Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Lima Destinasi Super Prioritas Bali Baru dan Kemudahan Transportasinya

Banyak tempat wisata yang menawarkan keindahan alam Indonesia, tak sekadar Bali saja. Namun, banyak tempat wisata lainnya perlu untuk dikunjungi juga. Dalam upaya pengembangan pariwisata di Indonesia, presiden Joko Widodo menyampaikan ada lima destinasi super prioritas Bali baru yang akan dibangun dan dikembangkan: Mandalika (NTB), Likupang (Sulawesi Utara), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur Jawa Tengah, dan Labuan Bajo (NTT)⁣.

Namun,  untuk sampai ke destinasi wisata tentunya perlu melakukan perjalanan. Kini konektivitas menuju menuju tempat wisata semakin mudah atau #ConnectivityMakesTravellingEasy, khususnya pada lima destinasi super prioritas Bali baru. Pada Jumat, 6 Desember 2019 di Jakarta berlangsung acara yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI untuk memaparkan bagaimana aksesibilitas untuk ke destinasi wisata Bali baru saat ini.

Sekretaris Jendaral Kemenhub, Pak Djoko menjelaskan dalam pengembangan destinasi 5 super prioritas Bali baru didukung oleh Kemenhub yang berperan dalam "menghubungkan". Kini masyakat bisa menggunakan berbagai jasa transportasi yang tersedia: transpoetasi darat, transportasi penerbangan, dan dan transportasi kelautan.



Dukungan Kementerian Perhubungan dalam perbaikan prasaran dan sarana di bandara, pelabuhan,  stasiun, penambahan penerbangan, peningkatan layanan kapal laut, dan pembangunan jalan tol yang dikoodinasukan dengan berbagai moda transportasi. Diharapkan masyarakat memberikan saran dan kritik kepada Kementerian Perhibungan melalui Contact Center 151, Facebook, Twitter, dan Instagram.

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan 5 destinasi super prioritas Bali baru dari 10 destinasi Bali baru pada Oktober 2019. Hal tersebut sudah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan menambah jumlah kapal Pora-Pora menuju Danau Toba untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas perjalanan.

Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan kita patut berbangga dengan konektivitas menuju tempat wisata di Indonesia yang semakin baik. Salah satunya dengan perbaikan 20 terminal dengan biaya sebesar 500 Milyar.



Direktorat Jendral Perhubungan Darat sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk menduukung konektivitas 5 destinasi super prioritas. Pembangunan infrastuktur 12 dermafa dengan lokasi yang lebih dekat dengan Danau Toba dan penambahan 5 kapal feri dan Pora-Pora.

Melalui media Video Call Menteri Perhubungan, pak Budi Karya Sumadi menjelaskan, lima destinasi Bali baru memberikan dampak kebaikan bagi Indonesia, kedatangan turis pada tahun 2020 yang melakukan perjalanan dengan "spending" yang berkontribusi pada perekonomian.

Ada potensi perekonomian dari objek wisata yang memberikan, kesempatan kerja bagi banyak orang lewat pariwisata. Sehingga Kementerian Perhubungan membangun infrastuktur untuk kemudahan  5 destinasi Bali baru.

Sudah adanya pelabuhan yang menfakomodir cruise di Labuan Bajo, pemberian konsesi bandara yang ada dengan operator asing untuk memudhkan wisatawan dalam kemudahan perjapanan ke Labuan Bajo. Ketersediaan 12 Dermaga dan penambahan kapal di Danau Toba.

Sesditjen Perhubungan Udara, Pak Nur Isnin Istiaryono menjelaskan kemudahan konektiviras ke Candi Borobudur, bisa menggunakan moda transportasi pesawat, kereta, dan bus:

 1) Melalui transportasi udara bisa melalui 4 bandara: Yogyakarta, Kulonprogo, Solo, dan Semarang. Kemudian dari bandara bisa menggunakan bus DAMRI ke Candi Borobudur.

 2) Kemudahan aksebilitas ke Danau Toba bisa melalui Bandara Silangit, selain itu juga bisa melalui Sibisa melalui daerah Parapat.



Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, pak Hengki Angkasawan menjelaskan hadirnya #TransmatePenghubungIndonesia hadir sebagai komunitas digital yang membagikan informasi tentang konektivitas transportasi. (Trans berasal dari kata transportasi dan Mate yang berarti partner, sehingga  Transmate memiliki makna sahabat transportasi)



Kesimpulan:
Sehingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas adalah faktor penting. Tanpa adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan pariwisata tidak akan berhasil. Sektor pariwisata yang berhasil akan memberikan pemasukan berupa devisa kepada negara.



Selasa, 26 November 2019

Pentingnya Sanitasi Aman untuk Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Stunting

Seringkali urusan sanitasi, masih dianggap sebagai "urusan belakang". Asalkan rumah bagian terlihat baik cukup, padahal ternyata tidak. Dalam rangka Hari Toilet Sedunia Sanitasi Aman, diperingati setiap tanggal 19 November  berlangsung acara Kumpul Blogger dan Vlogger dengan tema  "Sanitasi Aman, Mulai Kapan?"

Diawali dengan sesi pembukaan oleh Ibu Alifah Sri Lestari, Deputy Chief of Party USAID IUWASH PLUS menjelaskan pentingnya sanitasi aman berdampak pada kesehatan. Coba kita ingat, apakah di rumah ada Septic Tank? Lalu, Kapankah terakhir kali dikuras? Ternyata menguras Septic Tank secara berkala, setidaknya 2-3 tahun sekali penting dilakukan untuk terciptanya sanitasi aman. Dimulai dari rumah dengan memiliki septic tank yang kedap air dan dikuras secara berkala.



Selanjurnya Ibu Lina Damayanti, Advisor Bidang Advokasi dan Komunikasi USAID IUWASH PLUS. Jadi, ke manakah hasil buangan dari sanitasi kita? Idealnya ke Septic Tank. Namun, masih ada yang berakhir di sungai. Bahkan ada hasil dari sanitasi, ada yang pembuangannya di kantong plastik.


Sanitasi aman adalah sistem sanitasi yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air. Idealnya jarak antara septic tank dengan sumber air setidaknya 10 meter. Namun, pada lingkungan padat penduduk terutama di daerah perkotaan, jarak antar rumah relatif berdekatan. Sehingga muncul masalah keterbatasan lahan untuk pembuatan septic tank.

Kesadaran pentingnya santisasi aman di Indonesia ternyata belum diketahui semua masyarakat. Bahkan masih banyak yg belum. punya septitank di rumahnya. Padahal ada dampak langsung dari sanitasi yang tidak aman, salah satunya pada kesehatan.

Terdapat bakteri E. Coli pada setiap hasil pembuangan sanitasi.  Bahkan bisa berdampak pada stunting, gizi yang harusnya digunakan untuk perkembangan anak. Malahan digunakan untuk melawan bakteri.

Bahkan air yang kita gunakan masih bisa tercemari oleh hasil buangan sanitasi. Terlebih cukup banyak masyarakat tidak menggunakan air PDAM, sehingga apa yang kita buang, masih ada di sekitar kita, dan berpotensi mencemari air yang kita gunakan.

DR. Subekti SE, MM Direktur Utama PD PAL JAYA menjelaskan bahwa di Indonesia masih ada 25 juta orang yang buang air sembarangan. Provinsi DKI Jakarta sebesar 4% terkecil nomor dua. Baru Provinsi Yogjakarta merupakan provinsi Pertama yang sudah bebas dari BABS.



Saat ini memang rumah-rumah memang tersedia toilet. Namun, tak semua punya septiktank. Lalu, ke mana pergi limbahnya? Instalasi pengolahan lumpur tinja, saat ini berada di Duri Kosambi dan Pulogebang.
Masalah sanitasi terkait juga dengan sumber baku mutu air bersih, sehingga penting. Namun, terkadang terlupakan. Septic tank yang ada perlu disedot secara berkala, sudah ada PD PALJAYA yang bersedia menangani.

Dalam proses penyedotan sanitasi ada prosedurnya, sehingga tidak terjadi ledakan. Ke depannya DKI Jakarta akan memberikan subsidi untuk ketersediaan septic tank bagi masyarakat. Septic tank itu mengandung gas metan. Berhati² dan pastikan operator yang membersihkan mengenai alur pekerjaannya. Untuk menguras septitank,  jangan sampai habis sisakan sedikit! Agar bakteri pengurai didalamnya tetap ada dan bisa langsung bekerja.

Bu Zaidah Umami, Sanitarian Puskesmas Kecamatan Tebet yang merupakan bagian dari Kesehatan Masyarakat. Pemerintah memiliki program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk memicu masyarakat akan kesadaran sanitasi. Dalam satu hari setidaknya 0,5 kg hasil buangan sanitasi, jika selama 50 tahun bisa dibayangkan betapa banyak nantinya.


Pendekatan STBM bertujuan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM merupakan program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga, dan berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana.

Melihat Keadaan Sanitasi di Tebet Timur, Jakarta Selatan

Setelah sesi talkshow, saya berkesempatan mengunjungi RT 08 RW 10 di Tebet Timur. Disambut oleh Bapak Sitam (Ketua RW 08) yang menjelaskan bahwa hanya 20% masyarakat di RW 08 yang memiliki septic tank yang aman. Kebiasaan masyarakat yang tinggal di sekitaran sungai, tak mau membangun septic tank, langsung saja buang air ke sungai, sehingga airnya kotor dan berbau.



Setelah diberikan pemahaman, akhirnya masyarakat menyadari pentingnya septic tank. Kini masyakat RW 08 memiliki IPAL Komunal untuk 160 rumah warga dengan bantuan dari USAID IWAS PLUS dan perusahaan swasta (Sinarmas), bahkan sempat dikunjungi oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga.

Namun, sisi lain sudah ada masyarakat yang memiliki kesadaran sendiri untuk membuat septic tank, bernama Pak Wahyono. Pak Wahyono merupakan salah satu warga yang membangun sanitasi pribadi menggunakan uang sendiri. Ia menyadari bahwa BABS Lebih bahaya. Akhirnya beliau memutuskan untuk membuat septitank dgn biaya sendiri sebesar 5 juta untuk membuat septiktank. Setelah melihat septiktank pribadi milik pak Wahyono.



Ada 3 kolam: kolam 1 untuk penampungan. Kolam berikutnya untuk penyaringan dan pengeluaran.  Sekarang pak Wahyono merasa hidupnya lebih bersih, sehat dan tak merasa bersalah dengan lingkungannya. Pak Wahyono juga mengajak tetangga yang tinggal di pinggir kali untuk membuat septic tank.

Selanjutnya Pak Santo, ketua RT menjelaskan perbedaan keadaan air di sisi kiri dan kanan yang sudah dan belum memiliki sanitasi yang aman. Sudah ada 12 rumah yang membangun septic tank sendiri dengan biaya 5-7 juta. Sekarang ini warga RW 08 mencari pembiataan untuk pembuatan IPAL sendiri. Agar masyarakat merasa memiliki IPAL, ada iuran 5.000 per kepala Keluarga untuk mengelola IPAL.


Ia pun bercerita cara edukasi yang ia lakukan bagi warganya untuk semakin bersih dan sehat lingkungan yang ada. Jika masalah sanitasi ini tak aman, maka nanti akan bermaslah terhadap baku mutu air tanah pada 5-10 tahun mendatang.

Proses pengurasan septic tank bisa ditangani oleh PD PAL Jaya, seperti inilah prosesnya dengan biaya yang cukup terjangkau. Penyedotan limbah tinja sebaiknya membersihkan septictank  2-3 tahun bergantung penghuni rumah. Biaya penyedotan septictank untuk 2.000m kubik adalah 330rb . Biaya tersebut bukan sekedar biaya sedot, tapi sudah termasuk biaya angkut dan biaya pengolahan limbah.



Inilah mobil PD PAL Jaya yang sedang melakukan penyedotan. Pak Bekti menjelaskan bahwa mobil PD PAL Jaya juga sering keliling ke pemukiman masyarakat, sehingga masyarakat sadar untuk melakukan penyedotan dan bisa meminta bantuan pada PD PAL Jaya.

Jumat, 22 November 2019

Pencegahan Diabetes dan Diabetes pada Anak-Anak

Pada 14 Nov 2019 berlangsung peringatan Hari Diabetes Sedunia.Kepedulian Kementerian Kesehatan Indonesua tentang Diabetes di Indonesi, di mana pada tanggal 2013 prevalensi 6,9% dan pada tahun 2018 menjadi 8,5%, ada kenaikan 22,9 juta pendududk di Indonesia menderita diabetes.

Untuk menanggulanginya tak hanya pemerintah saka, tetapi perlu kerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedilian dalam menjaga status kesehatan, tak hanya untuk sendiri, tetapi untuk keluarga. Sehingga penting sekali perann keluarga dalam penangggulangan kasus diabetes di Indonesia.

Implentasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Miletus

dr. Cut menjelaskan Diabetes adalah ibu dari segala penyakit, dikelompikam ke dalam penyakit tidak menular. Pada tahun 1990 lebih banyak penyakit tidak menupar TBC, DBD, dan Malarian dan di 2017 PTMnya sudah besar. Beban penyakit meningkat lebih besar dua kali. Ada di masa transisi  penyakit menularnya belum selesai, tetapi penyakit tidak menularnya meningkat.



Tiga penyakit PTM menjadi penyebab kematian tertinggi yang diderita: Stroke, jantung dan pembuluh darah, dan Diabetes Miletus. Dari sisi pembiayaan JKN dan hasil Riskedas penderita penyakit tidak menular meningkat meningkat, seiring perkembangan teknologi dengan kemudahan dan membuat masyarakat malas bergerak.



Provinsi DKI Jakarta menempati posisi keempat, tingkat prevalensi penyakit tidak menular.Dalam pencegahan dan penanganan PTM perlu dilakukan secara kongruen. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan diri sendiri.

Terjadinya peningkatan penyakit tidak menular pada usia 10-14 tahun, kini bukanlah penyakit orang tua. Bonus demografi akan menjadi tidak produktif, jika terpapar oleh PTM. 71,48 tahun selama 8,83%. Faktanya hanya tiga dari sepuluh penderita PTM yang terdeteksi, selebihnya tidak mengetahui jika terkena PTM. Dari tiga penderita PTM hanya satu orang yang berobat.

Ada beberapa kebijakan pencegahan PTM: Integrasi & Pendekatan Komprenshif, Inklusif, dan Dukungan keluarga & Partisipasi Masyarakat. Kemudian strategi pencegahan PTM: Promosi Kesehatan, Deteksi Dini, Perlindungan Khusus, dan Pengobatan.

Masyarakat perlu mengetahui faktor risiko PTM yang bisa dan tidak dimodifikasi: usia, jenis kelamin, genetik, dan ras tertentu. Yang bisa dimodifikasi: merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Dalam pencegahan PTM dilakukan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sesuai Inpres No 1 tahun 2017 dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari penerapan kawasan tanpa rokok, pola makan sehat, pengendalian asupan gula, garam, dan lemak, lingkungan yang bersih, dan deteksi dini (tekanan darah, gula darah, dan Indeks Masa Tubuh) secara berkala.

Ada aturan yang mengatur kawasan tanpa rokok (UU No 36 2009 tentang Kesehatan pasal 115 dan PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan pasal 50a.

Selain itu juga perlu diperhatikan  jika memiliki gula darah  sewaktu 126-200mg/dL berarti sudah ada di fase Prediabetes dan berpotensi jatuh ke diabetes, serta diperlukan kontrol secara berkala.

Diabetes Miletus Tipe 1 pada Anak

Prof dr. Jose RL Batubara menjelaskan bahwa anak-anak bisa terkena diabetes juga. Anak yang terkena diabetes memerlukan insulin seumur hidup, ada beberapa penyebabnnya: proses autoimun dan kerusakan pankreas. Pada anak-anak diabetes tipe 1, sedangka pada orang dewasa diabetes tipe 2. Diabetes pada anak, jika tidak disadari akan membuat keadaan gawat darurat dan mengancam nyawa.



Jika anak--anak sering mengompol, padahal sebelumnya sudah tidak. Hal itu bisa jadi pertanda diabetes pada anak. Pada anak-anak pengobatannya perlu diberikan insulin dan diatur makanan yang dikonsumsi Konsumsi makanan harus sesuai dengan diet seimbang, diberikan sesuai kebutuhan anak. Hanya karbohidratnya yang disesuaikan pemberiannya.

Anak-anak dengan diabetes tetap boleh berolahraga, tetapi dengan ketentuan tertentu. Anak-anak dengan diabetes akan menderita komplikasi pada usia 5 tahun. Berikan makanan pada anak, baru berikan insulin pada anak dengan diabetes.Sebagian besar anak dengan diabetes, tidak memiliki keluarga dengan riwayat diabetes Pembiayaan pengobatan diabetes tipe 1 ada anak, sebagian besar dengan pengeluaran pribadi.


Peranan Upaya Promotif dan Preventif di Tingkat Individu dan Keluarga dalam Upaya Mencegah Diabetes

dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD menjelaskan upaya preventif diabetes yang diperlukan saat ini. Karena tak banyak disadari oleh banyak orang. Seringkali komplikasi diabetes tipe 2 dirasakan, baru kemudian diketahui adanya diabetes. Dikarena tidak rajin memeriksakan kesehatan.


Ada beberapa upaya yang dilakuan dalam penanganan diabetes: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.  Semakin tinggi pendidikan keluarga, Makin baik pemahamannya mengenai diabetes
Edukasi tentang diabetes penting dilakukan terus menerus. Kebutaan disebabkan nomor satu oleh diabetes.

Edukasi kontrol gula perlu dilakukan, selain itu peranan keluarga penting sebagai pendamping. Dukungan penuh dari keluarga pada penderita diabetes penting dilakukan, termasuk dalam hal pembiayaan.

Gaya Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Suharyati, SKM, MKM, RD dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajakan untuk Coba check status gizi dengan cara timbang Berat Badan dan ukur Tinggi Badan. Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) - 100, berat badan ideal (kg) = (tinggi badan (cm) - 100) × 90%



Dalam konsumsi ada pedoman gizi seimbang dalam bentuk visual tumpeng pedoman gizi seimbang. Inilah tujuan dari konsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Makanan dengan gizi seimbang mengandung:
- sumber zat tenaga (karbohidrat & lemak)
- sumber zat pembangun (protein)
- sumber zat pengatur (vitamin & mineral)

Kiat dan Teknik Peningkatan Aktivitas Fisik di Tingkat Individu dan Keluarga

dr. Michael  Triangto , Sp. KO menjelaskan dampak olahraga yang tepat untuk diabetes ada dua,yaitu: jangka pendek dan jangka panjang Dalam jangkannpendek otor bekerja akan menggunakan glikogen di dalam otot. 2) Cadangam Glikogen yang berkurang akan dikembalikan lagi dengan menggunakan glukosa di dalam darah, sehingga kadar glukosa darah dapat lebih terkontol.


Sedangkan dalam Jangka Panjang akan meningkatkan metabolisme otot, otot akan menggunakan glukosa darah lebih banyak, meningkatkan kontrol terhadap glukosa darah, otot lebih terlatih akan memiliki pembuluh kapiler lebih banyak, sehingga akan meningkatkan aliran darah dan metabolisme glukosa.

Bagi penderita diabetes yang masih awal bisa kontrol dengan olahraga sebelum menggunakan obat. Ada perbedaan antara olahraga dengan aktivitas fisik? Karena olahraga memiliki tujuan untuk melatih otot-otot tertentu secara detail. Sehingga ada tujuan yang jelas dan harus memiliki program.

Dianjurkan beraktivotas aerobik dengan intensitas sedang 150 menit per minggu dan 75 menit per minggu dengan intensitas berat, lakukan setidaknya 10 menit per satu kali. Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan individu, kesehatan individu, dan tingkat keterbatasan individu.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, integrasikan program latihan dengan pola berpikir, perubahan gaya hidup,  diet yang tepat, dan di bawah pengawasan dokter, serta lakukan juga evaluasi.



Minggu, 17 November 2019

Bear Brand Hadirkan Generasi #BisaBanget Playspace, Mendukung Generasi Muda Meraih Impian

Generasi muda yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan, serta ingi mewujudkannya. Jika kamu anak muda seperti itu, maka kamu seperti saya juga yang merupakan Generasi #BisaBanget yang disebutkan oleh Bear Brand.

Generasi #BisaBanget Playspace Bear Brand
Generasi #BisaBanget Playspace

Nestlé Bear Brand mengajak anak-anak muda untuk menjadi bagian dari Generasi #BisaBanget dan mempersembahkan Generasi #BisaBanget Playspace, yang terletak di Senayan City Mall dari 15 - 24 November 2019. (Ada di area The Space, dekat North Lobby Senayan City).

Generasi #BisaBanget Playspace Persembahan Bear Brand Mendukung Anak Mudah Wujudkan Impian

#BisaBanget menjadi simbol yang dapat mewakili semangat dan jiwa anak muda saat ini. Tak sedikit mereka yang bekerja di kantor namun juga berprofesi sebagai influencer, banyak pula blogger yang merangkap sebagai entrepreneur. Mereka mewakili generasi yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan. Bear Brand menyebutnya sebagai Generasi #BisaBanget.

Ahmad Afid, Marketing Manager Ready-to-Drink Dairy Nestlé Indonesia menjelaskan bahwa anak muda memiliki dorongan, motivasi, dan aspirasi yang positif dalam meraih impian. Bear Brand memberikan dukungan dan inspirasi, bahwa mimpi itu bisa jadi nyata melalui hadirnya Generasi #BisaBanget Playspace.



Bear Brand sudah dipercaya dari generasi ke generasi, bahkan sudah menjadi bagian dalam kehidupan bagi anak muda dalam menjalani keseharian. Ketika sedang berolahraga, lembur kerja, atau pun berpergian dengan teman, Bear brand menjadi sahabat setia dalam kehidupan Generasi #BisaBanget.

Saya pun sebagai generasi #BisaBanget awal mengenal Bear Brand dengan sebutan Susu Cap Beruang, hingga kini masih menjadi sahabat setia. Bear Brand ingin memberikan dukungan bagi generasi #BisaBanget untuk mengembangkan diri dan meraih.semangat #BisaBanget.

#BisaBanget menjadi simbol yang dapat mewakili semangat dan jiwa anak muda saat ini. Tak sedikit mereka yang bekerja di kantor namun juga berprofesi sebagai influencer, banyak pula blogger yang merangkap sebagai entrepreneur. Mereka mewakili generasi yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan. Bear Brand menyebutnya sebagai Generasi #BisaBanget.

Generasi #BisaBanget Playspace terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

- #BisaBanget Inspiration Rooms: Berkolaborasi dengan Haluu, Bear Brand menghadirkan tujuh ruangan instagramable yang mengekspresikan perjalanan Generasi #BisaBanget menggapai mimpi.

#BisaBanget Travelling Room
Generasi #BisaBanget Playspace
#BisaBanget Illness Room

- #BisaBanget Inspiration Classes: Bear Brand menghadirkan berbagai sesi talk show yang diisi banyak anak muda inspiratif termasuk konten kreator Nadia Soekarno dan Jeje Soekarno, founder Setali Indonesia Intan Anggita, atlet jet-ski Aqsa Aswar, dan banyak lainnya. Mereka akan berbagi pengetahuan, pengalaman dan tips untuk menjadi Generasi #BisaBanget

William Utomo, salah satu entrepreneur milenial Indonesia, mengatakan “Generasi muda saat ini memiliki pemikiran yang optimis, berani mengambil langkah maju untuk meriah tujuan, juga kreatif. Namun, memiliki rasa cepat bosan sehingga perlu terus diingatkan akan tujuan mereka untuk meraih impian.


Tidak heran bahwa sekarang banyak bermunculan profesi baru seperti vloggers, content creator, dan ilustrator digital. Mereka mengikuti passion mereka, mereka benar-benar mewujudkan semangat #BisaBanget dari Bear Brand.

Alamanda Shantika, Founder dan Presiden Direktur, Binar Academy menjelaskan, “Anak muda saat ini suka banget kalau diberi wadah berkumpul yang memberikan manfaat positif. Namun, anak muda memiliki rasa ragu dalam perjalann meraih mimpi. Hadirnya Generasi #BisaBanget Playspace akan menginspirasi anak muda untuk terus berani mengajar mimpi.



Diharapkan semakin banyak wadah yang membantu generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kreativitasnya. Ia pun senang bisa berbagi pengalaman dan apa yang Bear lakukan melalui Generasi #BisaBangetPlayspace

Kamis, 14 November 2019

Generasi Cerdas, Konsumsi Makanan Sehat untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, kalau belum makan rasanya kepala pusing dan tak bisa beraktivitas dengan baik. Namun, kini makanan tak sekadar urusan mengeyangkan saja, tetapi juga soal rasa. Tanpa disadari oleh kita, makanan punya peran penting bagi kesehatan tubuh kita.


Seiring perkembangan zaman semakin banyak varian makanan dan minuman baru, pastinya sudah akrab dengan Bubble Tea atau Sushi Tangga. Beberapa jenis makanan dan minuman kekinian yang cukup trend di kalangan anak muda, khususnya generasi milenial. Jadi, sebenarnya bolehkah kita mengonsumsi makanan dan minuman kekinian?

Pada Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, tahun ini mengangkat tema  tema global “Our Actions are Our Future. Healthy Diets for a #zerohunger World”. Ada peranan penting yang kita lakukan dalam menentukan masa depan. Perwakilan dari The Food and Agriculture Organization (FAO) organisasi PBB turut mengajak anak-anak muda sebagai generasi cerdas dalam mempromosikan makanan lokal di Indonesia.

FAO mengapresiasi kegiatan Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas” yang berlangsung pada Sabtu, 9 November 2019 di Mitra Terrace, Jakarta Selatan. Sehingga generasi mudah mendapatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan sehat, seiring munculnya trend penyakit tidak menular akibat konsumsi makanan berlebihan. Sehingga generasi mudah perlu menjaga pola makan sehat.


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito menyampaikan generasi milenial merupakan merupakan yang cerdas, cerdas dalam memilih makanan. Dalam mewujudkan SDM yang Unggul, Indonesia Maju perlu generasi yang cerdas.

Keamanan dan gizi pangan yang dikonsumsi menjadi hal yang perlu diperhatikan, karena makanan yang dikonsumsi sangat penting dalam pembanguna SDM. Jangan sampai terkontaminasi! Hal ini terkait aspek keamanan pangan.



