Minggu, 15 September 2019

Saatnya Kerajinan Indonesia Semakin Dikenal melalui KriyaNusa 2019

Kain tenun menjadi salah satu produk kerajinan yang dikenal, tetapi ternyata masih ada banyak hasil karya kerajinan di Indonesia yang berkualitas. Mulai dari songket, anyaman bambu, produk kulit, kerajinan logam, dan logam mulia.

Untuk mengenal lebih dekat tentang produk kerajinan Indonesia, saya berkesempatan menghadiri acara Temu Netizen KriyaNusa 2019 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada 9 September 2019 di Jakarta.

Acara Temu Netizen #KriyaNusa2019 diawali sambutan oleh Pak Widodo Muktiyo, Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI. Pak Widodo menyampaikan di dunia yang serba terhubung dan online saat ini, menyimpan potensi untuk mendukung promosi kerajinan Indonesia.


Melalui acara KriyaNusa 2019 diharapkan kerajinan Indonesia mempunya daya saing yang tinggi dan punya pasar yang lebih luas lagi. Para pelaku UMKM saat ini merupakan pahlawan ekonomi. Sehingga perlu kita dukung dengan mempromosikannya.

Acara KriyaNusa 2019 akan berlangsung pada 11-15 September 2019 di Balai Kartini diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) didukung Kementerian Kominfo. Dukungan Kementerian Kominfo sebagai wujud pelaksanaan  tugas sebagai Goverment Public Relation (GPR) dengan tiga aspek: People, Public, Partnership.

Termasuk dukungan pada penyelenggaraan KriyaNusa 2019 yang diselenggarakan Dekranas. Pada tahun ini merupakan tahun ke-3 dukungan Kementerian Kominfo kepada Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional).

Euis Saedah, Sekretaris Jendral Dekranas menyampaikan komitmen Dekranas, melestarikan dan mempromosikan produk kerajinan Indonesia. Melalui acara KriyaNusa 2019 yang menjadi ajang promosi kerajinan Indonesia dari berbagai daerah.



Hasil karya kerajinan UMKM di KriyaNusa 2019 terjamin kualitasnya. Bu Triana Rudiantara, Ketua Bidang Humas Promosi dan Publikasi KriyaNusa 2019 menjelaskan kualitas kerajinan yang sudah terkurasi sudah dikurasi di daerah asalnya oleh Dekranas daerah asal.


Setiap daerah punya hasil kerajinan yang unik, one village one product. Sehingga sebanyak 80% peserta UMKM yang berpartisipasi dalam KriyaNusa 2018 berasal dari perwakilan Dekranas daerah dan tidak dipungut biaya untuk menjadi peserta pameran.

Untuk publikasi acara #KriyaNusa2019 Kemkominfo sudah mengirimkan SMS Blast, informasi di Videotron, dan media sosial. Sekalipun sudah trend belanja online. Namun, konsumen masih perlu memegang barang. Hal ini difasilitasi oleh Dekranas melalui pameran KriyaNusa 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Mari, kita anak muda hadir pada acara pameran kerajinan karya nusantara, terlebih anak-anak muda untuk bangkit dan menjadi penerus pengerajin juga.


Pendapatan e-commerce di Indonesia naik 56% sehingga tak perlu ragu akan potensi promosi kerajinan Indonesia melalui online. Terlebih di daerah timur Indonesia sudah mendapatkan akses kemudahan Indonesia, sehingga tidak Jawa Sentris lagi. Jaringan internet tak hanya dibangun oleh ISP saja, kini pun sudah dibangun oleh Kementerian Kominfo melalui Palapa Ring.


Mari, bersama kita datang ke KriyaNusa 2019 di Balai Kartini, berlangsung pada 11-15 September 2019! Kita dukung dengan mempromosikan dan membeli berbagai hasil kerajinan karya UMKM Indonesia.

Sabtu, 14 September 2019

Aplikasi BPOM Mobile Memudahkan Masyarakat untuk Cek KLIK Sebelum Belanja

Berbelanja menjadi kegiatan yang sudah menjadi bagian dalam keseharian, urusan keperluan belanja rumah tangga biasanya dilakukan perempuan sebagai seorang ibu. Namun, ada saja terkadang barang yang persediannya habis dan terlupa dibeli saat belanja bulanan.

Sehingga akhirnya seorang ibu meminta bantuan anaknya yang kebetulan pergi ke mal, sekalian diminta mampir ke supermarket. Tak terkecuali saya diminta membeli saus tomat dan minuman serbuk dalam kemasan sachet.

Aplikasi BPOM Mobile, Cukup Scan untuk Mudahkan Cek KLIK
Aplikasi BPOM Mobile, Cukup Scan untuk Mudahkan Cek KLIK

Datanglah saya di hari Sabtu pada malam hari ke Lippo Mall Kemang, mal yang terkenal sebagai tempat nongkrong anak Jaksel. Ternyata di sana ada sebuah gerai supermarket, berbagai barang lengkap tersedia di sana. Saya pun sempat kebingungan menjadi rak bagian bumbu dapur dan minuman, saking luasnya area Hypermart.

Usai berbelanja di supermarket ternyata di area Avenue of Stars berlangsung acara talkshow bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tema yang diangkat pun cukup menarik, "Ayo Cek KLIK, Pilih Obat dan Makan yang Aman" bersama berbagai narasumber yang kompeten:

1. DR. IR. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan POM RI

2. Tulus Abadi, Ketua YLKI

3. Ojak S. Manurung, SE, M, Kementerian Perdagangan

4. Fathurrahman, ST, Aprindo

5. Ussy Sulistawaty, Womenpreneur dan selebriti

Apa aja sih yang mesti di Cek KLIK? Bu Penny menjelaskan CEK KLIK yang dimaksud adalah Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek kedaluwarsa. Konsumen harus cerdas sebelum berbelanja. Selanjutnya pak Ojak menjelaskan peran pemerintah dalam hal pengawasan obat dan makanan sebagai: regulator, fasilitator, dan eksekutor.

Lalu pak Tulus dari YLKI mengatakan bahwa masyarakat berhak dapat obat, kosmetik, makanan yg aman. Namun, sebelum mendapatkan haknya masyarakat atau konsumen juga punya kewajiban, salah satunya mengecek kemasannya.

Diharapkan konsumen juga harus berdaya:
-Pertama saat tahap pra transaksi, cek dulu harganya, bahannya, bisa lewat inet, dan bertanya kepada teman.

-Kedua tahap saat transaksi, yakni liat kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa

-Ketiga, Jangan lupa pada saat pasca transaksi, kalau ternyata produknya cacat ya harus bicara, meminta tanggung jawaban ke toko dan pihak produsennya

Bapak Fathurrahman berbicara sebagi perwakilan dari ritel, ia menyampaikan bahwa dari sebelum masuk toko dan masuk toko, dilakukan pemeriksaan dahulu di gudang.

Ibu Penny mengatakan/ mengingatkan utk selalu cek label, pada label makanan saat inI kemasan produk harus mencantumkan tentang nutrisi. Lalu, jangan sampai sampai label itu menyesatkan masyarakat. Coba kita lihat ada kemasan-kemasan produk sudaj pasti ada nilai gizi, padahal dahulu hanya informasi komposisi saja.

Selanjutnya ada mbak Ussy tokoh publik sebagai wakil dari konsumen, ia berbagi cerita sudah memeriksa tanggal kedaluarsi produk yang dibelinya selama ini. Mbak Ussy juga menceritakan bahwa syarat produk yang ia terima untuk dendorse antara lain: bukan barang palsu dan harus ada izin BPOM.

Tantangan BPOM dalam sosialisasi Cek KLIK saat ini, yaitu:

1) Masyarakat belum sadar #BelanjaAman dengan Cek KLIK  sebelum membeli barang.

2) Semakin banyak ecommerce yang jualan kosmetik, obat, dan produk lainnya. Sehingga  BPOM juga punya cyber patrol untuk mengawasinya.

Karena banyaknya pelaku usaha pindah dari offline ke online yang merasa tidak diawasi, padahal ternyata sebenarnta diawasi oleh  Kementerian Perdagangan. Saat ini iIndeks konsumen di Indonesia saat ini ada di tingkat menengah: Mampu. Memahami hak dan kewajiban konsumen.

YLKI mengharapkan masyarakat aktif mengawasi produk yang selama ini beredar di pasaran. Siapa yang pernah belanja online, tetapi mendapatkan barang yang tak sesuai? Masih ingat kejadian beli hp, dapatnya sabun? Salah satu jenus aduan yang cukup sering diterima oleh YLKI di era digital tentang ketidaksesuaian barang.

Ibu Penny juga mengatakan bahwa BPOM mengharapkan masyarakat untuk aktif, terlebih saat ini ada QR Code pada produk khusunya obat dan vaksin. Konsumen bisa scan langsung melalui aplikasi BPOM Mobile.



Tips dari BPOM untuk mencegah supaya tidak salah belanja harus dibaca, dan belilahdi jalur yang legal (resmi), sudah terdaftar, dan di tempat-tempat yang memang baik. Kedua gunakan mata, pikiran, rasa kita saat beli produk. Jika ada yang mencurigakan jangan ragu untuk periksa di website BPOM ataupun melalui telepon ke call center, dan bahkan sudah bisa dicek di aplikasi.

Menurut Ibu Penny ada aplikasi BPOM Mobile dan pelaku usaha juga wajib memasang QR Code pada kemasan, dimulai secara bertahap dari produk berisiko tinggi seperti obat dan vaksin. Melalui aplikasi BPOM Mobile kita memeriksa produk yang dibeli dengan mudah dan melakukab pengaduan, jika kita menemui produk yang ternyata cacat atau ada masalah.


Aprindo sendiri juga punya komitmen KIE yakni, Komunikasi, Informasi, dan  Edukasi. Kemudian bersama menandatangani MOU dengan BPOM untuk penyerahan dan pemasangan banner. Komitmennya akan dilaksanakan seluruh ritel, saat ini anggota Aprindo berjumlah 40.000. Acara talkshow ditutup dengan pesan Bu Penny konsumen harus cerdas, jangan beli produk yang ilegal, sehingga tak ada lagi produk berbahaya yang terbeli. #AyoCekKLIK sebelum berbelanja.

Selasa, 03 September 2019

Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya Pneumonia

Penyakit Pneumonia mungkin nama penyakit yang cukup asing terdengar, tetapi diam-diam Pneumonia menjadi penyebab kematian bayi di bawah lima tahun (batita)  di Indonesia. Tak hanya bagi masyarakat awam, bahkan salah satu kader kesehatan di Kabupaten Bandung tak mengetahui secara detail Pneumonia, ia hanya mengetahui bahwa itu penyakit paru-paru. Dikarenakan tidak adanya program sosialisasi, kader kesehatan pun tidak tahu perbedaan TBC dan Brochitis dengan Pneumonia.

Mata saya pun berkaca-kaca saat membaca Brief Paper, berjudul Merdeka dari Pneumonia yang dibuat Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Partner Save the Children. Betapa tidak, penyakit Pneumonia belum cukup familiar di kalangan masyarakat awam, bahkan kader kesehatan. Namun, bahaya Pneumonia sudah demikian besar menjadi penyebab kematian kedua balita di Indonesia (setelah diare). Bahkan satu dari lima anak meninggal karena Pneumonia.

Sehingga pada 18 Agustus 2019 di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat berlangsung acara peluncuran kampanye nasional Stop Pneumonia. Saat sampai di tempat berlangsungnya acara, sekumpul ibu-ibu sedang menggerakan tangan dan kakinya dengan luwes tarian Cokek dalam mendukung kampanye nasional Stop Pneumonia.


Cerita dari Mama AR dari Kabupaten Sumba Barat tentang anaknya yang meninggal karena Pneumonia, membuat saya sejenak terdiam. Awalnya Mama AR tak mengetahui penyebab meninggal anaknya, tiba-tiba sang anak nafasnya pendek, dadanya terenggah-enggah, dan mengeluarkan bunyi nafas yang berat.
Terbayang-bayang rasa kehilangan orang terkasih, tanpa mengetahui  penyakit yang diderita. Betapa saya terenyuh menaruh empati pada cerita Mama AR, andaikan saja sang anak bisa ditangani sejak dini.

Mari, bersama kita kenali apa sebenarnya penyakit Pneumonia itu? Perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Madeleine Ramdhanu Jasin, Sp.A menjelaskan bahwa masyarakat awam familiar dengan istilah "penyakit paru-paru" basah, padahal ada banyak penyakit pernafasan pada anak-anak. Seringkali pun Pneumonia tertukar dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), padahal keduanya berbeda.

Pneumonia ditandai dengan gejala batuk, nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.  Sederhananya Pneumonia adalah kondisi infeksi paru-paru anak yang menyebabkan peradanhan. Jika ISPA terbatas pada saluran pernafasan atas (hidung dan tenggorokan, sedangkan pada Pneumonia termasuk infeski saluran pernafasan bawah. Infeksi menyebar hingga jaringan tisu paru-paru.

Secara global, jumlah kematian bayi di bawah lima tahun karena pneumonia pada tahun 2015 mencapai 920.000 jiwa, atau 2 balita setiap menitnya. Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017. Dimana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut, atau 17% dari seluruh kematian balita.

Di Indonesia, pneumonia adalah penyebab kematian balita setelah persalinan preterm. Sebesar 15.5% dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh pneumonia, dengan prevalensi tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Timur atau sebesar 38.5%

Pneumonia sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan kesenjangan. Di negara-negara maju, pneumonia menyebabkan anak-anak masuk rumah sakit, tetapi kasus yang fatal jarang. Sebaliknya di negara-negara miskin, pneumonia meningkatkan resiko kematian pada usia anak-anak.

Dikarenakan anak-anak yang miskin lebih jarang mendapatkan vaksinasi, memiliki gizi yang lebih buruk, dan tinggal di lingkungan beresiko. Selain itu, penanganan pneumonia membutuhkan perbaikan sistem kesehatan yang menyeluruh, termasuk memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Secara anggaran, mengobati pneumonia membutuhkan biaya yang sangat besar. Dengan perhitungan rata-rata 1,26 juta kasus pneumonia balita setiap tahun dari 2011 hingga 2016, biaya yang keluar untuk pengobatan mencapai Rp 91 miliar setiap tahunnya. Jika pneumonia bisa dicegah, biaya sebesar ini tentunya bisa dialokasikan untuk kegiatan atau program lain yang lebih efektif untuk mendukung pembangunan Indonesia.

Pengendalian pneumonia seperti yang tertuang dalam Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhea (GAPPD) terdiri dari: perlindungan, pencegahan dan pengobatan.

-Perlindungan: melindungi anak dengan menerapkan praktek kesehatan yang baik sejak lahir melalui pemberian: air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan; nutrisi yang mencukupi; dan suplemen vitamin A.

-Pencegahan: mencegah anak-anak menjadi sakit pneumonia dan diare dengan: pemberian imunisasi pneumococcal conjugate vaccines (PCVs) disertai imunisasi pertussis, campak, HiB dan rotavirus; memastikan ketersediaan air minum dan sanitasi yang baik. Dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun; mengurangi polusi udara rumah tangga dan luar rumah; mencegah infeksi dari HIV.

-Pengobatan: mengobati anak-anak yang menderita pneumonia dan diare dengan pengobatan yang tepat. Hal ini didukung dengan membantu kelancaran pencarian pengobatan dan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan; memperbaiki pengelolaan kasus pada tingkat fasilitas kesehatan dan komunitas; memastikan ketersediaan oralit, zinc, antibiotik dan oksigen; melanjutkan pemberian makanan dan ASI; membuka akses kepada fasilitas kesehatan dan asuransi kesehatan yang memadai.


Dukungan ayah dalam pengasuhan anak merupakan hal penting, termasuk dalam pemberian ASI dan penanganan anak ketika sakit. Seperti salah satu artis yang hadir, Bayu Oktara yang mendukung istrinya. Jika anak mengalami gejala nafas sesak, bisa jadi menderita Pneumonia. Segera ya diperiksakan ke layanan kesehatan terdekat.


Save The Children International di usia ke-100 tahun mengampanyekan STOP Pneumonia. Hadir dr. Windra Waworuntu M.Kes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI yang menjelaskan STOP:

-aSi ekslusif 6 bulan, tambahkan dengan MPASI hingga 3 tahun

-Tuntaskan imunisasi

-Obati anak jika sakit ke fasilitas kesehatan terdekat

-Pastikam kecukupan gizi anak.

Mari, bersama-sama kita kenali dan selamatkan anak Indonesia dari Pneumonia! Dengan menyampanyekan STOP Pneumonia. Agar Indonesia bisa sepenuhnya merdeka, merdeka dari pneumonia. Baik masyarakat awam, kader kesehatan, orang tua, dan berbagai pihak mendukung kampanye nasional Stop Pneumonia.

Sabtu, 27 Juli 2019

Lagi, HokBen Hadirkan Menu Baru untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat: Salmon Guriru

Setelah beberapa waktu lalu HokBen menghadirkan menu sehat, yaitu: Tokyo Salad Bowl dan Furi-Furi Salad (yang menjadi menu yang kini langganan saya pesan). HokBen terus berinovasi untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

Pada 24 Juli 2019 saya diundang untuk datang ke store HokBen Kota Harapan Indah, Kota Bekasi. Saya diperkenalkan dengan menu sehat dan oishii terbaru HokBen, berbahan dasar ikan dengan nama Salmon Guriru (dalam bahasa Jepang "Guriru" memiliki arti dipanggang). Sekalipun menu yang sehat, tak perlu ragu akan rasa dari makanan di HokBen.

Salmon Guriru HokBen dan Salad
Salmon Guriru HokBen dan Salad

Ikan salmon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sebagai sumber protein berkualitas yang kaya akan lemak sehat omega 3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan daya ingat. Sehingga HokBen menghadirkan menu berbahan dasarkan ikan salmon, bernama Salmon Guriru untuk  menjawab kebutuhan akan akan menu gaya hidup sehat masyarakat.

Salmon Guriru HokBen dengan Salad dan Dressing
Salmon Guriru HokBen dan Salad dengan Dressing

Ada unik dari Salmon Guriru HokBen dalam proses pembuatannya. Karena daging salmon fillet (100 gram) dipanggang bersama saus teriyaki. Kemudian disajikan lengkap dengan salad dan irisan lemon sebagai pelengkap. Saat menikmati salad, HokBen menyediakan tiga pilihan dressing: HokBen original mayonaisse, Japanese Dressing, dan Shiza Dressing (Japanese Dressing menjadi favorit saya, bagaimana denganmu?)

Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru
Tiga Pilihan Dressing Salad Salmon Guriru

Untuk menambah kenikmatan Salmon Guriru, disarankan untuk disantap dengan nasi putih. Saya sudah mencoba nikmatnya Salmon Guriru, perasan air lemon memberikan citarasa yang segar saat disantap berpadu meresapnya saus teriyaki, dan dinikmati bersama nasi putih.

Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen
Salmon Guriru dengan Nasi Putih HokBen

Menu Salmon Guriru sudah bisa dinikmati (dine in only) pada 23 store HokBen di Jabodetabek sebagai berikut:

PIM 1 Transyogi Cibubur Puri Indah Mall Bogor Padjajaran Artha Gading
Cibubur Junction Botani Square Summarecon Bekasi Summarecon Boulevard, Bekasi Pluit
Gajah Mada Plaza Mall Taman Anggrek Central Park Margonda Mall Kelapa Gading
Karawaci Alam Sutera BSD Square Summarecon Serpong Harapan Indah
Kartika Chandra WTC Setiabudi One


Namun, terbuka kesempatan dalam waktu dekat Salmon Guriru juga tersedia di lebih banyak store HokBen. Untuk menyantap menu sehat Salmon Guriru yang sehat dan oshii (nikmat) dengan harga Rp80.000 saja.

Nikmatnya Salmon Guriru HokBen
Nikmatnya Salmon Guriru HokBen

Salmon Guriru Menu Sehat HokBen
Salmon Guriru Menu Sehat Terbaru HokBen

Menu sehat Salmon Guriru terbaru dari HokBen, dipastikan berkualitas dan halal. Semua sajian HokBen sudah bersertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesian dan teruji sesuai dengan standar keamanan pangan. Jadi, tak perlu ragu lagi! Mari, datang ke gerai HokBen terdekat di Jabodetabek untuk mencoba Salmon Guriru!

Kamis, 04 Juli 2019

Aneka Santapan Nikmat di Sate Domba Pak Udin

Domba yang masih keluarga dekat dengan kambing, tetapi belum sepopuler kambing di Indonesia. Saya awalnya beranggapan aroma domba akan tercium saat dikonsumsi. Namun, pemikiran saya berubah setelah menyantap aneka santapan nikmat di Sate Domba Pak Udin di daerah Jakarta Selatan.

Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir
Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir

Pada Minggu sore saya mendatangi Sate Domba Pak Udin berada di Jalan Prof. Joko Sutono SH No.33, Kebayoran. Baru, Jakarta Selatan. Lokasi Sate Domba Pak Udin berada pada lantai dua Waroong Kebayoran. Tak hanya menyajikan sate domba saja, ada berbagai santapan dari daging domba lainnya juga.

Pada saat menerima buku menu yang diberikan membuat saya tersenyum dengan nama unik pada setiap menu. Sate Domba Pak Udin Bumbu Polosnya Kehidupan untuk menikmati sate domba tanpa disediakan sambal. Jika ingin menikmati sate domba dengan bumbu dan sambal, tinggal pesan Sate Domba Pak Udin Manisnya di Bibir dengan tambahan Sambal Matah dan Sambal Krenyos.

Add caption

Cara memanggang sate domba Pak Udik cukup unik, dipanggang di atas batu sehingga matang yang dihasilkan lebih merata dan tidak gosong pada bagian tertentu. Pelanggan diberikan kesempatan untuk memanggang sendiri sate domba, sehingga bebas menentukan jenis bumbu dan tingkat kematangan sendiri. Namun, tetap bisa minta tolong dipanggangkan jika tidak ingin repot.


Setelah memanggang sendiri sate domba, saya menyantapnya dengan Sambal Matah dan Sambal Krenyos. Hal yang cukup mengagetkan, saat memakan Sate Domba Pak Udin saya tak mencium aroma domba, dagingnya empuk, dan pedas sambalnya nikmat.

Tenang saja jika masih ragu mencoba daging domba, Sate Domba Pak Udin menyediakan pilihan Sate Ayam Ngacang dengan bumbu kacang khas Pak Udin. Untuk Sate Ayam Ngacang Pak Udin sudah dipanggang hingga matang, tidak perlu dipanggang sendiri. Rasa daging ayamnya empuk, terlebih dinikmati bersama bumbu kacang khas Pak Udin yang semakin lengkap.


Sate Domba Pak Udin tak perlu diragukan lagi rasanya. Selain itu tersedia juga menu Gulai Domba, Sop Domba, dan Iga Domba Muda (berusia 8 bulan) dengan kuah yang layak untuk dicoba. Saya pun menikmati Iga Domba Muda dengan kuh bersama dengan nasi putih hangat, bumbu pada kuahnya berasa.





Jadi, tak perlu ragu untuk mencoba sate domba di Sate Domba Pak Udin. Aneka santapan nikmat daging domba dengan pengalaman memanggang yang unik.

Sabtu, 29 Juni 2019

Perilaku CERDIK untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular

Teknologi mempermudah kehidupan manusia, bahkan untuk urusan membeli makanan cukup dari smartphone saja. Kehidupan yang serba mudah membuat masyarakat jadi mager, alias males gerak yang memiliki potensi bahaya bagi kesehatan.

Penyakit tidak menular disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang berubah, kurangnya aktivitas fisik karena kemudahan yang diberikan dengan hadirnya teknologi. Penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah. Diperlukan perubahan perilaku hidup masyarakat, perilaku CERDIK.


Pada 18-19 Juli 2019 di Jakarta para blogger mengikuti workshop blogger bersama Direktorat Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan. Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia para blogger mendapatkan edukasi tentang pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan perilaku CERDIK. Tema yang diangkat pada workshop adalah Cegah dan Kendalikan PTM.

Hari Pertama Workshop Blogger Kesehatan

CERDIK merupakan singkatan dari Cek Kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stress. Saya sebagai blogger yang berkesempatan datang pada acara workshop blogger.

Pada hari pertama kami mendapatkan penjelasan dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA mengenai Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Tidak Menular. Acara pun dibuka secara resmi oleh Cut Putri Arianie, MH.Kes selaku Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular.

Karena saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan utama, hal ini dikarenakan banyak penderitanya pada usai muda. Hal ini disebabkan gaya hidup, tujuh dari sepuluh penyebab kematian adalah penyakit tidak menular. Hanya 30% penderita PTM yang terdeteksi dan berobat, sisanya terdiagnosa setelah terjadi serangan penyakit.

Biaya pelayanan yang ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) trendnya meningkat pada penyakit katastrofik. Padahal sebenarnya penyakit katastrofik bisa dicegah sejak dini, termasuk yang dilakukan dokter dan tenaga kesehatan. Faktanya 80% penyakit tidak menular disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat: kurangnya aktivitas fisik, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, dan asuran GGL (Gula Garam dan Lemak), serta obesitas.


Terlebih di Indonesia adanya bonus demografi, tetapi Pravelensi perokok pada anak umur 10-18 gram pada 2013-2018 meningkat sehingga perlu kebijakan dan strategi pengedalian tembakau dengan perilaku CERDIK.
-Kebijakan pengedalian tembakau dilakukan dengan strategi MPOWER:
-Monitor konsumsi produk tembakau & pencegahan
-Perlindungan dari paparan asap orang lain
-Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok
-Waspadakan masyarakat akan bahaya konsumsi tembakau
-Eliminasi iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau
-Raih Kenaikan Harga Rokok melalui peningkatan cukai dan pajak rokok

Beberapa daerah di Indonesia sudah diterapkan Kawasan Tanpa Rokok. Perlu kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarkat. Melalui sosilisasi pada anak usia sekolah, pencantuman peringatan kesehatan kepada masyarakat, dan penguatan kepribadian anak-anak mampu menolak rokok.

Diharapkan ada pembatasan akses terhadap produk tembakau pada anak usia <18 tahun dan ibu hamil. Bagi perokok yang ingin berhenti perlu konseling baik di fasilitas kesehatan. Tersedia juga layanan konseling melalui telepon pada nomor 08001776565.

Untuk itulah diperlukan perubahan perilaku menjadi perilaku hidup CERDIK. Narasumber selanjutnya Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes seorang dokter ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutrition Association menjelaskan tentang sesi Diet Seimbang dan Aktivitas Fisik untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular.


Dalam hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 dan 2018 terdapat peningkatan risiko penyakit tidak menular. Masyarakat dengan berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas konsumsi buah/sayur, dan Gula Garam Lemak meningkat.

Coba cek lingkar perut masing-masing, akibat dari obesitas akan menyebabkan seseorang menderita diabetes. Sel-sel lemak yang membesar menghasilkan mediator inflamasi (sitokin), maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh manusia memerlukan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak, dan air) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) yang sama pentingnya. Tidak ada yang "lebih penting" di antara yang lainnya, sehingga perlu dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Bu dr. Rita menjelaskan pemahaman tentang olahraga, harus ada gerakan terstuktur dan terencana. Bertujuan meningkatkan pengeluaran energi, status kebugaran, dan prestasi/kompetisi. Sehingga kegiatan harian tidak bisa disebut olahraga, melainkan aktivitas fisik. Kecuali, ada tahapan pre-cuci, cuci, dan pasca cuci.

Masyarakat umumnya hanya melangkahkan kaki kurang dari 5.000 langkah per hari, hal ini termasuk dalam perilaku hidup sedentr/kurang bergerak. Padahal ada manfaat positif dari aktivitas fisik terhadap tubuh dan kesehatan kita.

Biasanya kita makan dengan sebagian besar menu karbohidrat, lemak, dan sedikit sayur. Kebutuhan konsumsi sayur yang benar adalah semangkuk sedang (150 gram), harus lebih dominan daripada buah. Konsumsi makanan pokol harus lebih dominan dibandingkan lauk pauk, pada separuh bagian piring.

Konsumsi gula yang disarakan maksimal 50gram. Jika lebih dari itu maka akan membuat mudah mengantuk, kelelahan, adiksi terhadap gula, perut buncit, penyakit diabetes, dan penuaan dini. Padahal tubuh kita sebenarnya tak membutuhkan gula, banyak gula tersembunyi yang ada pada makanan dan minuman dikonsumsi. Misalnya, pada minuman kemasan dan roti yang biasanya kita nikmati.

Juga ketika konsumsi garam berlebih (maksimal 5 gram atau 2.000 mg Natrium) menyebabkan: pembuluh darah tak elastis, peningkatan jumlah cairan dalam tubuh, dan menggangu penyerapan mineral.

Yang tak kalah mengejutkan adalah konsumsi lemak kita maksimal 72 gram per hari. Namun, dari makanan yang kita konsumsi seringkali berlebihan. Bu dr.Rita mencontohkan konsumsi ayam goreng tepung: ada 7 gram lemak pada kulit ayam dan 3 gram lemak pada ayamnya. Kita terbiasa juga makan hanya dengan nasi dan ayam saja di restoran.

Proses pencernaan manusia hanya berlangsung selama maksimal empat jam, sehingga konsumsi sayuran tidak bisa disusul. Lewat dari durasi waktu pencernaan, maka sudah selesai. Bagi orang dengan obesitas konsumsu buah tidak bersama makanan utama, tetapi jadi makanan pendamping.

Dengan diet seimbang dan konsumsi yang sesuai kebutuhan tubuh kita, tidak ada konsumsi yang berlebihan. Kita bisa terhindarkan dari penyakit tidak menular. Para blogger mendapatkan pengarahan dari mas Badja Hidayat, jurnalis majalah Tempo. Perihal strategi dalam edukasi pengedalian konsumsi tembakau dengan konsep story telling kepada masyarakat melalui tulisan.

Hari Kedua Workshop Blogger Kesehatan

Pada hari kedua workshop bersama Direktorat Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan. Para blogger diajak mengujungi beberapa rumah sakit, dibagi ke dalam lima tim. Saya berkesempatan untuk datang ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, bersama beberapa blogger kami disambut oleh pak Abdul Kadir, Direktur Utama RS Kanker Dharmais menjelaskan perlunya kesadaran masyarakat akan risiko kanker.


Pasien yang datang ke RS Kanker Dharmais biasanya sudah dalam keadaan stadium lanjut, padahal jika terdeteksi sejak dini. Tingkat kesembuhan pasien kanker lebih besar, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar jika pada stadium lanjut.  Misalnya saja untuk pasien kanker darah, membutuhan biaya pengobatan sebesar 450 juta. Bagi pasien kanker dan keluarga, pak Abdul Kadir berpesan untuk tidak percaya pada kabar hoax tentang pengobatan kanker dengan alat tertentu.

Dilanjutkan penjelasan tentang Breast Cancer Awareness oleh Dr.dr Denni Joko, SpB(K)Onk, MM yang menjelaskan kanker payudara dominan dialami oleh perempuan, sedangkan pada laki-laki lebih dominan mengalami kanker paru-paru. Satu dari delapan perempuan menderita kanker payudara, ditandai dengan benjolan dan penebalan pada payudara.


Semakin awal terdeteksi maka semakin besar kemungkin sembuh. Kanker payudara menempati posisi kedua angka kejadian kanker terbanyak di dunia pada tahun 2018, pada tahun 2014 menjadi penyebab pertama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyeban kanker, tetapi ada faktor risiko kanker payudara yang disebakan oleh gaya hidup dengan konsumi lemak berlebih dan alkohol. Faktor risiko lainnya: Usia, haid awal & menopause terlambat, tidak pernah melahirkan anak, melahirkan anak pertama usia >30 tahun, KB hormonal, dan riwayat pada keluarga dekat.

Dr.dr Denni menjelaskan kanker merupakan penyakit epigenetik, sekalipun ada gen pembawa kanker tetapi belum pasti seseorang terkena kanker, jika ada orang terdekat yang menderita kanker.

Pentingnya deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pada sejak 20 tahun setiap bulan lakukan, dan haid pertama & haid terakhir lakukan SADARI. Kemudian lakukan SADANIS (Pemeriksaan payudara klinis) ke dokter secara rutin, sekurang-kurangnya tiga tahun sekali.

Pada wanita berusia <35 tahun, wanita hamil, dan menyusui lakukan pemeriksaan USG payudara untuk membedakan benjolan padat atau kista. Pada usia lebih dari 35 tahun dan wanita dengan faktor risiko tinggi lakukan skrining dengan mammografi yang diulang 2-3 tahun, setelah usia 50 tahun dilakukan setiap tahun.

Hadir juga survivor kanker payudara: Bu Ati diketahui menderita kanker payudara stadium 1B dan Bu Aida diketahui menderita kanker payudara pada stadium 2A. Para survivor kanker payudara terus bersemangat, menjalani perawatan hingga selesai dan dinyatakan sembuh berkat dukungan keluarga dan orang terdekat.


Para blogger berkesempatan mengunjugi ruangan deteksi kanker dan layanan mobil mammografi yang dimiliki Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Setiap hari Minggu mobil mamografi berkeliling puskesmas, memberikan layanan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara secara gratis.



Dilanjutkan kunjungan ke ruang perawatan radioterapi, bagian dari perawatan yang dilakukan dalam proses penyembuhan kanker. Proses radiasi yang dilakukan berlangsung lokal dan aman, sehingga masyarakat tak perlu cemas dengan kabar-kabar yang beredat tentang bahaya radiasi pada pengobatan kanker.


Setelah selesai berkeliling rumah sakit Kanker Dharmais, saya dan rekan-rekan blogger lainnya menuju kantor Kementerian Kesehatan. Kami dibekali dengan pengetahuan oleh Dr.Rulli Nasrulla yang akrab disapa Kang Arul, strategi SEO dan media sosial sehingga informasi yang disampaikan menarik dan mudah ditemukan oleh masyarakat.

Selama dua hari blogger mendapatkan pemahaman tentang perilaku CERDIK. Dalam upaya pencegahan terhadap penyakit tidak menular, jika ingin tahu lebih lanjut. Follow juga akun media sosial
di Twitter @p2ptmkemenkesRI dan Instagram @p2ptmkemenkesri untuk mengetahui lebih lanjut tentang CERDIK dan penyakit tidak menular.

Kamis, 23 Mei 2019

One Earth Movement, Wujud Komitmen Conscious Hospitality Batiqa Hotel

Seiring perkembangan teknologi, informasi tentang tempat wisata semakin mudah didapatkan. Banyak tempat wisata di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat. Namun, ketika informasi tersebar dan banyak didatangi orang, muncul ancaman kerusakan lingkungan.

Perkembangan sektor pariwisata perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat. Berwisata dengan menjaga lingkungan, seperti misalnya tidak membuang sampah sembarangan. Sudah ada beberapa kejadian di pantai banyak sampah, bahkan hewan laut yang mati karena memakan sampah. Kini saatnya bagi kita untuk bersama menjaga lingkungan di tempat wisata.

Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Lingkungan menjadi perhatian pelaku usaha sektor swasta, Batiqa Hotel Manajemen (Batiqa Hotel) yang merupakan bagian dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk. Dengan semangat conscious hospitality untuk melindungi kelestarian alam di tempat wisata, melalui One Earth Movement yang bertujuan mendukung program Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem Laut, dan Kemitraan sesuai UN SDGs (United Nations Sustainable Development Goals).

Program One Earth Movement sejalan dengan core value dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk yaitu “Membangun Indonesia yang Lebih Baik“. Saya pun berkesempatan menghadiri acara pengenalan One Earth Movement pada 17 Mei 2019 di Batiqa Hotel Karawang. Diawali dengan talkshow Pariwisata yang Memperhatikan Lingkungan.

Pak Amir Michael Tjahaja, Vice President Director BHM Hospitality menjelaskan tiga pilar core value: Bisa Dipercaya, Berusaha yang Terbaik, dan Customer Focus. Sehingga Batiqa Hotel dapat mewujudkan core value Building Better Indonesia. PT Surya Semesta Internusa, Tbk memiliki tiga lini bisnis: konstruksi, properti, dan perhotelan. Melalui Batiqa Hotel, PT Surya Semesta Internusa, Tbk turut berkontribusi dalam membangun pariwisata Indonesia.

Vice President Director Batiqa Hotel Management
Amir Michael Tjahaja, Vice President Director Batiqa Hotel Management

Matthew Lim, Operational Director BHM Hospitality memahami potensi pariwisata Indonesia yang besar, sehingga Batiqa Hotel membuka hotel di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu adanya infrastruktur pendukung pariwisata, tetapi dalam membangun hotel Batiqa Hotel tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Pentinya Edukasi Konsumsi Bertanggung Jawab kepada Masyarakat

Hadir juga seorang Travel Influencer Annisa Malati berbagi pengalaman berkeliling Indonesia, melihat betapa besarnya potensi wisata khususnya di daerah Morotai. Ia tak menemukan sampah selama berkeliling tiga pulau, karena banyak tempat sampah dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab menjaga kampung halaman.

Annisa Malati, Travel Infuencer
Annisa Malati, Travel Infuencer

Bahkan mbak Annisa bisa diving bersama dengan 55 hiu, masih banyak potensi wisata yang bisa digali di Morotai. Namun, untuk penginapan di sana hanya tersedia homestay di rumah penduduk. Mbak Annisa berharap Batiqa Hotel bisa ada di sana, tetapi tetap memperhatikan lingkungan seperti hotel tanpa adanya AC.

Saat suatu daerah wisata dipromosikan, semakin banyak orang akan berdatangan dengan membuat sampah baru. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu kerjasama untuk memberikan pemahaman untuk menjaga lingkungan kepada masyarakat.

Mulai dari sektor swasta seperti Batiqa Hotel, pemerintah, NGO seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan pelaku wisata seperti mbak Annisa Malati perlu bersama mengedukasi masyarakat untuk menjaga terumbu karang dan tak membuang sampah sembarang.

Program CSR One Earth Movement dari Batiqa Hotel

Kepedulian akan lingkungan sesuai dengan value Batiqa Hotel, melalui program CSR One Earth Movement.  Program One Earth Movement bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli, terhadap kelestarian alam Indonesia dengan mengedukasi masyarakat untuk hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kemasan Aminities Ramah Lingkungan
Kemasan Aminities Batiqa Hotel yang Ramah Lingkungan

Batiqa Hotel meminimalisir sampah hotel dengan mengganti kemasan aminities dari plastik menjadi Ecoplast. Kemasan Ecoplast erbuat dari Ecoplast dengan berbahan dasar singkong, sehingga lebih ramah lingkungab dan lebih cepat terurai. Memang harga Ecoplast lebih mahal dibandingkan plastik biasa, tetapi Batiqa Hotel memahami manfaat lebih besar yang diberikan.

Batiqa Hotel Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam One Earth Movement

Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara membagikan bahwa di Indonesia potensi alam yang luar biasa, ada enam spesies penyu dunia yang ada di Pulau Rote dan Pulau Kakaban. Sehingga diperlukan upaya konservasi untuk menjaga kelangsungan hidup penyu laut.

Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Budi Santosa, Direktur Pengembangan Yayasan Konservasi Alam Nusantara 

Batiqa Hotel bekerjasama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (The Nature Conservancy) dan mengajak masyarakat berpartisipasi. Batiqa Hotels dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama One Earth Movement. Cara untuk berpartisipasi dalam One Earth Movement cukup mudah.

Kerjasama Batiqa Hotel dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Penandatangangan Kerjasama One Earth Movement Batiqa Hotel dan YKAN

Jika melakukan reservasi kamar Batiqa Hotel secara walk in, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 10.000 per transaksi. Jika reservasi website Batiqa, maka sudah turut berdonasi sebesar Rp 5.000. Selain itu dalam setiap pembelian aminities Ecoplast Batiqa Hotel, sudah turut berdonasi sebesar Rp 15.000 juga. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan konvervasi penyu di Pulau Rote dan Pulau Kakaban.

Batiqa Hotel Karawang, Hotel Ramah Linkungan dengan Fasilitas Lengkap

Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang menjadi tempat pertama kali Batiqa Hotel berdiri. Batiqa Hotel sudah hadir juga di berbagai daerah lainnya: Cirebon, Jababeka, Palembang, Pekan Baru, Lampung, dan Surabaya. Batiqa Hotel Karawang and Apartments sebagai hotel bintang tiga berada di lokasi yang strategis, tidak jauh dari pintu tol Karawang Timur. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap ada kolam renang dan alat olahraga yang bisa digunakan oleh tamu. Terdapat 79 kamar hotel dan 58 kamar apartemen.

Batiqa Hotel Karawang
Batiqa Hotel and Apartement Karawang

Terdapat FRESQA Bistro dengan area indoor dan outdoor yang cukup luas. Aneka sajian makanan tersedia yang saya santap saat sarapan. Selama bulan Ramadan tersedia hidangan bagi tamu Batiqa Hotel untuk santap sahur.  Dalam kamar #301 yang saya tempati cukup nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak. Terdapat fasilitas TV kabel, jaringan wifi yang lancar, air mineral, penghangat air, kopi, teh, dan kulkas kecil yang bisa digunakan.

Area Indoor FRESHQUA Bisto
Area Indoor FRESHQUA Bisto

Area Outdoor FRESHQUA Bisto
Area Outdoor FRESHQUA Bisto

Batiqa Hotel Karawang and Apartments menerapkan conscious hospitality dengan pengolahan air limbah dengan mengadopsi Organica Technologies dari Hungaria. Air limbah yang berasal dari hotel akan diurai oleh akar tanaman, di mana akar tanaman berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme.

Pengolahan Air Limbah Batiqa Hotel Karawang
Tampak Luar WWTP Organica Suryacipta

Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta
Tampak Dalam WWTP Organica Suryacipta

Tanaman Pengurai Air Limbah
Pohon Pisang Cavendish, Tanaman Pengurai Air Limbah

Limbah dari kawasan industri Suryacipta Karawang, termasuk Batiqa Hotel Karawang diolah melalui fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta. Hal ini merupakan dukungan PT Surya Semesta Internusa, Tbk (induk usaha Batiqa Hotel) mendukung program Citarum Harum, diinisiasi pemerintah untuk mengurangi pencemaran di Sungai Citarum.