Sabtu, 12 Mei 2018

Sebarkan Kabar Baik, Bijak Menyikapi Kabar Hoax

Berita hoax atau tidak benar dan ujaran kebencian saat ini beredar secara luas melalui internet, berbagai informasi saat ini tersebar luas melalui media sosial dan aplikasi chatting. Terlebih dalam pengalaman saya beredar di berbagai grup Whatsapp, broadcast pesan yang mengabarkan kabar hoax kerap kali terjadi.

Saya pun terkadang kaget saat membaca kabar hoax yang beredar, terlebih jika yang menyebarkannya orang terdekat atau keluarga di grup aplikasi chatting. Akibat beredarnya kabar hoax yang tersebar, banyak dipercayai oleh orang-orang yang tidak melakukan konfirmasi dari sumber terpercaya. Sehingga orang-orang yang terpengaruh dan memiliki opini yang berubah tentang suatu hal karena berita hoax yang beredar.

Memang ada oknum tertentu yang punya kepentingan dan tujuan tertentu, sehingga membuat berita hoax, menyebarkannya kepada masyarakat, mengharapkan masyarakat terpengaruh, dan turut menyebarkannya untuk berbagai tujuan seperti memecah belah masyarakat. Media internet yang harusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan berita baik, malah disalahgunakan untuk menyebarkan kabar hoax yang berdampak tidak baik.


Terkadang jika sedang sempat, saya mencari informasi untuk memeriksa kebenaran suatu informasi yang beredar, kemudian memberikan penjelasan kepada orang terdekat dan keluarga. Sehingga jika menerima kabar jangan langsung disebarkan, tetapi periksa dahulu kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian dalam menyebarkan kabar hoax, nantinya malah akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Bijak Menyikapi Berita Hoax

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan sebagai warganet yang bijak bermedia sosial dan waspada terhadapat kabar hoax:

1) Cari Rujukan Informasi Lain

Untuk membuktikan suatu informasi benar atau tidak, cari rujukan informasi melalui media sosial dan Google. Sehingga jika ada postingan dari sumber-sumber terpercaya, bisa menjadi bahan rujukan kebenaran suatu informasi. Namun, jika tidak ditemukan informasi dari beberapa sumber terpercaya maka kemungkinan besar kabar yang beredar adalah kabar hoax.

2) Cek Keaslian Foto

Selain kebenaran informasi, gambar-gambar yang beredar juga perlu diklarifikasi dengan menggunakan fitur Google Image. Ada ungkapan yang mengatakan"A picture is worth a thousand words", melalui gambar ada "makna" yang berbagai informasi yang memberikan beragam makna.

Bisa saja mungkin suatu kabar benar, tetapi "didramatisir" dengan foto-foto kejadian di masa lalu ataupun foto yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Sehingga informasi yang beredar menjadi tidak sepenuhnya akurat, tentu saja menjadi kategori berita hoax.

3) Bergabung ke Grup atau Forum Antihoax

Jika masih ragu dan bingung suatu kabar hoax atau tidak, bergabunglah ke Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax. Dengan mudahnya kita akan melihat berbagai pembahasan berbagai kabar hoax, narasi berita yang disampaikan, dan hasil penelusuran anggota lain yang menemukan asal muasal berita hoax berawal.

Menyebarkan Kabar Baik dan Positif

Terlebih ada momen saat ini banyak kabar hoax yang beredar, kita sebagai warganet harus bijak dalam menggunakan internet. Menyebarkan berita yang baik, berkonten positif, dan pesan yang disampaikan memiliki manfaat kepada masyarakat. Selain itu kita sebagai warganet jangan mudah terprovokasi, jika menerima berita atau kabar yang belum jelas kebenarannya.



Media sosial saat ini tidak lagi menjadi tempat untuk saling berbagai informasi positif, bahkan media sosial saat ini dimanfaatkan sekelompok orang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian. Sehingga saat ini Polda Metro Jaya mengajak kita sebagai warganet untuk berkarya dengan konten-konten posirif dan kreatif. Bersama-sama kita semua berkarya melalui postingan media sosial, tulisan di blog, dan video yang bermanfaat dengan konten-konten positif.

1 komentar:

  1. Sekarang orang-orang lebih memilih jadi yang pertama menyebarkan informasi ketimbang jadi penyebar informasi benar.
    Yuk #sebarkanberitabaik!

    BalasHapus