Jumat, 23 Desember 2016

Kembangkan Pariwisata, Kementerian Pariwisata Berencana Terbitkan Reksa Dana

Sektor Pariwisata menyumbangkan presentase 11% terhadap pendapatan per kapita atau Gross Domestic Product bagi perekomonian Indonesia. Kontribusi terhadap devisa sebesar 172 Triliun. Kementerian Pariwisata berupaya untuk mencapai target 12 juta wisatawan asing, lewat berbagai cara promosi. Per Oktober 2016 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 9.403.614, optimis target 12 juta akan tercapai hingga akhir Desember.


Dengan tiga program prioritas Kementerian Pariwisata di tahun 2017: Digital Tourism,  Home stay (Pondok Wisata), dan konektivitas udara. Dalam rangka percepatan pembangunan desa wisata dengan sepuluh destinasi "Bali Baru": Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok, NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku).

Untuk melakukan pengembangan kesepuluh destinasi wisata prioritas diperlukan pendanaan sebesar 200 Triliun dengan skema dari public investment (pemerintah lewat APBN) ke privat investment (swasta). Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata Republik Indonesia sudah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk metode pendanaan.


Lembaga perbankan diperkirakan dapat meraih dana 8 Triliun dan rencana penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dapat meraih dana sebesar 57 Triliun. Selain itu Menteri Pariwisata turut memberikan apresiasi pada pemenang di 12 kategori dari 16 kategori Worls Halal Tourism Awards 2016. Sebuah kebanggagan dan preatasi tersendiri bagi Indonesia.


Empat penghargaan lain didapatkan Jepang, Turki, dan Malaysia. Berbagai daerah berkontribusi sebagai pemenang dari berbagai kategori, kemenangan tak hanya bagi daerah juga bagi Indonesia.