Minggu, 24 Maret 2019

Inovasi Novartis untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Rematik menjadi suatu penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat, dalam pandangan awam rematik itu disebabkan asam urat. Padahal ternyata ada berbagai jenis penyakit remarik, bahkan berjumlah sekitar 150 jenis. Namun, ada dua jenis rematik yang tergolong jenis penyakit autoimun: Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA).

Untuk mengenal lebih dalam dua jenis penyakit rematik yang termasuk kategori autoimun, Novartis Indonesia menyelenggarakan acara edukasi dan inovasi terbaru pada 21 Maret 2019 di Jakarta. Kedua penyakit  Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis tak hanya meyerang fisik, tetapi juga secara psikis dan finansial. Diharapkan masyarakat bisa semakin sadar terhadapat kedua penyakit tersebut.

Pengalaman Pasien yang Diagnosa SA dan PsA

Turut hadir juga pasien Ankylosing Spondylitis dr.Adhiatma Gunawan yang mendapat diagnosa terkena AS pada tahun 2012, awal diagnosa dokter mengira penyakit rematik biasa. Awalnya merasa nyeri dan kaku di pinggang, akhirnya datang ke dokter dan dilakukan pemeriksaan hingga diketahui terkena AS. Gerakan yang perlahan-lahan semakin kaku.

Kemudian pasien Psoriatic Arthritis, drg. Rio Suwandi yang didiagnosa menderita PsA 17 tahun yang lalu, telunjuk antara tangan kiri dan kanan berbeda karena adanya pembengkakan. Berawal dari keluhan jalan yang pincang dan membengkak, terasa nyeri usai bangun tidur. Awalnya drg Rio mengira hanya rematik karena asam urat saja, sampai akhirnya memeriksakan ke dokter dan mendapatkan diagnosa penderita Psoriatic Arthritis (PsA).


Paman dari dr.Adhiatma memang memiliki gejala yang sama dengan, sehingga dr.Adhiatma memahami ada kemungkinan besar ia menderita AS. Sedangkan drg. Rio pada keluarganya tidak memiliki riwayat terkena penyakit PsA, sehingga ia merasa menjadi "The Lucky One" saat mendapat diagnosa sebagai pasien PsA. 

Pasien AS dan PsA tak hanya sakit fisik, tetapi juga sakit secara psikis karena tekanan dari luar. dan penolakan dari sendiri. Rasa nyeri menjadi lawan yang dirasakan dr.Adhiatma dan drg. Rio saat beraktivitas menjalankan profesi dokter, tetapi rasa nyeri yang dirasakan sudah bisa dikurangi dengan adanya "Biological Agent".

Lebih Dalam Mengenal Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Untuk mengenal lebih dalam penyakit AS dan PsA hadir Dr.Rudy Hidayat, SpPD-KRN yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi. Penyakit AS dan PsA tergolong dalam penyakit remarik autoimun, ada jenis penyakit rematik lainnua karena infeksi, kristal (asam urat). Ankylosing artinya menyatu dan Spondylitis artinya tulang belakang meradang, penyakit autoimum yang menyebabkan tulang belakang meradang. 


Namun, tak menutup kemungkinan tulang lainnya ikut meradang juga: leher, tulang belakang, pinggang, dan tulang ekor.
Psoriatic Arthritis PsA Arthitis artinya radang di sendir pada mereka yang menderita psoriasis. Proriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang ke kulit, tambahan manifestasi pada radang sendi yang sebagian besar pada tangan dan kaki.


Penyakit AS dan PSA keduanya dipengaruhi faktor genetik dengan gen HLA-27, gen kuat yang meningkatkan risikob beberapa penyakit remarik. Ada kombinasi beberapa faktor lainnya seperti lingkungan, interaksi dengan logam berat, dan infeksi penyakit lain memicu penyakit autoimun. Penyakit autoimun artinya sistem kekebalan tubuh kita gagal mengenali tubuhnya sendiri, sehingga malah diserang dalam hal ini tulang dan sendi.


Inovasi Pengobatan dari Novartis Indonesia

Dalam sebuah penelitian ditemukan dalam satu dari seribu penderita AS dan dua dari seribu orang adalah penderita PsA. Jika tidak segera ditanggulangi, maka AS dan PsA akan berakibat merugikan dan buruk bagi kualitas hidup. Penyakit AS dan PsA belum bisa disembuhkan, tetapi rasa nyerinya bisa dikendalikan. Mulai dari obat-obat steroid anti inflamasi (NSAID), obat anti rematik (DMARDs), dan yang terbaru agen biologik (Biologic Agent).


Mr. Jorge Wagner, Presiden Direktur Novartis Indonesia menyampaikan pada tahun 2017 Novartis Indonesia memperkenalkan SECUKINUMAB sebagai inovasi bagi pengobatan psoriasis, telah masuk dalam Formalium Nasional. Pada Januari 2019 SECUKUNUMAB sudah mendapatkan persetujuan BPOM untuk mengobati Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis. Sebelumnya SECUKUNUMAB dinilai efektif mampu membantu pasien psiriasis untuk mendapatkan kulit kembali bersih hingga 90% 

Sabtu, 09 Maret 2019

Semangat Bela Negara Generasi Muda Masa Kini

Membela Indonesia merupakan kewajiban dan hak warga negera Indonesia (WNI), tanpa terkecuali termasuk generasi anak-anak muda. Dalam upaya membela negara kita tercinta Indonesia tak semata-mata secara fisik dengan cara mengangkat senjata, apabila ada serangan dari negera asing. Namun, banyak hal lain yang bisa dilakukan generasi muda dalam membela negara.

Direktorat Bela Negara di bawah nauangan Direktorat Jendral Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI menginisiasi Kampanye Ayo Bela Indonesiaku. Untuk mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda generasi X dan generasi Z untuk menjaga semangat bela negara.


Untuk itulah pada 6 Maret 2019 berlangsung acara Konferensi Pers Kampanye Sosialisasi Nilai Nilai Bela Negara di Jakarta. Dihadiri oleh para jurnalis dan blogger yang sebagian besar merupakan milenial (pada zamannya masing-masing).

Mengenal Kampanye Ayo Bela Indonesiaku

Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan sebagai Dirjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan RI menyampaikan Ayo Bela Indonesia merupakan kampanye dari Kememhan RI untuk mengajak semua warga negara untuk membela negara. Supaya masyarakat mengetahui bahwa bela negara, tak hanya dilakukan oleh TNI saja, tetapi juga oleh semua sebagai warganegara.


Pada tahun ini Indonesia sudah merdeka 74 tahun, Indonesia demikian luas dan beragam dengan agama, suku, budaya, dan bahasa merupakan sebuah kekayaan Indonesia. Namun, pada sisi lain juga menjadi potensi untuk terpecah sehingga para pendiri negara, menjaga keberagaman karena Indonesia perlu dijaga keberagamannya dan keluasan wilayahnya agar tidak terpecah.

Kemenham sebagai leading sector pertahann negara dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.  Ancaman tak hanya fisik, tetapi juga non fisik yang mengadu domba kota sehingga terpecah-pecah.

Sehingga Kemenhan sejak dahulu menggubakan sistem pertahanan rakyat semesta  (sistem pertahanan rakyat semesta), dimana TNI bersama seluruh rakyat mempertahankan negara. Secara resmi regulasi sudah ada sejak 1988 melalui surat edaran dephan melalui pendidikan pendahuluan bela negara, yang sejak dahilu sudah digariskan. 

Diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga kemendagri adanya Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) saat itu. Bahkan di Kemenpora, sudah ada UU kepemudaan tentang bela negara. Memang bela negara tidak selesai-selesai karena merupakan sebuah "never ending process", ancaman datang terus menerus dan tak ada negara yang aman dari ancaman.

Setiap negara akan bersaing, setelah 31 tahun adanya regulasi dan kemudian terus dilakukan. Untuk mengingatkan generasi milenial supaya jangan lupa, mulai dari hal kecil seperti menyanyukan lagu Indonesia Raya yang menggambarkan keindonesiaan kita.

Ayo Bela Indonesia dilaunching dan kegiatannya akan berlangsung sepanjang tahun lewat berbagai kegiatan. Khusus gen x dan y diperlakukan pendekatan bela negara yang berbeda, bela negara bukan hanya tugas TNI dan angkat senjata.  Ketika menyampaikan berita- berita baik lewat blog itu bela negara yang dilakykan blogger, wartawan yang membuat headline yang tidak mengadu domba merupakan bela negara. 

Pemahaman Nilai Bela Negara bagi Generasi Muda

Brigjen TNI. Tandyo Budi Revita, S.Sos menambahkan ancaman ke depan pasti selalu bertambah, tetapi kelangsungan hidup bernegara harus berlangsung. Anak-anak muda harus paham dan tidak meninggalkan nilai-nilai keindonesia, yaitu: Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman Indonesia dengan 17.000 ribu pulau, 300 bahasa, dan 1.000 suku.


Generasi muda sebagai generasi penerus perlu terus memperjuangkan nilai bela negara dengan pemahaman anak sekarang.   Acara "Ayo Bela Indonesiaku" menyasar segmen anak muda untuk menanamkan nilai-nilai keindonesiaan, bekerjasama dengan program tv.

Sehingga nilai-nilai gotong royong, sopan santun, saling menghargai, menghargai yang lebih tua tetap tertanam di generasi muda: Nilai pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bentuk negara kita.

Ayo Bela Indonesiaku versi Karina Nadila

Karina Nadila sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2017 menyampaikan wujud bela negara, mulai dari profesi kita sendiri itu adalah bela negara. Awalnya ia dulu berpikir itu hanya tugas TNI, padahal bagian dari pekerjaan dan keseharian kiya ada nilai-nilai bela negara.


Sejak usia 8 tahun ia keinginan jadi Putri Indonesia agar bisa mempengaruhi hal baik bagi banyak orang dan berkontribusi bagi masyarakat luas melalui kegiatan sosial. Ia membawa nama Indonesia dengan selempang dari Indonesia, mewakiliki 263 juta masyarakat sehingga ada tanggung jawab yang dibawa. Dukungan dari netizen Indonesia, banyak orang ingin indonesia bersatu, lewat membawa nama Indonesia di selempang yang dikenakan.

Ia mengikuti kegiatan 1000 guru, komunitas Travelling and Teaching dengan kegiatan sosial dan berbagi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pengalaman berkesan saat datang ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur anak-anak tidak tahu mereka tinggal di Indonesia. Lewat kegiatan bertujuan untuk memotivasi agar masa depan anak-anak cerah.

Cita-cita anak-anak berdasarkan profesi yang dilihat dan memperkenalkan Indonesia dari kampungnya sendiri. Sehingga anak-anak ingin mencari ilmu dari luar, kemudian kembali ke kampung untuk membangunnya agar menjadi lebih baik.

Ayo Bela Indonesiaku versi Dimas Beck

Dimas Beck punya cara berbeda dalam membela negara, melalui kegiatan Galang Dana untuk membangun sekolah di Solo. Ada rumah yang menampung anak terkena HIV AIDS karena di sekolah-sekolahnya ditolak dan tak tahu harus ke mana, bernama Rumah Lentera yang ditampung pak Pugar yang merupakan seorang juru parkir. Rencananya hasil donasi pada Sabtu 9 Maret 2019 ini akan diserahkan.


Berawal dengan target dana 20 juta, Dimas Beck berkeinginan tercapai dalam waktu 24 jam, dan ternyata terkumpul dalam wakti 18 jam. Bekerjasama dengan Kita Bisa yang memiliki filosofi gotong royong. Kemudian target donasi dinaikan menjadi 100juta dalam waktu satu minggu, sampai dengan berlangsungnya acara launching sudah 97 juta.

Lima tahun yang lalu Dimas Beck dan teman-teman juga pernah menggalang dana melaluo penjualan gelang, berawal dari kepedulian pada teman yang meninggal karena kanker payudara. Dimas Beck kembali belajar di bangku kuliah untuk belajar marketing, apa yang dipelajari dan diimplementasi ke campaign penggalana dana dan penjualan gelang.

