Kamis, 12 November 2020

Tetap Sehat dan Bugar dengan Bersepeda di Masa Pandemi, Begini Caranya

Pada momen menjelang Hari Kesehatan Nasional 12 November, berlangsung acara Seminar Online bareng komunitas sepeda "Yuk, sepedaan sehat dan aman di era adaptasi kebiasaan baru." pada Sabtu, 7 November 2020.  Diawali dengan penyampaian materi dari dr. Riskiana S. Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan menyampaikan  . Menjaga diri, menjaga keluarga, dan masyarakat untuk menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19 dengan tekad menuju Indonesia Sehat.



Adaptasi kebiasaan baru dalam berolahraga. Dalam konsisi covid-19 dan menghadapi pertumbuhan ekonomi yang negatif, berdampak pada akses pada kesehatan dan pangan yang menurun. Pak Riski mengajak masyarakat untuk bisa menghindari gejala gelaja akibat adanya penularan.

Berdasarkan hasil perilaku masyarakat di masa pandemi covid-19 BPS 2020 tentang persepsi responden atas efektivitas protokol kesehatan terhadap pencegahan terinfeksi COVID-19. Sebanyak 91,8% responden sudah menggunakan masker. Sedangkan responden yang tidak menerapkan protokol kesehetan, sebanyak 55% karena tidak ada sanksi jika menerapkan protokol kesehatan. 

Saat ini protokol kesehatan merupakan perlindungan kesehatab individu, selain menerapkan 3M (Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, dan Menggunakan Masker) ditambah konsumsi makanan bergizi seimbang, dan menjaga daya tahan tubuh. Istilahnya 3 Baik, 5 Sempurna. Diharapkan melalui penerapan adaptasi kebiasaan baru, maka kegiatan termasuk olahraga bisa berjalan. Sementara pengendalian penyakit bisa dikendalikan.

Azwar Hadi Kusuma, Founder Indonesia Folding Bike Community menjelaskan bahwa Indonesia Folding Bike Community adalah komunitas penggemar/pengguna sepeda lipat yang terbentuk tahun 2007 dengan 50.000 anggota di Facebook. Kini menjadi rumah besar bagi pengguna sepeda lipat di Indonesia.



Saat ini menghindari acara besar yang mengumpulkan banyak orang. Sebelum pandemi biasanya diadakan jambore dengan 1.800 peserta. Namun, karena pandemi kini diadakan secara virtual dan acara gowes bersama sementara dihindari. Acara gower virtual menggunakan suatu aplikasi, bersepeda sejauh jarak tertentu dan waktu beberapa hari. Baru hasilnya dilaporakan kepada panitia yang dicatat sebagai virtual gowes. Bisa bersepeda sendiri dengan waktu yang bebas.

Tips bersepeda yang aman di era pandemi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum bersepeda:

1. Pastikan kondisi tubuh sehat dan bugar

2. Rencanakan rute gowes yang aman dan tidak terlalu ramai

3. Atur waktu bersepeda

4. Gunakan pakaian yang lebih tertutup (misalnya topi, kaos lengan panjang, dan celana panjang)

5. Siapkan perlengkapan keamanan sepeda (rem sepeda bekerja dengan baik)

6. Siapkan masker cadangan, hand sanitizer, air minum botol berpenutup)

Tips penting sewaktu bersepeda:

1. Usahakan gowes mandiri atau kelompok kecil maksimal 5 orang (orang yang sudah dikenal atau keluarga sendiri)

2. Gunakan helm, kacamata, dan masker (disarankan masker kain tiga lapis dan siapkan masker cadangan)

3. Menjaga jaga jarak belakang maupun samping (atur jarak dengan posisi zig zag, jangan lurus!)

4. Lakukan olahraga intensitas ringan sampai sedang (jangan terlalu berat, bersepedalah dengab santai)

5. Patuhi rambu-rambu lalu lintas

6. Hindari sosialisasi atau istirahat makan minum bareng

Sesampainya di rumah setelah bersepeda

1. Hindari kontak fisik dengan orang rumah

2. Lepas masker, kacamata, sarung tangan, sepatu, helm, topi di luar rumah

3. Semprot desinfektan helm, kacamat, sepatu, dan sepeda

4. Segera mandi dan ganti baju

Poetut Soedarjanto, Ketua Bike to Work Indonesia. menjelaskan Bike to Work Indonesia dideklarasikan 27 Agustus 2005. Makna "Work" tidak sekedar untuk pekerja, tetapi didesain dan dimaknai "Work" semua aktivitas dan semua orang. Gerakan Bike to Work adalah gerakan massal untuk mengajak menggunakan sepeda sebagai alat mobilitas sehari-hari, utamanya ke tempat kerja. Jadi kalau pergi ke pasar boleh, sejak 2006 terjadi perubahan konsep menjadi social movement dengan jenis sepeda apapun dan ke manapun.



Sejak pandemi hanya ada pilihan olahraga yang bisa dilakukan di sekitar rumah: jalan kaki, lari, dan bersepeda karena bisa dilakukan secara individual. Hal ini berkembang terus hingga bersepeda menjadi populer seperti saat ini. Tetap prima selama bersepeda, kita perlu tetap menjaga diri kita dalam keadaan saat ini untuk menjaga imunitas.

Tidak sekadar sehat, tetapi juga pastikan bugar. Karena bugar membuat kita dalam mengelola kegiatan kita sebanyak mungkin dan produk menjalani kegiatan sehingga lebih baik. Sehat saja tidak cukup, orang bugar pasti sehat. Orang sehat pasti bugar. Salah satu cara menjaga kebugaran dengan bersepeda.

Bersepeda bisa dilakukan dari jarak dekat, mulai dari mini market dan ke tempat ibadah untuk membiasakan diri bersepeda. Ada atau tidak ya fasilitas, kita harus mulai bersepeda. 

Bersepeda dengan aman dan nyaman dengan mengenali sepeda (rem, tekanan ban, dan rantai), kenali diri (kondisi kesehatan dan kemampuan fisik), dan kenali lingkungan (kenali rutenya) Bersepeda harusnya membuat kita sehat, bukan menjadikan kita sakit.

Hindari dehidrasi dengan setiap 10-20 menit minum satu teguk, jangan menunggu haus, konsumsi 1,5 kali lebih banyak dari cairan tubuh yang keluar menjadi keringat. Perkiraan kebutuhan air selama satu jam sekitar 500-700 ml, kembali kepada diri kita sesuai dengan berat tubuh kita dan kecepatan bersepeda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar