Selasa, 11 Desember 2018

Mengenal Keseharian ODHA, Memahami HIV/AIDS

Pandangan masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS yang konon kabarnya belum ada obatnya, sampai saat ini masih negatif. Padahal ketika seseorang menjadi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) masa depannya belum berakhir, masih ada harapan untuk terus menjalani kehidupan dan tetap produktif.

Bertepatan dengan momen peringatan Hari AIDS sedunia pada 1 Desember, Kementerian Kesehatan mengadakan acara Temu Blogger pada 5 Desember 2018 di Jakarta. Turut hadir hadir Bu Neneng Yuliani sebagai seseorang yang menyandang status ODHA sejak 13 tahun yang lalu, ia tertular dari suaminya yang telah meninggal dunia setahun kemudian.


Sebuah kenyataan harus dihadapi sebagai sebagai ODHA, tentu tidak mudah baginya saat itu. Namun, kehidupan harus terus berjalan dan munculnya secercah harapan saat akhirnya bu Neneng mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) sebagai obat HIV/AIDS. Hal yang cukup mengejutkan bagi saya, ketika mengetahui bahwa ada obat yang menjadi harapan untuk terus hidup bagi ODHA.


Dr. Wiendra Waworuntu, M,Kes, Direktur P2PL (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung) Kementerian Kesehatan RI pada acara Temu Blogger memaparkan perbedaan HIV dan AIDS. HIV atau Human Immunodeficiency Virus menyebabkan turunnya kekebalan manusia, sehingga tubuh gagal melawan infeksi. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala dan tanda fisik dikarenakan penurunan kekebalan tubuh, akibat tertular virus HIV dari orang lain.


Kita tidak perlu takut terhadap HIV/AIDS karena cara penularan virus HIV sangat terbatas: hubungan seksual, jarum suntik, produk darah & organ tubuh, dan ibu hamil positif HIV ke bayinya. Tak perlu cemas jika bersentuhan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, terkena gigitan nyamuk, dan tinggal serumah dengan ODHA.

Namun, kita perlu mencegah agar tidak terkena HIV: tidak melakukan hubungan seksual berisiko (berganti-ganti pasangan), mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, skiring donor darah & organ tubuh, dan tidak menggunakan narkoba.

Seseorang yang terkena virus HIV hanya bisa dipastikan dengan pemeriksaan antibodi HIV di dalam darah, dikarenakan sekalipun belum menunjukan gejala virus HIV sudah dalam menularkan dari ODHA kepada orang lain.

Bu Wiendra Wawaruntu menyampaikan kini HIV/AIDS sebagai penyakit kronis bisa dikelola seperti diabetes dan hipertensi, begitu terdeteksi HIV maka seorang ODHA bisa segera memulai terapi ARV (Antiretroviral,) kemudian dilakukan seumur hidup. Setelah enam bulan menjalani terapi ARV, jika seorang ODHA menjalani tes HIV akan terlihat hasil negatif.


Total kasus HIV di Indonesia mencapai 301.959 dan kasus AIDS mencapai 108.829 yang dilaporkan oleh masyarakat. Menyikapi adanya HIV dan AIDS, Kementerian Kesehatan memiliki program STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan) sehingga bisa mencapai target 3 Zero: Zero HIV Infection, Zero HIV Related Death, dan Zero Discrimination.


Kementerian Kesehatan sudah meningkatkan jumlah layanan HIV, sejak akhir 2013 hingga Juni 2018 terdapat kenaikan 450% pada layann tes HIV dan 215% pada layanan PDP. Masyarakat perlu turut terlibat dalam pengedalian HIV/AIDS melalyi berbagai cara: pencegahan, penemuan kasus, dan saat masa pengobatan ODHA.


Kesimpulan:
HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikelola, seperti hipertensi dan diabetes. HIV sudah ada obatnya, yaitu: ARV, sehingga ODHA tetap bisa produktif dan mencegah infeksi HIV baru, dan HIV tidak mudah menular, serta jauhi penyakitnya bukan orangnya. Saya berani, saya sehat.

Jumat, 12 Oktober 2018

Nikmatnya Kuliner Rumahan khas Indonesia di Madame Lily

Kuliner Indonesia merupakan kekayaan budaya Indonesia, patut disyukuri dan dijaga. Bahkan beberapa hidangan Indonesia, hanya dimasak sebagai makanan rumahan. Sebuah ciri khas yang unik dan menarik, hal mengingatkan kita "kembali ke rumah". Sejenak mengingat dan menikmati makanan, saat dinikmati bersama anggota keluarga tercinta.

