Jumat, 22 November 2019

Pencegahan Diabetes dan Diabetes pada Anak-Anak

Pada 14 Nov 2019 berlangsung peringatan Hari Diabetes Sedunia.Kepedulian Kementerian Kesehatan Indonesua tentang Diabetes di Indonesi, di mana pada tanggal 2013 prevalensi 6,9% dan pada tahun 2018 menjadi 8,5%, ada kenaikan 22,9 juta pendududk di Indonesia menderita diabetes.

Untuk menanggulanginya tak hanya pemerintah saka, tetapi perlu kerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedilian dalam menjaga status kesehatan, tak hanya untuk sendiri, tetapi untuk keluarga. Sehingga penting sekali perann keluarga dalam penangggulangan kasus diabetes di Indonesia.

Implentasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Miletus

dr. Cut menjelaskan Diabetes adalah ibu dari segala penyakit, dikelompikam ke dalam penyakit tidak menular. Pada tahun 1990 lebih banyak penyakit tidak menupar TBC, DBD, dan Malarian dan di 2017 PTMnya sudah besar. Beban penyakit meningkat lebih besar dua kali. Ada di masa transisi  penyakit menularnya belum selesai, tetapi penyakit tidak menularnya meningkat.



Tiga penyakit PTM menjadi penyebab kematian tertinggi yang diderita: Stroke, jantung dan pembuluh darah, dan Diabetes Miletus. Dari sisi pembiayaan JKN dan hasil Riskedas penderita penyakit tidak menular meningkat meningkat, seiring perkembangan teknologi dengan kemudahan dan membuat masyarakat malas bergerak.



Provinsi DKI Jakarta menempati posisi keempat, tingkat prevalensi penyakit tidak menular.Dalam pencegahan dan penanganan PTM perlu dilakukan secara kongruen. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan diri sendiri.

Terjadinya peningkatan penyakit tidak menular pada usia 10-14 tahun, kini bukanlah penyakit orang tua. Bonus demografi akan menjadi tidak produktif, jika terpapar oleh PTM. 71,48 tahun selama 8,83%. Faktanya hanya tiga dari sepuluh penderita PTM yang terdeteksi, selebihnya tidak mengetahui jika terkena PTM. Dari tiga penderita PTM hanya satu orang yang berobat.

Ada beberapa kebijakan pencegahan PTM: Integrasi & Pendekatan Komprenshif, Inklusif, dan Dukungan keluarga & Partisipasi Masyarakat. Kemudian strategi pencegahan PTM: Promosi Kesehatan, Deteksi Dini, Perlindungan Khusus, dan Pengobatan.

Masyarakat perlu mengetahui faktor risiko PTM yang bisa dan tidak dimodifikasi: usia, jenis kelamin, genetik, dan ras tertentu. Yang bisa dimodifikasi: merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Dalam pencegahan PTM dilakukan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sesuai Inpres No 1 tahun 2017 dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari penerapan kawasan tanpa rokok, pola makan sehat, pengendalian asupan gula, garam, dan lemak, lingkungan yang bersih, dan deteksi dini (tekanan darah, gula darah, dan Indeks Masa Tubuh) secara berkala.

Ada aturan yang mengatur kawasan tanpa rokok (UU No 36 2009 tentang Kesehatan pasal 115 dan PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan pasal 50a.

Selain itu juga perlu diperhatikan  jika memiliki gula darah  sewaktu 126-200mg/dL berarti sudah ada di fase Prediabetes dan berpotensi jatuh ke diabetes, serta diperlukan kontrol secara berkala.

Diabetes Miletus Tipe 1 pada Anak

Prof dr. Jose RL Batubara menjelaskan bahwa anak-anak bisa terkena diabetes juga. Anak yang terkena diabetes memerlukan insulin seumur hidup, ada beberapa penyebabnnya: proses autoimun dan kerusakan pankreas. Pada anak-anak diabetes tipe 1, sedangka pada orang dewasa diabetes tipe 2. Diabetes pada anak, jika tidak disadari akan membuat keadaan gawat darurat dan mengancam nyawa.



Jika anak--anak sering mengompol, padahal sebelumnya sudah tidak. Hal itu bisa jadi pertanda diabetes pada anak. Pada anak-anak pengobatannya perlu diberikan insulin dan diatur makanan yang dikonsumsi Konsumsi makanan harus sesuai dengan diet seimbang, diberikan sesuai kebutuhan anak. Hanya karbohidratnya yang disesuaikan pemberiannya.

Anak-anak dengan diabetes tetap boleh berolahraga, tetapi dengan ketentuan tertentu. Anak-anak dengan diabetes akan menderita komplikasi pada usia 5 tahun. Berikan makanan pada anak, baru berikan insulin pada anak dengan diabetes.Sebagian besar anak dengan diabetes, tidak memiliki keluarga dengan riwayat diabetes Pembiayaan pengobatan diabetes tipe 1 ada anak, sebagian besar dengan pengeluaran pribadi.


Peranan Upaya Promotif dan Preventif di Tingkat Individu dan Keluarga dalam Upaya Mencegah Diabetes

dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD menjelaskan upaya preventif diabetes yang diperlukan saat ini. Karena tak banyak disadari oleh banyak orang. Seringkali komplikasi diabetes tipe 2 dirasakan, baru kemudian diketahui adanya diabetes. Dikarena tidak rajin memeriksakan kesehatan.


