Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Lima Destinasi Super Prioritas Bali Baru dan Kemudahan Transportasinya

Banyak tempat wisata yang menawarkan keindahan alam Indonesia, tak sekadar Bali saja. Namun, banyak tempat wisata lainnya perlu untuk dikunjungi juga. Dalam upaya pengembangan pariwisata di Indonesia, presiden Joko Widodo menyampaikan ada lima destinasi super prioritas Bali baru yang akan dibangun dan dikembangkan: Mandalika (NTB), Likupang (Sulawesi Utara), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur Jawa Tengah, dan Labuan Bajo (NTT)⁣.

Namun,  untuk sampai ke destinasi wisata tentunya perlu melakukan perjalanan. Kini konektivitas menuju menuju tempat wisata semakin mudah atau #ConnectivityMakesTravellingEasy, khususnya pada lima destinasi super prioritas Bali baru. Pada Jumat, 6 Desember 2019 di Jakarta berlangsung acara yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI untuk memaparkan bagaimana aksesibilitas untuk ke destinasi wisata Bali baru saat ini.

Sekretaris Jendaral Kemenhub, Pak Djoko menjelaskan dalam pengembangan destinasi 5 super prioritas Bali baru didukung oleh Kemenhub yang berperan dalam "menghubungkan". Kini masyakat bisa menggunakan berbagai jasa transportasi yang tersedia: transpoetasi darat, transportasi penerbangan, dan dan transportasi kelautan.



Dukungan Kementerian Perhubungan dalam perbaikan prasaran dan sarana di bandara, pelabuhan,  stasiun, penambahan penerbangan, peningkatan layanan kapal laut, dan pembangunan jalan tol yang dikoodinasukan dengan berbagai moda transportasi. Diharapkan masyarakat memberikan saran dan kritik kepada Kementerian Perhibungan melalui Contact Center 151, Facebook, Twitter, dan Instagram.

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan 5 destinasi super prioritas Bali baru dari 10 destinasi Bali baru pada Oktober 2019. Hal tersebut sudah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan menambah jumlah kapal Pora-Pora menuju Danau Toba untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas perjalanan.

Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan kita patut berbangga dengan konektivitas menuju tempat wisata di Indonesia yang semakin baik. Salah satunya dengan perbaikan 20 terminal dengan biaya sebesar 500 Milyar.



Direktorat Jendral Perhubungan Darat sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk menduukung konektivitas 5 destinasi super prioritas. Pembangunan infrastuktur 12 dermafa dengan lokasi yang lebih dekat dengan Danau Toba dan penambahan 5 kapal feri dan Pora-Pora.

Melalui media Video Call Menteri Perhubungan, pak Budi Karya Sumadi menjelaskan, lima destinasi Bali baru memberikan dampak kebaikan bagi Indonesia, kedatangan turis pada tahun 2020 yang melakukan perjalanan dengan "spending" yang berkontribusi pada perekonomian.

Ada potensi perekonomian dari objek wisata yang memberikan, kesempatan kerja bagi banyak orang lewat pariwisata. Sehingga Kementerian Perhubungan membangun infrastuktur untuk kemudahan  5 destinasi Bali baru.

Sudah adanya pelabuhan yang menfakomodir cruise di Labuan Bajo, pemberian konsesi bandara yang ada dengan operator asing untuk memudhkan wisatawan dalam kemudahan perjapanan ke Labuan Bajo. Ketersediaan 12 Dermaga dan penambahan kapal di Danau Toba.

Sesditjen Perhubungan Udara, Pak Nur Isnin Istiaryono menjelaskan kemudahan konektiviras ke Candi Borobudur, bisa menggunakan moda transportasi pesawat, kereta, dan bus:

 1) Melalui transportasi udara bisa melalui 4 bandara: Yogyakarta, Kulonprogo, Solo, dan Semarang. Kemudian dari bandara bisa menggunakan bus DAMRI ke Candi Borobudur.

 2) Kemudahan aksebilitas ke Danau Toba bisa melalui Bandara Silangit, selain itu juga bisa melalui Sibisa melalui daerah Parapat.



Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, pak Hengki Angkasawan menjelaskan hadirnya #TransmatePenghubungIndonesia hadir sebagai komunitas digital yang membagikan informasi tentang konektivitas transportasi. (Trans berasal dari kata transportasi dan Mate yang berarti partner, sehingga  Transmate memiliki makna sahabat transportasi)



Kesimpulan:
Sehingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas adalah faktor penting. Tanpa adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan pariwisata tidak akan berhasil. Sektor pariwisata yang berhasil akan memberikan pemasukan berupa devisa kepada negara.