Sabtu, 27 Juli 2019

Lagi, HokBen Hadirkan Menu Baru untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat: Salmon Guriru

Setelah beberapa waktu lalu HokBen menghadirkan menu sehat, yaitu: Tokyo Salad Bowl dan Furi-Furi Salad (yang menjadi menu yang kini langganan saya pesan). HokBen terus berinovasi untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

Pada 24 Juli 2019 saya diundang untuk datang ke store HokBen Kota Harapan Indah, Kota Bekasi. Saya diperkenalkan dengan menu sehat dan oishii terbaru HokBen, berbahan dasar ikan dengan nama Salmon Guriru (dalam bahasa Jepang "Guriru" memiliki arti dipanggang). Sekalipun menu yang sehat, tak perlu ragu akan rasa dari makanan di HokBen.

Salmon Guriru HokBen dan Salad
Salmon Guriru HokBen dan Salad

Ikan salmon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sebagai sumber protein berkualitas yang kaya akan lemak sehat omega 3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan daya ingat. Sehingga HokBen menghadirkan menu berbahan dasarkan ikan salmon, bernama Salmon Guriru untuk  menjawab kebutuhan akan akan menu gaya hidup sehat masyarakat.

Salmon Guriru HokBen dengan Salad dan Dressing
Salmon Guriru HokBen dan Salad dengan Dressing

Ada unik dari Salmon Guriru HokBen dalam proses pembuatannya. Karena daging salmon fillet (100 gram) dipanggang bersama saus teriyaki. Kemudian disajikan lengkap dengan salad dan irisan lemon sebagai pelengkap. Saat menikmati salad, HokBen menyediakan tiga pilihan dressing: HokBen original mayonaisse, Japanese Dressing, dan Shiza Dressing (Japanese Dressing menjadi favorit saya, bagaimana denganmu?)

Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru
Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru

Untuk menambah kenikmatan Salmon Guriru, disarankan untuk disantap dengan nasi putih. Saya sudah mencoba nikmatnya Salmon Guriru, perasan air lemon memberikan citarasa yang segar saat disantap berpadu meresapnya saus teriyaki, dan dinikmati bersama nasi putih.

Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen
Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen

Menu Salmon Guriru sudah bisa dinikmati (dine in only) pada 23 store HokBen di Jabodetabek sebagai berikut:

PIM 1 Transyogi Cibubur Puri Indah Mall Bogor Padjajaran Artha Gading
Cibubur Junction Botani Square Summarecon Bekasi Summarecon Boulevard, Bekasi Pluit
Gajah Mada Plaza Mall Taman Anggrek Central Park Margonda Mall Kelapa Gading
Karawaci Alam Sutera BSD Square Summarecon Serpong Harapan Indah
Kartika Chandra WTC Setiabudi One


Namun, terbuka kesempatan dalam waktu dekat Salmon Guriru juga tersedia di lebih banyak store HokBen. Untuk menyantap menu sehat Salmon Guriru yang sehat dan oshii (nikmat) dengan harga Rp80.000 saja.

Nikmatnya Salmon Guriru HokBen
Nikmatnya Salmon Guriru HokBen

Salmon Guriru Menu Sehat HokBen
Salmon Guriru Menu Sehat Terbaru HokBen

Menu sehat Salmon Guriru terbaru dari HokBen, dipastikan berkualitas dan halal. Semua sajian HokBen sudah bersertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesian dan teruji sesuai dengan standar keamanan pangan. Jadi, tak perlu ragu lagi! Mari, datang ke gerai HokBen terdekat di Jabodetabek untuk mencoba Salmon Guriru!

Kamis, 04 Juli 2019

Aneka Santapan Nikmat di Sate Domba Pak Udin

Domba yang masih keluarga dekat dengan kambing, tetapi belum sepopuler kambing di Indonesia. Saya awalnya beranggapan aroma domba akan tercium saat dikonsumsi. Namun, pemikiran saya berubah setelah menyantap aneka santapan nikmat di Sate Domba Pak Udin di daerah Jakarta Selatan.

Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir
Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir

Pada Minggu sore saya mendatangi Sate Domba Pak Udin berada di Jalan Prof. Joko Sutono SH No.33, Kebayoran. Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Sate Domba Pak Udin berada pada lantai dua Waroong Kebayoran. Tak hanya menyajikan sate domba saja, ada berbagai santapan dari daging domba lainnya juga.

Pada saat menerima buku menu yang diberikan membuat saya tersenyum dengan nama unik pada setiap menu. Sate Domba Pak Udin Bumbu Polosnya Kehidupan untuk menikmati sate domba tanpa disediakan sambal. Jika ingin menikmati sate domba dengan bumbu dan sambal, tinggal pesan Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir dengan tambahan Sambal Matah dan Sambal Krenyos.

Add caption

Cara memanggang sate domba Pak Udik cukup unik, dipanggang di atas batu sehingga matang yang dihasilkan lebih merata dan tidak gosong pada bagian tertentu. Pelanggan diberikan kesempatan untuk memanggang sendiri sate domba, sehingga bebas menentukan jenis bumbu dan tingkat kematangan sendiri. Namun, tetap bisa minta tolong dipanggangkan jika tidak ingin repot.


Setelah memanggang sendiri sate domba, saya menyantapnya dengan Sambal Matah dan Sambal Krenyos. Hal yang cukup mengagetkan, saat memakan Sate Domba Pak Udin saya tak mencium aroma domba, dagingnya empuk, dan pedas sambalnya nikmat.

Tenang saja jika masih ragu mencoba daging domba, Sate Domba Pak Udin menyediakan pilihan Sate Ayam Ngacang dengan bumbu kacang khas Pak Udin. Untuk Sate Ayam Ngacang Pak Udin sudah dipanggang hingga matang, tidak perlu dipanggang sendiri. Rasa daging ayamnya empuk, terlebih dinikmati bersama bumbu kacang khas Pak Udin yang semakin lengkap.


Sate Domba Pak Udin tak perlu diragukan lagi rasanya. Selain itu tersedia juga menu Gulai Domba, Sop Domba, dan Iga Domba Muda (berusia 8 bulan) dengan kuah yang layak untuk dicoba. Saya pun menikmati Iga Domba Muda dengan kuh bersama dengan nasi putih hangat, bumbu pada kuahnya berasa.





Jadi, tak perlu ragu untuk mencoba sate domba di Sate Domba Pak Udin. Aneka santapan nikmat daging domba dengan pengalaman memanggang yang unik.

Sabtu, 29 Juni 2019

Perilaku CERDIK untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular

Teknologi mempermudah kehidupan manusia, bahkan untuk urusan membeli makanan cukup dari smartphone saja. Kehidupan yang serba mudah membuat masyarakat jadi mager, alias males gerak yang memiliki potensi bahaya bagi kesehatan.

Penyakit tidak menular disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang berubah, kurangnya aktivitas fisik karena kemudahan yang diberikan dengan hadirnya teknologi. Penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah. Diperlukan perubahan perilaku hidup masyarakat, perilaku CERDIK.


Pada 18-19 Juli 2019 di Jakarta para blogger mengikuti workshop blogger bersama Direktorat Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan. Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia para blogger mendapatkan edukasi tentang pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan perilaku CERDIK. Tema yang diangkat pada workshop adalah Cegah dan Kendalikan PTM.

Hari Pertama Workshop Blogger Kesehatan

CERDIK merupakan singkatan dari Cek Kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stress. Saya sebagai blogger yang berkesempatan datang pada acara workshop blogger.

Pada hari pertama kami mendapatkan penjelasan dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA mengenai Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Tidak Menular. Acara pun dibuka secara resmi oleh Cut Putri Arianie, MH.Kes selaku Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular.

Karena saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan utama, hal ini dikarenakan banyak penderitanya pada usai muda. Hal ini disebabkan gaya hidup, tujuh dari sepuluh penyebab kematian adalah penyakit tidak menular. Hanya 30% penderita PTM yang terdeteksi dan berobat, sisanya terdiagnosa setelah terjadi serangan penyakit.

Biaya pelayanan yang ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) trendnya meningkat pada penyakit katastrofik. Padahal sebenarnya penyakit katastrofik bisa dicegah sejak dini, termasuk yang dilakukan dokter dan tenaga kesehatan. Faktanya 80% penyakit tidak menular disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat: kurangnya aktivitas fisik, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, dan asuran GGL (Gula Garam dan Lemak), serta obesitas.


Terlebih di Indonesia adanya bonus demografi, tetapi Pravelensi perokok pada anak umur 10-18 gram pada 2013-2018 meningkat sehingga perlu kebijakan dan strategi pengedalian tembakau dengan perilaku CERDIK.
-Kebijakan pengedalian tembakau dilakukan dengan strategi MPOWER:
-Monitor konsumsi produk tembakau & pencegahan
-Perlindungan dari paparan asap orang lain
-Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok
-Waspadakan masyarakat akan bahaya konsumsi tembakau
-Eliminasi iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau
-Raih Kenaikan Harga Rokok melalui peningkatan cukai dan pajak rokok

Beberapa daerah di Indonesia sudah diterapkan Kawasan Tanpa Rokok. Perlu kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarkat. Melalui sosilisasi pada anak usia sekolah, pencantuman peringatan kesehatan kepada masyarakat, dan penguatan kepribadian anak-anak mampu menolak rokok.

Diharapkan ada pembatasan akses terhadap produk tembakau pada anak usia <18 tahun dan ibu hamil. Bagi perokok yang ingin berhenti perlu konseling baik di fasilitas kesehatan. Tersedia juga layanan konseling melalui telepon pada nomor 08001776565.

Untuk itulah diperlukan perubahan perilaku menjadi perilaku hidup CERDIK. Narasumber selanjutnya Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes seorang dokter ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutrition Association menjelaskan tentang sesi Diet Seimbang dan Aktivitas Fisik untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular.


Dalam hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 dan 2018 terdapat peningkatan risiko penyakit tidak menular. Masyarakat dengan berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas konsumsi buah/sayur, dan Gula Garam Lemak meningkat.

Coba cek lingkar perut masing-masing, akibat dari obesitas akan menyebabkan seseorang menderita diabetes. Sel-sel lemak yang membesar menghasilkan mediator inflamasi (sitokin), maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh manusia memerlukan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak, dan air) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) yang sama pentingnya. Tidak ada yang "lebih penting" di antara yang lainnya, sehingga perlu dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Bu dr. Rita menjelaskan pemahaman tentang olahraga, harus ada gerakan terstuktur dan terencana. Bertujuan meningkatkan pengeluaran energi, status kebugaran, dan prestasi/kompetisi. Sehingga kegiatan harian tidak bisa disebut olahraga, melainkan aktivitas fisik. Kecuali, ada tahapan pre-cuci, cuci, dan pasca cuci.

Masyarakat umumnya hanya melangkahkan kaki kurang dari 5.000 langkah per hari, hal ini termasuk dalam perilaku hidup sedentr/kurang bergerak. Padahal ada manfaat positif dari aktivitas fisik terhadap tubuh dan kesehatan kita.

Biasanya kita makan dengan sebagian besar menu karbohidrat, lemak, dan sedikit sayur. Kebutuhan konsumsi sayur yang benar adalah semangkuk sedang (150 gram), harus lebih dominan daripada buah. Konsumsi makanan pokol harus lebih dominan dibandingkan lauk pauk, pada separuh bagian piring.

Konsumsi gula yang disarakan maksimal 50gram. Jika lebih dari itu maka akan membuat mudah mengantuk, kelelahan, adiksi terhadap gula, perut buncit, penyakit diabetes, dan penuaan dini. Padahal tubuh kita sebenarnya tak membutuhkan gula, banyak gula tersembunyi yang ada pada makanan dan minuman dikonsumsi. Misalnya, pada minuman kemasan dan roti yang biasanya kita nikmati.

Juga ketika konsumsi garam berlebih (maksimal 5 gram atau 2.000 mg Natrium) menyebabkan: pembuluh darah tak elastis, peningkatan jumlah cairan dalam tubuh, dan menggangu penyerapan mineral.

Yang tak kalah mengejutkan adalah konsumsi lemak kita maksimal 72 gram per hari. Namun, dari makanan yang kita konsumsi seringkali berlebihan. Bu dr.Rita mencontohkan konsumsi ayam goreng tepung: ada 7 gram lemak pada kulit ayam dan 3 gram lemak pada ayamnya. Kita terbiasa juga makan hanya dengan nasi dan ayam saja di restoran.

Proses pencernaan manusia hanya berlangsung selama maksimal empat jam, sehingga konsumsi sayuran tidak bisa disusul. Lewat dari durasi waktu pencernaan, maka sudah selesai. Bagi orang dengan obesitas konsumsu buah tidak bersama makanan utama, tetapi jadi makanan pendamping.

Dengan diet seimbang dan konsumsi yang sesuai kebutuhan tubuh kita, tidak ada konsumsi yang berlebihan. Kita bisa terhindarkan dari penyakit tidak menular. Para blogger mendapatkan pengarahan dari mas Badja Hidayat, jurnalis majalah Tempo. Perihal strategi dalam edukasi pengedalian konsumsi tembakau dengan konsep story telling kepada masyarakat melalui tulisan.

Hari Kedua Workshop Blogger Kesehatan

Pada hari kedua workshop bersama Direktorat Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan. Para blogger diajak mengujungi beberapa rumah sakit, dibagi ke dalam lima tim. Saya berkesempatan untuk datang ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, bersama beberapa blogger kami disambut oleh pak Abdul Kadir, Direktur Utama RS Kanker Dharmais menjelaskan perlunya kesadaran masyarakat akan risiko kanker.


Pasien yang datang ke RS Kanker Dharmais biasanya sudah dalam keadaan stadium lanjut, padahal jika terdeteksi sejak dini. Tingkat kesembuhan pasien kanker lebih besar, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar jika pada stadium lanjut.  Misalnya saja untuk pasien kanker darah, membutuhan biaya pengobatan sebesar 450 juta. Bagi pasien kanker dan keluarga, pak Abdul Kadir berpesan untuk tidak percaya pada kabar hoax tentang pengobatan kanker dengan alat tertentu.

Dilanjutkan penjelasan tentang Breast Cancer Awareness oleh Dr.dr Denni Joko, SpB(K)Onk, MM yang menjelaskan kanker payudara dominan dialami oleh perempuan, sedangkan pada laki-laki lebih dominan mengalami kanker paru-paru. Satu dari delapan perempuan menderita kanker payudara, ditandai dengan benjolan dan penebalan pada payudara.


Semakin awal terdeteksi maka semakin besar kemungkin sembuh. Kanker payudara menempati posisi kedua angka kejadian kanker terbanyak di dunia pada tahun 2018, pada tahun 2014 menjadi penyebab pertama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyeban kanker, tetapi ada faktor risiko kanker payudara yang disebakan oleh gaya hidup dengan konsumi lemak berlebih dan alkohol. Faktor risiko lainnya: Usia, haid awal & menopause terlambat, tidak pernah melahirkan anak, melahirkan anak pertama usia >30 tahun, KB hormonal, dan riwayat pada keluarga dekat.

Dr.dr Denni menjelaskan kanker merupakan penyakit epigenetik, sekalipun ada gen pembawa kanker tetapi belum pasti seseorang terkena kanker, jika ada orang terdekat yang menderita kanker.

Pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pada sejak 20 tahun setiap bulan lakukan, dan haid pertama & haid terakhir lakukan SADARI. Kemudian lakukan SADANIS (Pemeriksaan payudara klinis) ke dokter secara rutin, sekurang-kurangnya tiga tahun sekali.

Pada wanita berusia <35 tahun, wanita hamil, dan menyusui lakukan pemeriksaan USG payudara untuk membedakan benjolan padat atau kista. Pada usia lebih dari 35 tahun dan wanita dengan faktor risiko tinggi lakukan skrining dengan mammografi yang diulang 2-3 tahun, setelah usia 50 tahun dilakukan setiap tahun.