Ada beberapa upaya yang dilakuan dalam penanganan diabetes: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.  Semakin tinggi pendidikan keluarga, Makin baik pemahamannya mengenai diabetes
Edukasi tentang diabetes penting dilakukan terus menerus. Kebutaan disebabkan nomor satu oleh diabetes.

Edukasi kontrol gula perlu dilakukan, selain itu peranan keluarga penting sebagai pendamping. Dukungan penuh dari keluarga pada penderita diabetes penting dilakukan, termasuk dalam hal pembiayaan.

Gaya Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Suharyati, SKM, MKM, RD dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajakan untuk Coba check status gizi dengan cara timbang Berat Badan dan ukur Tinggi Badan. Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) - 100, berat badan ideal (kg) = (tinggi badan (cm) - 100) × 90%



Dalam konsumsi ada pedoman gizi seimbang dalam bentuk visual tumpeng pedoman gizi seimbang. Inilah tujuan dari konsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Makanan dengan gizi seimbang mengandung:
- sumber zat tenaga (karbohidrat & lemak)
- sumber zat pembangun (protein)
- sumber zat pengatur (vitamin & mineral)

Kiat dan Teknik Peningkatan Aktivitas Fisik di Tingkat Individu dan Keluarga

dr. Michael  Triangto , Sp. KO menjelaskan dampak olahraga yang tepat untuk diabetes ada dua,yaitu: jangka pendek dan jangka panjang Dalam jangkannpendek otor bekerja akan menggunakan glikogen di dalam otot. 2) Cadangam Glikogen yang berkurang akan dikembalikan lagi dengan menggunakan glukosa di dalam darah, sehingga kadar glukosa darah dapat lebih terkontol.


Sedangkan dalam Jangka Panjang akan meningkatkan metabolisme otot, otot akan menggunakan glukosa darah lebih banyak, meningkatkan kontrol terhadap glukosa darah, otot lebih terlatih akan memiliki pembuluh kapiler lebih banyak, sehingga akan meningkatkan aliran darah dan metabolisme glukosa.

Bagi penderita diabetes yang masih awal bisa kontrol dengan olahraga sebelum menggunakan obat. Ada perbedaan antara olahraga dengan aktivitas fisik? Karena olahraga memiliki tujuan untuk melatih otot-otot tertentu secara detail. Sehingga ada tujuan yang jelas dan harus memiliki program.

Dianjurkan beraktivotas aerobik dengan intensitas sedang 150 menit per minggu dan 75 menit per minggu dengan intensitas berat, lakukan setidaknya 10 menit per satu kali. Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan individu, kesehatan individu, dan tingkat keterbatasan individu.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, integrasikan program latihan dengan pola berpikir, perubahan gaya hidup,  diet yang tepat, dan di bawah pengawasan dokter, serta lakukan juga evaluasi.



Minggu, 17 November 2019

Bear Brand Hadirkan Generasi #BisaBanget Playspace, Mendukung Generasi Muda Meraih Impian

Generasi muda yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan, serta ingi mewujudkannya. Jika kamu anak muda seperti itu, maka kamu seperti saya juga yang merupakan Generasi #BisaBanget yang disebutkan oleh Bear Brand.

Generasi #BisaBanget Playspace Bear Brand
Generasi #BisaBanget Playspace

Nestlé Bear Brand mengajak anak-anak muda untuk menjadi bagian dari Generasi #BisaBanget dan mempersembahkan Generasi #BisaBanget Playspace, yang terletak di Senayan City Mall dari 15 - 24 November 2019. (Ada di area The Space, dekat North Lobby Senayan City).

Generasi #BisaBanget Playspace Persembahan Bear Brand Mendukung Anak Mudah Wujudkan Impian

#BisaBanget menjadi simbol yang dapat mewakili semangat dan jiwa anak muda saat ini. Tak sedikit mereka yang bekerja di kantor namun juga berprofesi sebagai influencer, banyak pula blogger yang merangkap sebagai entrepreneur. Mereka mewakili generasi yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan. Bear Brand menyebutnya sebagai Generasi #BisaBanget.

Ahmad Afid, Marketing Manager Ready-to-Drink Dairy Nestlé Indonesia menjelaskan bahwa anak muda memiliki dorongan, motivasi, dan aspirasi yang positif dalam meraih impian. Bear Brand memberikan dukungan dan inspirasi, bahwa mimpi itu bisa jadi nyata melalui hadirnya Generasi #BisaBanget Playspace.



Bear Brand sudah dipercaya dari generasi ke generasi, bahkan sudah menjadi bagian dalam kehidupan bagi anak muda dalam menjalani keseharian. Ketika sedang berolahraga, lembur kerja, atau pun berpergian dengan teman, Bear brand menjadi sahabat setia dalam kehidupan Generasi #BisaBanget.

Saya pun sebagai generasi #BisaBanget awal mengenal Bear Brand dengan sebutan Susu Cap Beruang, hingga kini masih menjadi sahabat setia. Bear Brand ingin memberikan dukungan bagi generasi #BisaBanget untuk mengembangkan diri dan meraih.semangat #BisaBanget.

#BisaBanget menjadi simbol yang dapat mewakili semangat dan jiwa anak muda saat ini. Tak sedikit mereka yang bekerja di kantor namun juga berprofesi sebagai influencer, banyak pula blogger yang merangkap sebagai entrepreneur. Mereka mewakili generasi yang memiliki banyak impian dan ingin berkreasi tanpa batasan. Bear Brand menyebutnya sebagai Generasi #BisaBanget.

Generasi #BisaBanget Playspace terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

- #BisaBanget Inspiration Rooms: Berkolaborasi dengan Haluu, Bear Brand menghadirkan tujuh ruangan instagramable yang mengekspresikan perjalanan Generasi #BisaBanget menggapai mimpi.

#BisaBanget Travelling Room
Generasi #BisaBanget Playspace
#BisaBanget Illness Room

- #BisaBanget Inspiration Classes: Bear Brand menghadirkan berbagai sesi talk show yang diisi banyak anak muda inspiratif termasuk konten kreator Nadia Soekarno dan Jeje Soekarno, founder Setali Indonesia Intan Anggita, atlet jet-ski Aqsa Aswar, dan banyak lainnya. Mereka akan berbagi pengetahuan, pengalaman dan tips untuk menjadi Generasi #BisaBanget

William Utomo, salah satu entrepreneur milenial Indonesia, mengatakan “Generasi muda saat ini memiliki pemikiran yang optimis, berani mengambil langkah maju untuk meriah tujuan, juga kreatif. Namun, memiliki rasa cepat bosan sehingga perlu terus diingatkan akan tujuan mereka untuk meraih impian.


Tidak heran bahwa sekarang banyak bermunculan profesi baru seperti vloggers, content creator, dan ilustrator digital. Mereka mengikuti passion mereka, mereka benar-benar mewujudkan semangat #BisaBanget dari Bear Brand.

Alamanda Shantika, Founder dan Presiden Direktur, Binar Academy menjelaskan, “Anak muda saat ini suka banget kalau diberi wadah berkumpul yang memberikan manfaat positif. Namun, anak muda memiliki rasa ragu dalam perjalann meraih mimpi. Hadirnya Generasi #BisaBanget Playspace akan menginspirasi anak muda untuk terus berani mengajar mimpi.



Diharapkan semakin banyak wadah yang membantu generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kreativitasnya. Ia pun senang bisa berbagi pengalaman dan apa yang Bear lakukan melalui Generasi #BisaBangetPlayspace

Kamis, 14 November 2019

Generasi Cerdas, Konsumsi Makanan Sehat untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, kalau belum makan rasanya kepala pusing dan tak bisa beraktivitas dengan baik. Namun, kini makanan tak sekadar urusan mengeyangkan saja, tetapi juga soal rasa. Tanpa disadari oleh kita, makanan punya peran penting bagi kesehatan tubuh kita.


Seiring perkembangan zaman semakin banyak varian makanan dan minuman baru, pastinya sudah akrab dengan Bubble Tea atau Sushi Tangga. Beberapa jenis makanan dan minuman kekinian yang cukup trend di kalangan anak muda, khususnya generasi milenial. Jadi, sebenarnya bolehkah kita mengonsumsi makanan dan minuman kekinian?

Pada Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober, tahun ini mengangkat tema  tema global “Our Actions are Our Future. Healthy Diets for a #zerohunger World”. Ada peranan penting yang kita lakukan dalam menentukan masa depan. Perwakilan dari The Food and Agriculture Organization (FAO) organisasi PBB turut mengajak anak-anak muda sebagai generasi cerdas dalam mempromosikan makanan lokal di Indonesia.

FAO mengapresiasi kegiatan Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas” yang berlangsung pada Sabtu, 9 November 2019 di Mitra Terrace, Jakarta Selatan. Sehingga generasi mudah mendapatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan sehat, seiring munculnya trend penyakit tidak menular akibat konsumsi makanan berlebihan. Sehingga generasi mudah perlu menjaga pola makan sehat.


Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito menyampaikan generasi milenial merupakan merupakan yang cerdas, cerdas dalam memilih makanan. Dalam mewujudkan SDM yang Unggul, Indonesia Maju perlu generasi yang cerdas.

Keamanan dan gizi pangan yang dikonsumsi menjadi hal yang perlu diperhatikan, karena makanan yang dikonsumsi sangat penting dalam pembanguna SDM. Jangan sampai terkontaminasi! Hal ini terkait aspek keamanan pangan.



Adanya masalah stunting yang di masyarakat, menjadi salah satu contoh peranan penting pangan yang bergizi bagi manusia. Namun, pada sisi lain terjadi kasus obesitas karena konsumsi karbohidrat, lemak, dan garam pada makanan dalam jumlah banyak.

Generasi milenial sebagai generasi cerdas harus membaca label, BPOM mengawasi peredaran obat dan makanan secara online melalu Cyber Patrol. Pada kemasan makanan sudah diwajibkan melakukan pencantuman kandungan gizi, termasuk jumlah gula dan lemak.

Terlebih peredaran produk obat dan makanan yang dijual secara online, generasi cerdas mencari tahu informasi produk dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Selain itu saat ini internet menjadi sarana penyebaran kabar hoax melalui grup chatting, khususnya Whatsapp.

Generasi cerdas harus menjadi duta konsumen pangan, cerdas dalam meresponi berita hoax dan kritis saat menerima berita hoax:

1. Evaluasi suatu informasi, apakah benar atau tidak? Gunakan prinsip 5W+1H

2. Cari Informasi dari sumber yang bertanggung jawab, bisa akses dari website dan media sosila BPOM,  serta melalui Call Center BPOM untuk informasi yang terjamin kebenarannya.

3. Pikirkan dampaknya,  jika ikut menyebarkan kabar hoax.

4. Pikirkan kembali respon orang lain, jika kita turut menyebarkan suatu kabar.


BPOM itu ada di 34 provinsi di Indonesia, berperan dalam mengawasi juga peredaran makanan olahan dalam kemasan lewat online. Pastikan selalu CEK KLIK ya, apalagi saat ini pada kemasan terdapat QR Code yang bisa discan melalui aplikasi BPOM Mobile ataupun diperiksa melalui website BPOM.

Badan POM bekerjasama dengan IDEA dan anggotanya, seperti BukaLapa dan Tokopedia dalam penjualan makanan dan kosmetik yang boleh beredar, hanya jika sudah memiliki izin edar dari Badan POM.



Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, MSc. CFS Guru Besar Teknologi Pangan IPB menjelaskan kegiatan Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas sejalan denhan Tema Hari Pangan Dunia denhan tema Our actions are our future - Healthy diets for a #ZEROHUNGER world.

Para generasi cerdas diajak untuk berpikir kritis dan peduli ada makanan sehat, bukan asal makan saja hanya karena murah atau tampilamnya yang Instagramable. Ada dampak langsung konsumsi pangan secara langsung kepada generasi muda, munculnya penyakit tidak menular yang dipengaruhi kandungan yang ada di dalam makanan, termasuk aspek aman dari pencemaran.


Konsumen cerdas pun harus memperhatikan konsumsu berlebih yang dapat menyebabkan obesitas. Sedangkan, pada sisi lain terjadi kekurangan gizi terjadi di kota besar karena salah makan, potenso kekurangan zat gizi mikro, seperti zar besi bisa membuat kita lemas. Zat besik bisa didapatkan melalui sayuran dan daging.

Konsumsi makanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi ada aspek sehat dan rasa yang penting. Namun, pada makanan yang hits ada kandungan gula dan garam yang banyak. Generasi cerdas tetap boleh mengonsumsi coklat misalnya, tetapi jangan berlebihan dan dikonsimsi setiap hari. Lengkapi dengan konsimsi makanan yang sehat, tidak merokok dan rajin berolahraga.

Jangan berlebihan dalam konsumsi produk panhan umh mengandung gula, garam, dan lemak karena menimbukan penyakit tidak menular. Dampaknya akan terasa di jangaka panjang, saat usia generasi milinial saat ini berada di usai 40-50 tahun. Konsumsi secukupnya dan jangan berlebihan, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak yang terkandung pada makanan. Perbanyak konsumsi makan buah dan sayur, karena adanya serat yang baik bagi tubuh kita. Karena buah dan sayuran mengandung anti oksidan unruk melindungi kita dari radikal bebas.

Keamanan makananan sudah diawasi oleh BPOM, kitapun berperan dalam menjaga kebersihan saat konsumsi dengan mencuci tangan sebelum makan. Biasanya juga konsumsi makann dalam porsi secukupnya, jangan membuang makanan. Saat ini sebanyak 30% makanan di dunia terbuang sia-sia.

Minggu, 03 November 2019

Rangkaian Produk Terbaru Philips LED EyeComfort, Hadirkan Kenyamanan bagi Mata

Signify sebagai pemimpin dunia di bidang pencahayaan, terus berinovasi dan melanjutkan komitmen dalam menghadirkan lampu Philips LED yang nyaman di mata dan senantiasa menjaga kesehatan mata.



Bertepatan dengan World Sight Day (WSD) yang diselenggarakan setiap hari Kamis kedua bulan Oktober untuk membangun kesadaran dan memfokuskan perhatian global terhadap kebutaan dan penurunan fungsi penglihatan. Hal itu sejalan dengan tema WSD tahun ini “Vision First!”, Signify bersama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonedia (Perdami) untuk mendukung terciptanya SDM yang hebat.

Rami Hajjar, Country Lead Signify Indonesia menjelaskan bahwa di Indonesia 50% orang takut kehilangan penglihatan, berada di posisi kedua setelah rasa takut akan kehilangan ingatan saat menua. Signify bersama Perdami mendukung visi pemerintah untuk menciptakan SDM hebat dengan mata sehat. Melalui produk pencahayaan berkualitas, Philips LED EyeComfort yang nyaman di mata untuk mendukung kesehatan mata dalam jangka panjang dan mendukung dalam meraih impian.

