Sabtu, 12 Oktober 2019

Momen Hari Kesehatan Jiwa, Saatnya Peduli dan Mencegah Bunuh Diri

Keadaan sehat pada umunya identik anggapan kesehatan tubuh, mulai terlihat dari fisik seseorang misalnya. Namun, ternyata sehat tak sekadar urusan tubuh, masih ingat dengan CERDIK: Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola Stres. Mengelola stres cukup dekat dengan urusan kesehatan jiwa, hal yang terkadang luput dari perhatian pentingnya kepedulian akan kesehatan jiwa.

Di momen menjelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day, Kementerian Kesehatan mengadakan acara Temu Blogger dengan tema "Mental Health Promotion and Suicide Prevention" pada 9 Oktober 2019 di Jakarta.

Diawali penjelasan dr. Fidiansyah Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan RI tentang kesehatan jiwa, seseorang dikatakan sehat hiwa jika, sehat secara pikiran dan jauh dari gangguan kejiwaan. Ada tiga pengertian tentang kesehetan kejiwaan: 1. Sehat jiwa 2. ODMK (orang dgn masalah kejiwaaan) 3. ODGK (orang dgn gangguan kejiwaan).

dr. Fidiansyah Direktur P2MLJN Kementerian Kesehatan
dr. Fidiansyah Direktur P2MLJN Kementerian Kesehatan


Berdasarkan Riskerdas 2013 prevalensi orang dengan gangguan kejiwaan berat adalah 1.7% dan prevalensi orang dengan gangguan mental sebesar 6 %Ada banyak faktor penyebab/masalah kejiwaaan: modernisasi, globalisasi kekerasan pada perempuan dan anak, kenakalan remaja, dan lainnya.

"Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya", UU No. 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Sehingga kesehatan ada empat aspek: fisik, mental, spiritual, dan sosialnya. Ada keterkaitan antara kesehatan fisim dan jiwa, ketika jiwa sehat, maka gisik juga sehat dan begitu juga sebaliknya.

Narasumber selanjutnya Novy Yulianty, MotherHope Indonesia, ia merupakan penyintas PPD (Pospartum Depression) yang beberapa kali ingin bunuh diri. Selama 2013- 2015 mengalami hari-hari yang berat pasca melahirkan caesar. Dalam pemikirannya ia harus melahirkan normal, tetapi ia harus melahirkan secara caesar.

Novy Yulianty, Mother Hope Indonesia
Novy Yulianty, Mother Hope Indonesia

Berlanjut dengan ASI yang tidak keluar dan tak bisa menggendong anaknya, ia sampai ketakutan ketika ada yang ingin berkunjung dan menayakan perihal ASI keluar banyak atau tidak. Rasa depresi berat dialami seorang Novy Yulianty, bahkan tak mau mengurus anaknya.

Depresinya yang dialami semakin berat, terlebih banyak stigma yang negatif ditujukan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hingga ia menceritakan masalahnya kepada dosen pembimbing, ia pun juga seorang psiokolog dan mengikuti terapi.

Setelah pulih, ia masuk dalam komunitas MotherHope Indonesia dan menjadi psikolog relawan. Pada usia anaknya berusia 2,5 tahun akhirnya Bu Novy bisa merasa bagaimana mencintai anaknya. Komunitas memiliki fungsi yang penting, bisa menemukan anggota lain yang memiliki masalah yang serupa.

Mother Hope sering mengadakan kuliah Whatsapp, seminar, psikoedukasi, home visit, dan support group. Dalam komunitas Mother Hope banyak yang memiliki masalah yang serupa, sehingga bisa saling mendukung dan memahami.

Dilanjutkan narasumber ketiga, yaitu: Bu Gamayanti Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia menjelaskan kondisi gangguan jiwa bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada profesional (kesehatan) sekalipun. Fakta ya satu orang mati karen bunuh diri setiap 40 detik, ada 20 percobaan bunuh diri yang tidak terdata.

Gamayanti, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia
Gamayanti, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia

Di kalangan mahasiswa, orang-orang terdidik juga banyak terjadi bunuh diri pun, bahkan menjadi menjadi penyebab kedua kematian, setelah kecelakaan di usia 15-29 tahun. Kita sebagai teman, kakaj, adik, keluarga, dan bagian dari lingkungan perlu bekerjasama dalam mencegah orang yang mengalamu masalah kejiwaan untuk bunuh diri.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkannya: saat kecil mengalami bullying, kekerasan fisik, mental, seksual, hilangnya sosok seorang ibu, diskriminasi sosial, dan .inimnya dukungan sosial  terhadap orang dengan masalah kejiwaan.
Seseorang yang merasa kesepian, tidak berguna, tidak berharga, perasaan lelah yang panjang dengan kehidupan ini me jadi pendorong seseorang untuk bunuh diri. Hal ini diperberat risikonya dengan adanya diskriminatif dan penghakiman ada seseorang dengan gangguan jiwa.

Belum lagi adanya tulisan atau cerita tentang bunuh diri yang tidak tepat, contohnya harakiri, ditunjukan sebagai sifat yang berani dan kesatria. Bunuh diri bisa menular. Ada beberapa tanda-tanda seseorang mengalami masalah kejiwaan: bicara tentang bunuh diri,  bicara tentang alat-alat bunuh diri, sulit makan/tidur, mundur dari kegiatan sosial, dan lain-lainnya.

Terlebih di era media sosial, status bukanlah hal yang privasi dan bisa dilihat banyak orang. Jika ada pembicaraan terkait keinginn bunuh diri, perlu segera direspon dan dicegah. Namun, memang tak mudah meyakinkan orang-orang di sekitarnya. Hal sederhana yang dapat kita lakukan dengan menunjukan empati, ajak bicara, bantu selesaikan masalah, ajak mencari bantuan professional.

Memang ada faktor risiko dari keturunan, tetapi tidak akan muncul kalau tidak terkumpul faktor/triggernya. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang kesehatan jiwa bisa mencoba aplikasi Sehat Jiwa dari Kementerian Kesehatan dan menghubungi Hotline 1500-567 Kementerian Kesehatan. Masyarakat bisa bertanta tentang semua hal terkait kesehatan, termasuk kesehatan jiwa.

Rabu, 25 September 2019

Ecolink Hadirkan Lampu LED Berkualitas, Ramah Lingkungan, dan Harga Terjangkau

Lampu menjadi salah satu hal yang penting dalam keseharian, kebutuhan penerangan terlebih pada malam hari dan ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung. Namun, apa jadinya ketika baru beberapa bulan membeli suatu lampu, ternyata lampunya sudah mulai berkedip-kedip dan kemudian mati. Rasanya tentu merepotkan baru beberapa bulan digunakan harus membeli lampu lagi.

Belum lagi keengganan masyarakat untuk beralih ke lampu LED karena dianggap lebih mahal. Padahal manfaatnya lebih banyak: lebih hemat energi, lebih ramah lingkungan, lebih tahan lama, dan menurunkan biaya listrik. Terlebih saat ini banyak pilihan lampu LED dengan harga yang beragam di pasaran, tetapi tak semuanya memiliki kualitas yang baik.

Namun, betapa senangnya ketika saya mengetahui bahwa Signify Indonesia, menjawab kebutuhan konsumen Indonesia dengan memperkenalkan lampu berkualitas dan ramah lingkungan dengan harga terjangkau. Pada 23 September 2019 diperkenalkan Ecolink sebagai brand lampu LED berkualitas  dan ramah lingkungan, bahkan harganya terjangkau.

Ecolink Lampu LED Berkualitas, Ramah Lingkungan, dan Harga Terjangkau
Ecolink Lampu LED Berkualitas, Ramah Lingkungan, dan Harga Terjangkau

Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia menjelaskan adanya kebutuhan konsumen rumah tangga di Indonesia yang mendapatkan lampu berkualitas, tetapi ingin berhemat dengan mencari yang harganya murah.

Country Leader Signify Indonesia
Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia

Adanya gap antara kualitas dan harga, sehingga Ecolink hadir untuk mengisi gap tersebut. Dengan hadirnya  Ecolink akan semakin memudahkan masyarakat untuk beralih ke lampu berkualitas pencahayaan yang baik, menenuhi standar keamanan, dan harga yang bersahabat.

Kemudian pak Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia menjelaskan potensi akan kebutuhan penerangan di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat dan saat ini ada 271 juta penduduk di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi Country Destination dalam hal perlampuan.

Masyarakat Indonesia masih bertanya-tanya akan kebutuhan lampu, lebih memilih kualitas atau harga? Ada keraguan untuk beralih dari lampu konvensional ke lampu LED, karena hanya sebatas melihat harganya. Namun, ternyata lampu konvensional murah yang dibeli kurang berkualitas, sehingga mulai berkedip dan tak lama mati. 

Malahan jadinya harus mengganti lampu lagi dan mengeluarkan biaya lagi (reinvestment), ketika lampu murah yang dibeli tidak memiliki garansi. Ecolink hadir sebagai brand lampu LED berkualitas, ramah lingkungan, harga terjangkau, dan bergaransi.

Head of Marketing Signify Indonesia
Tujuh Keunggulan Ecolink

Ada tujuh keunggulan lampu LED Ecolink:
1) Pricing Afforrabdle, harganya terjangkau mulai dari 15ribu saja.

2) Lebih Hemat Energi, penggunaan lampu LED mampu menghemat energi hingga 88% 

3) Long Lasting, Ecolink terjamin kualitasnya akan menyala hingga 15.000 jam.

4) Memenuhi Standard yang berlaku baik internasional (Global IEC Standard) dan standard lokal (SNI).

5) Menggunakan Teknologi Lampu LED yang tidak mengeluarkan Infrared dan radiasi.

6) Bebas dari Khawatir karena memiliki garansi lampu LED selama satu tahun, jika sebelum satu tahu lampunya matu bisa ditukarkan langsung kepada toko.

7) Product Range untuk Consumer dan Trade Professional, tak hanya untuk masyarakat di rumah tangga. 

8) Untuk saat ini Ecolink akan hadir dengan produk bohlam LED Downlight dan LED Bulb. Tak hanya memiliki produk berkualitas yang tidak akan menyusahkan para trade profesional. Ke depannya akan diperkenalkan berbagai jenis produk LED Ecolink lainnya.

Ecolink LED Downlight dan LED Bulb
Ecolink LED Downlight dan LED Bulb

Kesimpulan: 
Signify Indonesia menjawab kebutuhan masyarakat akan lampu LED berkualitas dengan harga terjangkau. Ecolink hadir di Indonesia sebagai brand lampu LED berkualitas, ramah lingkungan, harga terjangkau mulai dari Rp 15.000 aja.

Minggu, 15 September 2019

Saatnya Kerajinan Indonesia Semakin Dikenal melalui KriyaNusa 2019

Kain tenun menjadi salah satu produk kerajinan yang dikenal, tetapi ternyata masih ada banyak hasil karya kerajinan di Indonesia yang berkualitas. Mulai dari songket, anyaman bambu, produk kulit, kerajinan logam, dan logam mulia.

Untuk mengenal lebih dekat tentang produk kerajinan Indonesia, saya berkesempatan menghadiri acara Temu Netizen KriyaNusa 2019 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada 9 September 2019 di Jakarta.

Acara Temu Netizen #KriyaNusa2019 diawali sambutan oleh Pak Widodo Muktiyo, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI. Pak Widodo menyampaikan di dunia yang serba terhubung dan online saat ini, menyimpan potensi untuk mendukung promosi kerajinan Indonesia.


Melalui acara KriyaNusa 2019 diharapkan kerajinan Indonesia mempunya daya saing yang tinggi dan punya pasar yang lebih luas lagi. Para pelaku UMKM saat ini merupakan pahlawan ekonomi. Sehingga perlu kita dukung dengan mempromosikannya.

Acara KriyaNusa 2019 akan berlangsung pada 11-15 September 2019 di Balai Kartini diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) didukung Kementerian Kominfo. Dukungan Kementerian Kominfo sebagai wujud pelaksanaan  tugas sebagai Goverment Public Relation (GPR) dengan tiga aspek: People, Public, Partnership.

Termasuk dukungan pada penyelenggaraan KriyaNusa 2019 yang diselenggarakan Dekranas. Pada tahun ini merupakan tahun ke-3 dukungan Kementerian Kominfo kepada Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional).

Euis Saedah, Sekretaris Jendral Dekranas menyampaikan komitmen Dekranas, melestarikan dan mempromosikan produk kerajinan Indonesia. Melalui acara KriyaNusa 2019 yang menjadi ajang promosi kerajinan Indonesia dari berbagai daerah.



Hasil karya kerajinan UMKM di KriyaNusa 2019 terjamin kualitasnya. Bu Triana Rudiantara, Ketua Bidang Humas Promosi dan Publikasi KriyaNusa 2019 menjelaskan kualitas kerajinan yang sudah terkurasi sudah dikurasi di daerah asalnya oleh Dekranas daerah asal.


Setiap daerah punya hasil kerajinan yang unik, one village one product. Sehingga sebanyak 80% peserta UMKM yang berpartisipasi dalam KriyaNusa 2018 berasal dari perwakilan Dekranas daerah dan tidak dipungut biaya untuk menjadi peserta pameran.

Untuk publikasi acara #KriyaNusa2019 Kemkominfo sudah mengirimkan SMS Blast, informasi di Videotron, dan media sosial. Sekalipun sudah trend belanja online. Namun, konsumen masih perlu memegang barang. Hal ini difasilitasi oleh Dekranas melalui pameran KriyaNusa 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Mari, kita anak muda hadir pada acara pameran kerajinan karya nusantara, terlebih anak-anak muda untuk bangkit dan menjadi penerus pengerajin juga.


Pendapatan e-commerce di Indonesia naik 56% sehingga tak perlu ragu akan potensi promosi kerajinan Indonesia melalui online. Terlebih di daerah timur Indonesia sudah mendapatkan akses kemudahan Indonesia, sehingga tidak Jawa Sentris lagi. Jaringan internet tak hanya dibangun oleh ISP saja, kini pun sudah dibangun oleh Kementerian Kominfo melalui Palapa Ring.


Mari, bersama kita datang ke KriyaNusa 2019 di Balai Kartini, berlangsung pada 11-15 September 2019! Kita dukung dengan mempromosikan dan membeli berbagai hasil kerajinan karya UMKM Indonesia.

Sabtu, 14 September 2019

Aplikasi BPOM Mobile Memudahkan Masyarakat untuk Cek KLIK Sebelum Belanja

Berbelanja menjadi kegiatan yang sudah menjadi bagian dalam keseharian, urusan keperluan belanja rumah tangga biasanya dilakukan perempuan sebagai seorang ibu. Namun, ada saja terkadang barang yang persediannya habis dan terlupa dibeli saat belanja bulanan.

Sehingga akhirnya seorang ibu meminta bantuan anaknya yang kebetulan pergi ke mal, sekalian diminta mampir ke supermarket. Tak terkecuali saya diminta membeli saus tomat dan minuman serbuk dalam kemasan sachet.

Aplikasi BPOM Mobile, Cukup Scan untuk Mudahkan Cek KLIK
Aplikasi BPOM Mobile, Cukup Scan untuk Mudahkan Cek KLIK

Datanglah saya di hari Sabtu pada malam hari ke Lippo Mall Kemang, mal yang terkenal sebagai tempat nongkrong anak Jaksel. Ternyata di sana ada sebuah gerai supermarket, berbagai barang lengkap tersedia di sana. Saya pun sempat kebingungan menjadi rak bagian bumbu dapur dan minuman, saking luasnya area Hypermart.

Usai berbelanja di supermarket ternyata di area Avenue of Stars berlangsung acara talkshow bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tema yang diangkat pun cukup menarik, "Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makan yang Aman" bersama berbagai narasumber yang kompeten:

1. DR. IR. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan POM RI

2. Tulus Abadi, Ketua YLKI

3. Ojak S. Manurung, SE, M, Kementerian Perdagangan

4. Fathurrahman, ST, Aprindo

5. Ussy Sulistawaty, Womenpreneur dan selebriti

Apa aja sih yang mesti di Cek KLIK? Bu Penny menjelaskan CEK KLIK yang dimaksud adalah Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek kedaluwarsa. Konsumen harus cerdas sebelum berbelanja. Selanjutnya pak Ojak menjelaskan peran pemerintah dalam hal pengawasan obat dan makanan sebagai: regulator, fasilitator, dan eksekutor.

Lalu pak Tulus dari YLKI mengatakan bahwa masyarakat berhak dapat obat, kosmetik, makanan yg aman. Namun, sebelum mendapatkan haknya masyarakat atau konsumen juga punya kewajiban, salah satunya mengecek kemasannya.

Diharapkan konsumen juga harus berdaya:
-Pertama saat tahap pra transaksi, cek dulu harganya, bahannya, bisa lewat inet, dan bertanya kepada teman.

-Kedua tahap saat transaksi, yakni liat kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa

-Ketiga, Jangan lupa pada saat pasca transaksi, kalau ternyata produknya cacat ya harus bicara, meminta tanggung jawaban ke toko dan pihak produsennya

Bapak Fathurrahman berbicara sebagi perwakilan dari ritel, ia menyampaikan bahwa dari sebelum masuk toko dan masuk toko, dilakukan pemeriksaan dahulu di gudang.

Ibu Penny mengatakan/ mengingatkan utk selalu cek label, pada label makanan saat inI kemasan produk harus mencantumkan tentang nutrisi. Lalu, jangan sampai sampai label itu menyesatkan masyarakat. Coba kita lihat ada kemasan-kemasan produk sudaj pasti ada nilai gizi, padahal dahulu hanya informasi komposisi saja.

Selanjutnya ada mbak Ussy tokoh publik sebagai wakil dari konsumen, ia berbagi cerita sudah memeriksa tanggal kedaluarsi produk yang dibelinya selama ini. Mbak Ussy juga menceritakan bahwa syarat produk yang ia terima untuk dendorse antara lain: bukan barang palsu dan harus ada izin BPOM.

Tantangan BPOM dalam sosialisasi Cek KLIK saat ini, yaitu:

1) Masyarakat belum sadar #BelanjaAman dengan Cek KLIK  sebelum membeli barang.

2) Semakin banyak ecommerce yang jualan kosmetik, obat, dan produk lainnya. Sehingga  BPOM juga punya cyber patrol untuk mengawasinya.

Karena banyaknya pelaku usaha pindah dari offline ke online yang merasa tidak diawasi, padahal ternyata sebenarnta diawasi oleh  Kementerian Perdagangan. Saat ini iIndeks konsumen di Indonesia saat ini ada di tingkat menengah: Mampu. Memahami hak dan kewajiban konsumen.

YLKI mengharapkan masyarakat aktif mengawasi produk yang selama ini beredar di pasaran. Siapa yang pernah belanja online, tetapi mendapatkan barang yang tak sesuai? Masih ingat kejadian beli hp, dapatnya sabun? Salah satu jenus aduan yang cukup sering diterima oleh YLKI di era digital tentang ketidaksesuaian barang.

Ibu Penny juga mengatakan bahwa BPOM mengharapkan masyarakat untuk aktif, terlebih saat ini ada QR Code pada produk khusunya obat dan vaksin. Konsumen bisa scan langsung melalui aplikasi BPOM Mobile.



Tips dari BPOM untuk mencegah supaya tidak salah belanja harus dibaca, dan belilahdi jalur yang legal (resmi), sudah terdaftar, dan di tempat-tempat yang memang baik. Kedua gunakan mata, pikiran, rasa kita saat beli produk. Jika ada yang mencurigakan jangan ragu untuk periksa di website BPOM ataupun melalui telepon ke call center, dan bahkan sudah bisa dicek di aplikasi.

Menurut Ibu Penny ada aplikasi BPOM Mobile dan pelaku usaha juga wajib memasang QR Code pada kemasan, dimulai secara bertahap dari produk berisiko tinggi seperti obat dan vaksin. Melalui aplikasi BPOM Mobile kita memeriksa produk yang dibeli dengan mudah dan melakukab pengaduan, jika kita menemui produk yang ternyata cacat atau ada masalah.


Aprindo sendiri juga punya komitmen KIE yakni, Komunikasi, Informasi, dan  Edukasi. Kemudian bersama menandatangani MOU dengan BPOM untuk penyerahan dan pemasangan banner. Komitmennya akan dilaksanakan seluruh ritel, saat ini anggota Aprindo berjumlah 40.000. Acara talkshow ditutup dengan pesan Bu Penny konsumen harus cerdas, jangan beli produk yang ilegal, sehingga tak ada lagi produk berbahaya yang terbeli. #AyoCekKLIK sebelum berbelanja.

Selasa, 03 September 2019

Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya Pneumonia

Penyakit Pneumonia mungkin nama penyakit yang cukup asing terdengar, tetapi diam-diam Pneumonia menjadi penyebab kematian bayi di bawah lima tahun (batita)  di Indonesia. Tak hanya bagi masyarakat awam, bahkan salah satu kader kesehatan di Kabupaten Bandung tak mengetahui secara detail Pneumonia, ia hanya mengetahui bahwa itu penyakit paru-paru. Dikarenakan tidak adanya program sosialisasi, kader kesehatan pun tidak tahu perbedaan TBC dan Brochitis dengan Pneumonia.

Mata saya pun berkaca-kaca saat membaca Brief Paper, berjudul Merdeka dari Pneumonia yang dibuat Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Partner Save the Children. Betapa tidak, penyakit Pneumonia belum cukup familiar di kalangan masyarakat awam, bahkan kader kesehatan. Namun, bahaya Pneumonia sudah demikian besar menjadi penyebab kematian kedua balita di Indonesia (setelah diare). Bahkan satu dari lima anak meninggal karena Pneumonia.

Sehingga pada 18 Agustus 2019 di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat berlangsung acara peluncuran kampanye nasional Stop Pneumonia. Saat sampai di tempat berlangsungnya acara, sekumpul ibu-ibu sedang menggerakan tangan dan kakinya dengan luwes tarian Cokek dalam mendukung kampanye nasional Stop Pneumonia.


Cerita dari Mama AR dari Kabupaten Sumba Barat tentang anaknya yang meninggal karena Pneumonia, membuat saya sejenak terdiam. Awalnya Mama AR tak mengetahui penyebab meninggal anaknya, tiba-tiba sang anak nafasnya pendek, dadanya terenggah-enggah, dan mengeluarkan bunyi nafas yang berat.
Terbayang-bayang rasa kehilangan orang terkasih, tanpa mengetahui  penyakit yang diderita. Betapa saya terenyuh menaruh empati pada cerita Mama AR, andaikan saja sang anak bisa ditangani sejak dini.

Mari, bersama kita kenali apa sebenarnya penyakit Pneumonia itu? Perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Madeleine Ramdhanu Jasin, Sp.A menjelaskan bahwa masyarakat awam familiar dengan istilah "penyakit paru-paru" basah, padahal ada banyak penyakit pernafasan pada anak-anak. Seringkali pun Pneumonia tertukar dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), padahal keduanya berbeda.

Pneumonia ditandai dengan gejala batuk, nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.  Sederhananya Pneumonia adalah kondisi infeksi paru-paru anak yang menyebabkan peradanhan. Jika ISPA terbatas pada saluran pernafasan atas (hidung dan tenggorokan, sedangkan pada Pneumonia termasuk infeski saluran pernafasan bawah. Infeksi menyebar hingga jaringan tisu paru-paru.

Secara global, jumlah kematian bayi di bawah lima tahun karena pneumonia pada tahun 2015 mencapai 920.000 jiwa, atau 2 balita setiap menitnya. Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017. Dimana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut, atau 17% dari seluruh kematian balita.

Di Indonesia, pneumonia adalah penyebab kematian balita setelah persalinan preterm. Sebesar 15.5% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh pneumonia, dengan prevalensi tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Timur atau sebesar 38.5%

Pneumonia sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan kesenjangan. Di negara-negara maju, pneumonia menyebabkan anak-anak masuk rumah sakit, tetapi kasus yang fatal jarang. Sebaliknya di negara-negara miskin, pneumonia meningkatkan resiko kematian pada usia anak-anak.

Dikarenakan anak-anak yang miskin lebih jarang mendapatkan vaksinasi, memiliki gizi yang lebih buruk, dan tinggal di lingkungan beresiko. Selain itu, penanganan pneumonia membutuhkan perbaikan sistem kesehatan yang menyeluruh, termasuk memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Secara anggaran, mengobati pneumonia membutuhkan biaya yang sangat besar. Dengan perhitungan rata-rata 1,26 juta kasus pneumonia balita setiap tahun dari 2011 hingga 2016, biaya yang keluar untuk pengobatan mencapai Rp 91 miliar setiap tahunnya. Jika pneumonia bisa dicegah, biaya sebesar ini tentunya bisa dialokasikan untuk kegiatan atau program lain yang lebih efektif untuk mendukung pembangunan Indonesia.

Pengendalian pneumonia seperti yang tertuang dalam Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhea (GAPPD) terdiri dari: perlindungan, pencegahan dan pengobatan.

-Perlindungan: melindungi anak dengan menerapkan praktek kesehatan yang baik sejak lahir melalui pemberian: air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan; nutrisi yang mencukupi; dan suplemen vitamin A.

-Pencegahan: mencegah anak-anak menjadi sakit pneumonia dan diare dengan: pemberian imunisasi pneumococcal conjugate vaccines (PCVs) disertai imunisasi pertussis, campak, HiB dan rotavirus; memastikan ketersediaan air minum dan sanitasi yang baik. Dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun; mengurangi polusi udara rumah tangga dan luar rumah; mencegah infeksi dari HIV.

-Pengobatan: mengobati anak-anak yang menderita pneumonia dan diare dengan pengobatan yang tepat. Hal ini didukung dengan membantu kelancaran pencarian pengobatan dan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan; memperbaiki pengelolaan kasus pada tingkat fasilitas kesehatan dan komunitas; memastikan ketersediaan oralit, zinc, antibiotik dan oksigen; melanjutkan pemberian makanan dan ASI; membuka akses kepada fasilitas kesehatan dan asuransi kesehatan yang memadai.


Dukungan ayah dalam pengasuhan anak merupakan hal penting, termasuk dalam pemberian ASI dan penanganan anak ketika sakit. Seperti salah satu artis yang hadir, Bayu Oktara yang mendukung istrinya. Jika anak mengalami gejala nafas sesak, bisa jadi menderita Pneumonia. Segera ya diperiksakan ke layanan kesehatan terdekat.


Save The Children International di usia ke-100 tahun mengampanyekan STOP Pneumonia. Hadir dr. Windra Waworuntu M.Kes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI yang menjelaskan STOP:

-aSi ekslusif 6 bulan, tambahkan dengan MPASI hingga 3 tahun

-Tuntaskan imunisasi

-Obati anak jika sakit ke fasilitas kesehatan terdekat

-Pastikam kecukupan gizi anak.

Mari, bersama-sama kita kenali dan selamatkan anak Indonesia dari Pneumonia! Dengan menyampanyekan STOP Pneumonia. Agar Indonesia bisa sepenuhnya merdeka, merdeka dari pneumonia. Baik masyarakat awam, kader kesehatan, orang tua, dan berbagai pihak mendukung kampanye nasional Stop Pneumonia.

Sabtu, 27 Juli 2019

Lagi, HokBen Hadirkan Menu Baru untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat: Salmon Guriru

Setelah beberapa waktu lalu HokBen menghadirkan menu sehat, yaitu: Tokyo Salad Bowl dan Furi-Furi Salad (yang menjadi menu yang kini langganan saya pesan). HokBen terus berinovasi untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

Pada 24 Juli 2019 saya diundang untuk datang ke store HokBen Kota Harapan Indah, Kota Bekasi. Saya diperkenalkan dengan menu sehat dan oishii terbaru HokBen, berbahan dasar ikan dengan nama Salmon Guriru (dalam bahasa Jepang "Guriru" memiliki arti dipanggang). Sekalipun menu yang sehat, tak perlu ragu akan rasa dari makanan di HokBen.

Salmon Guriru HokBen dan Salad
Salmon Guriru HokBen dan Salad

Ikan salmon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sebagai sumber protein berkualitas yang kaya akan lemak sehat omega 3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan daya ingat. Sehingga HokBen menghadirkan menu berbahan dasarkan ikan salmon, bernama Salmon Guriru untuk  menjawab kebutuhan akan akan menu gaya hidup sehat masyarakat.

Salmon Guriru HokBen dengan Salad dan Dressing
Salmon Guriru HokBen dan Salad dengan Dressing

Ada unik dari Salmon Guriru HokBen dalam proses pembuatannya. Karena daging salmon fillet (100 gram) dipanggang bersama saus teriyaki. Kemudian disajikan lengkap dengan salad dan irisan lemon sebagai pelengkap. Saat menikmati salad, HokBen menyediakan tiga pilihan dressing: HokBen original mayonaisse, Japanese Dressing, dan Shiza Dressing (Japanese Dressing menjadi favorit saya, bagaimana denganmu?)

Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru
Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru

Untuk menambah kenikmatan Salmon Guriru, disarankan untuk disantap dengan nasi putih. Saya sudah mencoba nikmatnya Salmon Guriru, perasan air lemon memberikan citarasa yang segar saat disantap berpadu meresapnya saus teriyaki, dan dinikmati bersama nasi putih.

Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen
Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen

Menu Salmon Guriru sudah bisa dinikmati (dine in only) pada 23 store HokBen di Jabodetabek sebagai berikut:

PIM 1 Transyogi Cibubur Puri Indah Mall Bogor Padjajaran Artha Gading
Cibubur Junction Botani Square Summarecon Bekasi Summarecon Boulevard, Bekasi Pluit
Gajah Mada Plaza Mall Taman Anggrek Central Park Margonda Mall Kelapa Gading
Karawaci Alam Sutera BSD Square Summarecon Serpong Harapan Indah
Kartika Chandra WTC Setiabudi One


Namun, terbuka kesempatan dalam waktu dekat Salmon Guriru juga tersedia di lebih banyak store HokBen. Untuk menyantap menu sehat Salmon Guriru yang sehat dan oshii (nikmat) dengan harga Rp80.000 saja.

Nikmatnya Salmon Guriru HokBen
Nikmatnya Salmon Guriru HokBen

Salmon Guriru Menu Sehat HokBen
Salmon Guriru Menu Sehat Terbaru HokBen

Menu sehat Salmon Guriru terbaru dari HokBen, dipastikan berkualitas dan halal. Semua sajian HokBen sudah bersertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesian dan teruji sesuai dengan standar keamanan pangan. Jadi, tak perlu ragu lagi! Mari, datang ke gerai HokBen terdekat di Jabodetabek untuk mencoba Salmon Guriru!

Kamis, 04 Juli 2019

Aneka Santapan Nikmat di Sate Domba Pak Udin

Domba yang masih keluarga dekat dengan kambing, tetapi belum sepopuler kambing di Indonesia. Saya awalnya beranggapan aroma domba akan tercium saat dikonsumsi. Namun, pemikiran saya berubah setelah menyantap aneka santapan nikmat di Sate Domba Pak Udin di daerah Jakarta Selatan.

Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir
Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir

Pada Minggu sore saya mendatangi Sate Domba Pak Udin berada di Jalan Prof. Joko Sutono SH No.33, Kebayoran. Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Sate Domba Pak Udin berada pada lantai dua Waroong Kebayoran. Tak hanya menyajikan sate domba saja, ada berbagai santapan dari daging domba lainnya juga.

Pada saat menerima buku menu yang diberikan membuat saya tersenyum dengan nama unik pada setiap menu. Sate Domba Pak Udin Bumbu Polosnya Kehidupan untuk menikmati sate domba tanpa disediakan sambal. Jika ingin menikmati sate domba dengan bumbu dan sambal, tinggal pesan Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir dengan tambahan Sambal Matah dan Sambal Krenyos.

Add caption

Cara memanggang sate domba Pak Udik cukup unik, dipanggang di atas batu sehingga matang yang dihasilkan lebih merata dan tidak gosong pada bagian tertentu. Pelanggan diberikan kesempatan untuk memanggang sendiri sate domba, sehingga bebas menentukan jenis bumbu dan tingkat kematangan sendiri. Namun, tetap bisa minta tolong dipanggangkan jika tidak ingin repot.


Setelah memanggang sendiri sate domba, saya menyantapnya dengan Sambal Matah dan Sambal Krenyos. Hal yang cukup mengagetkan, saat memakan Sate Domba Pak Udin saya tak mencium aroma domba, dagingnya empuk, dan pedas sambalnya nikmat.

Tenang saja jika masih ragu mencoba daging domba, Sate Domba Pak Udin menyediakan pilihan Sate Ayam Ngacang dengan bumbu kacang khas Pak Udin. Untuk Sate Ayam Ngacang Pak Udin sudah dipanggang hingga matang, tidak perlu dipanggang sendiri. Rasa daging ayamnya empuk, terlebih dinikmati bersama bumbu kacang khas Pak Udin yang semakin lengkap.


Sate Domba Pak Udin tak perlu diragukan lagi rasanya. Selain itu tersedia juga menu Gulai Domba, Sop Domba, dan Iga Domba Muda (berusia 8 bulan) dengan kuah yang layak untuk dicoba. Saya pun menikmati Iga Domba Muda dengan kuh bersama dengan nasi putih hangat, bumbu pada kuahnya berasa.





Jadi, tak perlu ragu untuk mencoba sate domba di Sate Domba Pak Udin. Aneka santapan nikmat daging domba dengan pengalaman memanggang yang unik.