Minggu, 27 November 2016

Menjaga Kebersihan Lingkungan, Partisipasi Masyarakat Mendukung Program Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan Indonesia seakan-akan hal yang hanya bisa dikerjakan oleh lembaga negara. Namun, masyarakat turut bisa berperan untuk membangun Indonesia lewat kontribusi menjaga kebersihan lingkungan.

Terpikir sekilas aneh, namun ternyata kegiatan produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab bagian dari rencana pembangunan. Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) memiliki program sejalan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan dalam rencana pembangunan berkelanjutan.

Kita bersama bisa menjaga kebersihan lingkungan. Kota Bandung disorot ketika ada aturan larangan penggunaan styrofoam baik bagi skala usaha kecil, maupun usaha besar. Tak hanya dalam hal itu, pasar menjadi salah satu hal menarik di Bandung. Dengan sentuhan kreatifitas dan dukungan  pemerintah kota, Bandung memiliki pasar tradisional dengan patut dicontoh. Pasar Kosambi, Pasar Sadang Serang, dan Pasar Cihapit.



Tak hanya pasar pada kegiatan lain yang diadakan di tempat umum, kebersihan lingkungan juga seperti pada Keukeun. Ada aksi Bandung Clean Action dan Greenation untuk memberikan kesadaran pada masyarakat untuk menjaga kebersihan saat kegiatan berlangsung.

Sejalan dengan itu pengaturan tentang Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di daerah akan didukung oleh preaiden lewat peraturan presiden nantinya.
Kementerian Lingkumgan Hidup dan Kehutan, Bappenas, pemerintah kota, dan masyarakat bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan.

Dengan peran masing-masing untuk menjaga lingkungan hidup. Dimulai dari diri kita sendiri dan dimulai saat ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar