Tampilkan postingan dengan label #TidakMudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #TidakMudik. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2020

Tunda Dulu Mudiknya untuk Kebaikan Bersama

Tidak terasa dalam waktu kurang dari satu bulan menjelang Ramadan. Biasanya saat-saat seperti ini, sudah mempersiapkan diri untuk mudik. Namun, tahun ini kondisinya sudah berbeda. Kondisi di mana pandemi terjadi, siapapun bisa terkena Covid-19. Bahkan saat kita sehat, ada potensi terpapar dan bahkan menjadi "carrier" bagi orang lain. Termasuk juga orang-orang terdekat kita.

Ada yang memesan tiket kereta api, tiket pesawat, dan transpotasi lainnya. Tak disangka, ada virus yang datang tanpa diundang membuat rencana perjalanan mudik perlu ditunda. Selain itu juga perjalanan kereta api, sudah ada rute--rute yang dibatalkan juga sejak awal bulan April.

Lama tak berjumpa dengan orang tua di kampung halaman, tentunya ada rasa rindu untuk bertemu. Namun, karena rasa sayang pada keluarga. Alangkah bijaknya, jika memutuskan untuk tidak mudik dulu.

Kita tidak ingin menjadi "carrier' jika mudik. Perlu peran serta kita bersama untuk mencegah merebaknya virus. Kita perlu kompak untuk menunda mudik demi kebaikan bersama.

Terlebih ketika sudah ada orang yang positif, sepulangnya dari Jakarta. Tentunya kita tak ingin semakin banyak orang yang terpapar virus kah? Terlebih jika orang itu keluarga kita.

Jika kita mudik pada tahun-tahun sebelumnya, pastinya bawa oleh-oleh khas tempat merantau.Dalam keadaan seperti saat ini, bisa jadi kita membawa oleh-oleh virus. Tentunya kita tak ingin membahayakan anggota keluarga di kampung halaman. Memang ada rasa kangen bertemu orang tua, tetapi sementara waktu ditahan dahulu ya.

Langkah bijak perlu kita ambil, sehingga tidak membawa "oleh-oleh" virus dari kota perantauan ke kampung halaman. Hal yang perlu kita pertimbangkan untuk menunda mudik dulu di tahun ini.

Terlebih jika orang tua dan saudara yang sudah lanjut usia, tentunya akan lebih rentan terpapar dan memiliki risiko dua kali lipat.

Sehingga keputusan untuk tidak demi kebaikan bersama. Bahkan bentuk rasa cinta kita pada orang tua dan saudara di kampung halaman.

Tidak mudik bukan berarti tidak rindu pada keluarga di kampung halaman, tetapi justru kita sayang dan peduli. Kesehatan keluarga menjadi yang lebih utama dalam kondisi saat ini.

Sejenak menahan rasa rindu pada keluarga di kampung halaman, tidak mudik untuk saat ini. Jika kondisi sudah kembali baik, barulah nanti mudiknya.

Kita perlu bersama-sama berkontribusi dalam memutus rantai penyebaran. Melalui kesadaran diri untuk #TidakMudik sehingga tidak semakin menyebar luas.

Kita tak pernah tahu kondisi kesehatan kita, terlebih sebagian besar tak bergejala. Jika kita mudik ke kampung halaman, bisa jadi nanti menularkan ke anggota keluarga yang rentan.

Pada momen menjelang Idulfitri nanti, alangkah bijaknya jika kita tidak membawa oleh-oleh virus kepada keluarga dengan tidak mudik.

Lindungi keluarga dengan berkegiatan di rumah saja, karena bisa menyelematkan banyak orang. Termasuk juga anggota keluarga yang kita cintai.

Kalau masih kurang komunikasi via teks. Nanti lebarannya sambil makan ketupat dan opor ayam, sambil video call dengan keluarga yang ada di kampung halaman.

Ketika nanti wabah ini sudah berlalu, kita masih punya banyak waktu untuk pergi mudik. Melepas rindu dengan keluarga bisa lewat telepon atau video call dulu.

Pilih menjadi warga cerdas dengan berkegiatan di rumah, mudiknya ditunda dahulu. Tak lain tak bukan menunjukan rasa sayang kepada keluarga di kampung halaman.

Dibandingkan memilih mudik dan membawa virus, kita bisa berkegiatan di rumah saja. Salah satunya menonton aneka film dari layanan streaming. Perlu peran serta kita bersama untuk mengurungkan niat untuk mudik, bersama-sama cegah penyebaran virus ke berbagai daerah.

Kebijakan ini diambil untuk memutus rantai penyeberan. Kini saat kita turut serta dengan menunda mudik. Jika sudah di rumah saja, sudah jaga jarak, kini mudiknya ditunda dahulu. Sejenak menahan rasa rindu bertemu orang tua, pasti bisa kok.

Saat seperti inilah kita perlu bergotong royong, memang mudik sudah menjadi tradisi. Namun, jangan sampai mudik dengan membawa virus ke desa ya.
Kita tak perlu jadi kurir virus karena memilih mudik. Sayangi keluarga dan jangan sampai mereka.

Bersama-sama kita pasti bisa, menjaga diri kita, keluarga, dan orang di kampung halaman dengan menunda mudik. Langkah untuk menunda mudik sebagai langkah pencegahan, didukung berbagai pihak sehingga pandemi ini bisa teratasi dengan cepat.