Seiring berjalannya waktu, rutinitas dan kesibukan dari kegiatan harian, membuat kita tak punya waktu menikmati masakan rumahan. Namun, tak perlu cemas karena sudah ada restoran yang menyajikan masakan rumahan khas Indonesia, salah satunya adalah Madame Lily. Berlokasi pada lantai 4 di Plaza Indonesia, restoran Madame Lily menawarkan pengalaman berbeda.



Menikmati kuliner Indonesia khas Rumahan (Homemade) menjadi pengalaman yang unik. Mulai hidangan pembuka Cireng Udang (Deep-Fried Tapioca & Shrimp Dough Balls Served with Sweet and Sour Chili Sauce) yang gurih, ditemani saus asam manis. Rasanya saat dinikmari, pedas manis cukup meresap pada cireng.


Tidak hanya itu saja, Tahu Gejrot bisa menjadi pilihan. Hidangan yang cukup dikenal di Cirebon, Jawa Barat ini menggunakan Tahu Sumedang Krispi. Saat dinikmati terasa merata aneka campuran bumbu, sehingga rasa asam, pedas, dan manis tercampur merata.



Pada hidangan utama, ada dua hidangan yang perlu dicoba Sapi Panggang Karo khas Medan, Sumatera Utara. Penggunaan daging sapi yang empuk pada bagian perut, diolah dengan proses marinasi dan dipanghang, serta disajikan dengan gulai daun singkong, dan Sambal Andaliman. Kemudian hidangan Bakmi Karo Cheese, Bakmi dengan daging Sapi Karo yang diberikan Keju Leleh (Melted Cheese).



Tidak hanya tersedia kuliner Indonesia, tetapi juga hidangan Western diberikan sentuhan citarasa Sambal Indonesia. Namun, sambal yang digunakan adalah sambal khas Bali, tetapi bukan Sambal Matah. Melainkan Sambal Mbe Bali yang merupakam jenis sambal rumahan penduduk di Bali, sehingga tidak mudah ditemui dengan mudah di restoran.



Saya mencicipi Spaghetti Tuna Sambal Mbe Bali, saat dinikmati terasa rasa sambal bawang yang manis dan pedas khas rumahan, berpadu dengan Spaghetti Tuna. Sambal Mbe sendiri berarti Sambal Bawang, tetapi pengolahan khas Bali menjadikan rasanya berbeda.

Tak lupa mencoba makanan khas Indonesia yang dinobatkan paling enak di dunia, Nasi Goreng Indonesia dengan penyajian ala "Street Food". Ada pilihan penggunaan Nasi Putih ataupun Nasi Merah, disertai dengan topping sosis, bakso, ayam, dan sayur-sayuran.


Usai menyantap hidangan utama, ditutup dengan nikmatnya hidangan Pisang Goreng Kremes: Pisang yang digoreng krispi diberikan taburan keju cheddar, meises, dan susu kental manis. Juga Martabak Red Velvet dengan perpaduan antara Cake Red Velvet dan Martabak, berisikan keju dan kacang.



Pengalaman yang mengesankan, saat menyantap hidangan kuliner rumahan khas Indonesia di Madam Lily. Sejenak meluangkan waktu dari rutinitas kegiatan harian, merasakan suasana masakan rumahan yang memberikan suasana serasa di rumah sendiri.

Rabu, 19 September 2018

Menjelajahi Citarasa Kuliner Western di Ambhara Hotel

Kuliner khas western memiliki keunikan rasa dan penyajian untuk dinikmati, tentunya kita cukup familiar dengan hidangan pasta sebagai salah satu jenis kuliner western. Namun, masih banyak kuliner khas western yang menarik untuk dicoba. Saya berkesempatan menjelajahi kuliner khas western di Dapur Pelangi, Ambhara Hotel.

Dapur Pelangi, Ambhara Hotel
Dapur Pelangi, Ambhara Hotel

Ambhara Hotel berada di daerah Blok M, Jakarta Selatan pada bulan September 2018 menghadirkan tema Buffet All You Can Eat di Dapur Pelangi dengan tema Western Festival. Aneka kuliner khas western bisa dinikmati pada jam makan siang dan makan malam di Ambhara Hotel, harga yang ditawarkan mulai dari 185.000 Nett.

Executive Chef Ambhara Hotel,  Chef Maulana Malik Ibrahim
Executive Chef Ambhara Hotel,
Chef Maulana Malik Ibrahim

Bersama dengan Executice Chef di Ambhara Hotel, Chef Maulana Malik Ibrahim saya diberikan penjelasan singkat tentang keunikan beberapa hidangan western yang disajikan di Ambhara Hotel. Terdapat menu Pasta Pollo Picante, sajian pasta dengan potongan ayam dengan rasa yang manis pedas (dalam bahasa Italia Pollo artinya ayam). Tak hanya itu juga ada "bakso khas Eropa Selatan" bernama Matzo Beef Ball yang merupakan daging yang digulung hingga berbentuk bulat seperti bola.

Matzo Beef Ball Ambhara Hotel
Matzo Beef Ball

Bagi penikmat keju dan daging sapi akan dimanjakan dengan Meat Load hidangan khas Eropa, daging cincang yang dilapisi dengan keju dan dicetak dengan cetakan loaf. Meat Loaf sebagai makanan pembuka, merupakan pilihan yang tepat, serta tak lupa menambahkan berbagai jenis saus yang tersedia. Jika menyukai hidangan laut, ada hidangan bernama Prito Misto atau campuran berbagai jenis gorengan seafood khas Eropa.

Meat Loaf Ambhara Hotel
Meat Loaf
Prito Misto Ambhara Hotel
Prito Misto

Hidangan yang tidak kalah unik, soup khas western ternyata ada yang disajikan dalam keadaan soup dingin. Awalnya agak ragu untuk mencobanya, tetapi ternyata saat menikmati soup yang disantap dalam keadaan dingon, rasanya soup dingin yang saat disantap, memberikan rasa segar.

Ada beberapa pilihan soup: Spicy Avocado Cucumber Soup, Icy Tomato Soup, Honeydew Melon & Mint Soup, dan Sangrita Soup yang bisa dinikmati. Soup favorit saya adalah Honeydew Melon & Mint Soup, memberikan rasa segar saat dinikmati. Tidak hanya saya, pengunjung lainnya juga menyukainya.

Soup Honeydew Melon & Mint Soup Ambhara Hotel
Soup Honeydew Melon & Mint Soup

Spicy Avocado Cucumber Soup dan Icy Tomato Soup

Tersedia aneka kue yang harus dicoba, bagi penikmat kue dengan rasa asing harus mencoba Cheesecake, sedangkan bagi penikmat kue manis, perlu mencoba Apple Strudel dengan es krim. Jika belum puas menikmatinya, kita bisa membawa Apple Strudel sebagai oleh-oleh dengan varian Apple, Cakalang, dan Rendang. Karena tagline Ambhara Hotel memiliki tagline 'A Touch of Indonesia", ada sentuhan khas Indonesia dalam pilihan Apple Strudel dalam kemasan dengan varian khas kuliner Indonesia.

Apple Strudel dan Cheese Cake Ambhara Hotel
Apple Strudel dan Cheese Cake

Selama berlangsung tema Western Festival di Ambhara Hotel, tetap bisa menikmati kuliner khas Indonesia yang selalu tersedia, yaitu: kuliner khas Padang. Tersedia Nasi Padang dengan sajian rendang, ayam gulai, dan telor balado yang bisa dinikmati juga. Bahkan kita bisa menikmati rendang dalam kemasan khas Ambhara.

Kuliner Padang di Dapur Pelangi di Hotel Ambhara
Kuliner Padang di Dapur Pelangi, Hotel Ambhara

Tidak hanya Dapur Pelangi saja yang dikelola oleh Ambhara Hotel, masih ada beberap outlet lainnya: Seruni, Baros Pub, dan Nasi Bundo (yang gerainya berada di Pasaraya dengan pengelolaan oleh Ambhara Hotel). Untuk menikmati berbagai hidangan bertemakan Western Festival di Dapur Pelangi, harga yang ditawarkan selama 11-23 September 2018 senilai 350.000 Net, sedangkan bagi tamu yang menginap ada harga khusus hanya Rp 185.000 Net.

Tidak hanya itu saja, masih ada promosi menarik yang ditawarkan Ambhara Hotel untuk menikmati aneka hidangan, yaitu: Diskon 50% bagi pria pada hari Sabtu dan diskon 50% bagi wanita pada hari Minggu yang berlaku di lima gerai yang dikelola oleh Ambhara Hotel.

Rabu, 01 Agustus 2018

Inovasi Meeber Teknologi, Hadirkan Restoran Digital Masa Kini

Makanan menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia, setiap harinya tentu kita perlu makan agar dapat beraktivitas secara normal. Ada yang memilih untuk memasak makanan sendiri, ada yang memiliki membeli makanan di restoran, tergantung pada keinginan setiap orang. Saya bersama sahabat secara regular berkumpul dan berbincang di restoran, ada pengalaman yang cukup sering terjadi.

Saat baru sampai di sebuah restoran, saya bersama sahabat pun harus menunggu, pelayan restoran datang untuk memberikan buku menu. Apalagi dalam keadaan di akhir pekan, suasana restoran biasanya cukup padat, kami harus bersabar menunggu kedatangan pelayan. Kemudian pelayan restoran akan mencatat pesanan, kemudian pergi, dan kembali ke meja kamu untuk mengantarkan pesanan.

Saat saya asyik sedang menikmati makanan, tidak terasa minuman yang saya pesan sudah habis. Akhirnya saya pun perlu melambaikan tangan untuk memangil pelayan, ternyata tidak ada yang datang karena pelayan sedang melayani pelanggan lain. Akhirnya untuk memasan minuman tambahan, saya memilih menghampiri pelayan dan memberitahukan pesanan saya.

Belum lagi saat akan meminta struk tagihan dan melakukan pembayaran, saya perlu memanggil pelayan lagi untuk datang ke meja. Jika memilih pembayaran secara non tunai, maka saya harus menuju meja kasir untuk memasukan PIN kartu debit/credit. Siapa yang pernah punya pengalaman serupa saat makan di restroran? Pernah terpikir bahwa pelayanan di restoran bisa digitalisasikan?

Inovasi Teknologi Restoran Digital

Ternyata berkat bantuan teknologi restoran bisa digitalisikan, hal ini dibuktikan dengan inovasi dari PT Meeber Teknologi Indonesia (atau Meeber) yang memperkenalkan aplikasi MeeberLite dan Meeberian. Setelah sebelumnya Meeber dikenal melalui layanan Meeber POS (Point of Sale), Meeber mendapatkan saran dari pengguna Meeber POS yang ingin mengetahui saran dari pelanggan.


Pak Rudy Hartawan, Chief Executive Officer (CEO) PT Meeber Teknologi Indonesia menyampiakan konsep "Empowering Your Digital F&B Business" Meeber Teknologi menghadirkan inovasi restoran digital pertama di Indonesia. Aplikasi MeeberLite diperuntukan bagi pelaku bisnis F&B, sedangkan aplikasi Meeberian diperuntukan bagi pelanggan restoran. Hadirnya inovasi Meeber Teknologi membuat Business Automation dan Customer Engagement bisa tercipta.

Fitur dan Keunggulan Inovasi Meeber Teknologi Indonesia

Inilah berbagai fitur dan keunggulan layanan Meeber yang mendigitalkan pelayanan restoran:

1) Sistem pemesanan dengan teknologi E-Menu.

Pelanggan di restoran cukup menginstal dan menggunakan aplikasi Meeberian, lalu tinggal scan QR Code restoran. Nantinya akan tampil nama restoran dengan detail menu yang tersedia, sehingga pelanggan tidak perlu lagi melambaikan tangan untuk memanggil pelayan.

Cukup memilih pesanan dari menu yang tampil, bahkan untuk menambahkan pesanan lain, cukup menambahkannya dari aplikasi Meeberian di smartphone. Pesanan menjadi lebih akurat dan cepat, terkadang saat kita memesan secara manual, pelayan bisa saja salah dengar dan salah mencatat, sehingga pesanan yang diantarkan salah atau ada yang kurang.

Pesanan pelanggan dari aplikasi Meeberian akan diterima oleh restoran pada aplikasi MeeberLite. Nantinya tinggal diproses pesanan mana yang diterima, ataupun ditolak karena satu dan lain hal. Kemudahan dalam pemesan oleh pelanggan, berpotensi meningkatkan jumlah transaksi bagi para pebisnis F&B.



2) Sistem Smart and Quick Support

Melalui aplikasi Meeberian pelanggan bisa dengan mudah memanggil pelayan dan meminta tagihan berkat adanya fitur Waiter Calling dan Bill Asking pada layanan Service Table, jika pelanggan memilih makan di temat (Dine In).

Selain itu sebagai pelanggan akan mendapatkan notifikasi jika pesanan sudah siap diambil untuk diambil pada layanan Quick Service (Take Away)

3) Kemudahan Memberikan Promosi dan Informasi Promosi

Pelaku bisnis melalui aplikasi MeeberLite bisa dengan mudah memberi penawaran diskon atau promosi. Hal ini menjadi bagian dalam strategi markerting agar informasi diskon atau promo bisa diketahui oleh pelanggan. Pelanggan akan menerima informasi promo melalui layanan push promotion, sehingga pelanggan akan tertarik untuk berkunjung.

4) Mendapatkan Customer Insight

Melalui data pesanan yang dilakukan oleh pelanggan, pemilik bisnis F&B bisa mendapatkan data customer insight. Dengan data yang dimiliki pemilik bisa melakukan analisa dan menerapkan strategi marketing yang sesuai untuk perkembangan bisnis. Melalui data dan analisa pemilik bisnis, bisa diketahui menu apa saja yang menjadi kesukaan, harus selalu disajikan, dan siapa saja pelanggan yang memesan.

5) Kemudahan Pembayaran secara Non Tunai

Pelanggan bisa melakukan pembayaran secara non tunai atau cashless dari aplikasi Meeberian, tersedia berbagai pilihan pembayaran. Hal ini bagi pebisnis bisa menghemat waktu, biaya lebih terkendali, dan mengurangi risiko kerugian.

6. Mendapatkan Feedback dari Pelanggan

Melalui aplikasi Meeberian pelanggan yang bertransaksi, bisa memberikan feed kepada pelaku bisnis. Hal ini tentunya akan memudahkan pelaku bisnis mendapatkan saran, menjaga kualitas layanan, dan mengetahui keinginan pelanggan yang bisa meningkatkan produk & layanan yang diberikan.


Pengalaman Mencoba Pemesanan dari Aplikasi Meeberian

Kemudian saya pun berkesempatan untuk mencoba pemesanan dari aplikasi Meeberian di smartphone. Cukup scan QR Code, pilih menu beserta jumlah, konfirmasi pemesan, pilih metode pembayaran, dan mendapatkan informasi jika pesanan sudah tersedia.





Meeber Teknologi Menjawab Tantangan Bisnis F&B

Pak Indra Sitorus, Chief Markerting Officer PT Meeber Teknologi menyatakan inovasi Meeber Teknologi untuk menghadapi tantangan bisnis F&B yang dituntut secara operasional dilakukan digitalisasi. Pak Dony Riyanto, Chief Technology Officer Meeber Teknologi Indonesia  menyatakan diperlukan platform untuk menjawab tantangan digitalisasi operasional restoran, yaitu: Aplikasi MeeberLite dan Meeberian yang terintegrasi untuk meningkatkan pelayann dan digitalisasi restoran.



Salah satu pelaku bisnis F&B turut hadir dan memberikan testimoni, bagaimana inovasi dari Meeber Teknologi Indonesia membantu proses digitalisasi pelayanan dan operasional restoran. Bu Diah Octaviani, pemiliki gerai Laku Kopi yang puas dengan layanan yang diberikan oleh Meeber, berbagai kemudahan bisa didapatkan. (Kedai Laku adalah kedai kopi yang fokus dan memiliki perhatian pada kopi khas Indonesia).

Ada permasalahan yang dialami Bu Diah, ketika karyawan di kedai kopi tidak bisa mengingat nama pelanggan, tetapi mengingat jenis kopi favorit yang sering dipesan. Pada akhirnya pelanggan setia kedai Laku Kopi dipanggil dengan nama bapak diikuti nama jenis kopi yang dipesan oleh pelanggan. Setelah menggunakan MeeberLite, kini karyawan Bu Diah bisa mengenali nama pelanggan, sehingga ada customer insight yang didapatkan dan mengetahui jenis kopi yang menjadi kesukaan pelanggan.


Akhirnya terjawab sudah pertanyaan tentang digitalisasi restoran, bisa dilakukan dengan bantuan teknologi. Tidak perlu lagi repot memanggil pelayan untuk memesan, menambah pesanan, meminta bill, dan melakukan pembayaran. Aplikasi MeeberLite dan Meeberian bisa digunakan dengan mudah secara gratis, sementara waktu aplikasi Meeberian baru tersedia dalam versi Android, versi iOS akan segera diperkenalkan bagi pelanggan.

Senin, 30 Juli 2018

Kenali dan Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa

Pada momen Hari Hepatitis Sedunia tahun 2018, Kementerian Kesehatan mengangkat tema "Deteksi Dini Hepatitis Selamatkan Generasi Penerus Bangsa". Hari Hepatitis Sedunia setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 28 Juli, menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan akan penyakit hepatitis.

Pandangan pada umumya penderita hepatitis memiliki kult warna kuning, kemudian jenis hepatitis mulai dari A sampai dengan dianggap sebagai tingkat keparahan penyakit, benarkah anggapan tersebut?

Pada tanggal 27 Juli 2018 di Kementerian Kesehatan pada momen peringatan Hari Hepatitis Sedunia. Rekan-rekan blogger berkesempatan mengenal penyakit hepatitis dari ahlinya. Diawali dengan sapaan dari mas Anjari kepada para blogger, sudah cukup lama juga saya tidak bertemu dengannya.


Narasumber pertama adalah dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes sebagai Drektur Pencegahan dan Pengendalian Menular Langsung, Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan tentang sejarah hari hepatitis sedunia. Pada 28 Juli diperingati sebagai hari hepatitis sedunia karena merupakan tanggal lahir penemu virus Hepatitis B, bernama Baruch Samuel Bloomberg.


Dengan diadakannya peringatan Hari Hepatitis Sedunia, agar terjadi peningkatan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh virus hepatitis. Hepatitis berasal dari dua kata: hepar yang artinya hati dan itis yang artinya radang, sehingga hepatitis berarti peradangan hati. Penyebab hepatitis terbanyak adalah virus hepatitis, selain dari penyebab lainnya: perlemakan, parasit, obat-obatan, alkohol, dan jenis virus lainnya.

Penyakit Hepatitis terdiri dari hepatitis A-E berdasarkan jenis virus dan cara penularannya: Hepatitis A dan Hepatitis E melalui kotoran - mulut, sedangkan Hepatitis B, Hepatis C, dan Hepatitis D dikarenakan kontak cairan tubuh. Masyarakat biasanya tidak menyadari jika terkena hepatitis, sehingga penyakit hepatitis disebut penyakit silent killer. Bahkan satu dari empat penderita hepatitis akan meninggal karena kanker atau gagal hati.


Pada penularan hepatitis A dan E bisa disebabkan karena  kontak dengan makanan atau benda yang terkontaminasi dengan virus hepatitis. Lain halnya pada hepatitis B dan C ditulatkan melalui ibu ke anak, anak ke anak agai dari dewasa ke anak, transfusi darah dan organ yang tidak discreening, penggunaan jarum suntik yang tidak aman, hubungan seksual yang tidak aman, dan kontak dengan darah. Fakta yang cukup mengejutkan bahwa 1 dari 10 penduduk Indonesia mengindap Hepatitis B.

Pada penularan hepatitis B secara vertikal berpotensu terjadi dari ibu pengidap virus hepatitis B ke bayi yang dikandung atau dilahirkan, sehingga dilakukan prioritas deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil. Pasca melahirkan bayi lahir kurang 24 jam harus segera divaksinasi HBO dam pada bayi lahir dari ibu penderita Hepatitis B diberikan vaksin HBIG. Proses vaksinasi pada bayi diberikan secara konsisten pada jangka waktu tertentu.

Banyak orang yang tidak memuliki gejala dan tidak tahu jika, terinfeksi virus Hepatitis C. Biasnya baru akan terasa jika sudah mencapai hepatitis kronik dan mengalami tingkat kronik. Pada hepatitis C hari akan mulai meradang (fibrosis liver), kemudian mengalami sirosis hati, dan pada akhirnya menjadi kanker hati. Sedangkan pada hepatitis B tidak melaluo fase mengalami sirosis hati karena bis masuk ke dalam inti sel.

Kerugian negara akibat Hepatitis B cukup besar jika diabaikan. Pada satu kasus seseorang yang mengalami sirosis hati, diperlukan biaya 1 Milyar dan kanker hati diperlukan biaya 5 Milyar. Dalam hal ini biaya perawatan penderita ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ada potensu 120.000 bayi yang menderita hepatitis B dan 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis.


