Sabtu, 12 Maret 2016

Kuliner Padang Peranakan "Rasa Nendang" : Cikang Resto

Kuliner khas Padang yang cukup dikenal, tiap hampir sisi jalan ada rumah makan Padang. Namun kali ini saya berkesempatan, mecicipi kuliner Padang peranakan. Sebuah restoran bernama Cikang Resto berlokasi di Graha Anam, Jl. Teuku Cik Ditiro 1 No.11, Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Dengan mengusung tagline " The Untold Story of Padang" cukup membuat saya penasaran, apa cerita yang terceritakan di balik nama Cikang Resto. Menu apa saja yang akan disajikan, seunik apa menu yang disajikan di Cikang Resto.


Cikang Resto, Jakarta Pusat

Mas Arie Parikesit memandu acara diskusi di Cikang Resto. Bersama dengan pemilik Cikang Resto, dr Ivan dan dr Venti dibahas arti di balik nama Cikang serta keunikan menu yang dihadirkan Cikang Resto. Ternyata nama Cikang berasal dari nama kedai yang pernah didatangi oleh dr. Ivan dan ayahnya saat masih kecil. Kedai bernama Li Ci Kuang, namun karen sulit disebutkan maka menjadi Cikang. Cikang Resto fokus pada hidangan Padang Peranakan.

Cikang Resto buka setiap hari Senin-Minggu. Di hari Senin-Jumat jam operasional pada pukul 09.00-23.00 dan pada hari Sabtu-Minggu pada pukul 08.00-22.00. Cikang Resto juga menyediakan ruang meeting berkapasitas 20 orang.

Dibuka dengan minuman Kopi Cikang, biki kopi berasal dari Kopi Solok. Ditemani dengan kue singkong sambil menunggu teman-teman yang belum datang.

Kopi Cikang dan Singkong Goreng
Kopi Cikang dan Singkong Goreng

Mas Arie Parikesit membuka acara dan menjelaskan berbagai menu yang akan dicicipi. Mie Alang Lawe menjadi menu pertama yang akan dicicipi. Diawali dengan sebuah kejutan bagi saya. Saya diminta untuk membantu demo masak pembuatan Mie Alang Lawe.

Demo Masak Mie Alang Lawe
Demo Masak Mie Alang Lawe



Saya membantu membuka-buka plastik pembungkus bumbu masakan. Setelah dimasak, akhirnya Mie Alang Lawe disajikan dengan kerupuk merah jambu. Nikmatnya Mie Alang Lawe dengan rasa pedas, asin, dan gurih saat disantap.


Mie Alang Lawe Cikang Resto
Mie Alang Lawe ditemani Kerupuk Merah Jambu


Dilanjutkan dengan menu kedua  Katupe Gule Paku yang tidak kalah enaknya .Ketupat yang disajikan dengan sayur dan rendang. Kuah ketupat juga enak dengan rasanya asin dan pedas yang nikmat di lidah. Rendang daging cukup empuk dengan bumbu yang meresap di daging.


Katupe Gule Paku
Katupe Gule Paku


Mas Arie Parikesit menjelaskan bahwa, rendang adalah cara memasak. Di daerah Padang akan ada berbagai jenis rendang. Mulai dari daging, telur, kentang dan lainnya semuanya bisa direndang.

Setelah kenyang dengan Mie Alang Lawe dan  Katupe Gule Paku. Ditutup dengan menu Lamang Tapai, awalny saya mengira ini lontong. Ternyata  Lamang Tapai adalah ketan putih dan ketan hitam yang dipadukan dengan tapai. Saya mencobanya terasa agak asam dan sedikit rasa manis.


Lamang Tapai
Lamang Tapai


Lima menu di Cikang Resto sudah dicoba dengan rasa yang nikmati di lidah. Dengan penyajian dan bumbu yang berbeda dari yang bias ditemukan pada rumah makan Padang pada umumnya. Diakhir dengan berfoto bersama dan saya pastinya berswafoto dengan pemilik Cikang Resto.


Foto Bersama Blogger di Cikang Resto
Foto Bersama Blogger dan Vlogger di Cikang Resto

Berswafoto dengan dr Ivan dan Mba Fenty

Terima kasih untuk Cikang Resto, dr Ivan, Mba Venty dan Mas Arie Parikesit! Atas kesempatan untuk belajar dan mencicipi hidangan di Cikang Resto.

2 komentar:

  1. Swafoto <- sekarang pakai kata ini ah.

    Tapai itu tape kan ya?
    Hahha
    Tulisan bakunya tapai ya ternyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,Tapai. Di buku menu tertulis Tapai. Setelah saya periksa, ternyata memang benar tapai bukan tape. Kalau Swafoto artinya selfie. SDaya juga masih banyak belajar :)

      Hapus