Hadir juga survivor kanker payudara: Bu Ati diketahui menderita kanker payudara stadium 1B dan Bu Aida diketahui menderita kanker payudara pada stadium 2A. Para survivor kanker payudara terus bersemangat, menjalani perawatan hingga selesai dan dinyatakan sembuh berkat dukungan keluarga dan orang terdekat.


Para blogger berkesempatan mengunjugi ruangan deteksi kanker dan layanan mobil mammografi yang dimiliki Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Setiap hari Minggu mobil mamografi berkeliling puskesmas, memberikan layanan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara secara gratis.



Dilanjutkan kunjungan ke ruang perawatan radioterapi, bagian dari perawatan yang dilakukan dalam proses penyembuhan kanker. Proses radiasi yang dilakukan berlangsung lokal dan aman, sehingga masyarakat tak perlu cemas dengan kabar-kabar yang beredat tentang bahaya radiasi pada pengobatan kanker.


Setelah selesai berkeliling rumah sakit Kanker Dharmais, saya dan rekan-rekan blogger lainnya menuju kantor Kementerian Kesehatan. Kami dibekali dengan pengetahuan oleh Dr.Rulli Nasrulla yang akrab disapa Kang Arul, strategi SEO dan media sosial sehingga informasi yang disampaikan menarik dan mudah ditemukan oleh masyarakat.

Selama dua hari blogger mendapatkan pemahaman tentang perilaku CERDIK. Dalam upaya pencegahan terhadap penyakit tidak menular, jika ingin tahu lebih lanjut. Follow juga akun media sosial
di Twitter @p2ptmkemenkesRI dan Instagram @p2ptmkemenkesri untuk mengetahui lebih lanjut tentang CERDIK dan penyakit tidak menular.

Kamis, 23 Mei 2019

One Earth Movement, Wujud Komitmen Conscious Hospitality Batiqa Hotel

Seiring perkembangan teknologi, informasi tentang tempat wisata semakin mudah didapatkan. Banyak tempat wisata di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat. Namun, ketika informasi tersebar dan banyak didatangi orang, muncul ancaman kerusakan lingkungan.

Perkembangan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat. Berwisata dengan menjaga lingkungan, seperti misalnya tidak membuang sampah sembarangan. Sudah ada beberapa kejadian di pantai banyak sampah, bahkan hewan laut yang mati karena memakan sampah. Kini saatnya bagi kita untuk bersama menjaga lingkungan di tempat wisata.

Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Lingkungan menjadi perhatian pelaku usaha sektor swasta, Batiqa Hotel Manajemen (Batiqa Hotel) yang merupakan bagian dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk. Dengan semangat conscious hospitality untuk melindungi kelestarian alam di tempat wisata, melalui One Earth Movement yang bertujuan mendukung program Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, dan Kemitraan sesuai UN SDGs (United Nations Sustainable Development Goals).

Program One Earth Movement sejalan dengan core value dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk yaitu “Membangun Indonesia yang Lebih Baik“. Saya pun berkesempatan menghadiri acara pengenalan One Earth Movement pada 17 Mei 2019 di Batiqa Hotel Karawang. Diawali dengan talkshow Pariwisata yang Memperhatikan Lingkungan.

Pak Amir Michael Tjahaja, Vice President Director BHM Hospitality menjelaskan tiga pilar core value: Bisa Dipercaya, Berusaha yang Terbaik, dan Customer Focus. Sehingga Batiqa Hotel dapat mewujudkan core value Building Better Indonesia. PT Surya Semesta Internusa, Tbk memiliki tiga lini bisnis: konstruksi, properti, dan perhotelan. Melalui Batiqa Hotel, PT Surya Semesta Internusa, Tbk turut berkontribusi dalam membangun pariwisata Indonesia.

Vice President Director Batiqa Hotel Management
Amir Michael Tjahaja, Vice President Director Batiqa Hotel Management

Matthew Lim, Operational Director BHM Hospitality memahami potensi pariwisata Indonesia yang besar, sehingga Batiqa Hotel membuka hotel di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu adanya infrastruktur pendukung pariwisata, tetapi dalam membangun hotel Batiqa Hotel tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Pentinya Edukasi Konsumsi Bertanggung Jawab kepada Masyarakat

Hadir juga seorang Travel Influencer Annisa Malati berbagi pengalaman berkeliling Indonesia, melihat betapa besarnya potensi wisata khususnya di daerah Morotai. Ia tak menemukan sampah selama berkeliling tiga pulau, karena banyak tempat sampah dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab menjaga kampung halaman.

Annisa Malati, Travel Infuencer
Annisa Malati, Travel Infuencer

Bahkan mbak Annisa bisa diving bersama dengan 55 hiu, masih banyak potensi wisata yang bisa digali di Morotai. Namun, untuk penginapan di sana hanya tersedia homestay di rumah penduduk. Mbak Annisa berharap Batiqa Hotel bisa ada di sana, tetapi tetap memperhatikan lingkungan seperti hotel tanpa adanya AC.

Saat suatu daerah wisata dipromosikan, semakin banyak orang akan berdatangan dengan membuat sampah baru. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu kerjasama untuk memberikan pemahaman untuk menjaga lingkungan kepada masyarakat.

Mulai dari sektor swasta seperti Batiqa Hotel, pemerintah, NGO seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan pelaku wisata seperti mbak Annisa Malati perlu bersama mengedukasi masyarakat untuk menjaga terumbu karang dan tak membuang sampah sembarang.

Program CSR One Earth Movement dari Batiqa Hotel

Kepedulian akan lingkungan sesuai dengan value Batiqa Hotel, melalui program CSR One Earth Movement.  Program One Earth Movement bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli, terhadap kelestarian alam Indonesia dengan mengedukasi masyarakat untuk hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kemasan Aminities Ramah Lingkungan
Kemasan Aminities Batiqa Hotel yang Ramah Lingkungan

Batiqa Hotel meminimalisir sampah hotel dengan mengganti kemasan aminities dari plastik menjadi Ecoplast. Kemasan Ecoplast erbuat dari Ecoplast dengan berbahan dasar singkong, sehingga lebih ramah lingkungab dan lebih cepat terurai. Memang harga Ecoplast lebih mahal dibandingkan plastik biasa, tetapi Batiqa Hotel memahami manfaat lebih besar yang diberikan.

Batiqa Hotel Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam One Earth Movement

Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara membagikan bahwa di Indonesia potensi alam yang luar biasa, ada enam spesies penyu dunia yang ada di Pulau Rote dan Pulau Kakaban. Sehingga diperlukan upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup penyu laut.

Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara 

Batiqa Hotel bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (The Nature Conservancy) dan mengajak masyarakat berpartisipasi. Batiqa Hotels dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama One Earth Movement. Cara untuk berpartisipasi dalam One Earth Movement cukup mudah.

Kerjasama Batiqa Hotel dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Penandatangangan Kerjasama One Earth Movement Batiqa Hotel dan YKAN

Jika melakukan reservasi kamar Batiqa Hotel secara walk in, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 10.000 per transaksi. Jika reservasi website Batiqa, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 5.000. Selain itu dalam setiap pembelian aminities Ecoplast Batiqa Hotel, sudah turut berdonasi sebesar Rp 15.000 juga. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan konvervasi penyu di Pulau Rote dan Pulau Kakaban.

Batiqa Hotel Karawang, Hotel Ramah Linkungan dengan Fasilitas Lengkap

Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang menjadi tempat pertama kali Batiqa Hotel berdiri. Batiqa Hotel sudah hadir juga di berbagai daerah lainnya: Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekan Baru, Lampung, dan Surabaya. Batiqa Hotel Karawang and Apartments sebagai hotel bintang tiga berada di lokasi yang strategis, tidak jauh dari pintu tol Karawang Timur. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap ada kolam renang dan alat olahraga yang bisa digunakan oleh tamu. Terdapat 79 kamar hotel dan 58 kamar apartemen.

Batiqa Hotel Karawang
Batiqa Hotel and Apartement Karawang

Terdapat FRESQA Bistro dengan area indoor dan outdoor yang cukup luas. Aneka sajian makanan tersedia yang saya santap saat sarapan. Selama bulan Ramadan tersedia hidangan bagi tamu Batiqa Hotel untuk santap sahur.  Dalam kamar #301 yang saya tempati cukup nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak. Terdapat fasilitas TV kabel, jaringan wifi yang lancar, air mineral, penghangat air, kopi, teh, dan kulkas kecil yang bisa digunakan.

Area Indoor FRESHQUA Bisto
Area Indoor FRESHQUA Bisto

Area Outdoor FRESHQUA Bisto
Area Outdoor FRESHQUA Bisto

Batiqa Hotel Karawang and Apartments menerapkan conscious hospitality dengan pengolahan air limbah dengan mengadopsi Organica Technologies dari Hungaria. Air limbah yang berasal dari hotel akan diurai oleh akar tanaman, di mana akar tanaman berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme.

Pengolahan Air Limbah Batiqa Hotel Karawang
Tampak Luar WWTP Organica Suryacipta

Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta
Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta

Tanaman Pengurai Air Limbah
Pohon Pisang Cavendish, Tanaman Pengurai Air Limbah

Limbah dari kawasan industri Suryacipta Karawang, termasuk Batiqa Hotel Karawang diolah melalui fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta. Hal ini merupakan dukungan PT Surya Semesta Internusa, Tbk (induk usaha Batiqa Hotel) mendukung program Citarum Harum, diinisiasi pemerintah untuk mengurangi pencemaran di Sungai Citarum.

Sabtu, 20 April 2019

Wujudkan Indonesia Sehat dengan Memberikan Sang Buah Hati Imunisasi

Betapa bahagia perasaan seorang suami dan istri, ketika mengetahui bayi adalah sang buah hati lahir dengan selamat ke dunia ini. Bayi yang sehat dan lahir tanpa kekurangan sesuatu apapun, tentu orang tua manapun akan mencintai anak dan memberikan hal yang terbaik. Asalkan anak bisa tumbuh kembang dengan sehat, termasuk juga dalam hal memberikan imunisasi yang merupakan hak anak.

Pekan Imunisasi Dunia 2019

Setiap tahunnya berlangsung Pekan Imunisasi Dunia (PID) pada tahun ini mengangkat tema global "Protected Together: Vaccines Work" dan tema nasional "Imunisasi Lengkap, Indonesia Sehat". PID nasional 2019 berlangsung pada 23-30 April 2019 dengan berbagai rangkaian kegiatannya, salah satunya acara Temu Blogger pada 15 April 2019 di Jakarta.


Perlunya partisipasi masyarakat dalam PID 2019, khususnya bagi para orangtua dalam memberikan hak anak untuk mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Mari, kita kenali manfaat pentingnya imunisasi lengkap bersama Prof. Dr. Cissy Kartasasmita,Sp. A sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi. Imunisasi memang memiluki banyak manfaat, tetapi juga mendapatkan hambatan.

Perjalanan Imunisasi di Indonesia dan Manfaatnya

WHO organisasi kesehatan dunia sejak 1974 sudah membuat Program Penguatan Imunisasi guna menjamin agar semua anak bisa memperolehkan akses yang diperlukan. Vaksin utama yang didorong saat itu adalah BCG,DPT, Campak, dan Polio.

Di Indonesia  sejak 1956 di Indonesia sudah mulai imunisasi, diawali dengan vaksin cacar, hingga pada tahun 1977 dimulai program pemberian imunisasi secara gratis. Vaknisasi merupakan hak anak yang harus dipenuhi orang tua, banyaknya vaksin yang diberikan karena memang banyak juga penyakit yang akan menyerang. Vaksinasi yang diberikan berdasarkan Natural History Disease (perjalanan alamiah penyakit, ada sembilan vaksin yang sudah diberikan secara gratis.

Beberapa penyakit Dapat Dicegah dengan Imunisasi seperti Hepatitis, BCG, dan Polio. Untuk Hepatitis diberikan segera setelah bayi lahir, ada risiko penularan dari ibu dan BCG ada risiko penularan penyakit dari orang sekitar yang membantu persalinan.

Sedangkan vaksinasi DPT diberikan setelah bayi memasuku usia 6 minggu ke atas, diberikan sebanyak tiga kali untuk proteksi jangka panjang, dan dilanjutkan pada bulan ke-18 usia anak. Diharapkan imunisasi diberikan secara terus menerus, saat sekolah ada  Bulan Imunisasi Anak Sekolah bahkan sampai dewasa.

Ada kutipan yang mengatakan bahwa Proteksi yang paling cost efektif adalah vaknisasi, selain pengadaan air bersih. Hal ini dikarenakan seorang anak yang diimunisasi dan divaksin hingga dewasa, tercegah dari penyakit. Jika terkena penyakit pun sakitnya ringan, tak sampai menyebabkan kecacatan atau meninggal dunia.

Vaksin yang diberikan membuat tubuh kita membentuk kekebalan spesifik, adanya zat antibodi pada beberapa orang memang akan membuat kemungkinan timbul gejala ringan seperti penyakit. Anak yang tidak diimunisasi tidak memiliki kekebalan terhadap patogen (kuman) yang dapat menyebabkan penyakit, misalnya polio.

Ada anak-anak yang terkena penyakit, padahal bisa dicegah vaksin dikarenakan orang tua tidak memberikan hak anak. Sebanyak 85% orang yang divaksinasi tidak sakit dan tidak menularkan, upaya untuk memutuskan rantai penularan penyakit dengan kekebalan komunitas minimal 80% anggota di suatu lingkungan sudah divaksinasi.

Efek samping kejang pada orang yang memiliki bakat demam kejang, sakit, dan merah di tempat suntikan bisa dipantau dan ditanggulangi. Jangan sampai orang tua takut efek samping vaksin daripada penyakit yang dicegah dengan vaksin.

Dengan adanya imunisasi lebih sedikit terjadi penularan penyakir dari anak ke orang tua, anak vaksinasi dan orang tua akan ikut terproteksi. Imunitas bisa timbul tanpa perlu sakit terlebih dahulu yang diberikan memberikan perlindungan dalam waktu 4-12 tahun, 6 tahun, dan 10 tahun. Vaksninasi diberikan secara berulang bergantung pada berapa lama vaksin ada di dalam tubuh seseorang.

Perlindungan Spesifik Tubuh dengan Imunisasi 

Narasumber kedua adalah drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid selaku Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI yang menjelaskan bahwa tubuh kita punya mekanisme pertahanan tubuh yang tidak spesifik: ASI, perbaikan gizi, ketersediaan air  yang cukup. Namun, pertahanan yang tidak spesifik belum bisa melindungi dari penyakit, sehingga diperlukan perlindungan spesifik seperti vaksin.

Negara maju dengan anak-anak bergizi baik tetap melakukan imunisasi, tak perli cemas dengan keamanan vaksin. Vaksin sudah melalui berbagai pengujian dan sertifikasi sehingga aman untuk menurunkan kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunusasi.


Dahulu kita mengenal imunisasi dasar lengkap, kini sudah menjadi munisasi rutin lengkap, lalu kemudian imunisasi tambahan dan khusus. Imunisasi dasar yang diberikan untuk anak di bawah satu tahun, perlu diteruskan dengan imunisasi lanjutan untuk anak usia di bawah dua tahun. Jika terlambat imunisasi, tetap perlu terus dilakukan vaksinasi.

Pentingnya juga pemberian vaksi di waktu yang tepat, saat kadar vaksin dalam tubuh turun turun, perlu divaksinasi lagi agar kemampuan tubuh menahan penyakit tetap terjaga. Seperti penyakit Cacar, Polio, Tetanus, dan Campak sudah ada vaksinasi secara merata gratis di layanan kesehatan milik pemerintah dan Bulan Imunusasi Anak Sekolah.

Masih ada 19 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap 180 negara. Sehingga pentingnya peranan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orangtua untuk membawa anak ke pos pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai partisipasi masyarakat dalam PID 2019.

Iminunisasi dalam Keadaan Darurat dan Terpaksa

Narasumber ketiga adalah Dr.H.M. Asrorun Ni'am Soleh,M.A Sekretaris Komisi Fatwa MUI menjelaskan imunisasi agar tidak terkena penyakit termasuk dalam ikhtiar. Pada dasarnya ketentuan dalam berobatnya orang yang sakit dan orang sehat agar tidak sakit dengan vaksin pada dasarnya sama. Peranan penting BPOM memastikan vaksin yang halal dan aman, dalam perspektif hukum Islam diharus memilih yang halal. Diperbolehkan mengomsunsi yang haram jika menyangkut hajat hidup orang, sedangkan tidak ada alternatif yang halal.


Benda najis dan benda terkena najis untuk melindungi jiwa, diizinkan untuk dihunakan sebagai upadaya penyelamatan jiwa. Namun, dalam kondisi normal tidak diperbolehkan, kecuali: keterpaksaan, mengurangi kesempurnaan sebagai makhluk, belum ada yang halal berdasarkan pendapat orang yang kompeten dan kredibel.

Imunisasi bisa berubah status dari mubah menjadi wajib atau haram bergantung pada kondisi khusus, tidak mengacu pada kondisi umum. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian vaksin yang menjadikannya halal: komposisi, proses, bahan baku, bahan penolong, dan hasil akhir.

Rabu, 03 April 2019

Tantangan Hidup Lebih Sehat dengan Kreasi Sarapan Wholegrains

Kegiatan sarapan  seringkali disepelakan dan kita abaikan, padatnya kegiatan di hari membuat tak ada waktu untuk mempersiapkan dan makan di pagi hari. Padahal ternyata sarapan memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan kita, tetapi tak sekedar asal sarapan. Perlu memili makanan untuk santap pagi hari yang berkualitas, mengawali hari dengan amunisi agar seharian produktif.

Business Executive Officer Cereal Partners Worldwide Indonesia, Alaa Shaaban memperkenalkan komitmen Nestle: Nestle for Healthier Kids. Partisipasi Nestle membantu 50 juta anak-anak agar hidup lebih sehat dan bahagia, dalam kegiatan Pekan Sarapan Nasional dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.


Prof. Ali Khomsan, Guru Besar Pangan dan Nutrisi Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan definisi dan manfaat Whole Grain bagi kesehatan manusia. Whole Grains adalah biji-bijian utuh yang sering disalahartikan sebagai gandum utuh, padahal istilah yang tepat adalah whole wheat grians. Bukan hanya gandum sja, tetapi juga oat, barley, beras merah, dan jagung masuk kategori whole grains.Dalam aspek gizi whole grains memiliki serat dan mineral yang lebih tinggi.


Misalnya bekatul yang masih menempel pada beras mengandung serat, kandungan serat yang tinggi adalah hal yang bagus  untuk mengedalikan kolesterol, obesitas, dan kanker usus besar. Konsumsi makanan berserat lebih mampu membuat kita terhindar dari penyakit tidak menular atau degenertif.

Obesitas merupakan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, asam urat, hipertensi. Kendalikan obesitas merupakan "jalan pintas" terhindar penyakit degenatif atau kronis, dikarenakan gaya hidup tidak sehat dan konsumsi yang tidak tepat.

Saat bangun tidur dalam waktu cukup lama, kita tidak makan sejak malam hari, sarapan adalah amunisi pertama dalam menjalani aktivitas. Batasan yang baik waktu sarapan yang baik adalah dua jam setelah bangun tidur. Sarapan menjadi amunisi penting bagi anak-anak untuk beraktivitas di sekolah sehingga bisa konsentrasi. Bagi pekerja sarapan menjadi sumber enegeri untuk beraktivitas, tetapi perlu sarapan yang baik untuk terus produktif dengan kebiasaan baik sarapan.

Idealnya konsumsi whole grains harian adalah 48 gram atau setara  3 slice roti, konsumsi nasi harian orang Indonesia sebesr 200gram. Awali hal baik dengan menggantikan nasi dengan wholegrains mulai dari 8 gram atau 12 gram.  Hingg saat ini baru Denmark yang mencapai konsumsi 58 gram per hari, Amerika 10 gram per hari, dan Malaysia 4 gram. Di Indonesia sendiri konsumsi rata-rata whole grains, khususnya jagung 4 gram per hari rata-rata atau setara 10 biji jagung.

Pada tahun 2013 dilakukan penelitian, bahwa anak-anak mengonsumsi sarapan memiiki potensi akademik mendapatka nilai  4,5 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak sarapan. Anak-anak yang sarapan berkualitas berpeluang mendapat nilai lebih tinggi dengan konsumsi While Grains, seperti mengonsumsi Koko Crunch, Honey Star, Koko Krunch Duo, dan Koko Crunch Max.

Berlangsung juga demo masak oleh Chef Steby dengan dua menu: Whole Grain Breakfast Shaksouska khas Timur Tengah sajian telur disajikan saus tomat dan pan langsung, ditambahkan tortila (tepung gandum). Kemudian menu Sweet Kokoda masakan dari Fiji Island gunakan santan dan disajujan dki atas batok kelapa, santaan yang tidak dimasak.