Pemerintah sudah melakukan upaya pengendalian hepatitis di Indonesia, sehingga bisa tercapai target eliminasi penyakit hepatitis B dan C pada tahun 2030 dengan deteksi dini:

1) Sosialisasi faktor risiko penyakit hepatitis di 34 provinsi.

2) Melakukan imunisasi rutin Hepatitis B pada bayindi 34 provinsi dengan capain 93,5%.

3) Deteksi dini Hepatitis B sudah dilakukan di 34 provinsi dan 244 kabupaten/kota.

4) Deteksi dini hepatitis B sebanyak 742.767 ibu hami dan berhasil melindunhi 7.268 bayi dari ancaman penularan vertikal dari ibunya.

Narasumber kedua adalah Dr.dr Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KEGH sebagai Sekretaris Jendral PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) yang menyampaika faktanya bahwa hanya 10% penderita hepatitis yang menunjukan perubahan warna kulit menjadi kuning. Tidak ada juga kaitannya jenis Hepatitis A hingga E dengan tahapan seseoramg terkena hepatitis. Selain itu juga hepatitis bukanlah penyakit keturunan, melainoan terjadi penularan dari ibu mengandung kepada bayi.


Hepatitis B bisa dicegah dengan memberikan vaksinasi, tetapi tidak bisa diobati. Sedangkan pada hepatitis C tidak dapat dicegah, tetapi ada kemungkinan sembuh mencapai 20%. Kita perlu menjaga makanan yang dikonsumsi, agar tidak terkontaminasi virus bisa menyebabkan Hepatitis A.

Rabu, 20 Juni 2018

Mencicipi MCD Ayam Kremes Sambal Matah, Ternyata Rasanya

Ketika sedang membuka Instagram, saat scrool tampilah postingan akun MCD Indonesia yang mengejutkan. Setelah MCD memperkenalkan MCD Nasi Uduk, MCD kembali berinovasi dengan hadirnya MCD Ayam Kremes Sambal Matah. Saya pun tergoda untuk mencoba MCD Ayam Kremes Sambal Matah, tetapi sering terlupa mampir ke MCD.

Pada Selasa, 19 Juni 2018 sore hari, saya mendatangi MCD Shinta Tangerang. Keadaan store MCD cukup ramai, ada dua orang di depan saya yang mengantri. Setelah kira-kira 5 menit saya sudah sudah sampai di depan kasir, sambil melihat kembali pilihan menu MCD Ayam Kremes dengan paket regular dan paket spesial.

Dengan keyakinan saya memilih paket regular dengan ukuran medium seharga Rp 35.000. Petugas kasir pun menawarkan pilihan ayam Spicy dan Krispy, saya memilih Krispy karena ekspektasi saya Sambal Matah cukup pedas. Selain itu ada pilihan untuk upsize dengan menambah sebesar Rp 5.000. Dalam paket sudah termasuk minuman Kedondong Fizz.

Kebetulan masih hari Selasa pembayaran saya lakukan dengan TCash. Lumayan dapat cashback 20% atau sebesar Rp 7.000, sehingga saya hanya membayar Rp 28.000 saja. Setelah proses pembayaran selesai, saya diminta bergeser dan menunggu kedatangan pesanan. Akhirnya MCD Ayam Kremes Sambal Matah datang, saya agak terkaget karena tampilannya berbeda dengan yang ada di tampilan menu.

Tampilan Asli MCD  Ayam Kremes Sambal Matah
Tampilan Asli MCD
Ayam Kremes Sambal Matah

Sambal Matah pada MCD Ayam Kremes, ternyata bukan "Sambal Fresh", tetapi seperti sambal goreng dengan warba yang agak gelap. Sedangkan Sambal Matah yang ada di iklan MCD Ayam Kremes, terlihat menggunakan "Sambal Fresh" yang tampak nikmat.

Namun, tak ada salahnya untuk saya coba nikmati dahulu. Setelah saya menikmati MCD Ayam Kremes MCD, rasanya bawangnya sangat terasa pada Sambal Matah dengan sedikit pedas. Rasanya masih cukup bisa diterima, sekalipun bentuk Sambal Matah cukup berbeda.