Pada tahun lalu Signify menggunakan teknologi Interlaced Optics pada Philips MyCare LED yang terinspirasi dari biji bunga matahari, sehingga menyebarkan dan memantulkan cahaya yang nyaman di mata. Bahkan sejak tahun 2011, Signify sudah mengaja masyarakat beralih ke lampu LED untuk mendapatkan solusi pencahayaan yang lebih baik

Kemudian Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia menjelaskan teknologi perlampuan yang memenuhi beberapa kriteria sebagai produk lampu yang nyaman di mata (EyeComfort):



1 Flicker (Tidak terlihat kedip) sebuah produk lampu yang dapat mengeluarkan Flicker maka akan membuat mata nyaman. Untuk Philips LED EyeComfort ada di angka 1 yang termasuk kategori Flicker Free, sehingga masuk dalam kategori EyeComfort.

2 Strobocopic Effect, efek seolah-olah benda diam bergerak atau bendara bergerak seolah-olah diam (menghilangkan distorsi dalam persepsi gerak). Philips LED EyeComfort tidak menimbulkan efek Strobocopic yang dapat membuat mata lelah.

3. Glare (Silau), cahaya terang yang silau tak selalu baik bagi mata, karena membuat mata tidak nyaman lelah. Philips LED EyeComfort cahayannya tidak silau dan berada di bawah ambang batas glare yang diperbolehkan.

4. Photo Biohigical Safety (PBS) Blue Light Hazard (Keamanan Cahaya Biru), cahaya biru Philips LED EyeComfort berada di bawah ambang batas regulasi.

5. Color Quality, Color Rendering Index. (Kemampuam menampilkan warna yang dihasilkan dibandingkan referensi cahaya. Efek cahaya pada ruangan perlu dipastikan mendekati warna aslinya (dipengaruhi Color Rendering Index lampu), sehingga tidak terjadi perbedaan warna

6. Audibel Noise (Tidak ada suara yang dapat terdengar). Philips LED EyeComfort memenuhi standart intenasional dengan <24dBA dengan jarak 1 meter.

7. Dimmable, kemampuan untuk mengubah terang lampu

8. Tuneable, kemampuan mengubah temperatur warna dari warna putih ke kuning dan warna kuning ke putih

Signify melakukan penelitian tentang perilaku orang Indonesia terhadap pencahayaan: Sebanyak 68% orang lebih suka kehilangan pendengaran daripada penglihatan mereka, 34% mengakui bahwa pencahayaan di rumah tidak nyaman bagi mata. Sebanyak 90% tertarik untuk membeli bohlam yang dapat menghasilkan cahaya yang nyaman bagi mata.


Signify menghadirkan solusi teknologi pencahayaan kombinasi dengan alam dengan penambaham menambakan pattern bunga matahari pada Philips LED EyeComfort. Tenyata menghasilkan cahaya 40% lebih merata, mengurangi efek glare, dan mengurangi efek Strobocopic, serta tak adanya suara yang menggangu.



Pada tahun lalu Signify menghadirkan satu varian Philips LED dengan teknologi EyeComfort dan mendapatkan masukan untuk ekspansi. Pada tahun ini Signify menghadirkan teknologi EyeComfort yang diextend pada dua produk Philips MyCare LEDStick dan Philips LED Downlight Meson.





Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE dari Perdami menjelaskan pentingnya mata sebagai jendela dunia, karena 80% informasi berasal dari penglihatan untuk menyesuaikan diri dan menghindari bahaya. Masalah pada jika disadari, bisa dengan mudah diatasi dan penyebab kebutaan bisa dicegah.


Untuk di Indonesia permasalahan mata tingkat pravelensi kebutaan di Indonesia masih cukup tinggi: pada usia >50tahun 2,8% di DKI Jakarta dan Jawa Timur 4,5%. Terjadinya pergeseran gangguan penglihatan karena penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Saat ini sarana dan SDM kesehatan mata masih terbatas dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata. Mata kita seperti kamera, jika ada gangguan pada sisten lensa akan menyebabkan gangguan penglihatan.

Ada beberapa penyebab mata lelah (ashtenopia): membaca atau menggunakan komputer atau video dalam waktu lama, memaksa untuk melihat dalam penglihatan redup, dan paparan sinar yang sangat terang atau silau.

Kenyamanan penglihatan menjadi sangat penting dan kondisi cahaya yang nyaman: cahaya yang merata, terang secara optimal, tidak terdapat glare, kontras adekuat, warna yang terlihat dengan baik, dan tidak ada efek strobosvopic. Tips menjaga kesehatan mata dengan pencahayan yang baik untuk kegiatan sehari-hari, terutama saat membaca, hindari paparan UV-B, rokok, dan kemungkinan cedera saat kerja dengan pelindung mata.


Kesimpulan: Kenyamanan dalam penglihatan merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mata. Pada tahun lalu, solusi pencahayaan berkualitas sudah dihadirkan Signify dengan teknologi Interlaces Optics pada bohlam Philips MyCare LED. Kini pada tahun ini diperluas pada rangkaian produk terbaru: Philips MyCare LEDStick dan Philips LED downlight Meson yang sudag bisa didapatkan di toko-toko tradisional, modern, dan penjualan online.

Sabtu, 02 November 2019

Kenali Gejala Stroke, Segera Atasi Sedini Mungkin, dan Obati dengan Tepat


Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular dan menjadi penyebab kematian tertinggi, serta bisa dicegah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 pada angka 10,9 per mil. Bahkan menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2018 penyakit stroke menghabiskan pembiayaan 2,56 Triliun Rupiah.


Hari peringatan stroke sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober, tema yang diangkat pada tahun 2019: #DontBeTheOne agar masyarakat tidak menjadi salah satu orang yang terkena stroke. Untuk di Indonesia hari peringatan stroke sedunia mengangkat tema 'Otak Sehat, SDM Unggul" untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gejala stroke, mengatasinya secara dini, dan mengobati stroke dengan tepat. Untuk itulah berlangsung acara Temu Kesehatan bersama blogger di momen peringatan hari stroke sedunia di Jakarta.


Narasumber pertama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan: dr.Cut Putri Arieane, MH.Kes menjelaskan tingkat prevalensi stroke secara rata-rata di Indonesia pada angka 12,1 per mil. Provinsi dengan tingkat prevalensi tertinggi (14,7 per mil) ada di Kalimantan Timur, Provinsi dengan tingkat prevalensi terendah ada di Papua (4,1 per mil. Sedangkan di Provinsi DKI Jakarta terbilang cukup tinggi di angka 12,2 per mil.


Penyakit stroke sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan faktor risiko stroke: hipertensi, diabetes, saking jantung lain, merokok, narkotik, konsumsi alkohol, pola makan, dan kurang aktivitas fisik.

Kebijakan Kemenkes dengan melakukan promosi kesehatan untuk memberikan  informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Sehingga dapat mencegah faktor risiko agar tidak terjadi stroke, mengenali tanda awal terjadinya stroke, sehingga bisa mendapatkan pengobatan, dan jika sudah terkena segera diobati. Tujuan dari promosi kesehatan yang dilakukan Kementeriam Kesehatan untuk meningkatkan awereness bahwa stroke bisa dicegah, mengenali faktor risikonya.

Kementerian Kesehatan mendorong lebih ke deteksi dini dilakukan masyatakat, terlebih pada orang dengan gaya hidup berisiko, perlu lakukam deteksi dini satu bulan sekali, minimal pemeriksaan tekanan darah. Bisa diukur sendiri, jika memiliki alatnya. Jika tidak punya alatnya, bisa datang ke faskes primer dengan membawa kartu BPJS Kesehatan. Selain itu juga di satu desa ada satu pos bindu, kader-kader kesehatan yang akan membantu deteksi diri stroke melalui pemeriksaan hiertensi, diabetes, dan obesitas yang bisa menjadi penyebab stroke baik stroke sumbatan ataupun stroke pendarahan.

Cara mengenali Stroke dengan SeGeRaKeRS:
Senyum tidak simetris, sulit menelan air minum
Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
BicaRa Pelo, tiba-tiba bicara tidak nyambung
Kebas/baal, kesemutan
Rabun, pandangan kabura
Sempoyongan/sakit kepala



Jika ditemukan gejala, segera bawa UGD yang ada di RS untuk mencegah terjadinya kecacatan permanen. Terapkan GERMAS berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan perilaku Hidup CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular, termasuk penyakit stroke:

C=Cek kesehatan secara berkala, E=Enyahkan asap rokok,
R=Rajin aktifitas fisik,
D=Diet sehat dengan kalori seimbang, I=Istirahat cukup
K= Kelola stress

Narasumber kedua Sekretaris Pokdi Stroke dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) dr Al Rasyid SpS(K),  menjelaskan yang harus menjadi fokus bersama saat ini adalah pencegaja stroke. Jika sudah pernah terjadi stroke, cegah agar tidak terjadi lagi. Kenali diri sendiri dan anggota keluarga terdekat, jika ada mengalami gejala-gejala stroke.


Selain itu tanpa disadari kita mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi yang berakibat terjadinya hipertensi (yang menjadi faktor risiko terbesar terjadinya stroke). Kita perlu bijak dalam konsumsi ikan asin dengan sambal, bisa jadi mengandung tambahan garam dan gula yang tinggi tak disadari.

Definisi stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal dengan gejala-gejala yang berlangung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebakan kematian.

Stoke tipe iskemik, stroke disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh darah di otak dan hemaragik/pendarahan. stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak.erdasarkan data Indonesia Stroke 2012-2024 memperlihatkan kejadian stroke iskemik/sumbatan 67% dan stroke hemagragik/pendarah 33%.

Ada faktor risiko stroke adalah hal-hal yang bisa mempercepat terjadinya serangan stroke, yaitu faktor risiko yang tidak bisa diubah  (umur, jenis kelamin pada pria lebih banyak, ras tertentu, dan genetik/riwayat keluarga). Namun, ada faktor risiko. yang bisa diubah (hipertensi, diabetes, penyakit stroke, merokok, stres, migrain, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan lainnya).



Semakin bertambah usia, harus semakin rajin periksakan gejala stroke. Jika ada mati rasa, lemah, lumpuh pada wajah, lengan atau kaki pada sisi tubuh, gangguan visual, gangguan bicara, tersandung jika berjalan, pingsan, dan koma segera datang ke rimah sakit agar dilakukan pemeriksaan dengan CT Scan.

Kesimpulan: Pada momen peringatan hari stroke sedunia pada 29 Oktober, mengingatkan kita untuk mengenali gejala stroke, segera atasi sedini mungkin, dan obati stroke dengan tepat. Untuk pencegahan penyakit stroke, terapkan perilaku hidup CERDIK (C=Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress).

Jumat, 01 November 2019

Semangat Anak-Anak Muda Pecahkan Rekor MURI bersama Nutriboost di Momen Hari Sumpah Pemuda

Dalam momen Sumpah Pemuda tahun ini, saya berkesempatan turut serta dalam merayakan dengan seru dan cara yang berbeda. Saya berkesempatan menjadi bagian dari 52.729 anak-anak muda lainnya di 6 kota di 71 titik yang tersebar di Indonesia untuk memecahkan rekor MURI.



Pada Sabtu, 26 Oktober 2019 di Jakarta Selatan, berlangsung pemecahan rekor Gowes Sepeda Statis untuk memecahkan rekor MURI dengan bersepeda statis selama satu menit. Bu Monika Puspitasari, Senior IMC Manager Dairy & Juice PT Coca-Cola Indonesia menjelaskan sejak 7 Agustus 2019, Nutriboost mengajak anak-anak muda Indonesia untuk membakar kalori dengan sepeda statis.


Melalui kegiatan Siap Gowes Nyalakan Semangat yang diselenggarakan sebagai bagian dari peluncuran Nutriboost, minuman susu rasa coklat dan rasa kopi berlogo, serta dengan semangat sumpah pemuda mengajak anak-anak muda aktif bergerak dan bersemangat.

Kegiatan Siap Gowes Nyalakan Semangat merupakan bagian peluncuran Nutriboost minuman susu rasa coklat dan rasa kopi berlogo VITA GO. Adanya logo VITA GO menandakan bahwa Nutriboost memiliki kandungan berbagai vitamin B3, B6, dan Zink yang baik untuk metabolisme dan pembentukan energi.

Pemecahan rekor bersepeda statis sudah  dilakukan sejak Agustus berlangsung di 6 kota di Indonesia dengan 71 titik dengan total 52.669 peserta:

-Jakarta di 17 titik dengan 13.045 peserta
-Surabaya di 14 titik dengan 9.877 peserta
-Makassar di 14 titik dengan 10.074 peserta
-Medan di 13 titik dengan 9.734 peserta
-Palembang di 1 titik dengan 347 peserta
-Bali di 13 titik dengan 9592 peserta

Pada Sabtu malam 26 Oktober 2019 sebanyak 60 anak-anak muda (termasuk saya) akan turut serta dalam bersepeda statis selama satu menit, sehingga rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak 52.729 peserta untuk kegiatan bersepeda statis terpecahkan. Saya pun turut bersemangat, terlebih dengan adanya NutriBoost yang memberikan tambahan asupan nutrisi yang tepat. Ada dua pilihan rasa kopi dan coklat, rasa favorit saya adalah Nutriboost rasa coklat.


Saya dan 59 anak-anak muda lainnya menggowes sepeda statis selama satu menit. Saking semangatnya, waktu pun berlalu dan akhirnya terpecahkanlah rekor MURI pada kegiatan Siap Gowes Nyalakan Semangat yang diselenggarakan Nutriboost.



Hadir pak Triyono, Senior Manager MURI mengesahkan kegiatan bersepeda statis terbanyak dengan 52.729 peserta terbanyak di Indonesia dan menyerahkan plakat pengahargaaan dengan nomor 9253/R.MURI/X atas pemecahan rekor kegiatan bersepeda statis terbanyak di Indonesia kepada Nutriboost.


Selama berlangsungnya kegiatan Siap Gowes Nyalakan Semangat yang berlangsung di 6 kota, ada hadiah yang diberikan kepada peserta dengan jumlah kalori terbanyak yang dibakar saat bersepeda statis selama satu menit. Salah satu di antara 10 besar peserta dengan pembakaran kalori terbanyak menerima hadiah, usai momen pemecahan rekor MURI.


Kegiatan pemecahan rekor Siap Gowes Nyalakan Semangat ditutup dengan penampilan Kahitna. Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan positif Nutroboost, mengajak anak-anak muda seperti saya untuk aktif bergerak dan bersemangat dengan konsumsi Nutriboost rasa kopi dan coklat.

Sabtu, 12 Oktober 2019

Momen Hari Kesehatan Jiwa, Saatnya Peduli dan Mencegah Bunuh Diri

Keadaan sehat pada umunya identik anggapan kesehatan tubuh, mulai terlihat dari fisik seseorang misalnya. Namun, ternyata sehat tak sekadar urusan tubuh, masih ingat dengan CERDIK: Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola Stres. Mengelola stres cukup dekat dengan urusan kesehatan jiwa, hal yang terkadang luput dari perhatian pentingnya kepedulian akan kesehatan jiwa.

Di momen menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day, Kementerian Kesehatan mengadakan acara Temu Blogger dengan tema "Mental Health Promotion and Suicide Prevention" pada 9 Oktober 2019 di Jakarta.

Diawali penjelasan dr. Fidiansyah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI tentang kesehatan jiwa, seseorang dikatakan sehat hiwa jika, sehat secara pikiran dan jauh dari gangguan kejiwaan. Ada tiga pengertian tentang kesehetan kejiwaan: 1. Sehat jiwa 2. ODMK (orang dgn masalah kejiwaaan) 3. ODGK (orang dgn gangguan kejiwaan).

dr. Fidiansyah Direktur P2MLJN Kementerian Kesehatan
dr. Fidiansyah Direktur P2MLJN Kementerian Kesehatan


Berdasarkan Riskerdas 2013 prevalensi orang dengan gangguan kejiwaan berat adalah 1.7% dan prevalensi orang dengan gangguan mental sebesar 6 %Ada banyak faktor penyebab/masalah kejiwaaan: modernisasi, globalisasi kekerasan pada perempuan dan anak, kenakalan remaja, dan lainnya.

"Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya", UU No. 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Sehingga kesehatan ada empat aspek: fisik, mental, spiritual, dan sosialnya. Ada keterkaitan antara kesehatan fisim dan jiwa, ketika jiwa sehat, maka gisik juga sehat dan begitu juga sebaliknya.

Narasumber selanjutnya Novy Yulianty, MotherHope Indonesia, ia merupakan penyintas PPD (Pospartum Depression) yang beberapa kali ingin bunuh diri. Selama 2013- 2015 mengalami hari-hari yang berat pasca melahirkan caesar. Dalam pemikirannya ia harus melahirkan normal, tetapi ia harus melahirkan secara caesar.

Novy Yulianty, Mother Hope Indonesia
Novy Yulianty, Mother Hope Indonesia

Berlanjut dengan ASI yang tidak keluar dan tak bisa menggendong anaknya, ia sampai ketakutan ketika ada yang ingin berkunjung dan menayakan perihal ASI keluar banyak atau tidak. Rasa depresi berat dialami seorang Novy Yulianty, bahkan tak mau mengurus anaknya.

Depresinya yang dialami semakin berat, terlebih banyak stigma yang negatif ditujukan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hingga ia menceritakan masalahnya kepada dosen pembimbing, ia pun juga seorang psiokolog dan mengikuti terapi.

Setelah pulih, ia masuk dalam komunitas MotherHope Indonesia dan menjadi psikolog relawan. Pada usia anaknya berusia 2,5 tahun akhirnya Bu Novy bisa merasa bagaimana mencintai anaknya. Komunitas memiliki fungsi yang penting, bisa menemukan anggota lain yang memiliki masalah yang serupa.

Mother Hope sering mengadakan kuliah Whatsapp, seminar, psikoedukasi, home visit, dan support group. Dalam komunitas Mother Hope banyak yang memiliki masalah yang serupa, sehingga bisa saling mendukung dan memahami.

Dilanjutkan narasumber ketiga, yaitu: Bu Gamayanti Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia menjelaskan kondisi gangguan jiwa bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada profesional (kesehatan) sekalipun. Fakta ya satu orang mati karen bunuh diri setiap 40 detik, ada 20 percobaan bunuh diri yang tidak terdata.

Gamayanti, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia
Gamayanti, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia

Di kalangan mahasiswa, orang-orang terdidik juga banyak terjadi bunuh diri pun, bahkan menjadi menjadi penyebab kedua kematian, setelah kecelakaan di usia 15-29 tahun. Kita sebagai teman, kakaj, adik, keluarga, dan bagian dari lingkungan perlu bekerjasama dalam mencegah orang yang mengalamu masalah kejiwaan untuk bunuh diri.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkannya: saat kecil mengalami bullying, kekerasan fisik, mental, seksual, hilangnya sosok seorang ibu, diskriminasi sosial, dan .inimnya dukungan sosial  terhadap orang dengan masalah kejiwaan.
Seseorang yang merasa kesepian, tidak berguna, tidak berharga, perasaan lelah yang panjang dengan kehidupan ini me jadi pendorong seseorang untuk bunuh diri. Hal ini diperberat risikonya dengan adanya diskriminatif dan penghakiman ada seseorang dengan gangguan jiwa.

Belum lagi adanya tulisan atau cerita tentang bunuh diri yang tidak tepat, contohnya harakiri, ditunjukan sebagai sifat yang berani dan kesatria. Bunuh diri bisa menular. Ada beberapa tanda-tanda seseorang mengalami masalah kejiwaan: bicara tentang bunuh diri,  bicara tentang alat-alat bunuh diri, sulit makan/tidur, mundur dari kegiatan sosial, dan lain-lainnya.

Terlebih di era media sosial, status bukanlah hal yang privasi dan bisa dilihat banyak orang. Jika ada pembicaraan terkait keinginn bunuh diri, perlu segera direspon dan dicegah. Namun, memang tak mudah meyakinkan orang-orang di sekitarnya. Hal sederhana yang dapat kita lakukan dengan menunjukan empati, ajak bicara, bantu selesaikan masalah, ajak mencari bantuan professional.

Memang ada faktor risiko dari keturunan, tetapi tidak akan muncul kalau tidak terkumpul faktor/triggernya. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang kesehatan jiwa bisa mencoba aplikasi Sehat Jiwa dari Kementerian Kesehatan dan menghubungi Hotline 1500-567 Kementerian Kesehatan. Masyarakat bisa bertanta tentang semua hal terkait kesehatan, termasuk kesehatan jiwa.