Cara membuatnya kedua menu cukup mudah, bahannya mudah ditemukan di pasar. Usahakan jangan abaikan sarapan, kurangi makan malam jika busa. Sarapan memenuhu 20% kebutuhan harian, perhatikan label gizi pada kemasan, lalu tambahan buah seperti pisang dan alpukat sebagai tambahan energi dan kacang-kacangan sebagai sumber protein pada menu sarapan.

Minggu, 24 Maret 2019

Inovasi Novartis untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Rematik menjadi suatu penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat, dalam pandangan awam rematik itu disebabkan asam urat. Padahal ternyata ada berbagai jenis penyakit remarik, bahkan berjumlah sekitar 150 jenis. Namun, ada dua jenis rematik yang tergolong jenis penyakit autoimun: Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA).

Untuk mengenal lebih dalam dua jenis penyakit rematik yang termasuk kategori autoimun, Novartis Indonesia menyelenggarakan acara edukasi dan inovasi terbaru pada 21 Maret 2019 di Jakarta. Kedua penyakit  Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis tak hanya meyerang fisik, tetapi juga secara psikis dan finansial. Diharapkan masyarakat bisa semakin sadar terhadapat kedua penyakit tersebut.

Pengalaman Pasien yang Diagnosa SA dan PsA

Turut hadir juga pasien Ankylosing Spondylitis dr.Adhiatma Gunawan yang mendapat diagnosa terkena AS pada tahun 2012, awal diagnosa dokter mengira penyakit rematik biasa. Awalnya merasa nyeri dan kaku di pinggang, akhirnya datang ke dokter dan dilakukan pemeriksaan hingga diketahui terkena AS. Gerakan yang perlahan-lahan semakin kaku.

Kemudian pasien Psoriatic Arthritis, drg. Rio Suwandi yang didiagnosa menderita PsA 17 tahun yang lalu, telunjuk antara tangan kiri dan kanan berbeda karena adanya pembengkakan. Berawal dari keluhan jalan yang pincang dan membengkak, terasa nyeri usai bangun tidur. Awalnya drg Rio mengira hanya rematik karena asam urat saja, sampai akhirnya memeriksakan ke dokter dan mendapatkan diagnosa penderita Psoriatic Arthritis (PsA).


Paman dari dr.Adhiatma memang memiliki gejala yang sama dengan, sehingga dr.Adhiatma memahami ada kemungkinan besar ia menderita AS. Sedangkan drg. Rio pada keluarganya tidak memiliki riwayat terkena penyakit PsA, sehingga ia merasa menjadi "The Lucky One" saat mendapat diagnosa sebagai pasien PsA. 

Pasien AS dan PsA tak hanya sakit fisik, tetapi juga sakit secara psikis karena tekanan dari luar. dan penolakan dari sendiri. Rasa nyeri menjadi lawan yang dirasakan dr.Adhiatma dan drg. Rio saat beraktivitas menjalankan profesi dokter, tetapi rasa nyeri yang dirasakan sudah bisa dikurangi dengan adanya "Biological Agent".

Lebih Dalam Mengenal Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Untuk mengenal lebih dalam penyakit AS dan PsA hadir Dr.Rudy Hidayat, SpPD-KRN yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi. Penyakit AS dan PsA tergolong dalam penyakit remarik autoimun, ada jenis penyakit rematik lainnua karena infeksi, kristal (asam urat). Ankylosing artinya menyatu dan Spondylitis artinya tulang belakang meradang, penyakit autoimum yang menyebabkan tulang belakang meradang. 


Namun, tak menutup kemungkinan tulang lainnya ikut meradang juga: leher, tulang belakang, pinggang, dan tulang ekor.
Psoriatic Arthritis PsA Arthitis artinya radang di sendir pada mereka yang menderita psoriasis. Proriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang ke kulit, tambahan manifestasi pada radang sendi yang sebagian besar pada tangan dan kaki.


Penyakit AS dan PSA keduanya dipengaruhi faktor genetik dengan gen HLA-27, gen kuat yang meningkatkan risikob beberapa penyakit remarik. Ada kombinasi beberapa faktor lainnya seperti lingkungan, interaksi dengan logam berat, dan infeksi penyakit lain memicu penyakit autoimun. Penyakit autoimun artinya sistem kekebalan tubuh kita gagal mengenali tubuhnya sendiri, sehingga malah diserang dalam hal ini tulang dan sendi.


Inovasi Pengobatan dari Novartis Indonesia

Dalam sebuah penelitian ditemukan dalam satu dari seribu penderita AS dan dua dari seribu orang adalah penderita PsA. Jika tidak segera ditanggulangi, maka AS dan PsA akan berakibat merugikan dan buruk bagi kualitas hidup. Penyakit AS dan PsA belum bisa disembuhkan, tetapi rasa nyerinya bisa dikendalikan. Mulai dari obat-obat steroid anti inflamasi (NSAID), obat anti rematik (DMARDs), dan yang terbaru agen biologik (Biologic Agent).


Mr. Jorge Wagner, Presiden Direktur Novartis Indonesia menyampaikan pada tahun 2017 Novartis Indonesia memperkenalkan SECUKINUMAB sebagai inovasi bagi pengobatan psoriasis, telah masuk dalam Formalium Nasional. Pada Januari 2019 SECUKUNUMAB sudah mendapatkan persetujuan BPOM untuk mengobati Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis. Sebelumnya SECUKUNUMAB dinilai efektif mampu membantu pasien psiriasis untuk mendapatkan kulit kembali bersih hingga 90%