Menu Pilihan MCD Ayam Kremes Sambal Matah
Menu Pilihan MCD Ayam Kremes Sambal Matah


Disediakan taburan kremes yang bisa ditaburkan pada Ayam Krispi MCD, cukup menambah kriuk pada ayam goreng. Pada minuman Kendondong Fizz memiliki rasa asam yang memberikan rasa segar, cocok untuk mengilangkan rasa agak pedas pada Sambal Matah yang disantap.

Sambal Matah khas MCD Indonesia
Sambal Matah khas MCD Indonesia


Kesimpulan, MCD Ayam Kremes dengan Sambal Matah cukup saya apresiasi idenya. Namun, saya masih berharap Sambal Matah yang disajikan mirip dengan yang ada di menu store dan postingan di akun Instagram MCD Indonesia. Tulisan ini sepenuhnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, bukan tulisan review berbayar atau diendorse. Paket MCD Ayam Kremes dengan Sambal Matah saya beli karena rasa penasaran akan rasa Sambal Matah di store MCD Indonesia.

Sabtu, 02 Juni 2018

Tips Merencanakan Travelling Budget Terbatas agar Menyenangkan

Tak terasa sebentar lagi menuju masa liburan panjang, apakah sudah punya rencana kegiatan untuk mengisi waktu-waktu liburan? Ada sebagian orang yang mudik ke kampung halaman, tetapi ada juga orang yang tidak mudik karena berbagai alasan. Terlebih jelang momen libur lebaran pada tahun ini cukup panjang, jika ingin berlibur perlu perencanaan yang matang.

Ketika saya menghadiri acara d'Traktir Bukber, Destinasi Biasa Jadi Luar Biasa pada Jumat, 25 Mei 2018 di Jakarta. Narasumber-narasumber yang hadir juga menarik, host sekaligus content creator Jebraw dan Host sekaligus Blogger Cia Wardhana yang berbagai tips dan pengalaman selama travelling.

Tips Travelling dengan Budget Terbatas

Acara pun diawali dengan tips dari Metha Tri Riska, PR Manager Tiket.com yang berbagai tips agar bisa liburan dengan budget pas-pasan. Dimulai dari menyusun rencana perjalanan, carilah tiket di operator travel terpercaya, dan tentukan juga tempat tujuan yang ingin didatangi.

Tentukan tujuan wisata dari jauh-jauh hari, pesan tiketnya juga jangan mepet-mepet, dan juga manfaatkan tempat wisata gratis seperti pantai dan taman. Jika membeli tiket-tiket tempat wisata dan pertunjukan, bisa dilakukan di tiket.com sehingga memudahkan perhitungan biaya.

Aplikasi Tiket Cari Tiket Pesawat


Fitraya Ramadhani, Redaktur Pelaksana detikTravel berbagi tips agar kita mencari tahu informasi tempat tujuan wisata, sebelum pergi travelling. Sehingga saat travelling tidak lagi bingung, sehingga sudah mengetahui hal-hal yang ingin dilakukan di tempat tujuan travelling.

Kalau Cia Wardhana sebagai Travel Blogger menyampaikan manfaat travelling. Bisa mengenal tempat baru dan mendapatkan teman baru. Lewat travelling kita pun bisa mengenal teman kita. Serupa dengan Jebraw yang merasakan, melalui travelling bisa bbelajar hal-hal baru, dekat dengan kearifan lokal, dan menjadikan kita pribadi yang bersyukur.

Pengalaman Cia dan Jebraw Travelling


Dalam perjalanan travelling Cia Wardhana mengingatkan agar raveling jangan asal-asalan saja, persiapkan matang-matang sebelum berangkat. Lakukan penyusuanan rencana perjalanan dan budget yang harus dikeluarkan dahulu, tulis tempat-tempat yang keren.

Namun, jangan sampai juga terlalu padat rencana perjalanannya. Ambil sisi positif saat travelling, terlebih jika saat sampai di tujuan terkadang berbeda dengan foto-foto yang ada di Instagram. Seperti pasar lokal di daerah yang dikunjungi, memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, sehingga bisa menjadi konten di blog dan media sosial.

Jebraw sebagai pekerja kantoran, berbagi tips bisa travelling dengan memanfaatkan waktu pada akhir pekan, dan juga bijak dalam menggunakan cuti.

Lakukan perencanaan satu tahun sebelum rencana keberangkatan, sehingga bisa mengumpulkan budget dan mengajukan cuti ke kantor dari jauh-jauh hari. Coba hal-hal baru dan menantang selama travelling, sehingga mendapatkan pengalaman baru.