Minggu, 05 Juli 2020

Stres di Masa Pandemi? Kenali Bersama Cara Mengelolanya di We The Health


Banyak hal tak terduga yang terjadi pada tahun 2020, berbagai rencana dan perubahan terjadi dalam waktu singkat ketika pandemi melanda seluruh dunia, termasuk juga Indonesia. Tak sekadar berdampak pada kesehatan secara fisik, tetapi juga pada kesehatan secara mental. Banyak perubahan yang terjadi tak bisa begitu saja diterima dengan baik oleh semua orang, sehingga berdampak kepada stres.

Saya berkesempatan mengikuti acara We The Health, konferensi digital kesehatan pertama dengan berbagai narasumber dan topik menarik seputar kesehatan. Ada Track Jovee.id dan lifepack.id yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2020. Saya memilih ikut dalam sesi "Kesehatan Mental: Pentingnya Mengelola Stres Saat Pandemi" dengan narasumber Ade Binarko (Founder sehatmental.id pada Lifepack Track


Ade Binarko mengawali dengan ceritanya dalam membangun sehatmental.id ejak tahun 2014 untuk meningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Ia pada tahun 2009 mengalami kesulitan dalam bernafas dan harus masuk ke IGD, hingga akahirnyania berkonsultasi ke psikiater dan didiagnosa menderita Panic Disorder. 

Awalnya tak mudah menerima, perlu self accaptance dan self care bahwa setiap orang punya masalah masing-masing. Pada tahun 2013 Ade Binarko mengikuti Enterprenuer Fest dan bertemu Natali Ardianto. Pada tahun 2015 ia punya keberanian dan ide untuk membuat festival tentang kesehatan mental, hingga membuat sehatmental.id.


Pada berlangsungnya masa pandemi Ade Binarko mengajak untuk kita beradaptasi, tak hanya kita saja yang punya masalah, oranh lain juga. Gunakan momen pandemi untuk mengevaluasi diri, mengatur prioritas, dan adanya peluang (seperti memanfaatkan media live streamung dan webinar). 


Selalu ada berkah di balik musibah yang terjadi. Ambil sisi positif dari pandemi yang terjadi, kini kita bisa berkumpul dengan keluarga. Misalnya seorang pilot yang jarang bisa berkumpul dengan keluarga pada kondisu normal karena kesibukan. Ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan, misalnya saat ini menjual kue secara online dengan sistem pre-order. Andaikan sudah kembali bekerja, bisa membuat penjualan kue di akhir pekan.

Ade Binarko berbagi tips dalam menghadapi stigma tentang stres dianggap karena kurang ibadah dan cara mengelola stres selama di rumah. Perlu pendekatan perlahan-lahan secara persuasif kepada orang tua, sesuaikan dengan bahasa yang dipahami orabg tua, dan membutuhkan proses. Jika dirasakan sudah ada gelagat terkait kesehatab mentak, tak ada salahnya datang untuk memeriksakan diri sebagai upaya preventif.


Sejak tahub 2014 Ade Binarko berinisiatif membuat kegiatan dengan mental health check up secara gratis. Karena setiap orang punya masalah, perlu ada pemeriksaan seperti check up kesehatan fisik yang sudah umum dilakukan

Kisah Robin Willliam seorang komedian yang bunuh diri, hal itu membuat munculnya kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan hal yant penting. Sehingga diperlukan edukasi lewat berbagai cara, srperti konsultasi melalui Line @ dan memanfaarkan konsiultasi psikoli secara online.

Adanya kemajuan teknologi membuat harga terjangkau, seperti layanan Jovee.id yang memberikan rekomendasi suplemen dan Lifepack yang merupakan layanan apotek online. Sehingga pada masa pandemi seperti ini kita tetap bisa menjaga kesehatan dengan konsumsi suplemen. Selain itu Lifepack menjadi layanan yang memudahkan untuk membeli obat tanpa perlu kelua rumah.

Jika saat menggunakan media sosial merasa diri terganggu dan tak nyaman, gunakan mute atau blokir akun. Karena kita tak bisa menutup mulut semua orang, tetapi bisa menutup kedua telinga kita, dan bersikaplah bodoh amat dalam menghadapi pendapat orang sehingga tidak stres.

Selasa, 09 Juni 2020

Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya Rokok

Suatu malam saya menyaksikan acara televisi, dalam keseruan tiba-tiba datanglah jeda iklam. Ada iklan yang bercerita tentang hal yang positif, pesan-pesan inspiratif, dan menampilkan sosok seseorang yang keren. Namun, pada bagian akhir iklan tersebut, barulah diketahui kalau itu merupakan iklan rokok. Ya, betapa kreatifnya iklan rokok di masa saat ini. Tanpa didasari setiap harinya kita terpapar iklan rokok dalam berbagai media.


Pada momen Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap tanggal 31 Mei, tahun ini mengangkat tema "Lindungi Kaum Muda dari Manipulasi Industri dan Cegah dari Konsumsi Rokok dan Nikotin". Tema yang sesuai dengan keadaan Indonesia saat ini, di mana industri rokok leluasa dalam melakukan kegiatan promosi. Tanpa disadari di alam bawah sadar anak muda memberikan dampak peningkatan jumlah perokok muda.

Sehingga diperlukan edukasi untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya upaya melindungi anak muda dari target pemasaran rokok. Saya berkesempatan untuk mengikuti Webinar Workshop Online yang diselenggarakan Lentera Anak, sehingga dapat mengetahui seperti apa praktek industri rokok dalam menargetkan anak muda sebagai calon konsumen masa depan.

Webinar Workshop Online mengangkat tema "Membedah Fakta Kebohongan Industri Rokok di era Post-Truth" dengan tiga narasumber:

1. Kiki Soewarso merupakan staf Pengajar pada STIKOM LSPR Jakarta, bersama Tim Peneliti Stikom-LSPR membuat riset tentang Situasi & Tantangan Pengendalian Tembakau, khususnya Paparan Iklan Rokok di Internet.

2. Hariyadi merupakan Data & Analyst Officer Lentera Anak. Terlibat dalam sejumlah campaign di Lentera Anak, antara lain Cukai Zei Campaign (2017), Bank Iklan Rokok (2017), Telur VS Rokok Campaign (2018), dan Pilih Bicara Campain (2019-2020).

3. Mouhamad Bigwanto merupakan Staf Pengajar pada Fakultas Kesehatan Masyarakat UHAMKA, dan Ketua Pusat Kajian Kesehatan UHAMKA. Aktif berkiprah di Organisasi, dimana saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum pada Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Fakta di Balik Pesona Iklan Rokok di Indonesia

Narasumber pertama Kiki Soewarso menjelaskan jika pada zaman dahulu iklan rokok hadir dengan top model, kini iklan rokok tak lagi menggunakan model. Pesan-pesan inspiratif dan kreatif dalam iklan rokok ternyata sukses membuat terjadinya peningkatan jumlah perokok pada remaja meningkat. Tak hanya melalui iklan di TV, tetapi juga melalui sponsorship, iklan secara offline dan online.

Pada periode tahun 2013-2018 terdapat peningkatan 0,7% pada usia 10-14 tahun dan 1,4% pada usia 15-19. Iklan-iklan rokok yang "menginspirasi" disaksikan oleh para anak muda Indonesia. Pada anak-anak berusia <18 tahun terpapar iklan rokok sebanyak 45,7% dari internet dan melalui TV sebesar 85%.  Tak hanya itu saja bahkan anak dan remaja <18 tahun terpapar iklan rokok melalui plang toko yang menjual rokok sebesar 74,2%.




Iklan di TV, acara musik, dan pembagian sampel gratis menjadi kegiatan promosi yang paling berhubungan dengan status perokok pada anak dan remaja usia <18 tahun. Hal ini membuat risiko anak-anak yang terpapar kegiatan promosi dan sponsor rokok menjadi perokok. Anak dan remaja berusia <18 tahun berpeluang 2,8x lebih besar menjadi perokok ketika melihat pembagian sampel rokok gratis.




Begitu juga ketika melihat promosi dan sponsor rokok di berbagai acara memiliki peluang 1,5x-2,5x lebih besar untuk menjadi perokok. Pada saat ini konsumsi media online per hari meningkat, sehingga menjadi salah satu media promosi iklan rokok. Pada video di YouTube 80,3%, website 58,4%, Instagram 57,2%, dan Game Online 36,4%. Hal ini akan membuat potensi 1,5x lebih besar, anak dan remaja berusia <18 tahun menjadi perokok.



Kesimpulan: Adanya hubungan antara terpaan iklan rokok terhadap sikap merokok remaja. Media online yang sering diakses anak muda digunakan untuk menempatkan iklan rokok. Remaja yang tidak merokok ada kemungkinan merokok, setelah melihat iklan rokok.

Regulasi Sponsorship Iklan Rokok

Narasumber kedua Hariyadi, Data & Analyst Officer Lentera Anak menjelaskan tentang regulasi sponsorship iklan rokok yang diatur oleh PP 109 tahun 2012. Pada aturan pada pasal 36 ayat 1 tersebut adanya larangan menggunakan merk dagang, logo, dan brand image untuk mempromosikan produk tembakau. Pada ayat dua menjelaskan kegiatannya juga  dilarang untuk diliput oleh media.

Pada kenyataannya sering ditemui adanya brand image dalam sponsor yang sama dengan brand image dalam iklan rokok. Para pasal 37 PP 109 terdapat penjelasan tentang brand image yang dimaksud: semboyan yang digunakan oleh produk tembakau dan warna yang dapat diasosiasikan sebagai ciri khas produk yang disebutkan. Terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan sponsorship, karena menggunakan nama merk dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk termbakau, bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau.


Pengaturan sponsorship dan CSR terkait perlindungan khusus bagi anak dan perempuan hamil, tercamtim.Pada PP 109 tahun 2012. Pada pasal 47 menjelaskan setiap penyelenggaraan kegiatan yang disponsori oleh produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau, dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 (delapan belas) tahun.

Regulasi iklan rokok di televisi tercantum pada pada PP 109 no 2012 pada pasal 29: "Selain pengendalian iklan produk tembakau sebagaimana dimaksud pada pasal 27, iklan di media penyiaran hanya ditayangkan setelah pukul 21.30 sampai dengan pukul 05.00 waktu setempat. Namun, belakangan ini acara pada sekitar pukul 21.30 ditonton oleh anak-anak.

Tobacco Advertising, Promotion, and Sponsorship ( TAPS) di Era 4.0 

Narasumber ketiga Mouhamad Bigwanto menjelaskan tentang Era 4.0 & Industri Rokok. Salah satunya dengan merk rokok elektrik yang dimiliki oleh perusahaan rokok besar di dunia. Kemudian iklan di era 4.0 menunjukan tren peningkatan total belanja iklan di TV relatif meningkat dan diprediksi belanja iklan digital akan semakin meningkat.

Termasuk juga tobacco advertising, promotion, and sponsorship ( TAPS) di era 4.0 menggunakan iklan promosi dan sponsorship di media sosial, endorsment, user generated content, konten film, artikel atau berita yang secara tidak langsung mempromosikan rokok & brand image rokok, dan membangun komunitas & menggaet anak muda lewat games.
Bahkan kini pada kasus rokok elektronik menjual rasa aman dibandingkan rokok biasa dan dapat membantu untuk berhenti merokok. Pada kegiatannya melakukan pencatutan logo, pembajakan nama kegiatan, dan bajak istilah & image

Senin, 01 Juni 2020

KFC Jualan Donat, Bagaimana Rasanya?

Membuka akun Twitter menjelang malam hari, terlihat adanya postingan yang awalnya aneh bagi saya. Ketika ada gambar donat dengan halus yang terdapat logo KFC. Sejenak saya terdiam dan bingung, "KFC jualan donat? Apakah donatnya jadi garing rasanya gitu? Rasa penasaran bertambah, ketika membuka aplikasi chatting, ada grup chatting yang membahas tentang Donat KFC.

Ada anggota grup yang mencoba memesan Donat KFC, tetapi ternyata hanya ada di gerai tertentu. Jarak gerai KFC yang menjual donat cukup jauh dari rumahnya, akhirnya niatnya memesan donat diurungkan. Saya jadi mencari tahu, gerai KFC mana saja di daerah Tangerang yang menjual Donat KFC.

Pada suatu kali saya keluar rumah untuk belanja mingguan ke supermarket, selesai belanja jadi terpikirkan untuk membeli donat KFC. Iseng-iseng membuka aplikasi ojek online, lalu melihat daftar menu KFC. Tak menyangka gerai KFC yang ada di seberang supermarket, ternyata menjual Donat KFC.

Kemudian saya langsung menuju KFC BSD Square, memasuki, lalu mengantre, dan tak lama sudah berada di depan petugas kasir. Ada dua pilihan paker untuk pembelian Donat KFC: paketan dengan Mocha Float (Rp17.000) dan paketan 6pcs donat (Rp27.000). Saya memesan paketan satu Donat Icing Sugar KFC dengan Mocha Float, berhubung awalnya masih ragu dengan rasa donat KFC. 

Tak lama setelah membayar, lima menit kemudian saya dipanggil petugas kasir untuk mengambil Donat KFC dan Mocha Float. Berhubung masih berlangsung PSBB di Tangerang Raya, belum bisa makan di tempat (dine-in), saya membawa pulang dan menyantap Donat KFC di rumah.
Donat KFC dibungkus dengan kertas berwarna putih bertuliskan "KFC Jagonya Ayam", cukup membingungkan, tak menggunakan tulisan lain pada kemasan.

Mencoba Rasa Donat KFC
Mencoba Rasa Donat KFC 

Saat membuka bungkusan akan terlihat Donat KFC dengan gula halus yang cukup tipis, agak berbeda dengan tampilan pada gambar di menu. Saat saya menikmati Donat KFC terasa tekstur yang cukup lembut, rasanya tak terlalu manis, dan cukup cocok bagi saya.

Seminggu kemudian saat waktunya belanja mingguan, saya kembali mampir ke KFC BSD Square dan kali ini untuk membeli 6 pcs atau 1/2 lusin Donat KFC. Selesai memesan dan mengambil kotak berisi donat, saya menyadari ada yang berbeda. 

Donat KFC Paket 6 Pcs
Donat KFC Paket 6 Pcs 

Ternyata Donat KFC dalam kemasan 6 pcs taburan gulanya lebih banyak dibandingkan donat satuan dengan paketan Mocha Float. Saya meminta orang tua untuk mencoba Donat KFC, ternyata dapat kesan yang baik karena tekstur donatnya empuk.

Kesimpulan:
Sekalipun KFC dikenal sebagai restoran cepat saji yang terkenal dengan hidangan ayam goreng, tetapi menu lain seperti donat cukup enak. Tekstur donatnya cukup lembut, terlebih harganya cukup terjangkau. Namun, ada perbedaan banyaknya taburan gula pada kemasan satuan dan kotak. Secara keseluruhan Donat KFC patut untuk dicoba.

Rabu, 04 Maret 2020

Lebih Dekat dengan KPLP, Sang Penjaga Keamanan Wilayah Perairan Indonesia

Laut dan pantai Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang besar, tak sekadar keindahannya. Namun, juga keanekaragaman hewan yang hidup dan sumber daya alam yang tersimpan merupakan hal yang begitu berharga.
Aktivitas perekonomian berjalan di laut dan pantai, banyak kapal yang hilir mudik dengan berbagai keperluan. Sehingga perlu adanya upaya penjagaan yang dilakukan terhadap aktivitas kapal yang berlayar, agar mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang berlaku.

Berlatarbelakang hal itulah, hadirnya Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) atau Indonesia Sea And Coast Guard. Lembaga yang menjalankan fungsi penjagaan dan penegakan peraturan perundang-undangan di laut dan pantai.
KPLP sempat mengalami pergantian nama,  hingga akhirnya pada 1973 kembali menjadi KPLP. Tanggal 30 Januari menjadi tanggal diperingatinya hari lahir KPLP, pada tahun 2020 KPLP sudah memasuki usia ke-47 tahun.