Kini saatnya bagi generasi muda untuk membela negara, Ayo Bela Indonesiaku. Pembelaan negara secara non fisik bisa dilakukak sesuai profesi, setiap usaha yang dilakukan untuk menjaga bangsa, serta kedualatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

Rabu, 06 Februari 2019

Mencicipi Nasi Gandul Bu Endang, Makanan Khas Pati Jawa Tengah

Pada suatu siang saya melewati suatu jalanan di Jakarta, terlihat ada warung Nasi Gandul. Namun, masih ragu untuk mencoba dan tak lama kemudian saya baru mengetahui Nasi Gandul adalah kuliner khas Pati Dari  postingan Facebook dari salah satu teman yang kebetulan, sedang ada di kota Pati. Sampai akhirnya ada yang merekomendasikan agar saya mencoba Nasi Gandul Bu Endang di Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Nasi Gandul Bu Endang Makanan Khas Pati
Nasi Gandul Bu Endang Khas Pati

Berangkat dari Tangerang dengan KRL hingga Stasiun Pesing. Kemudian berjalan kaki menuju Halte Indosiar, sehingga bisa menggunakan bus Transjakrta. Pilihlah pintu untuk jurusan Harmoni-Lebak Bulus, lalu turun di Halte Kebon Jeruk.
Dari Halte Kebon Jeruk perjalanan saya, dilanjutkan dengan ojek online menuju Pesanggarahan. Driver ojek online cukup tahu letak tak Nasi Gandul Bu Endang, lalu mengonfirmasi kepada saya letaknya ada di dekat Restoran Layar.

Tampilan Depan Nasi Gandul Bu Endang
Tampilan Depan Nasi Gandul Bu Endang

Perjalanan ditempuh dalam waktu 10 menit, sampailah saya di Nasi Gandul Bu Endang. Terlihat spanduk di depan bertuliskan "Nasi Gandul Masakan Khas Pati Jawa Tengah Ibu Endang". Saya datang pukul 11.30 ke sana, terlihat belum banyak orang yang makan. Saya diberikan daftar menu, tak hanya Nasi Gandul saja. Namun, berbagai makanan khas Jawa Tengah lainnya juga tersedia.




Saya memesan Nasi Gandul, diberikan pilihan jika nasi ingin dipisah saja. Melihat ke bagian menu minuman, saya menemukan minuman yang unik bernama Sirup Kawista. Diberikan penjelasan oleh pelayan rasa Sirup Kawista mirip dengan Sarsaparilla, jadi tertarik untuk mencobanya.

Tak lama usai dipesan, Sirup Kawista sudah diantarkan ke meja, disusul dengan Nasi Gandul. Namun, tiba-tiba pelayan mengantarkan sebuag piring lagi, berisikan tempe goreng sebagai makanan pendamping (side dish). Terdapat empat tempe goreng kriuk yang bisa dinikmati, jika tidak berminat tak perlu diambil. Harga tempe gorengnya, belum termasuk dalam harga Nasi Gandul ya. Terdapat aneka pilihan makanan pendamping lain, seperti tahu bacem dan tempe bacem yang disediakan di meja.

Saat dinikmati bumbunya yang manis meresap daging sapi. Saat dikunyah pun terasa daging sapi yang empuk dan mudah digigit. Memang tak salah jika Nasi Gandul Bu Endang, dikenal paling enak di Jakarta. Dalam waktu cukup singkat seporsi Nasi Gandul sudah saya habiskan, ditemani dengan dua tempe goreng kriuk yang gurih.

Makanan Pendamping (Side Dish) Nasi Gandul Bu Endang
Makanan Pendamping (Side Dish)
 Nasi Gandul Bu Endang

Untuk menikmati seporsi Nasi Gandul dengan nasi dipisah dua tempe goreng kriuk, dan Sirup Kawista saya merogoh kocek sebesar Rp.42.000 saja. Untuk pembayaran hanya menerima uang tunai (belum menerima kartu debit, GoPay, OVO, dan sebagainya.)

Dari sisi harga mungkin bagi sebagian orang akan terasa agak mahal, pada sisi rasa bagi sebagian orang akan terasa kemanisan. Kembali pada selera setiap orang, bagi saya kadar manis bumbunya pada tingkat cukup. Mau coba Nasi Gandul makanan khas Pati? Silakan mampir ke Nasi Gandul Bu Endang di Jalan Pesanggrahan No 13, Kembangan, Jakarta Barat.


Senin, 04 Februari 2019

Sarapan Bergizi dan Enak, Kini Tak Perlu Ribet dengan NESTUM 101 Healthy Bowls

Sarapan menjadi salah satu aktivitas harian yang sering terlewatkan, kesibukan pada pagi hari membuat kita tidak sempat sarapan. Kalau pun sarapan beberapa orang, sarapan hanya dengan meminum teh saja. Hal ini pun didukung dengan hasil survey yang menyatakan, baru sebesar 51% orang Indonesia yang menyadari pentingnya sarapan sebagai waktu makan terpenting.


Namun, sayangnya hanya sekitar 76% orang yang sarapan di pagi hari, mengonsumsi makanan yang belum memenuhi standar kebutuhan gizi seimbang (Golden Standard Breakfast). Yang mana aktivitas sarapan terdiri dari aktivitas makan dan minum, keduanya dilakukan saat sarapan, bukan salah satunya saja.

Padahal sarapan memiliki manfaat yang baik secara psikologis dan fisiologuis, seperti meningkatnya daya ingat dan fokus. Setelah tidur malam selama 8 jam, kita perlu sarapan untuk energi kita menjalani pagi hingga siang hari.  Hal ini berdampak pada produktivitas kerja meningkat dan konsentrasi berpikir dan belajar lebih baik.


Sehingga kita perlu mengonsumsi makanan saat sarapan yang berkualitas. Berupa makanan yang kaya akan energi, protein, serat pangan, vitamin, dan mineral. Makanan memberikan kepuasan psikologi, sehingga jika makanannya tidak enak, maka akan terpikirkan untuk terus makan.

Terlebih saat ini kita tidak perlu ribet mempersiapkan sarapan. Sudah hadir solusi makanan dengan gizi seimbang dengan rasa yang nikmat, tetapi praktis yang bisa dikonsumsi saat sarapan. Sejak tahun lalu Nestle menghadirkan bubur sereal sarapan, Nestle NESTUM dengan GRAINSMARTA yang memenuhi 1/4 kebutuhan gizi harian, sehingga memenuhi Golden Standard Breakfast.


Pada 29 Januari 2019 Nestle NESTUM meluncurkan NESTUM 101 Healthy Bowls, mengajak masyarakat Indonesia untuk berkreasi membuat ragam makanan sarapan yang praktis, sehat, dan enak. NESTUM memiliki kombinasi unik multrigrain, gandum utuh, beras, jagung, serat pangan, vitamin, dan mineral. Sehingga NESTUM bisa menjadi menu sarapan pilihan bergizi seimbang yang enak, tetapi praktis.


Nestle NESTUM memiliki beberapa varian rasa: NESTLE NESTUM Porridge dengan rasa Original dan Manis, dan NESTLE NESTUM 3-in-1 dengan rasa susu, susu & pisang, dan Susu & Coklat). Untuk kandungan gizinya tidak perlu diragukan, satu mangkok Nestle NESTUM setara dengan protein dari satu gelas yoghurt, kalsium dari satu gelas susu, dan serat makanan dari satu lembar roti gandum.

Para blogger yang hadir diajak untuk berkreasi dengan Nestle NESTUM, ada lima kreasi sarapan Nestle: Nestle NESTUM Bubur Ayam Kari, Nestle NESTUM Uduk, Nestle NESTUM Ayam Jamur, Nestle NESTUM Lapis (Parfaits), dan Nestle NESTUM Panekuk. Chef Steby memperagakan demo kreasi Nestle NESTUM, para blogger diajak untuk berkreasi lewat tantangan yang diberikan pada acara.


Siapapun bisa turut serta berkreasi sarapan dengan Nestle NESTUM, Sehingga semakin banyak inpirasi menu sarapan sehat, lezat, dan praktis yang bisa dibagikan. Cukup ikuti kompetisi di Instagram NESTUM 101 Healthy Bowls.

Selasa, 11 Desember 2018

Mengenal Keseharian ODHA, Memahami HIV/AIDS

Pandangan masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS yang konon kabarnya belum ada obatnya, sampai saat ini masih negatif. Padahal ketika seseorang menjadi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) masa depannya belum berakhir, masih ada harapan untuk terus menjalani kehidupan dan tetap produktif.

Bertepatan dengan momen peringatan Hari AIDS sedunia pada 1 Desember, Kementerian Kesehatan mengadakan acara Temu Blogger pada 5 Desember 2018 di Jakarta. Turut hadir hadir Bu Neneng Yuliani sebagai seseorang yang menyandang status ODHA sejak 13 tahun yang lalu, ia tertular dari suaminya yang telah meninggal dunia setahun kemudian.


Sebuah kenyataan harus dihadapi sebagai sebagai ODHA, tentu tidak mudah baginya saat itu. Namun, kehidupan harus terus berjalan dan munculnya secercah harapan saat akhirnya bu Neneng mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) sebagai obat HIV/AIDS. Hal yang cukup mengejutkan bagi saya, ketika mengetahui bahwa ada obat yang menjadi harapan untuk terus hidup bagi ODHA.


Dr. Wiendra Waworuntu, M,Kes, Direktur P2PL (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung) Kementerian Kesehatan RI pada acara Temu Blogger memaparkan perbedaan HIV dan AIDS. HIV atau Human Immunodeficiency Virus menyebabkan turunnya kekebalan manusia, sehingga tubuh gagal melawan infeksi. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala dan tanda fisik dikarenakan penurunan kekebalan tubuh, akibat tertular virus HIV dari orang lain.


Kita tidak perlu takut terhadap HIV/AIDS karena cara penularan virus HIV sangat terbatas: hubungan seksual, jarum suntik, produk darah & organ tubuh, dan ibu hamil positif HIV ke bayinya. Tak perlu cemas jika bersentuhan, berpelukan, menggunakan alat makan bersama, terkena gigitan nyamuk, dan tinggal serumah dengan ODHA.

Namun, kita perlu mencegah agar tidak terkena HIV: tidak melakukan hubungan seksual berisiko (berganti-ganti pasangan), mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, skiring donor darah & organ tubuh, dan tidak menggunakan narkoba.

Seseorang yang terkena virus HIV hanya bisa dipastikan dengan pemeriksaan antibodi HIV di dalam darah, dikarenakan sekalipun belum menunjukan gejala virus HIV sudah dalam menularkan dari ODHA kepada orang lain.

Bu Wiendra Wawaruntu menyampaikan kini HIV/AIDS sebagai penyakit kronis bisa dikelola seperti diabetes dan hipertensi, begitu terdeteksi HIV maka seorang ODHA bisa segera memulai terapi ARV (Antiretroviral,) kemudian dilakukan seumur hidup. Setelah enam bulan menjalani terapi ARV, jika seorang ODHA menjalani tes HIV akan terlihat hasil negatif.


Total kasus HIV di Indonesia mencapai 301.959 dan kasus AIDS mencapai 108.829 yang dilaporkan oleh masyarakat. Menyikapi adanya HIV dan AIDS, Kementerian Kesehatan memiliki program STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan) sehingga bisa mencapai target 3 Zero: Zero HIV Infection, Zero HIV Related Death, dan Zero Discrimination.


Kementerian Kesehatan sudah meningkatkan jumlah layanan HIV, sejak akhir 2013 hingga Juni 2018 terdapat kenaikan 450% pada layann tes HIV dan 215% pada layanan PDP. Masyarakat perlu turut terlibat dalam pengedalian HIV/AIDS melalyi berbagai cara: pencegahan, penemuan kasus, dan saat masa pengobatan ODHA.


Kesimpulan:
HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikelola, seperti hipertensi dan diabetes. HIV sudah ada obatnya, yaitu: ARV, sehingga ODHA tetap bisa produktif dan mencegah infeksi HIV baru, dan HIV tidak mudah menular, serta jauhi penyakitnya bukan orangnya. Saya berani, saya sehat.

Jumat, 12 Oktober 2018

Nikmatnya Kuliner Rumahan khas Indonesia di Madame Lily

Kuliner Indonesia merupakan kekayaan budaya Indonesia, patut disyukuri dan dijaga. Bahkan beberapa hidangan Indonesia, hanya dimasak sebagai makanan rumahan. Sebuah ciri khas yang unik dan menarik, hal mengingatkan kita "kembali ke rumah". Sejenak mengingat dan menikmati makanan, saat dinikmati bersama anggota keluarga tercinta.

Seiring berjalannya waktu, rutinitas dan kesibukan dari kegiatan harian, membuat kita tak punya waktu menikmati masakan rumahan. Namun, tak perlu cemas karena sudah ada restoran yang menyajikan masakan rumahan khas Indonesia, salah satunya adalah Madame Lily. Berlokasi pada lantai 4 di Plaza Indonesia, restoran Madame Lily menawarkan pengalaman berbeda.



Menikmati kuliner Indonesia khas Rumahan (Homemade) menjadi pengalaman yang unik. Mulai hidangan pembuka Cireng Udang (Deep-Fried Tapioca & Shrimp Dough Balls Served with Sweet and Sour Chili Sauce) yang gurih, ditemani saus asam manis. Rasanya saat dinikmari, pedas manis cukup meresap pada cireng.


Tidak hanya itu saja, Tahu Gejrot bisa menjadi pilihan. Hidangan yang cukup dikenal di Cirebon, Jawa Barat ini menggunakan Tahu Sumedang Krispi. Saat dinikmati terasa merata aneka campuran bumbu, sehingga rasa asam, pedas, dan manis tercampur merata.



Pada hidangan utama, ada dua hidangan yang perlu dicoba Sapi Panggang Karo khas Medan, Sumatera Utara. Penggunaan daging sapi yang empuk pada bagian perut, diolah dengan proses marinasi dan dipanghang, serta disajikan dengan gulai daun singkong, dan Sambal Andaliman. Kemudian hidangan Bakmi Karo Cheese, Bakmi dengan daging Sapi Karo yang diberikan Keju Leleh (Melted Cheese).



Tidak hanya tersedia kuliner Indonesia, tetapi juga hidangan Western diberikan sentuhan citarasa Sambal Indonesia. Namun, sambal yang digunakan adalah sambal khas Bali, tetapi bukan Sambal Matah. Melainkan Sambal Mbe Bali yang merupakam jenis sambal rumahan penduduk di Bali, sehingga tidak mudah ditemui dengan mudah di restoran.



Saya mencicipi Spaghetti Tuna Sambal Mbe Bali, saat dinikmati terasa rasa sambal bawang yang manis dan pedas khas rumahan, berpadu dengan Spaghetti Tuna. Sambal Mbe sendiri berarti Sambal Bawang, tetapi pengolahan khas Bali menjadikan rasanya berbeda.

Tak lupa mencoba makanan khas Indonesia yang dinobatkan paling enak di dunia, Nasi Goreng Indonesia dengan penyajian ala "Street Food". Ada pilihan penggunaan Nasi Putih ataupun Nasi Merah, disertai dengan topping sosis, bakso, ayam, dan sayur-sayuran.


Usai menyantap hidangan utama, ditutup dengan nikmatnya hidangan Pisang Goreng Kremes: Pisang yang digoreng krispi diberikan taburan keju cheddar, meises, dan susu kental manis. Juga Martabak Red Velvet dengan perpaduan antara Cake Red Velvet dan Martabak, berisikan keju dan kacang.



Pengalaman yang mengesankan, saat menyantap hidangan kuliner rumahan khas Indonesia di Madam Lily. Sejenak meluangkan waktu dari rutinitas kegiatan harian, merasakan suasana masakan rumahan yang memberikan suasana serasa di rumah sendiri.

Rabu, 19 September 2018

Menjelajahi Citarasa Kuliner Western di Ambhara Hotel

Kuliner khas western memiliki keunikan rasa dan penyajian untuk dinikmati, tentunya kita cukup familiar dengan hidangan pasta sebagai salah satu jenis kuliner western. Namun, masih banyak kuliner khas western yang menarik untuk dicoba. Saya berkesempatan menjelajahi kuliner khas western di Dapur Pelangi, Ambhara Hotel.

Dapur Pelangi, Ambhara Hotel
Dapur Pelangi, Ambhara Hotel

Ambhara Hotel berada di daerah Blok M, Jakarta Selatan pada bulan September 2018 menghadirkan tema Buffet All You Can Eat di Dapur Pelangi dengan tema Western Festival. Aneka kuliner khas western bisa dinikmati pada jam makan siang dan makan malam di Ambhara Hotel, harga yang ditawarkan mulai dari 185.000 Nett.

Executive Chef Ambhara Hotel,  Chef Maulana Malik Ibrahim
Executive Chef Ambhara Hotel,
Chef Maulana Malik Ibrahim

Bersama dengan Executice Chef di Ambhara Hotel, Chef Maulana Malik Ibrahim saya diberikan penjelasan singkat tentang keunikan beberapa hidangan western yang disajikan di Ambhara Hotel. Terdapat menu Pasta Pollo Picante, sajian pasta dengan potongan ayam dengan rasa yang manis pedas (dalam bahasa Italia Pollo artinya ayam). Tak hanya itu juga ada "bakso khas Eropa Selatan" bernama Matzo Beef Ball yang merupakan daging yang digulung hingga berbentuk bulat seperti bola.

Matzo Beef Ball Ambhara Hotel
Matzo Beef Ball

Bagi penikmat keju dan daging sapi akan dimanjakan dengan Meat Load hidangan khas Eropa, daging cincang yang dilapisi dengan keju dan dicetak dengan cetakan loaf. Meat Loaf sebagai makanan pembuka, merupakan pilihan yang tepat, serta tak lupa menambahkan berbagai jenis saus yang tersedia. Jika menyukai hidangan laut, ada hidangan bernama Prito Misto atau campuran berbagai jenis gorengan seafood khas Eropa.

Meat Loaf Ambhara Hotel
Meat Loaf
Prito Misto Ambhara Hotel
Prito Misto

Hidangan yang tidak kalah unik, soup khas western ternyata ada yang disajikan dalam keadaan soup dingin. Awalnya agak ragu untuk mencobanya, tetapi ternyata saat menikmati soup yang disantap dalam keadaan dingon, rasanya soup dingin yang saat disantap, memberikan rasa segar.

Ada beberapa pilihan soup: Spicy Avocado Cucumber Soup, Icy Tomato Soup, Honeydew Melon & Mint Soup, dan Sangrita Soup yang bisa dinikmati. Soup favorit saya adalah Honeydew Melon & Mint Soup, memberikan rasa segar saat dinikmati. Tidak hanya saya, pengunjung lainnya juga menyukainya.

Soup Honeydew Melon & Mint Soup Ambhara Hotel
Soup Honeydew Melon & Mint Soup

Spicy Avocado Cucumber Soup dan Icy Tomato Soup

Tersedia aneka kue yang harus dicoba, bagi penikmat kue dengan rasa asing harus mencoba Cheesecake, sedangkan bagi penikmat kue manis, perlu mencoba Apple Strudel dengan es krim. Jika belum puas menikmatinya, kita bisa membawa Apple Strudel sebagai oleh-oleh dengan varian Apple, Cakalang, dan Rendang. Karena tagline Ambhara Hotel memiliki tagline 'A Touch of Indonesia", ada sentuhan khas Indonesia dalam pilihan Apple Strudel dalam kemasan dengan varian khas kuliner Indonesia.

Apple Strudel dan Cheese Cake Ambhara Hotel
Apple Strudel dan Cheese Cake

Selama berlangsung tema Western Festival di Ambhara Hotel, tetap bisa menikmati kuliner khas Indonesia yang selalu tersedia, yaitu: kuliner khas Padang. Tersedia Nasi Padang dengan sajian rendang, ayam gulai, dan telor balado yang bisa dinikmati juga. Bahkan kita bisa menikmati rendang dalam kemasan khas Ambhara.

Kuliner Padang di Dapur Pelangi di Hotel Ambhara
Kuliner Padang di Dapur Pelangi, Hotel Ambhara

Tidak hanya Dapur Pelangi saja yang dikelola oleh Ambhara Hotel, masih ada beberap outlet lainnya: Seruni, Baros Pub, dan Nasi Bundo (yang gerainya berada di Pasaraya dengan pengelolaan oleh Ambhara Hotel). Untuk menikmati berbagai hidangan bertemakan Western Festival di Dapur Pelangi, harga yang ditawarkan selama 11-23 September 2018 senilai 350.000 Net, sedangkan bagi tamu yang menginap ada harga khusus hanya Rp 185.000 Net.

Tidak hanya itu saja, masih ada promosi menarik yang ditawarkan Ambhara Hotel untuk menikmati aneka hidangan, yaitu: Diskon 50% bagi pria pada hari Sabtu dan diskon 50% bagi wanita pada hari Minggu yang berlaku di lima gerai yang dikelola oleh Ambhara Hotel.