate domba tanpa disediakan sambal. Jika ingin menikmati sate domba dengan bumbu dan sambal, tinggal pesan Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir dengan tambahan Sambal Matah dan Sambal Krenyos.

Add caption

Cara memanggang sate domba Pak Udik cukup unik, dipanggang di atas batu sehingga matang yang dihasilkan lebih merata dan tidak gosong pada bagian tertentu. Pelanggan diberikan kesempatan untuk memanggang sendiri sate domba, sehingga bebas menentukan jenis bumbu dan tingkat kematangan sendiri. Namun, tetap bisa minta tolong dipanggangkan jika tidak ingin repot.


Setelah memanggang sendiri sate domba, saya menyantapnya dengan Sambal Matah dan Sambal Krenyos. Hal yang cukup mengagetkan, saat memakan Sate Domba Pak Udin saya tak mencium aroma domba, dagingnya empuk, dan pedas sambalnya nikmat.

Tenang saja jika masih ragu mencoba daging domba, Sate Domba Pak Udin menyediakan pilihan Sate Ayam Ngacang dengan bumbu kacang khas Pak Udin. Untuk Sate Ayam Ngacang Pak Udin sudah dipanggang hingga matang, tidak perlu dipanggang sendiri. Rasa daging ayamnya empuk, terlebih dinikmati bersama bumbu kacang khas Pak Udin yang semakin lengkap.


Sate Domba Pak Udin tak perlu diragukan lagi rasanya. Selain itu tersedia juga menu Gulai Domba, Sop Domba, dan Iga Domba Muda (berusia 8 bulan) dengan kuah yang layak untuk dicoba. Saya pun menikmati Iga Domba Muda dengan kuh bersama dengan nasi putih hangat, bumbu pada kuahnya berasa.





Jadi, tak perlu ragu untuk mencoba sate domba di Sate Domba Pak Udin. Aneka santapan nikmat daging domba dengan pengalaman memanggang yang unik.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tomyam Pakai Kelapa, Gimana Rasanya Ya?

Tomyan salah satu makanan khas Thailand. Tentu saja sebagian besar orang sudah mengetahuinya. Saya pernah mencoba Tomyam. Dalam sebuah jamuan makan malam, di salah satu restoran seafood di Jakarta. Namun entah kenapa rasanya terlalu asam bagi saya. Saya hanya makan seafoodnya dengan sedikit kuah saja. Sejak itu saya tidak pernah, lagi mencoba Tomyam lagi.

Sampai suatu ketika saya mengetahui, kalau ada varian Tomyan yang rasanya sudah disesuaiakan. Dengan rasa yang tidak terlalu asam, seperti Tomyan yang biasanya disajikan. Akhirnya saya penasaran dan ingin mencoba sebuah menu bernama Tomyan Kelapa.

Pada Jumat, 9 Oktober saya mendatangi sebuah kedai di daerah Ciputat. Tepatnya berlokasi di depan Perumahan Villa Bintaro Indah.Lokasinya dekat dengan Stasiun Sudimara. Di sisi kanan jalan ada sebuah kedai, bernama Saung Ibu. Salah satu pedagang di Saung Ibu menjual Tomyam Kelapa. Dengan tempat yang sederhana namun tetap nyaman.




Mas Baha penjual Tomyan Kelapa dengan ramah melayani saya. Saya diberikan buku menu, ternyata tidak hanya Tomyam Kelapa. Ada beberapa menu lain selain Tomyam Kelapa, ada Tomyam biasa dan kwetiau juga.



Akhirnya saya memilih Tomyam Kelapa dan Kuetiau Kungpau. Sambil menunggu hidangan disiapkan, saya berkeliling melihat keadaan sekililing. Terletak di depan daerah perumahan, selain itu juga di Saung Ibu ada beberapa penjual makanan lain. Saat ada di Saung Ibu seakan-akan, saya ada di daerah pedesaan yang indah.

Tidak lama kemudian tenyata makanan, pesanan saya sudah siap untuk disantap. Dengan tampilan yang cukup menggoda Tomyam Kelapa yang saya pesan, beneran disajikan di dalam kelapa.


Tomyan Kelapa, Saung Ibu

Kuahnya juga menggunakan air kelapa. Namun saya tidak merasakan asam seasam Tomyan yang pernah saya coba. Dengan rasa sedikit pedas dan manis, saya menyantap Tomyam Kelapa. Isinya seperti Tomyan biasanya, ada udang, cumi dan jamur juga, Dengan rasanya yang enak, saya dengan cepat menghabiskannya dengan lahap.

Sesudah menikmati Tomyan Kelapa, saya melanjutkan ke Kwetiau Kungpau. Kwetiau yang disajikan memilih keunikan tersendiri, selain menggunakan ayam Kungpau. Ciri khas dari Kwetiau Kungpau Saung Ibu, dengan tambahan kwetiaw yang digoreng tepung. Dengan rasa gurih dan garing saat digigit.


Kwetiau Kungpau, Saung Ibu

Di setiap gigitan dan kunyahan terasa di mulut, dengan kwetiau yang rasanya enak. Ditambah ayam kungpau yang bumbunya meresap, menambah enaknya kwetiau kungpau. Selain Tomyam Kelapa dan Kwetiau Kungpau ini menu lain yang bisa dipilih.



Daftar Menu Saung Ibu
Kita bisa memilih berbagai pilihan menu. Selain itu jug ternyata di setiap makanan, yang dipesan. Untuk setiap porsi, disisihkan Rp 1.000 untuk disumbangkan kepada anak yatim. Selain makanannya enak, sekalian bisa ikut beramal. Ingin mencobanya? Yuk, mari mampir ke Perumahan Villa Bintaro Indah.

Jumat, 26 Juni 2015

Tempat Nongkrong Baru Jakarta, Waroeng Mee

Warung, saat mendengar kata warung, pasti akan terbayang tempat makan dengan berbagai jenis lauk-pauk. Warung identik dengan tempat yang sederhana, kecil dan kurang terawat. Namun semua bayangan tentang warung berubah, setelah saya mengunjungi sebuah warung, bernama Waroeng Mee (Semacam Tempat Nongkrong).

Waroeng Mee yang berlokasi di Jalan Blora no 36, tidak terlalu jauh dari Stasiun Sudirman, buka dari jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam.  Bukan hanya menjual mie namun berbagai jenis makanan lain yang kata anak muda zaman sekarang kekinikanseperti kue cubit.  Saya di Rabu siang mendatangi Waroeng Mee. Cukup berjalan kaki sekitar 300 meter dari The City Tower (Halte Transjakarta Tosari) saya sudah sampai di Waroeng Mee.


Tampak Depan Waroeng Mee

Dari dari sudah tampak tampilan warung yang berbeda dengan warung pada umunya, terlihat di atas ada tulisan Baba Rafi Enterprise. Ternyata Waroeng Mee adalah bagian dari perusahaan Baba Rafi, pasti ingat Baba Rafi teringat dengan kebab yang enak itu lho. Mari kita lihat seperti apa di dalamnya.

Saat memasuki Waroeng Mee, saya cukup terkagum akan interrior dari warung ini. Saat melihat ke dinding warung, kekinian dan anak muda banget. Intagramable banget backgroundnya.




Keasyikan memandangi sampai lupa pesan makanan. Bagitu saya memanggil pelayan untuk meminta daftar menu ternyata saya diberikan talenan, di atas talenan ada daftar menunya. Unik ya! ^^


Talenan Daftar Menu 

Lihat-lihat daftar menu, harga makanannya cukup terjangkau. Ada menu roti bakar dan mie dengan berbagai pilihan topping. Ada jajanan gaul juga dengan kue cubit, di daftar menu namanya chubitzan dengan varian red velvet dan green tea. Di lain waktu saya sepertinya akan mencobanya untuk cemilan. Pilihan menu minuman juga beragaman dan layak dicoba. Karena belum makan siang akhirnya saya memesan Mee Kuah Original dan Teh Tarik. Sambil menunggu pesanan makanan dan minuman dibuat, sambil melihat-lihat kesana kemari.

Meja dan Kursi di Waroeng Mee
Di Dinding Waroeng Mee

Sambil lihat-lihat ke dinding  dengan wallpaper yang unik, akhirnya pesanan makanan dan minuman datang juga. 


Mee Kuah Original
Teh Tarik

Selesai melahap Mee Kuah Original dan Teh Tarik, tak lupa membayar ke kasir dulu. Begitu keluar dari Waroeng Mee, baru sadar ternyata ada menu delivery juga. Keren nih bisa pesan antara makanan dari Waroeng Mee juga. 

Menu Delivery Order
Warong Mee patut dikunjungi dan jadi tempat nongkrong, saya berencana dalam waktu dekat ke sana lagi. Mau mencicipi kue cubit dan menu-menu unik lainnya. Yuk, yang dekat Stasiun Sudirman mampir ke Waroeng Mee.

Artikel Terkait:

Buka Bersama Warung Blogger di Waroeng Mee 

Tempat Nongkrong Asyik dan Seru di Jakarta: Waroeng Mee