KPLP Sang Penjaga Keamanan Wilayah Perairan Indonesia
KPLP Sang Penjaga Keamanan Wilayah Perairan

Acara puncak peringatan KPLP ke-47 berlangsung pada 26 Februari 2020 di Jakarta. Saya berkesempatan untuk menghadiri acara tersebut dan mengenal KPLP lebih dekat dalam menjalankan tugasnya. Direktur Jendral Perhubungan Laut, pak Agus H. Purnomo  saat upacara menyampaikan  KPLP merupakan lembaga yang sudah ada sejak sebelum perang dunia ke-2 tahun 1942 dan lembaga tertua di Indonesia.

Dharma Jala Praja Tama menjadi semboyan KPLP yang bermakna insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Semboyan yang selalu dipegang teguh dan dijadikan pedoman bagi personil KPLP dalam menegakan fungsi penjagaan dan penegakan hukum untuk menjamin keselamatan dan keamanan di perairan Indonesia.

KPLP secara teknis operasional berada di Kementerian Perhubungan dan bertanggung jawab kepada presiden (sesuai Undang-Undang Pelayaran No 17 Tahun 2008). KPLP memiliki tugas antara lain:
1. Melakukan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran
2. Melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran di laut
3. Pengawasan dan penertiban kegiatan serta lalu lintas kapal
4. Pengawasan dan penertiban kegiatan salvage, pekerjaan bawah air, serta eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut
5. Pengamanan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran
6. Mendukung pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan jiwa di laut.

Untuk menjalankan semua tugas itulah, UU 17 Tahun 2008 juga memberikan kewenangan kepada KPLP untuk melaksanakan patroli laut, melakukan pengejaran seketika (hot pursuit),  memberhentikan kapal di laut, serta melakukan penyidikan sebagai Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugasnya, KPLP didukung oleh prasarana berupa 5 Pangkalan Penjagaan
Laut dan Pantai (PLP), yaitu :
1. Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok
2. Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban
3. Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Tanjung Perak
4. Pangkalan PLP Kelas II Bitung
5. Pangkalan PLP Kelas II Tual

Selain itu, saat ini Ditjen Perhubungan Laut memiliki 373 unit kapal patroli yang tersebar di 5  Pangkalan PLP dan Kantor Syahbandar di seluruh Indonesia. Adapun kapal-kapal yang dimiliki  oleh 5 Pangkalan PLP ditugaskan khusus untuk berpatroli melaksanakan penegakan hukum di laut, baik itu menyangkut kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi masuk ke Indonesia.

Sedangkan kapal-kapal patroli yang ada di Kantor Syahbandar hanya beroperasi di Daerah  Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKp). Sementara  untuk daerah di luar DLKr dan DLKp ini menjadi kewenangan dari 5 Pangkalan PLP.

Kapal-kapal patroli tersebut telah diinstruksikan untuk melakukan Patroli Keselamatan Maritim secara rutin untuk melakukan pengawasan, penjagaan dan penegakan hukum terkait keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia. Pada saat Operasi Natuna misalnya, KPLP turut berpartisipasi secara aktif dengan mengerahkan kapal patroli KN. Sarotama P.112 dan KN. Kalimasadha P.115 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban untuk melakukan penjagaan dan pengamanan.

Usai berlangsungunya upacara dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan menarik: drum band, bela diri, dan tari-tarian dari pegawai KPLP. Tak berhenti di situ, saya berkesempatan naik kapal patroli KN Trisula P111 setelah dan melihat langsung tugas keseharian KPLP yang berpatroli menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran, setelah diizinkan oleh Direktur KPLP, pak Ahmad.

Sebelum kapal mulai mengarungi lautan untuk berpatroli di seputaran Kepulauan Seribu, kapten Eko sebagai nakkode kapal menjelaskan aspek keselamatan dan keamanan yang harus dipenuhi. Dalam setiap kapal KPLP sudah memenuhi aspek keselamatan dan keamanan dengan tersediannya:
1. Sekoci Penyelamat (Life Boat)
2. Pelampung Penolong bentuk cincin
3. Jaket Penolong (Lift Jackets)
4. Rakit Penolong (Inflatable Liferaft)
5. Pelempar Tali Penolong

Setelah kapal mulai berpatroli, saya dan beberapa teman diperbolehkan melihat keadaan di ruang kemudi kapal dan memberikan edukasi keselamatan dalam pelayaran.  Jika hendak keluar dari area kemudi kapal, diharuskan untuk menggunakan Jaket Penolong (Lift Jackets).

Penggunaan Lift Jacket atau Jaket Penolong.jpg
Penggunaan Lift Jacket atau Jaket Penolong

Saat keluar dari area kemudi kapal, saya melihat seperti ada kotak kontainer berwarna orange yang ternyata merupakan alat untuk memisahkan minyak dan laut. Beberapa waktu lalu sempat ada tumpahan minyak yang mencemari laut, KPLP menggunakan KN Trisula menanggulangi pencemaran minyak di laut yang terjadi.

Setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing, termasuk kapal patroli KPLP yang berlayar di wilayah perairan Indonesia wajib memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS).
AIS adalah sisten identifikasi otomatis yang menjadi dasar untuk dipergunakan di kapal, diatur secara internasional melalui konvensi keselamatan jiwa di laut.

AIS berfungsi mengirim dan menerima informasi data secara otomatis ke kapal lain, stasiun Vessel Traffic Service (VTS) atau Stasiun Radio Pantai (SROP). Dengan menerapkan sistem AIS akan dapat membantu pengaturan lalu lintas kapal dan mengurangi bahaya dalam bernavigasi.

Ada 9000 personil KPLP yang siap menjaga dan menegakan hukum laut Indonesia berdasarkan ketentuan nasional ataupun internasional. KPLP Indonesia juga banyak melakukan hubungan kerjasama dengan Sea and Coast Guard  berbagai Negara seperti UK Coast Guard dan US Coast Guard, baik untuk melakukan pemantauan dan patroli bersama, maupun untuk bekerjasama dalam hal peningkatan kapasitas  SDM.

KPLP juga telah secara aktif berperan dalam dunia internasional dalam hal penjagaan dan pengawasan keselamatan pelayaran, antara lain turut tergabung dalam Tokyo MoU dan secara rutin mengadakan kesepakatan dan kerjasama dengan negara-negara lain, baik secara bilateral, regional, maupun multilateral

Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Lima Destinasi Super Prioritas Bali Baru dan Kemudahan Transportasinya

Banyak tempat wisata yang menawarkan keindahan alam Indonesia, tak sekadar Bali saja. Namun, banyak tempat wisata lainnya perlu untuk dikunjungi juga. Dalam upaya pengembangan pariwisata di Indonesia, presiden Joko Widodo menyampaikan ada lima destinasi super prioritas Bali baru yang akan dibangun dan dikembangkan: Mandalika (NTB), Likupang (Sulawesi Utara), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur Jawa Tengah, dan Labuan Bajo (NTT)⁣.

Namun,  untuk sampai ke destinasi wisata tentunya perlu melakukan perjalanan. Kini konektivitas menuju menuju tempat wisata semakin mudah atau #ConnectivityMakesTravellingEasy, khususnya pada lima destinasi super prioritas Bali baru. Pada Jumat, 6 Desember 2019 di Jakarta berlangsung acara yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI untuk memaparkan bagaimana aksesibilitas untuk ke destinasi wisata Bali baru saat ini.

Sekretaris Jendaral Kemenhub, Pak Djoko menjelaskan dalam pengembangan destinasi 5 super prioritas Bali baru didukung oleh Kemenhub yang berperan dalam "menghubungkan". Kini masyakat bisa menggunakan berbagai jasa transportasi yang tersedia: transpoetasi darat, transportasi penerbangan, dan dan transportasi kelautan.



Dukungan Kementerian Perhubungan dalam perbaikan prasaran dan sarana di bandara, pelabuhan,  stasiun, penambahan penerbangan, peningkatan layanan kapal laut, dan pembangunan jalan tol yang dikoodinasukan dengan berbagai moda transportasi. Diharapkan masyarakat memberikan saran dan kritik kepada Kementerian Perhibungan melalui Contact Center 151, Facebook, Twitter, dan Instagram.

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan 5 destinasi super prioritas Bali baru dari 10 destinasi Bali baru pada Oktober 2019. Hal tersebut sudah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan menambah jumlah kapal Pora-Pora menuju Danau Toba untuk meningkatkan keselamatan dan konektivitas perjalanan.

Direktur Jendral Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan kita patut berbangga dengan konektivitas menuju tempat wisata di Indonesia yang semakin baik. Salah satunya dengan perbaikan 20 terminal dengan biaya sebesar 500 Milyar.



Direktorat Jendral Perhubungan Darat sudah mempersiapkan berbagai upaya untuk menduukung konektivitas 5 destinasi super prioritas. Pembangunan infrastuktur 12 dermafa dengan lokasi yang lebih dekat dengan Danau Toba dan penambahan 5 kapal feri dan Pora-Pora.

Melalui media Video Call Menteri Perhubungan, pak Budi Karya Sumadi menjelaskan, lima destinasi Bali baru memberikan dampak kebaikan bagi Indonesia, kedatangan turis pada tahun 2020 yang melakukan perjalanan dengan "spending" yang berkontribusi pada perekonomian.

Ada potensi perekonomian dari objek wisata yang memberikan, kesempatan kerja bagi banyak orang lewat pariwisata. Sehingga Kementerian Perhubungan membangun infrastuktur untuk kemudahan  5 destinasi Bali baru.

Sudah adanya pelabuhan yang menfakomodir cruise di Labuan Bajo, pemberian konsesi bandara yang ada dengan operator asing untuk memudhkan wisatawan dalam kemudahan perjapanan ke Labuan Bajo. Ketersediaan 12 Dermaga dan penambahan kapal di Danau Toba.

Sesditjen Perhubungan Udara, Pak Nur Isnin Istiaryono menjelaskan kemudahan konektiviras ke Candi Borobudur, bisa menggunakan moda transportasi pesawat, kereta, dan bus:

 1) Melalui transportasi udara bisa melalui 4 bandara: Yogyakarta, Kulonprogo, Solo, dan Semarang. Kemudian dari bandara bisa menggunakan bus DAMRI ke Candi Borobudur.

 2) Kemudahan aksebilitas ke Danau Toba bisa melalui Bandara Silangit, selain itu juga bisa melalui Sibisa melalui daerah Parapat.



Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, pak Hengki Angkasawan menjelaskan hadirnya #TransmatePenghubungIndonesia hadir sebagai komunitas digital yang membagikan informasi tentang konektivitas transportasi. (Trans berasal dari kata transportasi dan Mate yang berarti partner, sehingga  Transmate memiliki makna sahabat transportasi)



Kesimpulan:
Sehingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas adalah faktor penting. Tanpa adanya dukungan pemerintah terhadap pengembangan pariwisata tidak akan berhasil. Sektor pariwisata yang berhasil akan memberikan pemasukan berupa devisa kepada negara.



Selasa, 26 November 2019

Pentingnya Sanitasi Aman untuk Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Stunting

Seringkali urusan sanitasi, masih dianggap sebagai "urusan belakang". Asalkan rumah bagian terlihat baik cukup, padahal ternyata tidak. Dalam rangka Hari Toilet Sedunia Sanitasi Aman, diperingati setiap tanggal 19 November  berlangsung acara Kumpul Blogger dan Vlogger dengan tema  "Sanitasi Aman, Mulai Kapan?"

Diawali dengan sesi pembukaan oleh Ibu Alifah Sri Lestari, Deputy Chief of Party USAID IUWASH PLUS menjelaskan pentingnya sanitasi aman berdampak pada kesehatan. Coba kita ingat, apakah di rumah ada Septic Tank? Lalu, Kapankah terakhir kali dikuras? Ternyata menguras Septic Tank secara berkala, setidaknya 2-3 tahun sekali penting dilakukan untuk terciptanya sanitasi aman. Dimulai dari rumah dengan memiliki septic tank yang kedap air dan dikuras secara berkala.



Selanjurnya Ibu Lina Damayanti, Advisor Bidang Advokasi dan Komunikasi USAID IUWASH PLUS. Jadi, ke manakah hasil buangan dari sanitasi kita? Idealnya ke Septic Tank. Namun, masih ada yang berakhir di sungai. Bahkan ada hasil dari sanitasi, ada yang pembuangannya di kantong plastik.


Sanitasi aman adalah sistem sanitasi yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air. Idealnya jarak antara septic tank dengan sumber air setidaknya 10 meter. Namun, pada lingkungan padat penduduk terutama di daerah perkotaan, jarak antar rumah relatif berdekatan. Sehingga muncul masalah keterbatasan lahan untuk pembuatan septic tank.

Kesadaran pentingnya santisasi aman di Indonesia ternyata belum diketahui semua masyarakat. Bahkan masih banyak yg belum. punya septitank di rumahnya. Padahal ada dampak langsung dari sanitasi yang tidak aman, salah satunya pada kesehatan.

Terdapat bakteri E. Coli pada setiap hasil pembuangan sanitasi.  Bahkan bisa berdampak pada stunting, gizi yang harusnya digunakan untuk perkembangan anak. Malahan digunakan untuk melawan bakteri.

Bahkan air yang kita gunakan masih bisa tercemari oleh hasil buangan sanitasi. Terlebih cukup banyak masyarakat tidak menggunakan air PDAM, sehingga apa yang kita buang, masih ada di sekitar kita, dan berpotensi mencemari air yang kita gunakan.

DR. Subekti SE, MM Direktur Utama PD PAL JAYA menjelaskan bahwa di Indonesia masih ada 25 juta orang yang buang air sembarangan. Provinsi DKI Jakarta sebesar 4% terkecil nomor dua. Baru Provinsi Yogjakarta merupakan provinsi Pertama yang sudah bebas dari BABS.



Saat ini memang rumah-rumah memang tersedia toilet. Namun, tak semua punya septiktank. Lalu, ke mana pergi limbahnya? Instalasi pengolahan lumpur tinja, saat ini berada di Duri Kosambi dan Pulogebang.
Masalah sanitasi terkait juga dengan sumber baku mutu air bersih, sehingga penting. Namun, terkadang terlupakan. Septic tank yang ada perlu disedot secara berkala, sudah ada PD PALJAYA yang bersedia menangani.

Dalam proses penyedotan sanitasi ada prosedurnya, sehingga tidak terjadi ledakan. Ke depannya DKI Jakarta akan memberikan subsidi untuk ketersediaan septic tank bagi masyarakat. Septic tank itu mengandung gas metan. Berhati² dan pastikan operator yang membersihkan mengenai alur pekerjaannya. Untuk menguras septitank,  jangan sampai habis sisakan sedikit! Agar bakteri pengurai didalamnya tetap ada dan bisa langsung bekerja.

Bu Zaidah Umami, Sanitarian Puskesmas Kecamatan Tebet yang merupakan bagian dari Kesehatan Masyarakat. Pemerintah memiliki program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk memicu masyarakat akan kesadaran sanitasi. Dalam satu hari setidaknya 0,5 kg hasil buangan sanitasi, jika selama 50 tahun bisa dibayangkan betapa banyak nantinya.


Pendekatan STBM bertujuan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM merupakan program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga, dan berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana.

Melihat Keadaan Sanitasi di Tebet Timur, Jakarta Selatan

Setelah sesi talkshow, saya berkesempatan mengunjungi RT 08 RW 10 di Tebet Timur. Disambut oleh Bapak Sitam (Ketua RW 08) yang menjelaskan bahwa hanya 20% masyarakat di RW 08 yang memiliki septic tank yang aman. Kebiasaan masyarakat yang tinggal di sekitaran sungai, tak mau membangun septic tank, langsung saja buang air ke sungai, sehingga airnya kotor dan berbau.



Setelah diberikan pemahaman, akhirnya masyarakat menyadari pentingnya septic tank. Kini masyakat RW 08 memiliki IPAL Komunal untuk 160 rumah warga dengan bantuan dari USAID IWAS PLUS dan perusahaan swasta (Sinarmas), bahkan sempat dikunjungi oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga.

Namun, sisi lain sudah ada masyarakat yang memiliki kesadaran sendiri untuk membuat septic tank, bernama Pak Wahyono. Pak Wahyono merupakan salah satu warga yang membangun sanitasi pribadi menggunakan uang sendiri. Ia menyadari bahwa BABS Lebih bahaya. Akhirnya beliau memutuskan untuk membuat septitank dgn biaya sendiri sebesar 5 juta untuk membuat septiktank. Setelah melihat septiktank pribadi milik pak Wahyono.



Ada 3 kolam: kolam 1 untuk penampungan. Kolam berikutnya untuk penyaringan dan pengeluaran.  Sekarang pak Wahyono merasa hidupnya lebih bersih, sehat dan tak merasa bersalah dengan lingkungannya. Pak Wahyono juga mengajak tetangga yang tinggal di pinggir kali untuk membuat septic tank.

Selanjutnya Pak Santo, ketua RT menjelaskan perbedaan keadaan air di sisi kiri dan kanan yang sudah dan belum memiliki sanitasi yang aman. Sudah ada 12 rumah yang membangun septic tank sendiri dengan biaya 5-7 juta. Sekarang ini warga RW 08 mencari pembiataan untuk pembuatan IPAL sendiri. Agar masyarakat merasa memiliki IPAL, ada iuran 5.000 per kepala Keluarga untuk mengelola IPAL.


Ia pun bercerita cara edukasi yang ia lakukan bagi warganya untuk semakin bersih dan sehat lingkungan yang ada. Jika masalah sanitasi ini tak aman, maka nanti akan bermaslah terhadap baku mutu air tanah pada 5-10 tahun mendatang.

Proses pengurasan septic tank bisa ditangani oleh PD PAL Jaya, seperti inilah prosesnya dengan biaya yang cukup terjangkau. Penyedotan limbah tinja sebaiknya membersihkan septictank  2-3 tahun bergantung penghuni rumah. Biaya penyedotan septictank untuk 2.000m kubik adalah 330rb . Biaya tersebut bukan sekedar biaya sedot, tapi sudah termasuk biaya angkut dan biaya pengolahan limbah.



Inilah mobil PD PAL Jaya yang sedang melakukan penyedotan. Pak Bekti menjelaskan bahwa mobil PD PAL Jaya juga sering keliling ke pemukiman masyarakat, sehingga masyarakat sadar untuk melakukan penyedotan dan bisa meminta bantuan pada PD PAL Jaya.

Jumat, 22 November 2019

Pencegahan Diabetes dan Diabetes pada Anak-Anak

Pada 14 Nov 2019 berlangsung peringatan Hari Diabetes Sedunia.Kepedulian Kementerian Kesehatan Indonesua tentang Diabetes di Indonesi, di mana pada tanggal 2013 prevalensi 6,9% dan pada tahun 2018 menjadi 8,5%, ada kenaikan 22,9 juta pendududk di Indonesia menderita diabetes.

Untuk menanggulanginya tak hanya pemerintah saka, tetapi perlu kerjasama dengan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedilian dalam menjaga status kesehatan, tak hanya untuk sendiri, tetapi untuk keluarga. Sehingga penting sekali perann keluarga dalam penangggulangan kasus diabetes di Indonesia.

Implentasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Miletus

dr. Cut menjelaskan Diabetes adalah ibu dari segala penyakit, dikelompikam ke dalam penyakit tidak menular. Pada tahun 1990 lebih banyak penyakit tidak menupar TBC, DBD, dan Malarian dan di 2017 PTMnya sudah besar. Beban penyakit meningkat lebih besar dua kali. Ada di masa transisi  penyakit menularnya belum selesai, tetapi penyakit tidak menularnya meningkat.



Tiga penyakit PTM menjadi penyebab kematian tertinggi yang diderita: Stroke, jantung dan pembuluh darah, dan Diabetes Miletus. Dari sisi pembiayaan JKN dan hasil Riskedas penderita penyakit tidak menular meningkat meningkat, seiring perkembangan teknologi dengan kemudahan dan membuat masyarakat malas bergerak.



Provinsi DKI Jakarta menempati posisi keempat, tingkat prevalensi penyakit tidak menular.Dalam pencegahan dan penanganan PTM perlu dilakukan secara kongruen. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan diri sendiri.

Terjadinya peningkatan penyakit tidak menular pada usia 10-14 tahun, kini bukanlah penyakit orang tua. Bonus demografi akan menjadi tidak produktif, jika terpapar oleh PTM. 71,48 tahun selama 8,83%. Faktanya hanya tiga dari sepuluh penderita PTM yang terdeteksi, selebihnya tidak mengetahui jika terkena PTM. Dari tiga penderita PTM hanya satu orang yang berobat.

Ada beberapa kebijakan pencegahan PTM: Integrasi & Pendekatan Komprenshif, Inklusif, dan Dukungan keluarga & Partisipasi Masyarakat. Kemudian strategi pencegahan PTM: Promosi Kesehatan, Deteksi Dini, Perlindungan Khusus, dan Pengobatan.

Masyarakat perlu mengetahui faktor risiko PTM yang bisa dan tidak dimodifikasi: usia, jenis kelamin, genetik, dan ras tertentu. Yang bisa dimodifikasi: merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Dalam pencegahan PTM dilakukan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sesuai Inpres No 1 tahun 2017 dengan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari penerapan kawasan tanpa rokok, pola makan sehat, pengendalian asupan gula, garam, dan lemak, lingkungan yang bersih, dan deteksi dini (tekanan darah, gula darah, dan Indeks Masa Tubuh) secara berkala.

Ada aturan yang mengatur kawasan tanpa rokok (UU No 36 2009 tentang Kesehatan pasal 115 dan PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan pasal 50a.

Selain itu juga perlu diperhatikan  jika memiliki gula darah  sewaktu 126-200mg/dL berarti sudah ada di fase Prediabetes dan berpotensi jatuh ke diabetes, serta diperlukan kontrol secara berkala.

Diabetes Miletus Tipe 1 pada Anak

Prof dr. Jose RL Batubara menjelaskan bahwa anak-anak bisa terkena diabetes juga. Anak yang terkena diabetes memerlukan insulin seumur hidup, ada beberapa penyebabnnya: proses autoimun dan kerusakan pankreas. Pada anak-anak diabetes tipe 1, sedangka pada orang dewasa diabetes tipe 2. Diabetes pada anak, jika tidak disadari akan membuat keadaan gawat darurat dan mengancam nyawa.



Jika anak--anak sering mengompol, padahal sebelumnya sudah tidak. Hal itu bisa jadi pertanda diabetes pada anak. Pada anak-anak pengobatannya perlu diberikan insulin dan diatur makanan yang dikonsumsi Konsumsi makanan harus sesuai dengan diet seimbang, diberikan sesuai kebutuhan anak. Hanya karbohidratnya yang disesuaikan pemberiannya.

Anak-anak dengan diabetes tetap boleh berolahraga, tetapi dengan ketentuan tertentu. Anak-anak dengan diabetes akan menderita komplikasi pada usia 5 tahun. Berikan makanan pada anak, baru berikan insulin pada anak dengan diabetes.Sebagian besar anak dengan diabetes, tidak memiliki keluarga dengan riwayat diabetes Pembiayaan pengobatan diabetes tipe 1 ada anak, sebagian besar dengan pengeluaran pribadi.


Peranan Upaya Promotif dan Preventif di Tingkat Individu dan Keluarga dalam Upaya Mencegah Diabetes

dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD menjelaskan upaya preventif diabetes yang diperlukan saat ini. Karena tak banyak disadari oleh banyak orang. Seringkali komplikasi diabetes tipe 2 dirasakan, baru kemudian diketahui adanya diabetes. Dikarena tidak rajin memeriksakan kesehatan.


Ada beberapa upaya yang dilakuan dalam penanganan diabetes: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.  Semakin tinggi pendidikan keluarga, Makin baik pemahamannya mengenai diabetes
Edukasi tentang diabetes penting dilakukan terus menerus. Kebutaan disebabkan nomor satu oleh diabetes.

Edukasi kontrol gula perlu dilakukan, selain itu peranan keluarga penting sebagai pendamping. Dukungan penuh dari keluarga pada penderita diabetes penting dilakukan, termasuk dalam hal pembiayaan.

Gaya Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Suharyati, SKM, MKM, RD dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengajakan untuk Coba check status gizi dengan cara timbang Berat Badan dan ukur Tinggi Badan. Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) - 100, berat badan ideal (kg) = (tinggi badan (cm) - 100) × 90%



Dalam konsumsi ada pedoman gizi seimbang dalam bentuk visual tumpeng pedoman gizi seimbang. Inilah tujuan dari konsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Makanan dengan gizi seimbang mengandung:
- sumber zat tenaga (karbohidrat & lemak)
- sumber zat pembangun (protein)
- sumber zat pengatur (vitamin & mineral)

Kiat dan Teknik Peningkatan Aktivitas Fisik di Tingkat Individu dan Keluarga

dr. Michael  Triangto , Sp. KO menjelaskan dampak olahraga yang tepat untuk diabetes ada dua,yaitu: jangka pendek dan jangka panjang Dalam jangkannpendek otor bekerja akan menggunakan glikogen di dalam otot. 2) Cadangam Glikogen yang berkurang akan dikembalikan lagi dengan menggunakan glukosa di dalam darah, sehingga kadar glukosa darah dapat lebih terkontol.


Sedangkan dalam Jangka Panjang akan meningkatkan metabolisme otot, otot akan menggunakan glukosa darah lebih banyak, meningkatkan kontrol terhadap glukosa darah, otot lebih terlatih akan memiliki pembuluh kapiler lebih banyak, sehingga akan meningkatkan aliran darah dan metabolisme glukosa.

Bagi penderita diabetes yang masih awal bisa kontrol dengan olahraga sebelum menggunakan obat. Ada perbedaan antara olahraga dengan aktivitas fisik? Karena olahraga memiliki tujuan untuk melatih otot-otot tertentu secara detail. Sehingga ada tujuan yang jelas dan harus memiliki program.

Dianjurkan beraktivotas aerobik dengan intensitas sedang 150 menit per minggu dan 75 menit per minggu dengan intensitas berat, lakukan setidaknya 10 menit per satu kali. Lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan individu, kesehatan individu, dan tingkat keterbatasan individu.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, integrasikan program latihan dengan pola berpikir, perubahan gaya hidup,  diet yang tepat, dan di bawah pengawasan dokter, serta lakukan juga evaluasi.