Adanya masalah stunting yang di masyarakat, menjadi salah satu contoh peranan penting pangan yang bergizi bagi manusia. Namun, pada sisi lain terjadi kasus obesitas karena konsumsi karbohidrat, lemak, dan garam pada makanan dalam jumlah banyak.

Generasi milenial sebagai generasi cerdas harus membaca label, BPOM mengawasi peredaran obat dan makanan secara online melalu Cyber Patrol. Pada kemasan makanan sudah diwajibkan melakukan pencantuman kandungan gizi, termasuk jumlah gula dan lemak.

Terlebih peredaran produk obat dan makanan yang dijual secara online, generasi cerdas mencari tahu informasi produk dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Selain itu saat ini internet menjadi sarana penyebaran kabar hoax melalui grup chatting, khususnya Whatsapp.

Generasi cerdas harus menjadi duta konsumen pangan, cerdas dalam meresponi berita hoax dan kritis saat menerima berita hoax:

1. Evaluasi suatu informasi, apakah benar atau tidak? Gunakan prinsip 5W+1H

2. Cari Informasi dari sumber yang bertanggung jawab, bisa akses dari website dan media sosila BPOM,  serta melalui Call Center BPOM untuk informasi yang terjamin kebenarannya.

3. Pikirkan dampaknya,  jika ikut menyebarkan kabar hoax.

4. Pikirkan kembali respon orang lain, jika kita turut menyebarkan suatu kabar.


BPOM itu ada di 34 provinsi di Indonesia, berperan dalam mengawasi juga peredaran makanan olahan dalam kemasan lewat online. Pastikan selalu CEK KLIK ya, apalagi saat ini pada kemasan terdapat QR Code yang bisa discan melalui aplikasi BPOM Mobile ataupun diperiksa melalui website BPOM.

Badan POM bekerjasama dengan IDEA dan anggotanya, seperti BukaLapa dan Tokopedia dalam penjualan makanan dan kosmetik yang boleh beredar, hanya jika sudah memiliki izin edar dari Badan POM.



Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, MSc. CFS Guru Besar Teknologi Pangan IPB menjelaskan kegiatan Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas sejalan denhan Tema Hari Pangan Dunia denhan tema Our actions are our future - Healthy diets for a #ZEROHUNGER world.

Para generasi cerdas diajak untuk berpikir kritis dan peduli ada makanan sehat, bukan asal makan saja hanya karena murah atau tampilamnya yang Instagramable. Ada dampak langsung konsumsi pangan secara langsung kepada generasi muda, munculnya penyakit tidak menular yang dipengaruhi kandungan yang ada di dalam makanan, termasuk aspek aman dari pencemaran.


Konsumen cerdas pun harus memperhatikan konsumsu berlebih yang dapat menyebabkan obesitas. Sedangkan, pada sisi lain terjadi kekurangan gizi terjadi di kota besar karena salah makan, potenso kekurangan zat gizi mikro, seperti zar besi bisa membuat kita lemas. Zat besik bisa didapatkan melalui sayuran dan daging.

Konsumsi makanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi ada aspek sehat dan rasa yang penting. Namun, pada makanan yang hits ada kandungan gula dan garam yang banyak. Generasi cerdas tetap boleh mengonsumsi coklat misalnya, tetapi jangan berlebihan dan dikonsimsi setiap hari. Lengkapi dengan konsimsi makanan yang sehat, tidak merokok dan rajin berolahraga.

Jangan berlebihan dalam konsumsi produk panhan umh mengandung gula, garam, dan lemak karena menimbukan penyakit tidak menular. Dampaknya akan terasa di jangaka panjang, saat usia generasi milinial saat ini berada di usai 40-50 tahun. Konsumsi secukupnya dan jangan berlebihan, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak yang terkandung pada makanan. Perbanyak konsumsi makan buah dan sayur, karena adanya serat yang baik bagi tubuh kita. Karena buah dan sayuran mengandung anti oksidan unruk melindungi kita dari radikal bebas.

Keamanan makananan sudah diawasi oleh BPOM, kitapun berperan dalam menjaga kebersihan saat konsumsi dengan mencuci tangan sebelum makan. Biasanya juga konsumsi makann dalam porsi secukupnya, jangan membuang makanan. Saat ini sebanyak 30% makanan di dunia terbuang sia-sia.

Minggu, 03 November 2019

Rangkaian Produk Terbaru Philips LED EyeComfort, Hadirkan Kenyamanan bagi Mata

Signify sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan, terus berinovasi dan melanjutkan komitmen dalam menghadirkan lampu Philips LED yang nyaman di mata dan senantiasa menjaga kesehatan mata.



Bertepatan dengan World Sight Day (WSD) yang diselenggarakan setiap hari Kamis kedua bulan Oktober untuk membangun kesadaran dan memfokuskan perhatian global terhadap kebutaan dan penurunan fungsi penglihatan. Hal itu sejalan dengan tema WSD tahun ini “Vision First!”, Signify bersama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonedia (Perdami) untuk mendukung terciptanya SDM yang hebat.

Rami Hajjar, Country Lead Signify Indonesia menjelaskan bahwa di Indonesia 50% orang takut kehilangan penglihatan, berada di posisi kedua setelah rasa takut akan kehilangan ingatan saat menua. Signify bersama Perdami mendukung visi pemerintah untuk menciptakan SDM hebat dengan mata sehat. Melalui produk pencahayaan berkualitas, Philips LED EyeComfort yang nyaman di mata untuk mendukung kesehatan mata dalam jangka panjang dan mendukung dalam meraih impian.

Pada tahun lalu Signify menggunakan teknologi Interlaced Optics pada Philips MyCare LED yang terinspirasi dari biji bunga matahari, sehingga menyebarkan dan memantulkan cahaya yang nyaman di mata. Bahkan sejak tahun 2011, Signify sudah mengaja masyarakat beralih ke lampu LED untuk mendapatkan solusi pencahayaan yang lebih baik

Kemudian Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia menjelaskan teknologi perlampuan yang memenuhi beberapa kriteria sebagai produk lampu yang nyaman di mata (EyeComfort):



1 Flicker (Tidak terlihat kedip) sebuah produk lampu yang dapat mengeluarkan Flicker maka akan membuat mata nyaman. Untuk Philips LED EyeComfort ada di angka 1 yang termasuk kategori Flicker Free, sehingga masuk dalam kategori EyeComfort.

2 Strobocopic Effect, efek seolah-olah benda diam bergerak atau bendara bergerak seolah-olah diam (menghilangkan distorsi dalam persepsi gerak). Philips LED EyeComfort tidak menimbulkan efek Strobocopic yang dapat membuat mata lelah.

3. Glare (Silau), cahaya terang yang silau tak selalu baik bagi mata, karena membuat mata tidak nyaman lelah. Philips LED EyeComfort cahayannya tidak silau dan berada di bawah ambang batas glare yang diperbolehkan.

4. Photo Biohigical Safety (PBS) Blue Light Hazard (Keamanan Cahaya Biru), cahaya biru Philips LED EyeComfort berada di bawah ambang batas regulasi.

5. Color Quality, Color Rendering Index. (Kemampuam menampilkan warna yang dihasilkan dibandingkan referensi cahaya. Efek cahaya pada ruangan perlu dipastikan mendekati warna aslinya (dipengaruhi Color Rendering Index lampu), sehingga tidak terjadi perbedaan warna

6. Audibel Noise (Tidak ada suara yang dapat terdengar). Philips LED EyeComfort memenuhi standart intenasional dengan <24dBA dengan jarak 1 meter.

7. Dimmable, kemampuan untuk mengubah terang lampu

8. Tuneable, kemampuan mengubah temperatur warna dari warna putih ke kuning dan warna kuning ke putih

Signify melakukan penelitian tentang perilaku orang Indonesia terhadap pencahayaan: Sebanyak 68% orang lebih suka kehilangan pendengaran daripada penglihatan mereka, 34% mengakui bahwa pencahayaan di rumah tidak nyaman bagi mata. Sebanyak 90% tertarik untuk membeli bohlam yang dapat menghasilkan cahaya yang nyaman bagi mata.


Signify menghadirkan solusi teknologi pencahayaan kombinasi dengan alam dengan penambaham menambakan pattern bunga matahari pada Philips LED EyeComfort. Tenyata menghasilkan cahaya 40% lebih merata, mengurangi efek glare, dan mengurangi efek Strobocopic, serta tak adanya suara yang menggangu.



Pada tahun lalu Signify menghadirkan satu varian Philips LED dengan teknologi EyeComfort dan mendapatkan masukan untuk ekspansi. Pada tahun ini Signify menghadirkan teknologi EyeComfort yang diextend pada dua produk Philips MyCare LEDStick dan Philips LED Downlight Meson.





Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE dari Perdami menjelaskan pentingnya mata sebagai jendela dunia, karena 80% informasi berasal dari penglihatan untuk menyesuaikan diri dan menghindari bahaya. Masalah pada jika disadari, bisa dengan mudah diatasi dan penyebab kebutaan bisa dicegah.


Untuk di Indonesia permasalahan mata tingkat pravelensi kebutaan di Indonesia masih cukup tinggi: pada usia >50tahun 2,8% di DKI Jakarta dan Jawa Timur 4,5%. Terjadinya pergeseran gangguan penglihatan karena penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Saat ini sarana dan SDM kesehatan mata masih terbatas dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata. Mata kita seperti kamera, jika ada gangguan pada sisten lensa akan menyebabkan gangguan penglihatan.

Ada beberapa penyebab mata lelah (ashtenopia): membaca atau menggunakan komputer atau video dalam waktu lama, memaksa untuk melihat dalam penglihatan redup, dan paparan sinar yang sangat terang atau silau.

Kenyamanan penglihatan menjadi sangat penting dan kondisi cahaya yang nyaman: cahaya yang merata, terang secara optimal, tidak terdapat glare, kontras adekuat, warna yang terlihat dengan baik, dan tidak ada efek strobosvopic. Tips menjaga kesehatan mata dengan pencahayan yang baik untuk kegiatan sehari-hari, terutama saat membaca, hindari paparan UV-B, rokok, dan kemungkinan cedera saat kerja dengan pelindung mata.


Kesimpulan: Kenyamanan dalam penglihatan merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mata. Pada tahun lalu, solusi pencahayaan berkualitas sudah dihadirkan Signify dengan teknologi Interlaces Optics pada bohlam Philips MyCare LED. Kini pada tahun ini diperluas pada rangkaian produk terbaru: Philips MyCare LEDStick dan Philips LED downlight Meson yang sudag bisa didapatkan di toko-toko tradisional, modern, dan penjualan online.

Sabtu, 02 November 2019

Kenali Gejala Stroke, Segera Atasi Sedini Mungkin, dan Obati dengan Tepat


Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi, serta bisa dicegah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 pada angka 10,9 per mil. Bahkan menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2018 penyakit stroke menghabiskan pembiayaan 2,56 Triliun Rupiah.


Hari peringatan stroke sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober, tema yang diangkat pada tahun 2019: #DontBeTheOne agar masyarakat tidak menjadi salah satu orang yang terkena stroke. Untuk di Indonesia hari peringatan stroke sedunia mengangkat tema 'Otak Sehat, SDM Unggul" untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala stroke, mengatasinya secara dini, dan mengobati stroke dengan tepat. Untuk itulah berlangsung acara Temu Kesehatan bersama blogger di momen peringatan hari stroke sedunia di Jakarta.


Narasumber pertama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan: dr.Cut Putri Arieane, MH.Kes menjelaskan tingkat prevalensi stroke secara rata-rata di Indonesia pada angka 12,1 per mil. Provinsi dengan tingkat prevalensi tertinggi (14,7 per mil) ada di Kalimantan Timur, Provinsi dengan tingkat prevalensi terendah ada di Papua (4,1 per mil. Sedangkan di Provinsi DKI Jakarta terbilang cukup tinggi di angka 12,2 per mil.


Penyakit stroke sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan faktor risiko stroke: hipertensi, diabetes, saking jantung lain, merokok, narkotik, konsumsi alkohol, pola makan, dan kurang aktivitas fisik.

Kebijakan Kemenkes dengan melakukan promosi kesehatan untuk memberikan  informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Sehingga dapat mencegah faktor risiko agar tidak terjadi stroke, mengenali tanda awal terjadinya stroke, sehingga bisa mendapatkan pengobatan, dan jika sudah terkena segera diobati. Tujuan dari promosi kesehatan yang dilakukan Kementeriam Kesehatan untuk meningkatkan awereness bahwa stroke bisa dicegah, mengenali faktor risikonya.

Kementerian Kesehatan mendorong lebih ke deteksi dini dilakukan masyatakat, terlebih pada orang dengan gaya hidup berisiko, perlu lakukam deteksi dini satu bulan sekali, minimal pemeriksaan tekanan darah. Bisa diukur sendiri, jika memiliki alatnya. Jika tidak punya alatnya, bisa datang ke faskes primer dengan membawa kartu BPJS Kesehatan. Selain itu juga di satu desa ada satu pos bindu, kader-kader kesehatan yang akan membantu deteksi diri stroke melalui pemeriksaan hiertensi, diabetes, dan obesitas yang bisa menjadi penyebab stroke baik stroke sumbatan ataupun stroke pendarahan.

Cara mengenali Stroke dengan SeGeRaKeRS:
Senyum tidak simetris, sulit menelan air minum
Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
BicaRa Pelo, tiba-tiba bicara tidak nyambung
Kebas/baal, kesemutan
Rabun, pandangan kabura
Sempoyongan/sakit kepala



Jika ditemukan gejala, segera bawa UGD yang ada di RS untuk mencegah terjadinya kecacatan permanen. Terapkan GERMAS berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan perilaku Hidup CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular, termasuk penyakit stroke:

C=Cek kesehatan secara berkala, E=Enyahkan asap rokok,
R=Rajin aktifitas fisik,
D=Diet sehat dengan kalori seimbang, I=Istirahat cukup
K= Kelola stress

Narasumber kedua Sekretaris Pokdi Stroke dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) dr Al Rasyid SpS(K),  menjelaskan yang harus menjadi fokus bersama saat ini adalah pencegaja stroke. Jika sudah pernah terjadi stroke, cegah agar tidak terjadi lagi. Kenali diri sendiri dan anggota keluarga terdekat, jika ada mengalami gejala-gejala stroke.


Selain itu tanpa disadari kita mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi yang berakibat terjadinya hipertensi (yang menjadi faktor risiko terbesar terjadinya stroke). Kita perlu bijak dalam konsumsi ikan asin dengan sambal, bisa jadi mengandung tambahan garam dan gula yang tinggi tak disadari.

Definisi stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal dengan gejala-gejala yang berlangung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebakan kematian.

Stoke tipe iskemik, stroke disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah di otak dan hemaragik/pendarahan. stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak.erdasarkan data Indonesia Stroke 2012-2024 memperlihatkan kejadian stroke iskemik/sumbatan 67% dan stroke hemagragik/pendarah 33%.

Ada faktor risiko stroke adalah hal-hal yang bisa mempercepat terjadinya serangan stroke, yaitu faktor risiko yang tidak bisa diubah  (umur, jenis kelamin pada pria lebih banyak, ras tertentu, dan genetik/riwayat keluarga). Namun, ada faktor risiko. yang bisa diubah (hipertensi, diabetes, penyakit stroke, merokok, stres, migrain, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan lainnya).



Semakin bertambah usia, harus semakin rajin periksakan gejala stroke. Jika ada mati rasa, lemah, lumpuh pada wajah, lengan atau kaki pada sisi tubuh, gangguan visual, gangguan bicara, tersandung jika berjalan, pingsan, dan koma segera datang ke rimah sakit agar dilakukan pemeriksaan dengan CT Scan.

Kesimpulan: Pada momen peringatan hari stroke sedunia pada 29 Oktober, mengingatkan kita untuk mengenali gejala stroke, segera atasi sedini mungkin, dan obati stroke dengan tepat. Untuk pencegahan penyakit stroke, terapkan perilaku hidup CERDIK (C=Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress).