Senin, 18 Januari 2016

Jakarta Aman, Wisatawan Nyaman

Pariwisata salah satu hal yang dicemaskan akan terdampak akibat kasus bom beberapa waktu  yang lalu. Namun mengutip dari salah satu portal berita online.

" Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama rombongan staff ‘blusukan’ ke hotel-hotel yang berada di kawasan jalan Thamrin, Jakarta Pusat aman terkendali pasca teror kemarin. Arief beserta staf Kemenpar mengunjungi Hotel Mercure Jakarta Sabang, ibis Jakarta Tamarin dan Pullman Jakarta Indonesia Jakarta pada Jumat (15/1) malam. Ia juga bercakap-cakap dengan pihak tamu baik lokal maupun asing.

“Saat ini pariwisata khususnya di Jakarta sudah normal, buktinya adanya tingkat kemacetan seperti biasa lagi di sekitar jalan Sabang dan Thamrin. Tamu-tamu hotel pun merasa tidak merasa terganggu dengan adanya teror kemarin,” ungkapnya yang meninjau dari satu hotel ke hotel lain dengan berjalan kaki.

Menpar mengakui pariwisata memang yang paling sensitif ketika terjadi suatu insiden. Namun dengan bersatunya masyarakat dari berbagai golongan membela Tanah Air, membuat negeri ini bangkit, semakin kuat dan tidak takut. .................

Sebelumnya Presiden Joko Widodo pada Jumat siang juga mengunjungi Hotel Pullman Jakarta guna meninjau keamanan dan melihat situasi pariwisata khususnya hotel yang kembali kondusif. Salah seorang tamu Hotel Ibis asal Belanda, Hans Mullen mengatakan, Jakarta merupakan kota yang aman. “Tidak ada masalah. Saya enjoy di Jakarta,” ucapnya singkat." Baik Menteri Pariwisata, pak  Arief Yahya dan pak Presiden Joko Widodo meninjau ter nyata tidak ada dampak yang signifikan akan okupansi di hotel sekitar area bom yang meledak."


Wisatawan Tetap Nyaman Berwisata dan Tidak Ada Penurunan Okupansi

Dari sisi pelaku bisnis tetap pecara diri bahwa pariwisata terus berkembang dan tidak terkena dampak apapun. Dengan respon yang cepat dan tanggap seperti terlihat pada kutipan berita


................Diakui Menpar Arief, dunia pariwisata sangat sensitif dengan isu keamanan. Dengan cepatnya kembali keamanan di sekitar kawasan teror bom, semakin menumbuhkan kondusifitas pariwisata, khususnya di Jakarta. Buktinya tidak ada tamu yang check-out secara mendadak selepas ledakan bom. "Saya enjoy di Jakarta. Tidak ada masalah," tukas turis asal Belanda, Hans Mullen.

Dijelaskan GM Hotel Mercure Jakarta Sabang Riganda Togatorop, saat terjadinya bom Thamrin Kamis lalu, tingkat hunian mencapai 91 persen. Sementara Jumat mencapai 70-an persen. "Hotel bisnis ini biasanya lebih ramai pada weekdays. Kami senang aparat dan pihak pariwisata cepat tanggap membenahi wisata kita," ujarnya.

"Tingkat okupansi mencapai 65 persen dari 126 kamar yang tersedia. Sehari sebelumnya mencapai 88 persen. Hal itu merupakan standar rata-rata dan kami masih di atas 50 persen. Tak ada pembatalan tamu," cetus general manager Ibis Jakarta Tamarin Sebastien Marty"

Dari sisi pelaku usaha tidak merasakan ada dampak berarti. Wisatawan tetap dengan nyaman berwisata di Indonesia. Jadi, dengan kondisi Jakarat yang sudah normal, tidak ada yang perlu dicemaskan. Wisatawan dapat kembali menikmati wisata dengan aman dan nyaman

Peran Crisis Center Kementrian Pariwisata

Pada Senin siang tayangan Metro Plus Siang. Pak Menteri Arief Yahya dan stand up comedian Pandji Pragiwaksono menjelaskan berbagai hal. Saat ada hal yang tidak diingikan terjadi, kita harus mengambil langkah tahap emergency, rehabilitasi, dan normalisasi.


Perbincangan Jakarta Kondusif, Wisata Aman

Pak Arief menjelaskan dengan cepat tanggapnya Crisis Center Kementrian Pariwisata, tahap emergency sudah berakhir hari Minggu kemarin. Saat ini kita memasuki tahap rehabilitasi. Akan diadakan berbagai acara-acara di Jakarta, Dalam waktu dekat ada perayaan Imlek.
  Kekuatan Social Media dan Peran Netizen
 

Wonderfull Indonesia Berjaya

Wonderfull Indonesia, gerakan yang dimiliki oleh Kementrian Pariwisata. Bukan slogan semata, namun penuh dengan makna dan berbuah manis.. Fakta menarik bahwa Wonderfull Indonesia kini ada di peringkat 47 di dunia, naik 100 peringkat dari tahun lalu di peringkat 47. Peringkat Wonderfull Indonesia melampau gerakan "Amazing Thailand" dan "Truly Asia". Hal itu tidak lepas dari peranan social media, pak Arief mengatakan 70% wisatawan menggunakan social media. Sudahkan para pemain di industri wisata menggunakan social media?
Pak Arief Yahya di Metro Plus Siang
Pak Arief Yahya di Metro Plus Siang

Pada perayaan Imlek di Februari nanti, pak Arief memberitakan tidak adanya pembatalam perjalanan dari enam puluh lima agen travel dari Cina ke Indonesia. Sebuah pertanda bahwa Indonesia sudah kembali aman dan diminati wisatanya.

Pandji Pragiwaksono di Metro Plus Siang
Pandji Pragiwaksono di Metro Plus Siang

Standup comedian Pandji ikut berperan dalam hastag #KamiTidakTakut #JakartaBerani dam terpenting adalah kembali ke kehidupan normal. " Jika Jalan Thamrin sudah macet, artinya Jakarta sudah kembali normal" .ujar mas Pandji dan diteruskan pak Arief Yahya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar